
...🏥Heidelberg University Hospital Germany...
Incoming Video Call
Switch
Incoming Call
Lona
"Pah gimana keadaan mama?"
begitu berat hati Surya saat Lona menanyakan tentang keadaan dari Shinta. keadaan Cinta sebenarnya semakin membuatnya merasa bersalah tubuhnya yang tadinya berisi sekarang menjadi kurus dengan rambutnya yang sudah habis dan botak semakin membuat Surya tidak mau meninggalkan Shinta dalam kondisi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap Shinta semakin dalam dan ingin segera meresmikan hubungannya Untuk kembali lagi bersama seperti dulu lagi.
Sinta dengan sekuat tenaga menolak permintaan Surya untuk kembali padanya karena kesalahan yang telah cinta lakukan pada masa yang lalu yang dirasa begitu sangat menyakiti hati Surya hingga karma datang padanya dengan mengemban penyakit parah yaitu kanker paru-paru kronis yang suatu saat bisa merebut nyawanya tiba-tiba. semuanya pun heran mengapa Sinta bisa menderita kanker paru-paru padahal cinta merupakan perokok pasif mungkin di lingkungannya banyak terdapat teman-temannya yang suka merokok di depannya sehingga mau tidak mau Sinta pun menghirup asap rokok yang lebih sering daripada orang normal.
Yah kebiasaan buruk ini dia dapat setelah bergaul dengan para sosialita yang suka sekali mengajaknya ke klub-klub dengan bermain judi dan mabuk-mabukan tetapi cinta memang tidak pernah sama sekali mencicipi barang haram itu tetapi mau tidak mau karena satu lingkungan dengan mereka jadi cinta pun terkena dampaknya dampak buruk asap rokok yang dihasilkan dari seringnya Sinta mengunjungi klub malam tempat di mana asam merokok bersemayam menjadi penyebab terjadinya munculnya kanker paru-paru pada dirinya yang terdeteksi sudah stadium lanjut yaitu stadium 3.
Kini keluarga yang merawat cinta khususnya Surya harus berpasrah dan berserah diri untuk selalu mendoakan keadaan Shinta yang semakin hari semakin melemah. Surya berharap masih ada mukjizat yang bisa menyembuhkan Mantan istrinya yang akan menjadi istrinya lagi apabila diberikan kesempatan untuk Shinta dipanjangkan umurnya di dunia ini.
"Mama kalian masih di kemo, tapi syukurlah kesehatan mama sudah banyak kemajuan Lon, bagaimana keadaan Jeremy?" walau sulit tapi Surya sangat antipati untuk jujur agar Lona tidak mengetahui kondisi Sinta yang sesungguhnya.
DEG
Jantung Alona pun berdetak kencang saat papanya menanyakan tentang keadaan Jeremy.
"Hmmm Jeremy baik-baik aja pah, nilainya selalu bagus, seperti biasanya nilainya selalu membanggakan."
"Ya syukurlah kalo kalian semua baik baik saja."
"Pah apa penyakit mama sudah ada perkembangan pah?" tanya Lona khawatir.
"Yah doakan saja mama bisa sembuh kembali seperti sediakala."
__ADS_1
"Amiinn pah, Hmmm pah aku mau memberitahu kalo Hmmm gimana ya ngomongnya."
"Ada apa Lona bicaralah."
"Aku hamil pah."
...DEG...
"Lona mungkin kalian anak muda jaman sekarang menganggap papa kuno, tapi yang dikatakan Johan itu benarlah adanya kalo kalian berhubungan diluar pernikahan pasti wanita yang paling dirugikan disini. Lalu apa rencana kalian selanjutnya?"
"Papah selalu saja ngebahas itu lagi itu lagi udah deh, iya emang aku yang salah karena lebih mementingkan karirku Namun semua itu adalah karena aku bertindak sebagai tulang punggung keluarga selama ini. Aku nggak mau nikah dalam keadaan mama dan Jeremy yang masih butuh tanggungjawabku.
"Maka dari itu saat Ronald melamarku aku pun menolak dengan alasan yang kurang logis menurutnya, dan sekarang aku menyesal saat tahu Ronaldlah yang menyokong kebutuhanku dan keluargaku hingga. Malunya aku pah mengapa aku harus menolak lamarannya dulu kasihan Ronald."
