
...🏥 Heidelberg Unive itursity Hospital Berlin Germany....
"Mamaaaaaa tidaaaaaak jangan tinggalkan lona maaaaaa tidaaaaak!"
Lona yang panik melihat penampakan Sinta dengan kepalanya yang sudah botak tanpa sehelai rambut pun dan berat badannya yang terlihat sangat kurus sekali karena digerogoti oleh kanker yang sangat tidak manusiawi hingga hampir merenggut nyawa ibu kandungnya itu.
Lona dan Jeremy pun menangis tersedu melihat kondisi fisik Sinta yang begitu memprihatinkan sungguh mereka tidak pernah menyangka bahwa penampilan fisik Sinta yang begitu cantik dan segar sekarang harus meringkuk di atas tempat tidur pasien dengan berat yang berkurang kurang lebih separuh dari berat badan nya dulu.
Johan dan Kimberly pun tak Andi intinya menenangkan keduanya agar tidak terlalu banyak menangisi kondisi fisik dari ibu kandung mereka dikarenakan arwah Sinta yang sedang berjuang antara hidup dan mati akan semakin susah untuk melepas anak-anaknya nanti.
"Sayang Lona sudah ikhlas lah kita harus ikhlas kita harus berbesar hati agar Mama dilapangkan jalannya kembali ke surga. tenanglah mungkin ini memang jalan yang terbaik yang diberikan tuhan untuk kita karena apabila Mama hidup di dunia akan semakin menderita karena penyakitnya yang begitu ganas yang akan semakin menyiksa hidupnya nanti. yakinlah bahwa yang kita terima sekarang ini adalah anugerah yang terbaik dari Tuhan yang harus kita terima dengan tangan terbuka." Lona yang sudah tidak memperhatikan penampilannya dan sejak 4 jam yang lalu tidak mengisi perutnya sama sekali karena syok dan tidak menyangka akan kehilangan ibunya yang di tiap harinya selalu bertengkar dengannya karena hutang-hutang yang sudah menumpuk yang selalu memicu pertengkaran keduanya.
Lona menyesali mengapa dulu Lona sangat keras menghadapi Sinta yang sebenarnya jauh di lubuk hatinya tidak menginginkan pertengkaran seperti itu terjadi. dalam hal ini Lona lah yang paling menyesal karena Jeremy tidak pernah sama sekali terlibat pertengkaran Dengan Sinta. sejatinya Lona yang merasa menjadi tulang punggung keluarga selalu menghakimi perilaku Sinta Yang sepertinya selalu menghambur-hamburkan uang untuk keperluan pribadinya.
Ternyata di di luar sepengetahuan Jeremy dan juga Alona perjudian itu terjadi dikarenakan pengobatan kanker yang semakin menguras uangnya. karena tidak mau menyusahkan Alona awalnya tetapi lama-kelamaan hutangnya menumpuk di renteni. kemudian muncullah pahlawan penolong yang menjelma sebagai kekasih Alona yang sudah sangat berjasa bagi hidup Sinta.
Sinta sudah berbesar hati bahwa dia menganggap Johan lah selama ini yang menyelamatkan hidupnya yang mengangkat penyakitnya yaitu membebaskannya dari hutang-hutang yang sudah sangat mengikatnya.
"Maafkan mama karena di saat-saat terakhirnya Mama belum bisa berterus terang kepada kalian kalau selama ini Mama berhutang karena pengobatan yang dia lakukan di luar pengobatan medis yang akhirnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengobatan medis. Mama tidak mau menyusahkan kalian dan membuat kalian khawatir apabila melakukan pengobatan di rumah sakit." ucap Surya yang akhirnya mengungkapkan sebuah kebenaran kepada anak-anaknya agar cinta juga tidak membawa rahasianya sampai ajalnya menjemput nanti.
Kimberly yang ditinggalkan sendiri oleh Jeremy karena Jeremy sedang sangat terpuruk di dekat kaca ICU Yang melarangnya dan yang lain untuk melihat Sinta dari jarak dekat. Kimberly pun akhirnya memberanikan diri untuk mendekati sang kekasih hatinya agar Jeremy dapat menenangkan diri sejenak.
"Je je, kemarilah jangan seperti ini, tante akan berat melepas mu nanti kasihan dia ikhlaskan aja sayang ikhlaskan Aku ingin memelukmu Aku juga ingin dipeluk olehmu sayang." Jeremy yang tadinya tertunduk dan terpukul akhirnya mau melihat lagi kekasih cantiknya itu yang menginginkan memeluk Jeremy erat-erat dan juga sebaliknya Jeremy juga menemaninya dan menenangkannya di saat Kimberly juga menginginkan untuk ditemani.
"Hmmm hiks, Trimakasih Ily Trimakasih sudah mau menemaniku sampai ke Jerman haaaaaaaa hiks aku nggak bisa terima kenyataan ini, sungguh aku tidak menyangka akan kehilangan sosok wanita yang sangat kucintai di dunia ini begitu cepat.
