TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Makin Ngartis!


__ADS_3

"Hey poltak serbu pasangan baru itu gue denger dia sedang pakai test pack tuh cepet sebelum masuk mobil!"


******


"Tunggu mbak Lona.kami dari detik.com mau menanyai mbak sedikit aja mbak minta waktunya sebentar?" tanya salah satu wartawan media online yang di suruh oleh Fenty manager Lona sendiri


"Hmmm gue tanya manager gue dulu ya mas, gue lagi nggak enak badan nih?"


"Yah mbak bentar aja Ini juga yang nyuruh mbak Fenty mbak tuh orangnya semobil dengan saya." ucap wartawan itu menunjuk minivan putih dengan Fenty di dalamnya yang melambaikan tangannya tanda mengejek Lona.


"Breng Sek! Mak lampir satu tuh selalu aja bikin gara-gara pasti dia udah ngedenger percakapan gue Ama Johan tentang test pack aduh gue harus bilang apa nih kalo wartawan ini nanya tentang test pack?" batin Lona yang membuat dadanya juga semakin tak bersahabat.


"Mas rada cepet ya aku harus meeting lagi nih, apa.sih yang mau di konfirmasi? tanya Johan pada wartawan itu karena mencoba menolong Lona yang sepertinya nervous takut salah bicara yang macam-macam.


"Hmm gini mbak Lona dan mas Ronald mau nanya sejauh mana hubungan kalian berdua dan mau di bawa kemana? seriuskah atau hanya main-main saja di lihat kedepannya?"


"Ah itu mah jawaban kebanyakan artis artis lain mas, kalo kita serius banget bentar lagi akan menikah lebih cepat lebih baik." jawaban Johan sangat to the point langsung jujur bebas rahasia.


"Wahh apakah ada hal yang memicu mengapa mas Ronald memutuskan untuk cepat menikah ?" tanya wartawan mengutak atik pertanyaannya.


"Yah mau nikah cepet salah, mau nggak nikah tambah salah, yah emang dari awal kita pacaran aku udah melamarnya, tapi dia nya yang nolak terus ya udah, akhirnya setelah perjuangan sekian Minggu syukurlah kerja kerasku terbayarkan sudah, dia menerima lamaranku."


"Wah selamat kalo gitu mas dan mbak, oiya satu lagi apa ada kaitannya dengan pembahasan test pack tadi ya mas?"


"Test pack? test pack sayang kamu bahas soal test pack tadi?" Johan pun tertawa dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Salah denger kali mas, kita mau beli backpack buat tamasya ke pegunungan gitu deh, ya udah ya mas Ronaldnya mau meeting lagi mas."


"Baik mbak mas maaf mengganggu waktunya semoga nikahnya bisa cepat terlaksana dan saya di undang."


"Oh tentu nanti aku undang semua Wartawan termasuk mas. oke bye." ucap Lona sambil mengaitkan genggaman tangannya ke tangan besar Johan lalu pergi menuju mobil Johan.


"Ya mbak mas hati hati di jalan."


*****


"Oiya Man tadi udah kamu beresin kan kepindahan Jeremy ke appartmentnya?

__ADS_1


"Udah dong boss semua administrasi sudah beres dan Jeremy juga sudah istirahat di appartment mbak Lona yang lama boss."


"Ya sudah siap."





🌁 Johanson Appartment Residence


"Boss sudah sampai, mbak, mbak Lona usaha sampai mbak." panggil Arman pelan setelah sampai di depan lobby apprtment keduanya. Johan masih betah memeluk kekasih cantiknya yang dari tadi merengek minta di peluk. Alhasil keduanya akhirnya tidur dengan Lona menyusup di dalam dekapan kekasih tampannya itu.


"Bisa seperti itu ya pasangan ini wajahnya mirip, sama-sama cantik dan ganteng sama-sama putih, yah jodoh kali, mbak Lona boss."


Yah kayaknya mereka sudah terlalu lelah tiap hari buat Ronald Junior.


"Hmmm ngomong apa aja sih Man, sayang sayang yuk turun udah sampe, kamu masih mual mau aku gendong?"


Lona pun dengan manjanya langsung menganggukkan kepalanya. untung saja Lona kali ini memakai celana panjang jadi sang kekasih bisa langsung menggendong kekasih cantik yang manjanya setengah mampus itu.


