TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Model Majalah..


__ADS_3

"Apa?! gila Lo, ngaco aja nih orang? dia karyawan di Kedubes Belanda Dan!"


"Nih lihat kalo Lo nggak percaya men? nih foto-fotonya nih?"



"Gila men Lo tok cer juga dapet cewek yang se se xy ini, Lo lihat mirip kan coba Lo tanya cewek Lo bukannya namanya Natalie Van Helsing!"


...DEG...


"Kok Lo tau sihh Dan?"


"Ya elo aja yang nggak gaul tuh cewek se xy abis dan se x appealnya tuh dapet banget bro, kita tuh jadi berfantasi gitu deh kalo lihat fotonya yang aduhai." ucap Danu teman seperguruan Surya dari sejak sama-sama menjadi pegawai kecamatan sampai keduanya sama-sama menjadi pak camat.


"Ya tuhan gue nggak tau kalo dia juga model Dan!"


"Ya udah Elo juga ngga perlu ngehakimin dia, elo serius nggak Ama dia?"


"Baru sehari gue ketemu dia langsung gue tembak."


"Emang harus gitu keburu diambil para hidung belang beristri yang tak tahu diri ya nggak? hebat juga Lo, bisa ngegaet model Sese xy itu gue sampe geleng-geleng kepala.men!"


"Aduh gimana gue mau ngawinin dia kalo dia.ternyata model majalah dewasa pula?!"


"Bisa bisa di hujat gue Ama massa kalo gue tetep kekeh ngejadiin dia istri gue."


"Sekarang gue tanya Lo liat nggak ada tato di bawah pepaya gantungnya sepanjang ini."


"Argghhh! God damn it! gue nggak ngelihat detailnya tapi emang itu kayaknya tato gitu, gila Lo nggak mungkin gue nanya terlalu jauh tu tato Dan!"


New Message Just Now


❤️My Nata❤️


Mas aku di rumah..


Me


Ya aku otw ke rumahmu..


❤️My Nata❤️


Be careful on your way to mine😘😘


(Hati-hati dalam perjalananmu menuju rumahku)


Me


😘 basah..


❤️My Nata❤️


🥵

__ADS_1


*****


"Ya udah suruh berhenti kan beres?" saran Danu padanya.


"Hufff kecewa gue!"


"Yah kan Lo belum ngobrol banyak ama doi, ya udah kalo Lo nggak mau, gue yang ngedeketin tu cewek biar tahu rasa Lo!"


"Igh enak aja! ya udah cabut dulu gue mau meluruskan hal ini Ama dia!"


"Okay Men! gue juga cabut!"


Lalu keduanya pun pergi meninggalkan kantor gubernuran itu dengan memanggil supir masing masing.


*****


"Parto kita ke alamat ini?"


"Baik pak."


"Bapak sakit ya?" tanya Parto kepo ingin sekali mengetahui ada apa dengan bossnya itu karena raut wajahnya yang berubah drastis sangat berbeda sekali saat pagi tadi yang di penuhi oleh bunga-bunga asmara.


"Nggak To, aku nggak apa-apa." Surya yang selalu duduk di bangku ke dua sambil matanya menerawang melihat jalanan yang di lewatinya yang bukan seperti biasanya karena mereka sedang menuju ke mansion Van Helsing.


1 jam kemudian


20.00 Wib malam.





"Nona ada tuan Ardana ingin menemui nona."


"Oohh thanks Bik Ijah, Daddy ada nggak bik?"


"Tuan besar di ruang kerjanya nona." jawab baik Ijah sambil berlalu dari hadapan Nata.


"Okay makasih bik."


Nata pun turun lewat tangga mansion mewah namun terlihat kuno karena bangunan yang ditinggalkan oleh kakek buyutnya yang notabene seorang penjajah di negeri ini itu.


"Hai mas, capek hmmmpphhhff?" Nata pun langsung duduk di pangkuan om om tampannya itu lalu mendekatkan bibirnya ke wajah tampan Surya lalu mereka pun berciuman sambil kesal di dalam hati Surya saat tubuh kekasihnya itu harus dinikmati oleh pembaca majalah dewasa yang mayoritas adalah pria dewasa itu.


