
Rumah Surya Wijaya
Sejak saat orang tua Shinta mengetahui kalau aku cuma pegawai rendahan di kantor kelurahan itu, aku sudah tidak pernah berkunjung lagi kerumahnya karena penolakan dari ayahnya yang sangat menentang hubungan kita saat itu.
Sudah ah kayaknya ceritaku sangat monoton dan terlalu jadul sayang tidak ada yang menarik lagi pula sekarang Shinta sudah tiada aku tidak mau dia mendengar cerita cerita yang buruk tentangnya yang di perdengarkan lagi sekarang. Tapi aku sekarang lega saat Shinta meninggal, dengan kelegaan juga karena putri kita Alona sudah menikah saat Shinta berjuang antara hidup dan mati di Jerman bersamaku yang selalu menemaninya di saat-saat terakhir dalam hidupnya.
Sebelum penyakitnya semakin parah aku sudah memberanikan diri untuk mengajaknya rujuk agar aku bisa fokus merawatnya dengan status kita yang baru sebagai suami istri kembali. Ternyata Shinta menolaknya mentah-mentah karena dia sudah merasa hidupnya nggak akan lama, malah dia sudah mendoakan kita segera bertemu waktu itu."
"Hah apa maksudnya mas? Almarhum mbak Shinta tau tentangku? gimana sih maksudnya aku nggak ngerti?"
"Yah aku juga nggak menyangka Shintalah sebenarnya yang sangat berperan dalam keberhasilan hubungan kita sayang."
"Aduh aku semakin nggak ngerti dengan apa yang mas katakan?"
"Jadi saat aku melamarnya lagi di malam sebelum dia meninggal dunia, Shinta mengatakan bahwa dirinya bermimpi bertemu dengan seorang wanita cantik warga negara keturunan berusia 45 tahun tapi masih pera wan yang akan datang dan bertemu denganku sepeninggal Shinta nanti.
Shinta juga mengatakan bahwa gadis itu masih suci belum pernah terjamah oleh lelaki manapun karena patah hatinya terhadap cinta pertamanya yang sulit dia lupakan. Sama juga denganku aku yang sangat susah sekali move on dari cinta pertamaku hingga dia pun menolak untuk ku ajak rujuk dengan alasan usianya tidak lama lagi dan segera meninggalkan dunia ini.
Shinta sudah menyiapkan seorang gadis cantik yang nasibnya hampir sama denganku yaitu kami sama-sama susah move on dari cinta lama kami.
Selang 1 bulan kematian Shinta kita pun di pertemukan dengan tidak sengaja di Kantor kedutaan besar Belanda kantor kamu itu. Saat bertabrakan denganmu aku masih belum begitu curiga mengingat aku yang terburu-buru untuk buang air kecil tidak menyangka sama sekali kalo kamulah calon yang Shinta pilihkan untukku.
Kenapa harus yang pera wan juga padahal aku juga nggak perjaka lalu Shinta juga bilang kalo hatiku itu suci dan pantas mendapatkan wanita suci dan selembut wanita yang sudah berada di pelukanku saat ini.
"Jadi akulah hadiah terindah setelah musibah yang di hadirkan tuhan untukmu mas, yang sabar ya aku akan memberimu kebahagiaan yang tidak akan kamu sangka sangka sebelumnya dan tidak akan kamu bayangkan sebelumnya."
"Oh ya? masa sihh, bertemu denganmu saja aku sudah sangat bahagia, ternyata tuhan memberikan petunjuk datangnya wanita dihidupku lewat mimpi Shinta. Aku sudah cukup bahagia sayang apalagi kalo kamu mau tinggal bersamaku disini. Kita bisa bercin ta siang dan malam tanpa ada yang menginterupsi karena hanya ada kita berdua disini."
"Aku akan memikirkannya mas hmmm, tapi apa tetangga mas tidak keberatan dan bakalan ada gosip yang amcam-macam?"
__ADS_1
"Sayang Nata dengar, aku sengaja memilih dan membeli rumah disini karena letaknya sendirian tanpa tetangga kanan kiri yang suka ghibah dan julid dengan urusan orang."
"Yaiyalah mas apalagi mas kan duda tampan, hot daddy yang mapan pasti banyak diincar oleh para wanita single dan juga janda janda yang sudah haus belaian dan kasih sayang lelaki. oh iya mas di media sosial itu lo lagi viral pak camat tampan hot daddy yang digemari oleh para wanita yang mengantri mengurus data kependudukan yang hanya pengalihan saja padahal mereka penasaran pada sosok pak camat itu yang katanya sudah lama menduda.
