
Johanson Grup
Setelah hari itu kehidupan Johan berubah drastis, dia mulai membuka diri untuk mulai menjawab tiap salam sapa karyawan di perusahaannya, yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan sama sekali. Dia selalu menutup diri apalagi dengan lawan jenisnya.
"Selamat pagi Pak Ronald."
"Selamat pagi Susan." Susan pun terkejut dan dengan pipinya yang merona seketika akibat dari Johan yang membalas sapaan selamat paginya tadi. karena Johan tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang periang.
"Wah ini merupakan perubahan yang sangat bagus Bos, Bos bisa ditaksir seluruh wanita di perusahaan Bos ini bahaya ini Bos saya yang kewalahan nanti bos."
"Tutup mulut kamu Arman, bicara sembarangan!"
"Ya kalau sama saya kok tetap dingin dan nggak ada belas kasihan begitu bos menyakitkan sekali hiks."
"Ya karena kamu pantas mendapatkannya, itu derita lo Man!"
Sementara itu sang kekasih cantiknya yang sudah di dapuk menjadi brand ambassador perusahaannya hampir tiap hari wira-wiri di kantor yang sama dengannya. Alona harus berkoordinasi dengan tim advertising untuk mencocokkan jadwal syuting iklan dan peluncuran apartemen terbaru Johansson Grup. Sepertinya Fenti memang sengaja memadatkan jadwal Alona agar tidak punya waktu lagi untuk berkencan, setelah usahanya untuk merayu Johan ternyata gagal total.
Namun ternyata tidak hanya Alona melainkan kesibukan masing-masing sehingga keduanya jarang sekali bertemu apalagi sejak ancaman yang dilakukan Michael tempo hari saat mendatangi apartemen Lona sejak saat itu Lona harus pindah ke unit apartemen milik Johan pribadi di lantai 50 hingga terkadang karena terlalu lelah Alona pun tidak sempat bertemu dengan kekasih tampannya itu.
Kini sudah satu minggu lamanya mereka tidak pernah bertemu sama sekali hanya sesekali Johan menelpon Alona namun gadis cantik itu tidak pernah sempat untuk membalas pesan-pesan dari Johan. Mengangkat teleponnya pun setelah selesai syuting terkadang yang mengangkat telepon dari Johan adalah Dea sang asisten pribadinya.
Proses perpindahan Lona ke apartemen baru pun sangat singkat sekali karena Johan sudah memerintahkan Arman untuk menyuruh sepuluh anak buahnya untuk membereskan dan memindahkan barang-barang Lona sehingga Lona sudah tinggal menempati saja tanpa perlu ikut repot-repot memikirkan bagaimana cara memindahkan barang begitu banyak ke tempat yang baru yang ukurannya lebih besar daripada apartemen Lona.
Johan tidak mau Lona semakin kelelahan karena padatnya jadwal shooting yang tidak pernah bisa membuat Lona bersantai-santai lagi seperti sebelumnya. Bahkan untuk sekedar bertemu dengan Johan pun rasanya sangat tidak mungkin karena Lona harus berangkat pagi sekali dan pulang dini hari.
Kini kenyataan bahwa Johan sang kekasih tampannya adalah pria yang berusia 100 tahun, Lona menyikapi hal itu dengan santai bahwa ternyata dia sedang menjalin kasih dengan kakek-kakek yang berpenampilan seperti remaja dengan fisik yang nyaris sempurna. Hal itu sering kali membuat Lona tertegun dan terkadang melamun lalu membuatnya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum simpul.
__ADS_1
Lona dan Johan sangat menantikan bulan purnama di bulan depan apakah Johan masih tetap berubah menjadi monster ataukah ada perkembangan yang berarti karena Alona sudah berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan kakek-kakek tampan itu kecuali Johan membuat ulah dan berselingkuh dengan wanita lain. Maka Alona tidak segan-segan untuk meninggalkannya saat itu juga dan berjanji tidak akan pernah memaafkan Johan selama hidupnya.
