TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Onal Wujud Srigala!


__ADS_3

"Mah mamah kok mama nangis? mamah kok pucat banget mama sakit? mama nginep aja di sini malam ini? ya?"


"Nggak Lona, nggak mama nggak apa-apa Lon, udah terusin aja kegiatan kalian, terus kapan rencana kalian ngundang mama dan papa makan malam?"


"Hari Jumat mah, nanti biar Arman yang menjemput mama, papa juga Jeremy." Ronald pun menjawab saja rencana makan malam yang sebenarnya di dapuk untuk mengenalkan Johan sebagai suami Lona kelak, walaupun Lona tidak mau buru-buru menikah sekarang.


"Ronald kayaknya nggak mungkin kalo papa dan mama bertemu lagi, kamu aja ya yang mengundangnya sendiri, karena papa sangat sangat membenci mama."


"Oww baiklah ma, saya akan menghubungi papa, tapi apa papa nggak keberatan jika tiba-tiba saya memanggil beliau dengan sebutan papa?"


"Yah nanti sebaiknya kamu perkenalkan dirimu dulu Ronald, ya sudah mama pergi dulu, Lona mama sudah ambil uang yang ada di brankas kamu, bye sayang jaga kesehatan ya, karena kesehatan itu sangatlah mahal harganya."


"Iya mama hati-hati dijalan ya?" jawab Lona sambil terlebih dahulu memeluk erat tubuh Shinta.


"Bye Ronald jaga anak mama baik-baik." ucap Shinta berlalu pergi dari Appartment gadis cantik itu.





Johan pun melihat kekasih cantiknya sudah melakukan apa yang dia mau lantas menelan ludah nya kasar saat tiba-tiba gadis na kal itu tak sengaja melebarkan lagi ke dua kaki jenjang nan mulusnya hingga lingerie merahnya pun terlihat dengan jelas.


...GLEG...


Ditelannya ludahnya kasar lalu mendekat ke arah gadis cantik yang masih duduk di sofa ruang TV itu. Johan yang sudah tak tahan langsung menyerang saja bib ir mungil dan merah kekasih cantiknya itu dan bermain li dah disana.


Karena sudah terbakar gair ah waktu lidah Lona menyentuh permukaan bibirnya saat berciu man tadi, membuatnya bergegas mengangkat tubuh gadis cantik itu dan menggendong nya ala bridal style ke kamar Lona di lantai 2.


"Sayang Lona aku sudah tidak tahan ,, aa hh aku minta jatahku." ucap Johan dengan mata sayu nya yang sudah di selimuti oleh kabut ga irah.


"Hmmmmppffhhhh, mereka berciuman lama

__ADS_1


sambil Di bukanya semua atribut yang masih menempel di badan keduanya, mereka saling membantu melepaskan helai demi helai kain yang menempel di tubuh masing-masing.


Setelah keduanya secara teratur melakukan kegiatan ber cinta. Johan sangat ketagihan sentu han dari Lona lagi, mengingat luka yang sudah dia perbuat ke apem Lona dulu membuat Johan sakin tancap gas untuk menyerang terus pertahanan va gi na Lona agar terbiasa dengan kehadiran Onal.


"Hmmm va gi na gundul nya sudah basah sayang kamu sudah pengen ya?" Tanya Johan saat perang Li dah diatas berganti berperang lidah sepihak dengan va gi na Lona. Lona yang ternyata diam-diam mencukur va gi na yang penuh dengan bulu gondrongnya itu pun senang karena Johan semakin bersemangat untuk mencumbuinya.


"Nggak! siapa bilang,, aku nggak pengen tuh!" Ucap Lona mengingkari.


"Bib ir atas memang suka mengingkari, tapi bib ir bawah selalu jujur apa adanya," Ucap Johan membuat wajah Lona yang sudah tidur polos dan membuka lebar kaki jenjangnya, memalingkan wajahnya ke samping karena malu.


Johan tidak menyia nyiakan waktu, segera di hirupnya aroma memabukkan dari lembah Lona, di hisa pnya ca iran cinta yang ke ntal membahana dan memabukkan itu, dan


...JL eBb...


Masuklah Onal walaupun sakit diawal ternyata menghadirkan rasa nikmat yang luar biasa saat sudah berada di dalam.


Keluar Masuk Maju Mundur Gerakan yang sudah dorong mendorong sepantasnya dilakukan saat memadu kasih, membuat keduanya mengeluarkan keringat walaupun berada di Ruang yang Full dengan AC dan super dingin menyejukkan itu.


Suara era ngan tin tih an dan desa han sahut menyahut dari b ibir keduanya membuat seisi kamar itu penuh peluh keringat seolah AC ruangan itu mengeluarkan hawa panas dan bukan hawa dingin.


