TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Jangan Kau Ambil Dia..


__ADS_3

🏥Heidelberg University Hospital Germany


Beberapa hari ini Sinta mulai menunjukkan perkembangan yang berarti karena rambut-rambutnya mulai tumbuh satu persatu. Wajah yang terbakar akibat kemoterapi pun mulai mengelupas kalau mulai kembali ke kulit aslinya. Begitupun dengan sel-sel kanker yang terdapat pada hasil tes darahnya menunjukkan pengurangan yang sangat signifikan.


Akan kembali meminang Shinta apabila Sinta mau menerimanya kembali. Sinta mengatakan kepada Surya..


"Sur buat apa kamu menungguku aku ini sudah mau mati Sur carilah wanita cantik yang masih kuat untuk melayanimu masih kuat untuk bisa mengabdi sebagai istri yang baik kepadamu aku tidak akan bisa selamat aku titip anak-anak, jagalah cucu kita nanti."


Surya yang masih menitihkan air matanya mendengar jawaban dari Sinta setelah Surya melamarnya.


"Aku sudah membawa kabar baik kepadamu tes darahnya juga sudah menunjukkan bahwa sel kanker kamu sudah 50%, Sinta itu artinya Apa artinya kita bisa menikah kembali meskipun kamu dalam kondisi sekarat pun aku masih ingin sekali meminangmu aku tidak butuh kamu melayani sebagai istri tidak bukan itu yang aku inginkan tetapi ikatan suami istri lagi denganmu menjadi satu dengan anak-anak dan cucu kita kelak."


"Aku menunggu dokter saja memberi keterangan barulah Aku percaya Sur, Bagaimana kalau ternyata satu pekan yang akan datang prosentasenya akan naik kembali aku takut aku takut membuatmu kecewa kamu pantas mendapatkan yang lebih baik kamu pantas bahagia Sur kamu adalah lelaki yang terbaik yang aku temui selama ini."


"Sudahlah Shintaku malang Shintaku sayang, aku optimis pasti kamu bisa sembuh Dan kita bisa kembali lagi ke Indonesia dengan membawa kabar baik kepada anak-anak kita pada Johan terutama yang membiayai semua pengeluaran kita selama berada di Jerman. Apakah kamu tidak kasihan dan tidak ingin bertanggung jawab atas semua yang dikeluarkan oleh Johan, seharusnya kamu itu optimis akan membawa kesembuhan dan kamu persembahkan padanya pada menantumu itu."


"Hiks Bagaimana aku bisa membalas semua kebaikan Johan selama ini Sur katakan padaku aku terlalu hina sebagai ibu mertuanya aku pun terang-terangan meminta satu miliar 2 milyar dan dia dengan mudahnya mentransfer semuanya kepada renteni rentenir itu untuk melunasi hutang-hutang ku, seandainya aku mampu maka aku akan mengembalikan semuanya kepadanya."


"Maka dari itu janganlah patah semangat Ayo kita buat Johan senang Ayo kita buktikan bahwa Sinta disini bukanlah Sinta yang malang bukanlah cinta yang penuh dengan kepesimisan tapi cinta yang penuh dengan semangat berkobar dan pantang menyerah." semangat Surya yang masih berkobar walau kenyataan di depan mata tidak seperti apa yang semua orang harapkan. Shinta paling tau apa yang terjadi pada dirinya. Shinta sudah tidak sanggup lagi bertahan.


"Oh iya kamu tidak mau dengar bahwa anakmu yang paling tampan si Jeremy dia kan selalu menjadi juara umum satu sekolahan, Apa kamu yakin waktu itu kamu bilang bahwa Jeremy tidak mungkin pacaran karena nilainya yang begitu bagus dan selalu berprestasi tidak mungkin bisa membuatnya mempunyai waktu untuk berkencan dengan seorang gadis."


"Oh ya Jeremy anakku yang paling bertanggung jawab selalu ingin membantu meringankan bebanku walau dia masih belum mampu benarkah Sur? Jeremy sudah punya kekasih Apa kamu punya fotonya?"


"Tapi jangan beritahu Lona bisa-bisa Jeremy diusir dari apartemennya kalau sampai terbukti membawa masuk gadis itu ke apartemennya."

