
"Mah jangan berulah tolong mengertilah?"
"Oke kalau itu keinginanmu pah, kamu pilih aku atau Ronald sebenarnya?"
"Mah aku dan Johan sudah bersahabat selama puluhan tahun aku percaya padanya begitu pula Johan yang tidak bisa sedikitpun mencurigaiku kami tidak pernah ada masalah sebelumnya Johan sudah menggantungkan hidupnya kepadaku dan aku pun begitu berkat pertolongan Johan akhirnya penelitianku pun bisa dilanjutkan Johan pun membangunkanku Lab besar dengan alat-alat yang begitu canggih untuk tetap bisa melakukan pekerjaanku sebagai ilmuwan.
Maafkan aku kalau aku mengecewakanmu lagi maaf aku tidak bisa mengkhianati Johan. selama ini Johan sudah memberi kepercayaannya padaku. begitu besar jasa-jasa Johan pada hidupku pada hidup kita pada perekonomian kita pada kesejahteraan hidup kita selama ini adalah bersumber dari sahabatku itu jadi jangan coba-coba untuk memisahkan persahabatan kami. Johan tidak akan pernah mampu berbuat jahat kepadaku dan juga kepada keluargaku kamu tidak usah berpikiran buruk kepada Johan karena hatinya yang begitu tulus membantu siapapun yang membutuhkan pertolongannya apalagi aku yang adalah sahabatnya yang juga sangat berjasa bagi hidupnya kami saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. jadi aku memutuskan Jesseline akan tetap aku berangkatkan ke luar negeri dengan atau tanpa ijinmu!"
Sedangkan Narendra dan Natasha sudah meninggalkan kediaman William sedari tadi karena Natasha memaksa kakaknya untuk pulang. Natasha yang curiga kalo ini semua adalah ulah kakaknya karena kakaknya memang sudah lama berambisi untuk menjadi orang kaya mendadak itu pun sudah terbaca oleh Natasha sejak Larasati mengajaknya memisahkan diri dari pembicaraan para pria dewasa itu agar Natasha tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disana.
"Lalu kamu nggak suka kan sama cewek itu sayang?
"Nggak akan pernah Lona, sinih, hmmppffhh hmmppff."
"Lona yang sedang duduk di belakang kemudi pun akhirnya pasrah terkena ciu man mesra dari kekasih tampannya itu telah melelehkan seluruh syaraf syarafnya hingga mau tidak mau Lona pun pasrah membalas saja per sila tan li dah yang membuat mata keduanya sayu karena terserang kabut gair ah yang membara.
"Jo a a a hh Jo kita masih di halaman depan rumah Willy ayo sayang pergi dari sini a a hh Jo."
__ADS_1
Johan yang memberikan ji latan Li dahnya menyeluruh hingga leher jenjang kekasih cantiknya itu pun tak henti-hentinya menye sap bagian sensitif Lona hingga erangan nikmat pun sengaja Lolos dari bibir merah merekah kekasih cantiknya itu.
"Jo jangan disini sayang, apa itu cewek yang tadi di kenalkan denganmu, mungkin dikiranya kamu sedang berada di dalam mobilmu kok dia celingukan seperti sangat mengharap bertemu lagi denganmu."
"Sayang pu ting pa yu da ra mu sudah menegang apa kamu tidak ingin melakukannya disini?"
"Sayang jadi mobil goyang dong ssshhh aa hh?" ucap Lona sambil menjambak rambut gondrong Johan yang sedang asyik menyu su sambil Jok kursi kemudi itu di tidurkan dengan menarik tuas recleaning seat kemudi itu.
"Hey jawab dulu Jo ssshh sshh, itu gadis itu dia seumuran aku ya? jawab dulu Sayang ihhh." Lona pun gemas karena Johan malah melakukan kegiatan tak senonoh tepat di depan pintu masuk rumah William. kemudian tangan Johan pun melesat masuk ke dalam celana dal am Lona saat si empunya apem hanya memakai mini dress se pa hanya.
