TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Ketemu Mantan!


__ADS_3

"Siapa kekasih dari Jeremy itu katakan sayang kamu menyembunyikan sesuatu dari aku berani kamu ya?"


"Siapa yang punya kekasih itu siapa? kamu itu mesti salah mendengar, sudah Sayang nggak usah ngebahas yang nggak-nggak sekarang ayo kita berangkat memeriksakan kandungan kamu, kamu nggak capek kan atau kita tunda saja pemeriksaan kandungannya?" Johan pun berusaha santai dan mengalihkan pembicaraan supaya Lona tidak lagi membahas tentang hubungan percintaan Jeremy Yang terlarang.


"Udah ayo kita berangkat keburu dokternya pergi ini aja kamu udah telat 30 menit." ucap Johan yang bergegas mengajak Lona untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit kasih ibu dan anak.


"Hmmm gendong aku capek habis syuting seharian sayang, Aku juga pengen muntah nih!" ucap manja Lona pada kekasih tampannya itu karena Lona merasa sedikit pusing dan sedikit mual.



Sesuai permintaan Lona Johan pun menggendong saja kekasih cantiknya itu ala bridal style sampai masuk ke koridor rumah sakit dan Lona pun berinisiatif untuk minta diturunkan dari gendongan Johan karena tidak tega melihat kekasih tampannya itu ditonton oleh banyak orang terutama gadis-gadis.





🏥RS Kasih Ibu & Anak



"Udah Sayang turunin di sini aja kamu jadi tontonan tuh diliatin cewek-cewek ih sebel deh makanya jadi cowok tuh jangan ganteng-ganteng kenapa tadi nggak pake masker aja sama topi?"


"Lona cukup nggak usah bawel terus siapa tadi yang minta gendong? kapan ada waktu aku untuk memakai masker dan topi lagi pula hubungan kita kan sudah diketahui banyak orang? biarlah mereka semua tahu kalau kita akan mempunyai bayi toh aku nggak akan pergi dari kamu nggak akan mungkin dan nggak akan pernah terbersit di pikiran dan hatiku untuk berpaling darimu oke?" dengan menjentikkan mata kanannya pada Lona Johan pun menyandarkan tangannya ke pinggiran tangga karena dokter spesialis kandungannya berada di lantai 2.


"iya iya aku begini kan gara-gara kamu, kamu sih banyak yang terpesona kan akunya jadi kesel wajah kamu tuh cuman boleh ditonton dan dipuas-puasin oleh aku seorang bukan yang lain."

__ADS_1


"Siap tuan putri, igh pengennya aku ci um disini gemes deh kalo udah mon yong begitu." ucap Johan sambil mencubit gemas bibir Lona yang tadi di Mon nyongkan sampai lima centimeter.


"Panggilan kepada Nyonya Cynthiara Alona diharapkan masuk ke ruang dokter Ardi SPOG, saya ulangi panggilan untuk Nyonya Cynthiara Alona diharapkan untuk masuk ke ruang dokter Ardi SPOG."


"Tuh sayang yuk masuk semoga bagi kita sehat dan baik-baik aja ya." ucap Johan membesarkan hati Alona karena dari tadi Alona begitu nervous takut kalau sesuatu akan terjadi pada bayinya apalagi kalau bayi itu adalah titisan Srigala yakni wujud lain dari sang ayah.


****


"Selamat malam silakan perkenalkan saya dokter Ardi, Oh jadi ini Mbak Lona toh masuk masuk mbak silakan silakan."


"Saya sepertinya hamil dok kemarin kami membeli test pack dan setelah memeriksanya ternyata hasilnya positif maka dari itu saya ingin memastikannya sendiri dok Apakah benar kami akan dikaruniai seorang anak?" tanya Lona dengan kekhawatiran yang mendalam


"Oh begitu mari silakan Mbak Lona harus merebahkan dirinya di tempat tidur pasien ini."


"Baik dok."


"Baik dok." jawab Johan yang juga sangat resah Johan juga takut apa yang dikawatirkan oleh Lona menjadi kenyataan.


"Ya coba kita di layar USG, kebetulan usg-nya adalah 4 dimensi jadi semua akan terlihat dengan jelas."