Keduanya berikrar tepat setelah berc inta saat masih menginap di Johansson hotel di Bandung. selanjutnya kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu pun seakan tidak akan pernah berpisah menempel seperti perangko kemanapun mereka berada.
Namun kebersamaan itu tidaklah lama karena setelah kembali ke kota asal keduanya seakan disibukkan dengan aktivitas masing-masing yang membuat keduanya sepertinya lupa jika pernah berikrar satu sama lain.
🌊Studio RC Entertainment
19.00
Outgoing Call
Calling.....
❤️J❤️
(The Number You Are Calling is switched off)
Apa dia mau membalasku karena aku tidak pernah mengangkat teleponnya selama ini tapi kan aku selalu meninggalkan pesan ih sebel deh." Lona yang kesal karena Johan seharian ini tidak bisa di hubungi sama sekali. Sampai selarut ini pun ponselnya masih di matikan.
🏬Johanson Grup
"Ya Tuhan aku sampai lupa kalau udah punya pacar kenapa berkas-berkas ini tidak pernah selesai Arman, sudah ditandatangan menumpuk lagi sudah kamu bawa ke sana kamu datang lagi dengan segunung berkas-berkas yang tidak pernah selesai aku tanda tangani Arman. Sedangkan ini udah jam 09.00 malam lalu aku kamu suruh pulang jam berapa lagi Arman? Aku sampai tidak pernah melihat wajah kekasihku dan lupa kalau aku punya kekasih."
"Cie si Bos mentang-mentang punya kekasih Bos nanti ada wartawan yang lewat dan meliput skandal Bos dengan mbak Lona lo?" Arman pun menoleh ke kanan dan ke kiri takut kalau ucapan yang dia katakan tadi benar.
"Makanya jaga bicaramu jangan nyablak terus kayak ember."
__ADS_1
"Ya nggak janji deh Bos, Bos kan tahu sendiri gimana canggihnya paparazzi sekarang?" sambil kepala Arman menoleh ke kanan dan ke kiri takut kalau percakapannya dengan Johan akan didengarkan oleh paparazzi.
"Ah diam kamu Arman sudah-sudah cepat antarkan aku pulang, ini lagi ponsel tiba-tiba mati dari jam berapa di ponsel mati, aku lupa nge-charge pula, duuhh gimana kalau Lona telepon bisa ngambek tuh cewek, gimana nih Man pinjam ponselnya Man."
"Ya Ini Ini Bos ini!"
"Ya carikan nomor ponselnya kan kalian juga sering telepon-teleponan, apa-apaan ini kamu simpan nomor pacarku seperti ini pakai ada simbol hati begini Aku nggak mau tahu hapus ganti, istri bos, ganti sekarang juga istri bos."
"Yaelah Bos iya ya ampun Bos ampun bawel amat sih jadi bos."
"Eh berani ngebantah lagi, aku potong gaji kamu baru tahu rasa kamu!"
"Ampun boss, nggak berani saya bos! Ya Tuhan bos jadi telepon nggak sih bawaannya pengen makan aku aja dari tadi, udah bos tenang aja Ini tumpukan berkas yang terakhir yang harus bos tanda tangani setelah itu pulang Bos!"
Outgoing Call
Istri Boss
"Halo Arman Boss kamu kenapa ponselnya mati? mau menghindar ya?"
"iya iya aduh lupa seharian kalau ponselnya mati karena kamu juga nggak pernah telepon sudah lama sekali aku nggak pernah sekalipun mendengar suara kamu lewat ponselku jadi ya kelupaan deh mau nge-charge?"
"Begitu ya? Udah males ya aku telepon udah nggak mau bales pesanku juga ya. Ya udah deh matikan aja seterusnya!"
Tut..Tut..Tut .
Call Ended..
__ADS_1
Deg!
To be continued..