
Johan dan Lona pun akhirnya melihat tingkah laku adik kandungnya Jeremy dan Ili yang saling mendekat dan memeluk di dalam mobil itu hingga melihat apa yang selalu Lona khawatirkan.
"Tuh kan masa kayak gitu nggak lebih dari itu sungguh mencurigakan kan?" Lona pun mengerutkan keningnya dan memicingkan matanya karena curiga dengan tingkah laku adiknya yang terlalu int im dengan kekasihnya.
"Udah nggak usah negatif thinking kamu itu dipengaruhi oleh hormon kehamilan sudah positif thinking aja ntar kamunya malah yang stress, jangan terlalu banyak berpikir terlalu rumit, mereka anak muda biarkan mereka bebas tapi bersyarat, hanya istirahat sejenak kan tidak apa-apa mungkin karena terlalu lelah, hingga mereka terlalu dekat seperti itu."
"Huh kamu itu selalu saja membela Jeremi, di mana-mana Jeremy selalu dibela apa sih maksud kamu kok ngebela anak itu terus? aku aku kan cuma ingin mendisiplinkan dia agar dia itu nggak seenaknya sendiri belum juga apa-apa sudah pacaran berlebihan seperti itu dulu aja aku nggak pernah pacaran Jadi seenggaknya langsung lah seperti aku ini pacaran langsung menikah kayak kita."
"Nggak ngebela cuman aku nggak mau rame toh kalau memang begitu kejadiannya tinggal ngawinin aja susah amat!'
"Sayang ih Aku kan nggak mau masa depan adikku terputus gara-gara hal begini kan jalan dia masih jauh dia masih harus mengejar cita-citanya setinggi langit"
Johan hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah istri cantiknya yang makin hari makin bawel dan makin cerewet Johan maklum karena mungkin Ini semua adalah pengaruh dari hormon kehamilannya.
"Sudah nggak usah dipikirin nanti kamunya malah yang sakit, udah kamu mau makan apa ntar kita di hotel kita pesen semua makanan yang kamu sukai ya? nggak usah dipikirin yang macam-macam biarlah Jeremy dan Ili menjalani hubungannya sendiri secara pribadi, jangan terlalu mengekangnya juga karena kalau kamu terlalu mengekang nanti mereka akan kawin lari beneran loh? kan kita juga yang repot kalau udah seperti itu?"
"Percayakan aja semua pada yang di atas kamu hanya perlu mendukungnya dari jauh. Jangan terlalu mengikatnya jangan juga terlalu melepasnya, kita sejajarkan diri kita samakan diri kita seperti dia jangan terlalu yang menggurui dan terlalu menuntut dia macam-macam nanti dia malah akan berontak dan lari dari kamu toh Jeremy juga anak yang berprestasi. Dia anak yang cerdas pasti dia tahu mana yang buruk dan mana yang baik yang harus dilakukan.
Berilah dia kepercayaan seperti aku juga selalu memberi pesan padanya jangan sampai buat kakakmu khawatir pasti dia akan mengerti dia punya tanggung jawab sebagai lelaki tentunya tidak boleh macam-macam sebelum menikah lagi pula ini kan masih di bawah umur?"
"Jangan terlalu khawatir ya? nanti kesehatan bayi kita akan terpengaruh sudah serahkanlah saja semuanya seperti aliran air jangan terlalu menahannya jangan terlalu mengikatnya jangan terlalu memantaunya dan terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu benar.
__ADS_1
Kita sebagai wakil orang tua cukup memantau dari jauh dan juga sedikit mengingatkan jangan sampai terjadi hal yang di luar batas seperti Jeremy Dia anak yang cerdas anak yang baik dan anak yang bertanggung jawab aku percaya itu."
Baiklah tuan Johan Rahardiningrat saya mengerti,
"Nah gitu dong gitu kan cantik istri siapa dulu ya kan?"
Kemudian mobil Toyota Alphard itu pun melaju dengan kecepatan normal 60 km per jam yang dibawa oleh Mang Udin ke arah bandara International Soekarno Hatta.
Perjalanan dari Mansion Johan ke bandara masih sekitar 2 jaman Pak Udin pun melajukan kendaraannya menuju ke pintu tol.