1 jam kemudian..manusia jelmaan srigala itu pun meminta lagi jatah dari kekasih cantiknya saat Onal tiba-tiba berdiri kembali. Jari jemari Johan pun sudah menyatu lagi dengan va gi na Lona untuk memberikan kenikmatan tiada Tara sekali lagi.


Sayang, rasanya ini sudah ba sah kuyup, jangan berdiri begini yukk pindah ke tempat tidur, hmimmm ssshhh, gendong," Lona merintih nikmat karena pucuk pink chery yang sudah menantang Johan dari tadi tidak disia-siakan olehnya, sampai kepala Johan terbenam sempurna diantara gundukan  tem bam itu.


Setelah Lona sudah pasrah dengan kedua kaki jenjangnya yang sudah otomatis terbuka lebar membuat jalur bebas hambatan untuk gurita hugo bertato melewatinya dengan leluasa.


Hugo bertato sudah berhasil memasukkan gurita raksasanya hingga berhasil bersemayam di lembah lembab milik Lona.


"Oh god Onal sepertinya menjadi semakin besar sayang,,ssshhhh,,ssshhh,," lengu han nakal pun keluar dari b ibir binal Lona saking nikmatnya pertarungan itu sampai-sampai kepala Lona menengadah keatas kearah langit-langit kamarnya.


"Apa kamu suka dengan seranganku sayang? tanya Johan lagi.


"Ssshh teruskan seranganmu itu sangat tepat sasaran sayang, sepertinya lembahku penuh sesak terjejal Onal raksasamu, tapi walau sesak dan perih sekaligus bercampur dengan kenikmatan tiada tara," seru Lona dengan serak lengkap dengan deru nafasnya yang tersengal sengal bagai mendaki ke puncak gunung Himalaya.

__ADS_1


"Sekarang miring ke kiri sayang," pinta Johan itu pun di turuti oleh Lona.


"Kamu perkasa sekali, perut six pack dan tubuh atletismu ini pasti yang membuat kamu begitu perkasa dan berstamina."


"Iya tentu saja," ucap Johan sambil memiringkan lagi tubuh polos Lona hingga miring ke kanan.


"Ssshhh Jo, ssshhh,, ini sangat nikmat dan mantap,"


Lalu tubuh ramping Lona pun di buat membelakangi Johan hingga tengkurap, dengan apem yang agak di naikkan sehingga lubang tempat bersemayamnya Onal tadi pun siap untuk dihujam maju mundur cantik berkali-kali.


"Ssshh Jo..ssshh.. ini sudah berbagai gaya yang kamu coba," seru Lona yang penasaran dia akan menghujaninya dengan serangan serang dahsyat sampai berbagai gaya .


Selanjutnya tubuh polos pevita di naikkan ke posisi diatas tubuh polos Johan untuk memimpin pertikaian nikmat itu. Lona pun mulai bergerak naik turun sambil menengadahkan kepalanya tanda kenikmatan sampai ke ubun-ubun sudah dirasakannya.


"Nikmatkah?" Tanya Lona penasaran.


"Ya sayang milikmu sangat nikmat membuatku terpesona dan ingin bertanding untuk beberapa ronde lagi."


"Ahahhaha aku senang kalo bisa buat kamu kenyang sayang, aku mau melayanimu sampai pagi hingga pagi lagi."


"Baguslah, aku sangat menantikannya sayangku," seru Johan tak kalah gembira.


"Sayang aku haus," pinta Lona.


"Tunggu sebentar ini ada air mineral akan ku berikan air mineral lagi tanpa melepas pagu tan tunggu sebentar." Johan hendak menunjukkan keahliannya yang lain yaitu menenggak air mineral terlebih dahulu ke mulutnya selanjutnya menyuapi Lona dengan air mineral yang penuh dari mulutnya. Adegan suap menyuap air minum itu pun terjadi begitu lama karena cairan air itu sempat sempatnya tumpah membasahi gundukan bukit kembar sehingga bibir dan li dah Johan mendapatkan pekerjaan tambahan yaitu mengabsen tiap inci tubuh polos bagian atas Lona dengan b ibir dan li dah nya pula yang dengan kreatif dan lincah siap menari nari disetiap jengkal tubuh Lona.


"Ssshhh Jo ini sangat nikmat bagaimana bisa ini begitu nikmat," ucap Lona sambil matanya merem melek saking nikmatnya.


Pergumulan nikmat itu pun terjadi sampai 5 ronde lagi hingga lubang buaya Lona sampai mengkerut lemas tak kuat lagi di masuki Onal raksasa lagi.


"Sayang aku udah lemas nggak kuat lagi menerima serangan kalapmu, sebenarnya Onal dan juga pinggul pinggangmu terbuat dari apa sih, sampai-sampai semakin bertambah ronde, staminamu masih saja terjaga, jangan-jangan aku bercintanya bukan dengan Johan tapi dengan si Onal wujud Srigala?"


DEG

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2