TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
William yang Mencurigakan!


__ADS_3

Johan dan Willy masih saling mengirimkan pesan satu sama lain. 


Me


Bagaimana bisa penelitian yang kamu lakukan salah?


Willy


Lebih baik kamu cepat kemari.


Sekuat mungkin Johan berlari melalui tangga darurat. Johan mengendus bau dari sahabatnya yang sudah sampai di Wolf Cafe terlebih dahulu. Para waiter yang melihat kedatangan Johan pun langsung hormat dengan menyapa pria tampan yang merupakan CEO mereka itu.


"Selamat malam pak CEO, ada yang bisa Kamila bantu?"


"Oh ya tidak usah Kamila kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu, nah itu dia sudah duduk di pojok."


"Baik pak CEO." Ucap Kamila dengan antusias karena CEO yang terkenal dingin itu tiba-tiba menjadi ramah dan membalas sapaannya.


"Aaaaahh bahagianya aaaa gue seneng banget Sher, aaaa." Kamila sampai melompat-lompat kegirangan saking bahagianya setelah sekian lama keinginannya bertemu pemuda tampan pemilik hotel itu akhirnya terkabul.


*****

__ADS_1


"Sekarang katakan Will apa maksudmu dengan putus hubungan?"


"Seseorang telah datang ke lab tempo hari dengan membawa beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pemuda itu adalah keturunan dari paranormal yang turun menurun di keluarganya, dan dia merupakan generasi ke 15 titisan langsung Nyi Nairi paranormal pencipta kutukan yang menyiksamu selama bertahun-tahun."


"Kamu yakin pemuda itu membawa bukti yang kamu cari Wil? Karena dengan mencegahku memakan Alona waktu itu menurutku itu adalah bukti yang sangat cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah penawar kutukanku."


"Kamu harus berpisah dengan Lona sesegera mungkin Jo, itu saran dari sahabat yang sudah lama menemani perkembangan pengobatanmu hingga saat ini."


"Baiklah kalo begitu tunjukan padaku bukti-bukti yang bisa membuatku percaya, bagaimana bisa ada penawar lain selain cinta sejati seperti yang kamu utarakan barusan."


"Bukti itu adalah seorang gadis titisan Nyi Nairi adik kandung pemuda itu yang harus kamu nikahi Jo, kalo kamu menikah dengan titisan Nyi Nairi dengan membahagiakannya saja kamu bisa.sembuh dari kutukan itu. Ini bacalah buku harian Nyi Nairi yang sebelumnya berbahasa Sansekerta yang sudah di terjemahkan ke dalam bahasa kita."


"Apa?! Apa maksudmu Will kamu nggak bercanda kan?"


"Ya terimakasih." Ucap Johan dengan masih mengerutkan kedua keningnya hingga kedua alisnya saling menyatu.


"Ada apa ini sebenarnya Will kenapa aku nggak bisa baca jalan pikiranmu, kamu membuatku curiga Will, persahabatan sekian lama kamu hancurkan dengan iming-iming harta. Aku curiga kamu bersekongkol menghancurkan aku Will." Gerutu Johan dalam hatinya, bagaimana bisa bukti bisa berubah hanya dalam waktu semalam.


Johan masih penasaran apa sebenarnya maksud William menyuruhnya memutuskan hubungannya dengan Alona yakni kekasih yang dia yakini adalah kekasih yang diciptakan Tuhan untuk bersanding dengannya. Hanya Cynthiara Alona sajalah yang ada di hatinya.


Cuma Cynthiara Alona yang bisa menaklukkan naf su kebinatangan yang ada dalam diri Johan saat ini. Johan tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan dari dokter William yang sarat akan manipulasi. Johan curiga bahwa dokter William hanya mengarang cerita karena ada sesuatu tujuan yang akan dia capai.

__ADS_1


Tapi apakah sebenarnya tujuan dokter William saat jodoh yang katanya adalah penawar kutukan itu sudah ada di depan mata sedangkan dokter William sendiri sudah mengakuinya satu pekan yang lalu saat Alona sendiri yang menceritakan bahwa Johan dapat mengendalikan nafsu binatangnya saat Alona mendekatnya kemudian lambat laut bulu-bulu di tubuh Johan pun menghilang dan dengan cepat Johan bisa berubah kembali menjadi manusia.