Gerakan maju-mundur dari tangan terampil Johan hingga membuat Lona semakin menikmati pelayanan yang special pakai telor dari Johan itu.
"Sayang aku tahu kamu menghukum aku kan karena cemburu?"
"Sssstt sayang tanggung nih! nanti aja ya aku ingin melayani kamu aja kok, aku nggak bisa berhenti Lona Hmmm."
"Sayang Ayo kita pulang aku nggak mau gadis itu mencarimu sampai ke mobil ku, berasa pasangan selingkuh deh aku heran deh, sayang ayo aa hh, nggak pakai lama, a a hh." lagi lagi Johan melebarkan saja kaki jenjang Lona hingga penampakan hidangan utama yang sangat dia nanti-nantikan pun terpampang nyata. Segera Johan pun menye sapnya dan menenggelamkan bibi rnya seperti sedang berci uman dengan bi bir bawah Lona panjang dan lama.
__ADS_1
"Sayang di ru mmaahh aja yuk, Jo Jo sssshh, kamu nakal isshhh." kata-kata manja yang sangat menggoda keluar dari bibir mungil Alona. Dia pun menutup saja bibirnya agar era ngan dan de sa han tak di dengar oleh orang lain yang melintas di luar mobilnya.
"Bilang dulu, enak nggak? jangan di ta han sayang lepaskan hmm?"
"Enak sayang Ayoo kita harus pergi dari sini aku nggak mau kita tertangkap basah seperti pasangan selingkuhan ssshhh, sin ih ci um bi bir kamu udah belepotan cai ran cinta hmmppffhh hmmppff."
"Hmmppffhh hmmppffhh, sayaangg celana da lamnya pakaikan dong kamu lempar kemana tadi sayang issh! nakal banget sih."
"Lona Onal udah nggak kuat," ucap Johan sambil mata sayunya mengungkapkan segalanya serasa has ratnya ingin meledak saat itu juga.
"A aa hh ini basah semua sayang ambilkan tisuuu hmm nakal deh, ya udah celana da lam aku ambilkan sayang itu kamu buang tadi ke belakang isshh." manja Lona pada Johan sambil memencet hidung Johan sampai memerah saking gemasnya bisa-bisanya Johan mengajaknya bercinta di dalam mobil sportnya.
Johan pun mengambil lingerie Lona dan dilihatnya sebentar sambil memicingkan mata serta menggeleng gelengkan kepalanya.
"Aww sakit aww.. Kok bisa sih pakai kaya gini terus pakai mini skirt (rok mini) pula ya tuhan Lona kamu niat menggodaku kan emang dari tadi? nahh jangan salahkan kalo aku ingin mene lan njang imu disini Lona, argghhh kamu berhasil buat kepalaku pusing! sudah Ayoo kita pulang." ucap Johan sambil me re mas lagi pa yu da ra berukuran sedang milik kekasih cantiknya itu.
...To be continued...
__ADS_1
...*Hai hai zeyengnya ippiiee semua jangan lupa sedekah like, vote, favorit, kopi, dan lain sebagainya agar ippiiee semangat melanjutkan tiap babnya, tanpa kalian otor receh ini nggak sanggup melanjutkan cerita ayuukkk jangan lelah memberi semangat otor.. Cerita ini awalnya ippiiee ikutkan lomba rupanya ippiee lebih dulu publish tapi nggak apa-apa selama masih ada yang like dan coment ippiie masih semangat banget,, khusus buat kak @zara yang selalu ngasih coment penyemangat ippiiee sangat sangat berterimakasih sekali, semoga barokah, kak zara semakin banyak rejekinya, walau pembaca sepi tapi kaka tetap setia menemani ippiie berkarya, ippiie jadi terharu dan nggak biaa berkata-kata lagi, pokoknya kak zara terde best,, mmmuuaahhh.....
...Ipiiee sayang kalian semua mmmuuahh*.....