__ADS_1


"Yah emang dasar anak bandel keturunan bapaknya sih, sudah pintar tampan baik bertanggung jawab sayang dia bukan anak orang kaya tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan berhasil kalau dia tetap mau bekerja keras dan berprestasi seperti sekarang." mantap keyakinan Surya yang selalu mendukung keluarga kecilnya yang bercerai berai kini mulai bersatu kembali sedikit demi sedikit setelah kedatangan sang monster tampan.


"Ahahahaha ya Sur aku ingat dulu saat main mata sama pegawai PNS mas Ardana Surya Wijaya, yang paling tampan se kantor kecamatan. Saat itu rasanya aku merasa sangat sehat tidak pernah membayangkan kalo sekarang aku bisa terkena kanker paru-paru stadium akhir seperti sekarang. Aku nggak tahu kapan aku akan di ambil olehnya Sur, kemarilah aku ingin bersandar padamu, apa kamu masih kuat menahan tubuhku? toh tubuhku tinggal kulit dan angin saja, mustahil untukku sembuh Sur."


"Sudahlah sekarang ayo kita flashback dan nostalgia mengenang masa pertemuan pertama kita dulu emm." Surya pun bersandar di sandaran kepala tempat tidur pasien milik Shinta dan Shinta pun menyandarkan punggungnya ke dada bidang Surya.


"Sur aku tadi malam bermimpi kalo suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan gadis cantik berkebangsaan luar negeri, rambutnya panjang ikal tapi dia masih mempertahankan ke perawanannya sampai usianya menginjak 45 tahun. Aku mau dialah hadiah yang tuhan berikan untukmu kelak Sur."


"Aduh ngabrut lagi nih anak udah ngalor ngidul ngomongnya, udahlah sayang aku nggak bisa berpindah kelain hati, kamu mau kan kita menikah lagi." ucap Surya sambil hatinya merintih ingin sekali berteriak kepada sang pencipta.


POV Surya


Jangan ambil dia sekarang ya Tuhan, berilah kesempatan untuk kami memperbaiki diri kami dari segala dosa yang telah kami perbuat di masa lalu dan sekarang. Aku mohon padamu persatuan kami kembali.


Walau dia semakin hari semakin nakal saja. Aku masih nggak bisa membayangkan hidup tanpa Shinta ya tuhan. Aku mohon padamu sembuhkan lah Shinta.


Perlahan-lahan mata Shinta terpejam dan hembusan nafasnya melemah. Firasat Surya pun mengatakan bahwa apa inilah waktunya? disentuhnya kening dan pipi Shinta suhu tubuh Shinta mulai turun Surya pun bergegas mengabari grup keluarganya yang terdapat semua anggota keluarganya plus Johan tapi minus Shinta.


...My Family ...


Papa : Guys anak-anak papa, firasat papa kok nggak enak ya, sepertinya mama sudah mendekati ajalnya, apa kalian bisa menyusul kemari, kita semua harus ada saat mama mencari kita satu persatu nanti untuk berpamitan.


Lona : Tidaaaakk pa 😭😭😭😭


Jerry : Mamaaaaaa 😭😭😭😭

__ADS_1


Ronald : Baik papa Ronald siapkan pesawatnya..


Papa : Ya Ronald lebih cepat lebih baik.. papa tunggu ya..





Membaca pesan dari Surya Lona pun tak kuat untuk menahan beban tubuhnya yang sudah menginjak 12 minggu hampir 3 bulan berjalan usia kehamilannya saat itu.


"Sayang, Lona bangunlah ya tuhan.."


Lucas telpon Arman suruh siapkan penerbangan ke Jerman sekarang juga!"


"Baik Tuan!" Lucas langsung saja menelpon Arman karena panggilan darurat yang harus segera di lakukan detik ini juga."


"Maaf tuan jadwal penerbangan ditutup untuk umum karena hujan dan badai yang tak bisa di jangkau oleh pesawat terbang sehingga seluruh jadwal penerbangan delay. ini pesan dari mas Arman."


"Argghhhh!! ****!"


To be continued


"

__ADS_1


__ADS_2