
"Argghh selalu saja berulah, dia tuh bukan pacar aku, nggak aku nggak mau lari aku akan ngadepin dia."
"Hmmm no nggak sekarang, sekarang dia udah kehilangan jejak kita, sebaiknya kita belajar yuk, hari makin malem, aku nggak.mau kamu kemaleman."
Airport Cafe and Resto
"Silahkan mau pesan apa kak?"
"Air mineral satu, kamu apa Mok?"
"Orange juice 1,"ucapnya sambil tersenyum.
"Hmmm Apa akhir-akhir Arsen ngancem kamu?"
"Udah nanti aja kalo mau ngebahas cowok kamu yang posesif itu, keluarin buku PR nya mana yang harus dikerjain?" Tanya Jeremy to the point.
"ini yang nomer 2 susah banget."
"Kan ini begini, reaksi kimia ini jika di tambahkan reaksi kimia yang ini jadinya begini, mudah banget Lo."
"Hah ulangi dong jangan kecepetan, bentar aku lepas dulu topi kamu, aku nggak.seberapa kelihatan tulisannya jadinya."
"Nah jadi aku ulangi ya? Bla.. bla.. bla.. nah udah ngerti belum?"
"Hmmm lumayan.nggak ngerti sih, aku coba ya, kayak gini nggak sih?"
"Hmmm ini harusnya begini, ininya begini, Sekarang aku kasih kamu soal lain yang mirip."
"Baik pak guru, aku bisa nggak ya pak, duhh kok susah banget." Sambil menulis jawaban soal yang diberikan oleh pemuda tampan itu Kimberly mulai mengutak atik reaksi kimia setelah mendapatkan rumus untuk memecahkan soal reaksi kimia itu dengan mudah. Lalu Kimberly pun menyerahkan saja jawaban yang dia tulis tadi.
"Hmmm coba aku lihat, Hmmm ya ini kurang ini dan ini, tapi kayaknya kamu udah ngerti nih. Aku beri soal yang serupa sekali lagi."
"Okay, Hmmm begini bener nggak?"
"Yah bener, udah bener kok sekarang nomer tiga."
Setelah dua jam kebersamaan mereka berdua di cafe itu, Kimberly pun dapat menyelesaikan dengan mudah soal-soal rumit kimia dan fisika yang akhirnya bisa dipecahkan dengan mudah oleh Kimberly setelah Jeremy memberikan rumus-rumus yang mudah di mengerti oleh gadis cantik itu.
"Haaaa, hoammm ngantuk Jer, udah yuk aku mau pulang."
__ADS_1
"Udah ngerti kan Mok?"
"Iya ngerti, makasih pak guru."
"Oke kita pisah di sini ya? Aku bayar dulu." Jeremy pun pamit terlebih dulu agar gadis cantik yang kemana-mana selalu di ikuti oleh bodyguardnya itu pun pulang setelah mereka berpisah di cafe itu.
"Tunggu kamu naik apa pulangnya?"
"Ahh itu urusan gampang, ini udah jam 10 malam, salam dari Tulus, oke bye."
"Iya salam dari Tulus bye juga."
Kecewa yang tersirat di wajah cantik gadis itu saat pujaan hatinya tiba-tiba pergi meninggalkannya sendiri dengan bodyguard yang selalu setia menemaninya kemanapun Kimberly pergi.
"Mari nona, sudah jam pulang, nona sudah terlambat satu jam dari jadwal yang di berikan nyonya tadi."
"Bodo'!"
"Besok kan bisa ketemu lagi Ama Aden ganteng itu, saya tahu nona kecewa, mungkin kalo saya boleh berkomentar, Aden itu juga suka sama nona, tapi den Arsen pasti sudah mengancamnya untuk menjauh dari nona, walau akhirnya den Jeremy mau menemui dan mengajari nona mengerjakan PR PR nona seperti tadi, pasti karena den ganteng itu ingin bertemu juga dengan nona."
"Lalu gue harus gimana dong Ben, biar bisa deket terus Ama dia, masa sih dia juga suka Ama gue, orangnya aja cuek banget, nggak pernah nyenengin ngomongnya selalu nyakitin nggak pernah lembut Ama gue, dan dingin banget kaya kulkas empat pintu tau nggak lo?"