"Nah ini bayinya udah kelihatan ya dia masih seperti butiran kelereng yah dan ini kita dengarkan bersama detak jantungnya ya semua normal ya sekali lagi selamat Mbak Lona mas Ronal Anda berdua akan menjadi orang tua."


"A hh leganyaa, Apakah kondisi baiknya baik-baik saja dok Apakah tidak ada kelainan apapun? cacat atau semacamnya?" tanya Johan untuk memastikan.


"Tidak tidak kondisi bayinya sangat normal tidak ada kekurangan satu apapun detak jantungnya juga berjalan dengan normal sehat semua semoga sampai persalinan akan dilancarkan ya mas Ronald Mbak Lona?"


"Amin kami juga berharap besar bagi kami akan lahir dengan sehat dok."

__ADS_1


"Ya kita harus berusaha untuk membuat bayinya selalu dalam kesehatan dalam keadaan sehat sampai persalinan ini saya kasih resep untuk memperkuat kandungannya dan ini untuk meningkatkan kecerdasan otaknya ini juga untuk vitamin ibu dan bayi dan juga obat untuk pencegah mual apabila mbak Lona nanti mengalami morning sickness bisa diminum kalau gejala mualnya sudah hilang maka tidak perlu diminum lagi anti mualnya oke?"


"Baik dok?"ucap Ronald lega.


"Doc untuk kondisi janin kami, saat organ tubuhnya sudah tumbuh dengan lengkap kira-kira di usia berapa minggu ya Dok?Apakah bisa dilihat kalau pertumbuhannya normal dari sejak usia dini ataukah ada beberapa bulan lagi bisa mengetahui jika kondisi tubuhnya ada kelainan, saya harus menunggu berapa lama dok?" Lona dan Johan yang khawatir akan pertumbuhan janinnya nanti seperti pertumbuhan serigala pada umumnya, dan Apakah ada tindakan pencegahan saat hal itu terjadi. Lona dan Johan pun sedang berharap-harap cemas menunggu jawaban dari dokter Ardi.


"Jadi begini Nak Lona nak Ronald kalau nanti bayi itu ada kelainan menginjak di 12 minggu akan kelihatan kondisi otaknya yang beda dengan ukuran otak manusia seperti misalnya otaknya berjumlah satu ataukah berjumlah 2 ataukah ukurannya tidak sebesar bayi manusia pada umumnya maka nanti akan kelihatan di minggu ke-12 kemudian untuk pertumbuhan tangan dan kaki itu akan mengikuti seiring diketahui ukuran otaknya yang nanti mungkin tidak sesuai dengan ukuran otak bayi manusia normal. Kalau boleh tahu kenapa kalian berdua begitu khawatir pertumbuhan bayi kalian nanti akan tumbuh dengan normal, mengapa sampai terlintas di benang kalian Kalau nantinya bagi kalian akan tumbuh dengan tidak normal Apakah ada keturunan atau latar belakang yang menyebabkan kalian menjadi pesimis seperti ini?"


"Ah tidak apa-apa dok kami hanya khawatir saja karena dari silsilah keluarga kami ada satu keturunan yangl bisa dikatakan gagal dan sangat disayangkan bayi itu akhirnya meninggal dan kami ingin mengetahui sejak dini seandainya hal itu terjadi pada kami."


"Oh jadi begitu yakinlah dan berdoa terus bahwa sejatinya hal-hal seperti itu tidaklah ada jadi yakinlah dan tetap optimis bahwa anak kalian nanti akan tumbuh menjadi manusia normal yang bisa membanggakan orang tuanya kelak."


Setelah dokter Ardi memberikan resep sampailah Lona dan Johan di depan apotek Rumah Sakit mewah itu untuk menebus resepnya di sana.


Lalu..


...Brugg...


"A hh maaf nggak sengaja." seorang gadis cantik tidak sengaja menabrak Johan dan Lona yang sedang menggandengnya lalu Johan pun menjatuhkan resep yang dibawanya tadi karena bertabrakan dengan seorang gadis.


"Hmm ya nggak apa-apa!" ucap Johan sambil menunduk dan tidak menoleh ke wajah Gadis itu sama sekali.


"Johan? a h jadi dia yang bisa menyembuhkan penyakit kutukan menyedihkan yang selama ini kamu derita!"


DEG


To be continued

__ADS_1


__ADS_2