TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Test Pack!


__ADS_3

🏬 Johanson Grup.


"Memang awalnya bapaknya si Arsen yaitu pemilik Nasyaka Grup lumayan menonjol gitu di kepolisian tapi karena mereka sudah tau sepak terjang kita selalu cooperative dan koneksi gue yang nggak tanggung-tanggung dengan Brigjend Albertus jadinya semu berjalan dengan lancar Jo, harusnya hari ini si anak tengil itu ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian."


"Bagus aku mau kamu bikin anak itu mendekam lama di penjara dan jangan dikeluarkan sampai kelulusan, biar orang tuanya malu, supaya nggak terjadi lagi kedepannya, adu kekuatan karena cinta, apa-apaan itu, bukan begitu caranya bertindak, dari kecil udah main berkuasa main keroyok gimana nanti kedepannya."


"Lalu bagaimana keadaan Jeremy sekarang Jo?"


"Yah kasian Jeremy aku takut kena mentalnya dan nggak mau sekolah lagi, ternyata dia sangat kuat dan nggak mau kelamaan di Rumah Sakit, aku lega kepalanya cepat pulih padahal aku udah parno takut dia gegar otak gitu, syukurlah nggak ada cidera serius setelah dia siuman."


"Oh ini Sandy mengabarkan kalo Arsen sudah di tangkap oleh pihak kepolisian, aku yakin setelah ini ayahnya pasti akan menyewa pengacara terkenal untuk membebaskan anak bungsunya itu, Jo apakah kamu siap adu uang dengannya? Aku yakin dia sudah siap menyuap siapa pun yang terlibat dengan jaksa penuntut nantinya agar kita kalah telak dan anaknya bisa bebas berkeliaran lagi!"


"Perang uang? Bisa gitu ya Dit?"


"Ya kamu tau sendirilah Jo, bagaimana persoalan hukum di Indonesia yang begitu mudahnya dipermainkan, di manipulasi, asal ada uang semua bisa berjalan dengan lancar, jaksa hakim dan penyelenggara hukum itu hanyalah boneka yang bisa di perintah seenak pihak yang lebih berkuasa.


"Baiklah aku harus siapkan dana berapa Dit mau perang suap ma aku? Ayo aja? Aku siap kapan pun kamu minta, jangan sampai kita pihak yang benar malah disalahkan dan yang salah dibenarkan Dit, mau jalur jujur ayo, mau jalur licik juga ayo? Sinih gua jabanin!"


"Oke deh siap boss, kalo begini kan jadi enak aku ngolahnya, masalahnya kalo main kaku-kakuan kita mau lurus sesuai peratutan perundang-undangan yang berlaku, nah personil hukum berikut hakim, jaksa yang terlibat di dalamnya tidak berjalan sesuai peraturan ya mau bagaimana lagi ya nggak?"


"Kamu atur ajalah bagaimana baiknya!" Ucap Johan yang akhirnya meninggalkan ruang Aditya untuk menuju keruang pribadinya.





18.00 WIB


Ruang CEO


"Boss kalo memang lahan 1000 hektar di pulau Kalimantan khususnya Samarinda itu tidak bisa kita menangkan ya mau bagaimana lagi boss, kita harus puas untuk tidak melakukan penambahan gedung appartment untuk sementara waktu." Ucap Arman saat mengikuti meeting untuk tawar menawar harga lahan 1000 hektar yang diikutinya bersamaan dengan perusahaan lain yang memberi penawaran lebih bagus dari Johanson Grup.


"Hmmm ya sudah naikan lah Man aku nggak masalah selama masih untung naikkan tapi jangan sampai salah hitung untung ruginya, sesuaikan sama permintaan pasar, kamu bereskanlah!"


New Message Just Now


My Lona


Sayang aku mual pusing


Me


Kamu Di mana?


My Lona


Aku masih di kantor


Me


Ya udah tinggal aja mobil kamu di sana tar biar di ambil sopir, kamu aku jemput ya?