__ADS_1
"Sayang katanya kamu hanya mencintaiku kok gitu ngomongnya?"
"ily dia kan Ibu kandungku tentu saja aku sangat mencintainya dia wanita pertama dia Cinta pertamaku ily?"
"Hehehe Iya Jeje aku kan cuma bercanda, nah tuh kan dia bisa senyum akhirnya." akhirnya Kimberly pun berhasil menggoda Jeremy yang kembali lagi tersenyum dan segera mendekat kepala kekasih cantiknya itu dan membenamkannya ke dalam dekapannya.
"iLi maukah kamu berjanji untuk tidak meninggalkanku selamanya?"
"Iya aku berjanji aku berjanji tidak akan meninggalkanmu selamanya kecuali kamu mengusirku dari hidupmu."
3 jam kemudian dokter pun mengumumkan kepada keluarga Surya Wijaya bahwa Sinta telah berpulang untuk selama-lamanya.
lagi-lagi Lona pun harus pingsan dan tak sadarkan diri sehingga Johan pun harus membuka satu lagi ruang pemeriksaan untuk Luna agar Lona bisa diperiksa secara intensif oleh dokter kandungan di rumah sakit itu.
"Yah memang dalam kondisi ibu hamil seperti ini di trisemester awal usia kandungannya selalu saja banyak sekali hal yang harus diperhatikan terutama pikiran dan stres yang berlebihan akan menimbulkan adanya serangan seperti ini tetapi apabila sering terlalu sering terjadi maka harus diperiksa secara intensif karena dikhawatirkan ada penyakit yang membuat detak jantung pasien menjadi melemah."
"Jadi kalau istri saya sering sekali pingsan bisa jadi itu karena jantung lemah ya dok?"
"Ya seperti itu kalau bisa jauhkan dulu istri anda dari hal-hal yang bisa memicu stres dan memicu banyaknya pikiran karena wanita cenderung rentan untuk mengalami penyakit jantung lemah ini."
"Baik saya akan menjaganya baik-baik dok."
Surya Jeremy Kimberly dan juga Alona yang masih berada di kamar itu yang masih meratapi kehilangan mantan istri yang sangat dicintainya betapa Surya sangat-sangat kehilangan kekasih hatinya.
Johan pun keluar dari kamar itu karena situasi yang begitu pilu membuatnya ingin mencari keberadaan sahabatnya yang tak lain tak bukan adalah dokter William.
__ADS_1
William sempat selisih 4 jam melihat keadaan Shinta terakhir kali masa masih berada di ICU tetapi setelah Juan datang William sudah pergi meninggalkan keluarga Surya karena harus juga menangani keadaan putrinya yang juga membutuhkan penjagaan dari William.
10 menit kemudian..
Johan dan William pun akhirnya dipertemukan di tempat di ruang ICU tempat Jasmine di rawat secara intensif.
"Jo Apa kabar kawan aku sangat merindukanmu."
"Sama Wil aku juga aku sangat merindukanmu karena aku jadi tidak bisa memberikanmu laporan perkembangan mengenai perubahanku."
"Bagaimana kabar mertua Kamu apakah masih ada harapan."
"Barusan saja ibu mertuaku meninggal dunia Wil mungkin memang sudah takdir dia diambil dalam keadaan yang lebih baik dari sebelumnya padahal dua hari yang lalu hasil dari pemeriksaan dan tes darahnya menunjukkan bahwa sel kankernya berkurang 50% namun Tuhan berkehendak lain Tuhan lebih sayang dan lebih memilih mengambil nya dari sisi anak-anaknya dan juga suaminya di sini."
"Yah takdir Tuhan Siapa yang tahu kita hanya bisa berencana tetapi Tuhanlah Yang berkehendak. Kita semua adalah miliknya Dan suatu saat pasti akan kembali padanya. dan kita tidak bisa merubah sesuatu yang pasti itu yang pasti akan terjadi tidak bisa dihindari."
"Oh ya bagaimana denganmu perkembangan kutukan itu Apakah kamu merasakan ada perkembangan?"
"yah Wil aku merasa aku mulai menjadi manusia seutuhnya sekarang tetapi yang mau aku tanyakan kepadamu yang sempat menjadi perdebatan antara aku dan Lona adalah apabila kutukan itu memang benar-benar terangkat dan sudah hilang sempurna dariku, Apakah aku akan berubah menjadi tua ataukah aku akan hidup seperti manusia normal dengan bertambahnya umur pun bertambah tualah fisikku?
"Ya Itu juga salah satu yang aku teliti kebetulan memang aku sudah mengumpulkan beberapa bukti dan beberapa hasil dari penelitianku selama ini bahwa nanti jikalau kamu sudah terbebas dari kutukan itu dipastikan fisik kamu akan berubah menjadi Johan yang seharusnya tumbuh seperti usia Kamu usia manusia pada umumnya."
...DEG...
To be continued
__ADS_1