"Sudah sudah lebih baik kamu periksakan dulu kandunganmu, sudah berapakah usia bayi dalam kandunganmu itu?"
"Iya pah rencana nanti malam Ronald dan aku akan pergi bersama-sama memeriksakan kandunganku ke dokter terdekat."
"Baguslah kalo begitu, kabari papa nanti bahwa usia calon cucu papa sudah berapa Minggu Lona? nanti akan aku sampaikan ke mama kamu kalo kamu berhasil mengandung calon cucu kami." ucap Surya yang ternyata sedang duduk menghadap ke tempat tidur Shinta lengkap dengan loudspeaker yang membahana hingga di dengar oleh Shinta dengan tangisan bahagia yang tidak terbendung lagi.
"Baiklah pa apa tidak apa jika aku menikah secara agama terlebih dahulu di Gereja? karena aku takut perutku akan semakin membesar pah."
"Ya Lon kami akan memberimu restu dari sini doa mama dan papa akan selalu menyertai langgengnya pernikahan kalian berdua.kelak."
"Amiinn makasih pah, kirimkan salamku dan Ronald untuk mama ya pah, bye pah jangan lupa papa juga harus jaga kesehatan ya pah."
"Ya nak sampaikan salam papa juga untuk anak bandel itu."
"Baik pah akan aku sampaikan pada Jerry, titip jaga mama baik-baik ya pah, aku harap papa juga punya niatan untuk kembali lagi dengan mama."
"Amiiin, doakan aja Lon, aku masih mencoba untuk merayu mama kamu bahwa papa sudah lama memaafkan mama kalian, apalagi dengan kondisinya seperti sekarang, papa juga merasa bersalah waktu itu karena emosi sesaat akhirnya kita harus berpisah
...Call Ended...
__ADS_1
🌁Johanson Grup
"Arman bagaimana proyek pembelian hutan kalimantan waktu itu dan sampai tahap apa?"
"Belum boss, kita bersaing dengan perusahaan real estate dari jakarta juga yaitu Tejasarana Grup."
"Aahah begitu rupanya apa benar pemiliknya adalah orang tua dari Kimberly?"
"Hmmm kalahkan dia Man, naikkan penawaran asal kita masih mendapakan keuntungan dari sana, jangan sampai kita kalah darinya."
"Ya boss besok akan saya follow up lagi pemilih tanah Itu bos, saya yakin kita masih berpeluang karena dia mengenal nama kakek noss juga sebagai Raja Real estate."
"Hmmm aku menunggu kabar darimu Man jangan sampai kita kalah aku tekankan lagi padamu Arman."
"Boss sekali lagi maaf kemarin malam aku memasukkan gadis kecil kekasih Jeremy yah anak dari pemilik Tejasarana grup ke dalam appartmentnya, habis kasihan sekali mungkin dia lari dari rumahnya, dan boss saya akhirnya melihat anak tunggal dari pengusaha sukses Tejakusuma dengan mata kepala saya sendiri. "Yah bener bos calon adik ipar boss yang kemarin dateng ke appartment Jeremy."
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah bertemu langsung dengannya?"
"Ingin hati memilikinya untuk aku sendiri tapi ternyata takdir berkata lain, aku harus rela melepasnya pergi yang sayangnya lebih memilih pergi ke pelukan pria lain yans tidak lebih tampan dariku."
"Aduuhh Man sudahlah gadis itu adalah kekasih Jeremy lagipula dilihat dari sudut mana wajah kamu itu tampan Hah?!"
Dari kejauhan Lona nampak datang dengan langkah gontainya mendekat ke ruangan Johan. Lona samar-samar mendengarkan perbincangan antara Johan dengan Arman tangan kanannya.
...Ngomong apa sih mereka kok ngebahas tentang Jeremy ama kekasihnya? Apa maksudnya? Emang jeremy punya kekasih? Gue nggak bisa ngebiarin ini terjadi, pasti Kimberly lagi, gue udah curiga sih? Awas aja Jer elo mau mempertaruhin nyawa lo buat cewek itu....
Gerutu Lona dalam hatinya.
...BRAKK...
"Sayang! siapa yang jadi kekasih Jeremy katakan? sayang jangan coba coba menyembunyikan sesuatu dariku hah?!"
DEG
__ADS_1
To be continued