"Yah nona yakinkan pada Tuan dan Nyonya kalo nona akan memperbaiki nilai nilai nona dengan Aden ganteng itu sebagai guru les nona, kan sambil menyelam minum air."
"Oke deh, besok gue akan coba ngomong ke nyokap, tapi kalo nyokap nolak, elo harus bantuin ya ya elo kan tau gue bisa ngerjain PR fisika dan kimia berkat Jeremy yang Bendot pleeasee bantuin gue ngomong ke nyokap?"
"Siap Non apa yang nggak buat nona Kim Erly mah."
"Baiklah gini kan mood gue jadi bersinar kembali."
✨
✨
✨
"Sayang sekarang jujur ke aku, apa saja yang sudah kamu keluarkan untuk mama, ayo jujur Ama aku dan nggak pake rahasia rahasiaan ya!"
"Apa sih nggak ada nggak ada nggak ada sama sekali beneran deh!"
__ADS_1
"Nggak Aku mau kamu jujur sekarang juga atau aku nggak mau nikah sama kamu pilih mana hah?"
"Oke oke baiklah selalu ancamannya adalah nggak mau nikah tau aja itu salah satu kelemahanku yang paling utama hafal ya kamu ya, igh gemes deh!" Ucap Johan sambil memencet hidung mancung Lona lama sekali karena begitu gemasnya dan geram akan tingkah nakal kekasih cantiknya itu yang tidak mau kalah.
"Iya dong, karena Jeremy yang bilang sayang, please jujur Ama aku, katanya cinta, cinta itu nggak ada rahasia di antara kedua pasangan, rahasia itu bagaikan selingkuh, ngerti nggak sih?"
"Siapp boss, hutang mama aku sudah lunasi semua." Mata indah Lona pun seketika terbelalak dengan mulut mungilnya yang terbuka sambil ditutup dengan kedua tangannya sendiri.
"Ya Tuhan sayang, banyak sekali kesulitan kesulitan hidupku yang kamu selesaikan semudah menjentikkan jari jemarimu, oh God Johan kenapa kamu nggak bilang ke aku?"
"Sayang udah aku nggak pernah ngitung uang yang udah aku keluarin, Karena aku sudah menganggapnya sebagai istriku sejak kamu bisa menjinakkan sisi monsterku yang selama seratus tahun kederita Lona please ku mohon sayang mulai sekarang kamu yang pegang semua rekening bank aku, ini juga aku bikinkan kamu black card dan kamu harus menerimanya, bersenang-senanglah, anggaplah aku ini sudah sah menjadi suami kamu walau belum di resmikan okay?" Ucap Johan sambil mengeluarkan isi dompet mahalnya dengan bebagai kartu debit dan kartu kredit.
"Hmmm aku juga nggak sabar untuk segera menjadi Nyonya Rahadiningrat, kita tunggu sampai mama ada kabar baik ya sayang, barulah kita daftarkan pernikahan kita ke catatan sipil, terlebih dulu untuk resepsi kita tunggu sampai mama bener-bener sehat dan boleh pulang ke Indonesia." Lona pun duduk dipangkuan kekasih tampanya itu dan menempelkan kening mulusnya ke kening mulis kekasih tampannya lama sambil mata keduanya terpejam.
Incoming Call
081234xxxx
"Kak Ronald to.. tolong..!"
"Halo Jeremy Jeremy ada apa? Jer Jer.."
Tut.. Tut..Tut..
"Kenapa Jo ada apa?"
"Sepertinya Jeremy membutuhkan pertolongan aku akan mencarinya Lona kamu tunggu di appartment saja."
"Aku ikut aku khawatir Jeremy kenapa napa."
"Nggak aku lari aja, terlalu lama kalo pakai mobil, aku lari dan menggunakan kekuatanku, kamu di appartment aja, tunggu kabar dariku!" Johan pun segera melesat secepat the flash untuk mencari keberadaan adil iparnya itu.
"Ya udah hati hati Jo kabari aku secepatnya, kenapa lagi anak nakal itu, bikin masalah aja!" Kesal Lona sambil.menghentak-hentakan kakinya ke lantai appartment mewahnya dengan menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan keningnya saking kawatirnya.
✨
✨
✨
__ADS_1
"Jer Jer bangun Jer siapa yang melakukan semua ini, kamu di keroyok? Breng sek!!"
To be continued..