"Hmm iya mas, si boss sekarang tuh auranya makin terpancar setelah pacaran, banyak senyum, pakaiannya juga makin keren, pokoknya makin ngartis deh keren pokoknya bos tuh cowok sempurna yang punya pasangan super cantik. Pokoknya cocok lah." ucap Asep kepala keamanan.


"Oiya mas Arman dari tadi gadis cantik itu nunggu terus dibawah, pengen ketemu Ama mas Jeremy adeknya mbak Lona katanya, saya nggak berani ngomong Ama mbak Lona takut ngganggu kemesraannya tadi pake gendong-gendongan begitu mas nggak enak."


"Mana orangnya Sep?" tanya Arman sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Itu tuh mas itu yang duduk di Lobby, itu yang cantik rambut panjang." ucap Asep sambil menunjuk seorang gadis cantik yang bermain dengan handphonenya yang tidak bisa menghubungi nomer ponsel Jeremy yang sudah di block oleh Lona.


"Waduh bisa gawat ini kalo sampe si boss tahu coba aku temuin dulu."


"Ya mas saya nggak tegaau ngusir orang cantik gitu, orang cantik biasanya nasibnya juga cantik mas."


"Yee, emak Lo juga cantik Sep tapi kenapa anaknya cuma jadi satpam."


"Yee jangan Sara mas, menghina, emak mas juga cantik tapi kenapa mulut anaknya kaya bemo, monyong terus!"

__ADS_1


"Sialan Lo, gini-gini cewek cantik banyak yang ngantri Sep, sembarangan kalo ngomong!"


"Sudah sana mas cepetan tar aja tengkar lagi Ama saya!"


*****


"Permisi Nona, nona menunggu siapa kalo boleh tau?"


"Ohh iya kak, aku nunggu di naikin ke appartment Jeremy bisa bantu nggak kak?"


...BLUSH...


"Baru kali ini ada cewek cantik yang manggil gue kak, biasanya selalu manggil gue pak, karena penampilan gue yang berantakan dengan wajah penuh bulu." Batin Arman pun berbunga-bunga mendengar Kimberly memanggilnya kakak.


"Ehem ehem nona, kebetulan saya memang asisten pribadinya yang punya gedung appartment ini." ucap Arman membanggakan diri.


"Oh ya kak Ronald kan pemilik gedung ini, Hmmm boleh dong kakak antar aku ke appartment adek iparnya?"


"Hmmm boleh non, tapi boleh nggak kakak minta no ponsel teman nona yang cantiknya sama kayak nona?" sambil memutar badanya Arman yang malu-malu mengharap Kimberly berbaik hati untuk memberi no ponsel teman cantiknya untuk Arman.


"Hmm boleh dong tapi antar aku dulu ya kak, ini nih profil picturenya temen aku, ini no ponselnya, eitsss tunggu dulu, tar sampe Jeremy buka pintu appartmentnya baru aku kasih bayarannya yaitu nomor ponsel temen aku ini namanya Nora? gimana?"


"Duh maafin gue Jum, gue harus ngasih nomor ponsel lo buat ngelancarin misi gue, tapi kayaknya asisten kak Ronald ini penampilannya aja yang berantakan, hatinya selembut hello Kitty deh." gerutu Kimberly dalam hatinya sambil melihat penampilan Arman dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Nah kita udah sampe nona, tekan aja belnya kayaknya boss saya sedang menemani mbak Lona di appartmentnya, jadi aman, tapi jangan terlalu lama bertamunya takut ketahuan tar saya juga yang repot."


"Siapp kak!"


Ting.. tong.. Ting.. tong..


Cekk.. klekk


"Se Mok?"


"Jerry!" Kimberly yang sudah tak kuat lagi menahan rindu langsung saja memeluk erat tubuh tegap Jeremy dengan melingkarkan kedua tangannya di leher bidang pujaan hatinya itu lalu pelukan itu pun dibalas pula oleh Jeremy dengan begitu hangat.


Blammmm!

__ADS_1


"Non nona nona nomor ponselnya Nooonn, ya elah nasib.. nasib sial amat!" ucap Arman yang meratapi nasibnya yang begitu sial ternyata adik ipar dan kakak ipar sama saja dua-duanya suka lupa ingatan kalo lihat cewek cantik.


To be continued..


__ADS_2