"Ehem ehem no koment."
"Lalu dia kedapatan mengantar seorang wanita yang membawa mobil mewah Bmw oh god mas berita apa ini? ya tuhan mas gawat nih kalo kita tertangkap lagi bermalam bersama, mas ini gimana sih? kamu sih jangan terlalu tampan makanya sampe masuk berita haduh gawat nih. Kehidupan pribadiku akan terekspos wartawan mas."
"Ayoo kita ke hotel aja dehhh, mas ganti baju dinasnya di kantor aja jadi jangan keluar dari hotel pakai pakaian dinas bisa gawat nanti."
"Sayang tenanglah, mas udah mengusir mereka dan mengancam mereka akan mengadukan kepada komisi penyiaran indonesia."
"A h mas gimana kalo besok pagi saat keluar dari rumah kamu, wartawan sudah menghadang kita, aku lebih baik nggak masuk kerja aja."
"Oke ide bagus sayang aku akan memasukkan mobilmu di garasi rumahku ya, aku akan mengeluarkan mobilku dari dalam garasi okay?"
"Yah maksud mas aku dirumah sendiri terus mas ke kantor begitu?"
"Ahh mas igh, ya udah deh ayo tidur besok aku akan berangkat pagi agar nggak terlihat oleh wartawan."
"Oh ya? mas malah pengen kita di viralkan ke media, agar aku bisa ceper ngawinin kamu."
"Wow ahh males ah, kalo nikahnya terpaksa kaena viral bukan karena keinginan sendiri, jadinya kan berat juga nggak ikhlas lo namanya."
"Ya sudah ayo bobo mas juga ngantuk lihat kekasih mas sewot dan ngambek kaya gitu cup cup cup."
Surya pun menghujani sekujur punggung Nata yang polos dengan kecupan mesra lalu mengeratkan dekapannya ke pinggang ramping Nata dan mengecup lagi puncak kepala Nata dan menghirup aroma shampo Nata yang sama dengannya lalu Surya pun baru teringat kalo tadi pagi juga mereka menghabiskan waktu bersama di ran jang yang sama.
Lalu Surya pun menyelimuti wanita cantik itu dengan selimut tipis yang sama dengannya. Tak terasa tangannya yang ada didalam selimut itu turut menyentuh bagian-bagian yang polos yang belum dipakaikan apapun disana. Daripada Surya nanti harus kembali menegang dan berakibat menusuk lagi lu bang ba sah gadis itu maka dengan gerak cepat Surya pun mengambil saja G stri ng Nata dan juga Br a se xy nya agar Nata tidak lagi kedinginan.
__ADS_1
"Katanya udah nggak mau lagi dimasuki oleh sosis jumbo milikku tapi kenyataannya dia nggak mengenakan apa-apa tapi kan aku kasihan juga melihatnya kesusahan bangun besok. Nata-nata katanya capek tapi buat gara-gara terus.
Keesokan harinya Nata pun berangkat pagi pagi sekali untuk menghindar dari sergapan wartawan dan paparazzi yang sewaktu-waktu dapat menghadang jalannya bisa gawat apabila hal itu terjadi. Mau ditaruh mana waja Nata nanti jika tertangkap sedang bermalam di rumah hot daddynya itu.
"Sayang Nata hati-hati ini bekal makanan untuk kamu, mas jadi nggak enak udah bawa anak orang kok nggak dikasih makan, ini makan ya masakan mas untuk breakfast kamu, ada sushi ada sandwich ada pancake pokonay mas bikinin semua mas nggak tahu kamu suka makanan apa jadi mas buatin macam-macam. Tar siang juga mau makan apa mas orderin dari kantor ya sayang Nata, tunggu kamu nggak boleh pergi kalo nggak nyi um mas dulu!"
"Makasih mas Ardan, mmuu uaahhh cup cup cup." Nata yang memiliki tubuh energik karena suka sekali melatih tubuhnya di pusat kebugaran ini pun tidak mudah capek malah sangat fit untuk berlari walau sudah melayani Surya habis-habisan tadi malam.
"Becareful."
*****
"Tuh tuh kan mereka bermalam lagi na tu pake c iuman lagi uda deh fix doi lah pacar rahasia pak camat tampan."
__ADS_1
Cekkrek cekkrek
To be continued