Kedua pasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara itu pun sama-sama tertidur pulas sampai akhirnya mereka di turunkan di hotel tunggu di dekat bandara.
”Kita sudah sampai di hotel tuan apa saya menunggu saja di sini juga atau saya tinggal kan tuan di sini dengan rombongan?"
"Baiklah tuan saya kembali ke mention kalau begitu mari nyonya mari tuan muda dan Nona."
"Salam dari Tulus pak." Jeremy dan Kimberly pun sama-sama mengucapkan semboyan yang biasa dia ucapkan apabila mengantarkan Nora untuk pulang ataupun sebaliknya. keduanya pun akhirnya menoleh bersama dan tersenyum merona karena kekompakan itu.
Lona yang seketika langsung sirik terhadap apapun yang terjadi pada kedua pasangan baru yang adalah adik kandungnya itu ingin sekali mencubit keduanya yang begitu membuat emosi Lona memuncak. karena Lona curiga bahwa keduanya sudah punya hubungan Setelah lama Jeremy keluar dari rumah sakit waktu itu.
"ih kenapa ya Bocil Bocil Ini dari tadi jangan-jangan kalian emang udah lama pacaran diam-diam ya sebelum kakak memberi izin Ayo ngaku?!"
__ADS_1
"A hh Jeje ampun deh kak Lonanya marah lagi tuh peluk." Kimberly pun malah semakin menggoda Lona dan semakin bertingkah manja di depan Lona sambil membenamkan wajahnya membenamkan kepalanya yang hanya setinggi dada Jeremy lalu sang kekasih tampannya pun mendekatnya erat dan menutupi wajahnya agar terhindar dari tatapan tajam Lona.
"Sayang lagi-lagi ih kenapa sih sirik amat ngeliat bocil-bocil pacaran mau dikasih wejangan lagi kayak tadi hah? mau di hukum di kamar nih ceritanya?” Johan pun mengancam Lona akan memberi hu kuman padanya jika masih mengusik hubungan Jeremy dan Kimberly.
"Sayang! iya ampun ampun Iya bawel ah!" Lona pun akhirnya menurut karena tidak mau mendapat hukuman setimpal atas kesyirikannya pada hubungan Jeremy dan Kimberly.
Mereka berempat pun akhirnya masuk ke kamar masing-masing setelah Johan melakukan reservasi melalui Arman untuk membukingkan dua kamar di hotel xxx yakni hotel tunggu di dekat bandara itu. beruntung masih ada kamar yang kosong karena kondisi bandara yang dipenuhi oleh penumpang yang tidak bisa berangkat dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan.
sedangkan surya yang berada di Jerman masih saja menghubungi Johan berkali-kali untuk segera berangkat karena ditakutkan keempatnya tidak diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bertemu dengan Sinta di detik-detik terakhir hidupnya.
Betapa kecewa dan sangat terpukul hati Surya karena dua hari sebelumnya kondisi kesehatan Sinta dinyatakan mengalami banyak perubahan terutama di sel-sel kanker yang sudah berkurang 50% tetapi kenyataannya mungkin Tuhan berkehendak lain Tuhan lebih sayang untuk mengambil Sinta ke sisinya.
Sedangkan Alona dan Jeremy yang sudah ditenangkan oleh pasangan masing-masing setidak-tidaknya lebih tenang dan terkontrol emosinya. namun belum tentu juga setelah melihat keadaan Shinta secara langsung sebab tempo hari yang lalu Sinta selalu memakai penutup kepala agar anak-anaknya tidak kaget melihat penampakan fisik Sinta setelah melakukan perawatan kemoterapi satu bulan lamanya.
28 jam kemudian..
...🏥Heidelberg University Hospital Berlin Germany...
Setelah 10 jam beristirahat di hotel tunggu akhirnya dua pasang anak manusia yang sedang jatuh cinta itu pun diberangkatkan ke Jerman menuju ke rumah sakit tempat Shinta dirawat.
"Mamaaaaa tidaaaaak!!!" Lona langsung berekspresi panik melihat keadaan Shinta yang terbaring lemah dengan kepala yang sudah botak tanpa sehelai rambut pun.
__ADS_1
DEG
To be continued