
🏠Rumah Alona
"Shinta anak jaman sekarang itu gimana jadinya sih udah main bikin ponakan si Jeremy gitu, jadinya?"
"Yah salahnya sendiri dinikahin nggak mau aja tuh anak kamu, jadi ya kebablasan kali, anak kamu juga tuh, padahal nih ya dulu tuh si Lona paling antipati banget kalo di deketin ama cowok, nah yang inji tu beda Sur, kayaknya anak kamu tuh yang ngejar-ngejar Ronald duluan. Si Ronald yang tadinya pasang tampang dingin eh sekarang malah bucinnya setengah mati ke anak kita, nggak tahu deh pake ilmu pelet apa tuh anak, jadinya si Ronald klepek-klepek nempel kaya perangko ama gadis centil itu."
"Ck..ck..ck.. Gawat heh anak kecil sana pergi, main dengerin obrolan orang tua, sana sana." Surya pun mengusir Jeremy yang tak sadar tertegun dengan kemesraan kakak dan calon kakak iparnya yang berciuman mesra tepat didepan kedua matanya yang masih per awan itu.
"Yeee mama ama papa tuh awas aja kalo balikan! Wleeeee." Jeremy pun membalas dengan ucapan yanb yak kalah menohok lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya ke kamar pribadinya.
...Blush...
Kedua orang tua yang berpisah sejak tujuh tahun yang lalu itu pun agaknya masih saling memendam rasa satu sama lain hingga membuat ucapan Jeremy barusan mendadak salah tingkah dan saling memalingkan wajahnya masing-masjng karena tersipu malu.
💕
💕
__ADS_1
Di kamar Lona, Johan yang sudah di selimuti naf su membara melihat dengan seksama tubuh mungil kekasih cantiknya itu pun langsung saja menciu mi leher jenjang gadis cantik itu dengan tidak lupa meninggalkan jejak kepemilikan disana. Johan pun menghampiri gadis cantik itu yang sudah berhasil membuatnya menjadi pria yang paling bahagia di muka bumi ini dengan menempel tak berjarak dengannya,
Perasaan Johan sekarang sangat sangatlah bahagia hingga melambung tinggi di angkasa setelah Lona akhirmya memutuskan untuk mau menikahinya walau dengan ancaman Shinta. Lona yang memulai menyerang bibir se xy Johan saat Johan menyudahi kegiatan pemberian cu pang biru di sekeliling leher jenjang kekasih cantiknya itu. Johan yang lebih berpengalaman pun memulai cumbuannya dengan terlebih dahulu membalas serangan li dah Lona lalu ******* nya lama, Semakin mendalam saling bertukar saliva, kepala Johan pun sampai berputar putar mencari posisi ternyamannya.
Tangan Lona tidak lupa di lingkarkan di leher kekasih tampannya yang berbeda usia 88 tahun lebih tua darinya itu. Sedangkan tangan Joham mulai bergerilya kesana kemari dan memegangi pu ting pa yu da ra kembar yang terlihat begitu sintal tetapi kenyatannya hanya seukuran genggaman tangan Johan saja walau masih tertutup br a.
"Sayang, apa aku boleh meminta lebih? kamu sudah membangunkan si Onal dari tadi," Ijin Johan padanya.
"Gak usah ijin deh ngerusak mood aja," Jawab Lona dengan mata sayu dan suara seraknya yang sudah di penuhi kabut gair ah.
Tanganya pun bergerak meremas gundukan yang masih tertutup kain itu lalu membuka Resleting di punggung Lona pelan tapi pasti, melorotlah gaun mini itu. Mereka pun berpindah ke tempat tidur king size untuk melanjutkan aksinya ,semakin dalam semakin lama sampai keduanya pun polos tanpa sehelai benang pun
"Sayang terusin, udah jangan berhenti, tapi pelan, ini udah kesekian kalinya tapi tetep aja serasa malam pertama, sayang sssshh pelan," de sah Lona mesra.
Onal pun berhasil membobol va gi na gundul milik Lona dengan sekuat tenaga. Pinggulnya mulai di gerakkan maju mundur setelah berhasil masuk dan mencari spot yang nyaman untuk kekasihnya cantiknya itu.
"Sayang kalo papa dan mama balikan lagi gimana? Kamu sih main sosor aja kaya soang di depan mereka, udah pengen ya kamu dari tadi?"
__ADS_1
"Abis nya pa ha kamu mulus sayang, Onal bolak balik bangun ampe ketagihan masuk ke va gi na kamu yang pink kemerahan bikin aku kebayang siang dan malam, kalo papa dan mama balikan kan harusnya kita senang dong, mama ada yang merhatiin lagi, papa juga ada yang ngerawat di masa tuanya ya nggak?"
"Sssh a a hh a aa hh hmm," Nafas Lona yang tersengal sengal akibat pompaan dari Johan yang begitu kuat hingga membuatnya merem melek tak bisa berkata kata karena saking nikmatnya pendakian na f su bira hi gai rah monster tampan ini sangat sangatlah lihai membuat apem Lona sampai kembang kempis membahana.
""Sshh kamu sudah berkali kali kli maks rupanya Lona, mau ganti posisi ke atasku?"
"Ehemm, baiklah," apem Lona pun di lepaskan dari hujamam Onal lalu berpindah posisi ke atas Onal dengan terlebih dahulu menancapkannya dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Lalu Lona pun menggerakkan pinggulnya dari bawah ke atas begitu seterusnya. Seperti berpegangan Johan pun memegangi pay u da ra Lona dengan mencubit pelan ou ting pink nya dan di putarnnya seperti memutar Chanel radio saking nikmatnya hingga si empunya to ket pun menengadahkan kepalanya ke atas dan menumpahkan lagi ca iran ken tal dari va gi na nya ke sekujur tu buh si Onal hingga Johan merasakan juga dan berkata..
"Sayang aku ingin mengabadikan momen ber cinta kita seperti saat ini karena wajah kamu saat kli maks itu sangat menggoda iman seperti pemain film begituan tapi nggak ada yanb secantik kamu."
"Igh ketahuan suka nonton film lak nat jijay sayang."
"Hey itu sebelum bertemh gadis nakal ini hmm hmmm rasakan hmm."
"Aargh sayang jangan di sentuh kl it aku a a hh ini sangat aa hh, nik mat aa rghh."
To be continued
__ADS_1
Hai hai zeyengnya ippiiee semua jangan lupa sedekah like, vote, favorit, kopi, dan lain sebagainya agar ippiiee semangat melanjutkan tiap babnya, tanpa kalian otor receh ini nggak sanggup melanjutkan cerita ayuukkk jangan lelah memberi semangat otor.. Cerita ini awalnya ippiiee ikutkan lomba rupanya ippiee lebih dulu publish, karena ippiie masih baru di dunI persikatan jadinya nggak ada yanb ngasih tau gitu deh, tapi nggak apa-apa selama masih ada yang like dan coment ippiie masih semangat banget,, khusus buat kak @zara yang selalu ngasih coment penyemangat ippiiee sangat sangat berterimakasih sekali, semoga barokah, kak zara semakin banyak rejekinya, walau pembaca sepi tapi kaka tetap setia menemani ippiie berkarya, ippiie jadi terharu dan nggak bisa berkata-kata lagi, pokoknya kak zara terde best,, mmmuuaahhh..