My Lona


Jemput sekarang ya, aku udah muntahin seluruh isi perutku, bleehhh, enek semua rasanya..bleehh..


Me

__ADS_1


Sayang kamu udah datang bulan belum?


My Lona


Hmmm belum tapi harusnya masih Minggu depan sih datang bulannya.


Me


Bukannya emang tiap bulan ngitungnya harusnya maju seminggu ya?


My Lona


Oh iya emang kenapa kok kamu nanya datang bulan? Kamu kira aku hamil?


Me


Iyah, kamu siap jadi ibu?


My Lona


Tapi aku selalu meminum pil KB secara teratur sayang nggak mungkin aku hamil


Me


Ya sudah aku jemput kamu ya, bentar lagi aku perjalanan.


My Lona


Sayang kamu pengen punya anak apa nggak Lo?


Me


My Lona


Ya udah kalo gitu sekalian belikan test pack sayang


Me


Baiklah nanti aku akan suruh Arman beli di apotek.


My Lona


Ya sudah sayang cepetan!


Me


Otw





Setelah di perjalanan Johan pun menyuruh Arman untuk membelikan 10 test pack dengan merk Yang berbeda.


"Nah itu ada apotek, saya menepi dulu boss, aduhh saya seneng banget boss mau dapat ponakan, udah nggak sabar nih!"


"Ya Tuhan, apakah aku berhak senang saat keturunanku nanti ternyata harus melanjutkan tragedi kutukan ini untuk generasi yang selanjutnya, aku harus bagaimana, aku bingung, haruskah Aku mengatakan Kecemasanku ini pada kekasih cantikku ataukah aku pendam saja dalam hati? Kecemasan Johan pun memuncak dalam hatinya.

__ADS_1


"Boss Boss boss ya elah boss di panggil dari tadi nggak ada jawaban, ini test pack nya boss, tadi sempet lama banget boss ditanya macam- macam istrinya hamil anak ke berapa, ya aku jawab aja anak pertama, telatnya berapa lama, ya ku bilang nggak tahu, eh malah di tanya lagi yang hamil istri apa selingkuhan, udah kelewatan nggak si boss kepo banget tuh apotekernya nggak percaya amat kalo aku udah punya bini? Apa aku awet muda ya boss?"


"Yah mana ada yang percaya orang tampang kamu Tampang nggak bertanggung jawab, rambut acak-acakan, brewokan, nggak pernah mandi, karena kamu setia dan bertanggung jawab aja makanya aku pertahankan, kalo nggak ya buat apa? Karena penampilan kamu nggak meyakinkan sebagai seorang suami dan seorang bapak, pfftt hahahahaha." Johan pun tak tahan juga untuk menggoda tangan kanannya itu dengan tertawa terpingkal-pingkal.


Kemudian setelah 1 jam perjalanan sampailah keduanya di RCM Entertainment.


New Message Just Now


To : Alona


Sayang aku udah di bawah turunlah, apa mau di gendong?


My Lona


Iya aku turun sayang, nggak mungkin kan aku minta gendong kamu dari sini emang aku mau pamer kalo punya cowok kaya dan tampan


Me


Tiiiiit ada sambungannya


My Lona


Apa sambungannya


Me


Kaya tampan tapi monster Hiii serem


My Lona


Nggak papa itu, serem itu seninya sayang! Aku udah di bawah kamu dimana?


Me


Sayang mobil biasanya


My Lona


Okay aku otw


Me


Hmmm ya aku jemput kesana


****


"Hai sayang cup cup.." mesra Lona mengecup pipi kanan kiri kekasih tampannya yang menjemputnya di depan pintu RCM Entertainment yang otomatis terbuka.


"Masih pusing?" Tanya Johan setelah sambil Lona masih sibuk menghapus lipstik yang menempel di pipi mulusnya.


"Iya nih udah muntah banyak tadi, trus test packnya kapan dipakainya?"


"Besok pagi pas bangun tidur?"


*****


"Test pack? jadi Lona hamil? Hmmm ini saatnya pembalasanku!"


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2