"Hmmppfffhh hmmppffhh, ssshhh sayang aku nanti nggak bisa menahannya kalo kamu menyerangku di sini." ucap surya dengan keadaan kedua matanya yang sudah berubah menjadi sayu begitupun juga Natalie kedua mata Natali pun juga sudah berubah menjadi sayu.


"Yuk mas aku kenalkan dengan dediku dulu lalu kita pergi ke rumahmu?" ajak Natali sambil menggenggam tangan surya dan menggandengnya sampai ke ruang kerja Adolf.


Sebenarnya Surya masih mau membahas tentang kekecewaannya tadi melihat Natalie yang ternyata adalah model majalah dewasa tetapi mengapa Natalie ah tapi itu semua karena mereka baru saja berkenalan dan memang belum benar-benar tahu tentang kehidupan pribadi masing-masing. bukan masalah Natalie juga mengapa Natalie belum jujur kepadanya karena waktu yang belum saja yang belum ada.


Ruang kerja

__ADS_1


"Ded bisakah kita bicara sebentar?"


"Ya Nat Ada apa masuklah."


"Dad kenalkan ini adalah Ardana Surya Wijaya dad?


"Perkenalkan Om nama saya Ardana Surya Wijaya saya kekasihnya Natalie


"Oh ya bagus bagus Selamat kalau begitu sejak kapan kalian berhubungan kenapa Natali tidak pernah mengenalkanmu sebelumnya."


"Dad nanti saja ceritanya sekarang apakah aku boleh bermalam di tempatnya ded maaf tadi malam pun juga Aku bermalam di rumah Ardan det bolehkan dad


"Ya sudah aku izinkan kalian bermalam."


Sebenarnya berat bagi Adolf untuk mengizinkan Nata bermalam dengan kekasih barunya namun tidak ada daya dan upaya bagi Adolf untuk melarangnya berhubungan dengan pria lagi karena Adolf juga sangat menginginkan mata menjalani hubungan serius dengan seorang lelaki setelah bertahun-tahun tidak bisa lepas dari Johan Rahadiningrat.


Bagus kalau sekarang Natalie memang sudah bisa move on maka tidak ada lagi yang perlu Adolf larang-larang karena kelancaran hubungan Natalie dengan kekasihnya sangat diutamakan sekarang oleh Adolf


Adolf ingin Natalie segera berkeluarga dan memiliki momongan itulah mimpi dari Adolf.


"Terima kasih dad."


"Terrima kasih Om."


"Baik Ardan aku titip Natali baik-baik Jangan sakiti dia."


"Baik om saya akan jaga Natali baik-baik Om."


"Good night dad


"Good night have fun you both!"


*****


"Mas tadi diantar sama Parto? mas kok diem aja sih kenapa sih marah sama aku?"


"Bisakah kita bicara sebentar di kamarmu?"


"Baiklah Ayo kita ke kamar kamarku di lantai 2."


Lalu keduanya pun akhirnya berjalan sambil Nata masih menggenggam erat tangan Surya yang sudah tidak punya daya dan upaya lagi untuk membalas genggaman tangan itu karena kekecewaan yang sangat dalam di dalam hatinya.


10 menit kemudian mereka pun sampai di dalam kamar Nata..


"Mas ada apa sih kok kayaknya aku yang bikin kamu marah?"


"Maaf tapi aku ingin kita berdua tidak ada rahasia Aku ingin menjalani hubungan ini denganmu dengan serius aku tidak main-main Nat, Maaf kalau aku memang sudah terlalu jauh walau baru pertama kali bertemu denganmu Itu bukan warnai stand tapi itu bukti perasaanku kepadamu."


"Jawablah dengan jujur Nat Apakah kamu selain menjadi karyawan di Kedubes Belanda juga bekerja sebagai model majalah dewasa?"


"Apa?! model majalah dewasa? apa maksud mas?"


...DEG...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2