Tapi yang membuat johane heran adalah Tuhan tidak bisa sedetikpun membaca pikiran dan isi hati dari dokter William. Padahal biasanya dia bisa sewaktu-waktu membaca pikiran dokter William seenak sendiri. Pasti ada ramuan atau suatu alat yang bisa menghalangi jalan pikiran Johan untuk membaca isi hati dari dokter William.


"Aku tidak janji will tapi mengapa tidak kamu kenalkan saja wanita itu kepadaku karena untuk menikah kita harus saling mengenal terlebih dahulu."


Johan pun mulai menarik ulur tawaran dari dokter William karena dengan sedikit memberinya jalan mungkin ada waktunya nanti Johan akan mengetahui apa maksud dibalik rencana dokter William ini.


"Benarkah jadi kamu bersedia menikahinya?" Senyuman merekah dan antusiasme pun ditunjukkan oleh dokter William seketika wajahnya yang murah berubah menjadi segar kembali.


"Sebaiknya kamu tunjukkan bukti buku harian milik Nyi Nairi yang kamu sebutkan tadi? Karena kamu tahu sendiri Wil Aku bukan orang bodoh jangan coba-coba membohongiku dengan berita palsu, sekarang aku tanya, Apa kamu juga sudah bertemu dengan gadis itu Wil berapa usianya namanya siapa Apakah kamu ada fotonya?" Dengan kecurigaan yang masih besar kepada dokter William Johan mencoba untuk mengorek data dari gadis yang dijodohkan dengannya itu dengan tujuan agar dokter William tidak curiga bahwa Johan sama sekali tidak tertarik untuk menikah dengan gadis lain selain selain dengan Cynthiara Alona.


"Baiklah, besok akan kusiapkan semua bukti yang kamu minta dan please Jangan pernah meragukan kesetiaanku sebagai sahabatmu. Baiklah Jo Sekarang kan hari Sabtu Bagaimana kalau kalian ku pertemukan di acara makan malam di kediamanku di hari Minggu malam, apakah kamu bersedia? Dan sebaiknya kamu tidak mengajak Alona pergi denganmu karena aku khawatir nanti kalau nak akan sakit hati melihatmu berkenalan dengan gadis lain." Ucap William dengan kegembiraan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata seperti yang dikatakan Johann dalam hatinya tadi dokter William sepertinya menyimpan maksud terselubung.


"Mengapa harus berkenalan di kediaman mobil mengapa tidak langsung saja ke rumah Gadis itu yang kamu bilang titisan pemberi kutukanku itu?"


"Tidak tidak mereka tidak mau kamu mengetahui rumah mereka yang sangat sederhana dan mereka pasti malu kalau harus menyambut pria berderajat tinggi dan berketurunan pangeran yang pernah dikutuk oleh nenek moyang mereka."


"William William kamu semakin mencurigakan saja mengapa aku tidak bisa membaca pikiranmu ataukah aku harus berdekatan dengan Lona baru aku bisa menggunakan kekuatanku lagi ini kesalahanku mengapa tadi aku mau meninggalkan Lona sendiri di kamarnya pasti William sudah tahu letak kekuatanku adalah pada Lona sekarang, maka dari itu William tidak mau aku dekat-dekat dengan Lona karena saat berada di dekat Lona kekuatanku akan sempurna, brengsek walau ini masih kecurigaanku tapi firasatku biasanya tidak pernah salah." Gerutu Johan dalam hatinya semakin menjadi-jadi. Semakin ke sini pembicaraan dengan dokter William semakin membuatnya curiga, bahwa tidak biasanya dokter William bertingkah aneh seperti sekarang.


"Baiklah kalau begitu Jo silakan lanjutkan malam terakhirmu bersama Alona di hotel ini dan aku harap memang ini yang terakhir kalau kamu mau mengakhiri masa kelam mu menjadi manusia setengah binatang."

__ADS_1


Deg!


To be continued..


__ADS_2