TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Onal Tegang!


__ADS_3

22.00


"Tunggu Lona, Lona yahh di matiin Man? coba kamu cek dia ada di mana lewat GPS kamu semoga dia masih nyalain lokasinya dia."


"Ya boss, kalo lihat dari GPS sih posisinya ada di apartemen Johansson berarti kan mbak Lona udah pulang Bos."


"Oh ya? tumben udah pulang jam segini?" Johan pun tersenyum lega saat kekasih cantiknya ternyata sudah kembali pulang.


"Mari bos, langsung saya antarkan boss ke appartment."





1 jam kemudian


23.00


Tempo hari Keduanya sudah bertukar password masing-masing appartment. Namun masih belum saling mengunjungi, saat keduanya belum tiba di appartment masing-masing karena lelah dan kantuk yang melanda akibat pulang terlalu larut. Kali ini Johan akan menyambangi appartment kekasihnya Itu di lantai 50 kalo perlu menginap saja karena kerinduan yang sudah tak tertahankan lagi.


Ting.. tong.. Ting.. tong..


Setelah lima menit menekan bel appartment tetapi belum juga di bukakan pintu oleh kekasih cantiknya itu, dalam hati Johan pun bertanya-tanya sedang apakah gerangan gadis cantik itu apakah Alona sudah tidur ataukah sengaja tidak mau membuka pintunya karena masih marah? untungnya Johan menyimpan password pintu appartment kekasih cantiknya itu.


"Hmm password nya waktu itu?"


Tit.. tit.. tit.. tit.


Cek ..klek..


Appartment milik Johan itu memang dibiarkan kosong lama sekali. Lagipula siapa lagi yang akan menghuni apartemen itu kelak kalo bukan kekasih cantiknya sekarang. Johan langsung naik ke kamar Alona di lantai 2 karena tidak nampak ada kehidupan sama sekali di lantai 1.

__ADS_1



Rambut Johan yang di biarkan berantakan tapi tetap tak mengurangi pesona ketampanannya.


Di dalam kamar mewah itu pun tidak nampak juga adanya kehidupan di dengarnya gemericik air dari dalam kamar mandi, Johan pun ber ada berinisiatif untuk mengetuk pintu kamar mandinya..


Tok..tok .tok..


"Lona Lona..ya udah aku langsung masuk ya."


Cek.. klek..


"Hei,, babe maafin aku, aku lupa nggak ngisi batere ponsel aku, kamu tega ya ngediemin kakek-kakek tua ini." Lona yang sedang rebahan di dalam bathtub sambil wajahnya memakai masker sehingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh kekasih tampannya itu. Lalu Johan pun mengelupas masker wajah Lona dan di buangnya ke sembarang tempat di dalam kamar mandi itu.


"Sayang nakal ih, kok di buang?"


"Cuma satu itu kalo perlu aku belikan satu pabrik masker wajah untukmu Sekarang jawab aku, ayo jawab, kalo tidak aku ikut masuk ke bathub nih, biar mandinya makin lama."


"iya aku masih marah abis kayaknya kamu tuh nggak kangen ama aku sama sekali berasa nggak punya pacar seminggu ini."


"Hah banyak amat, emang siapa aja tuh ngaco deh kamu."


"Ya operator telpon kamu namanya beda-beda tiap detik, ye, udah negatif thinking ya kamu, ya udah cepet mandinya."


"Iya ih bawel, aku cepet kok mandinya."


"C ium dulu dong?" sebelum keluar dari kamar mandi Johan yang telah lama memendam rindu tidak tahan ingin sekali me ***** saja bibir merah merekah kekasih cantiknya yang sedang polos di dalam bathtub itu berselimutkan busa dari liquid soapnya.


"Noo sayang.. keluar sanah, nanti aku nggak bisa mandi malah lanjut nggak selesai-selesai jadinya aku udah 1 jam lebih berendamnya


"Nggak nempel aja nempel janji deh cuma nempel, cup."


...Ya Tuhan aku udah kangen banget ingin merasakan bi bir mungilnya lagi tapi dia lagi lagi menolakku. Argh persetan dengan pertahananku....

__ADS_1


Batin Johan makin menyiksanya.


"Sayang, a a hh," Lengu han pun lolos dari bibir merekah merah merona yang sudah menggodanya dari tadi saat Johan menci um dan menye sap bibir mungil milik Lona lalu memberi gigi tan kecil di bib ir gadis cantik itu agar akses li dah Johan leluasa untuk menari nari di dalamnya.


Mata keduanya pun berubah sayu saat tangan Lona yang tadinya enggan melayani naf su dan gai rah membara kekasih tampannya itu sekarang malah dengan sengaja dilingkarkan saja ke leher tegap Johan agar ciu man itu pun semakin dalam dan berimbas pada kemeja Johan yang ba sah karena cairan sabun yang menempel di tu buh indahnya kini menempel di tu buh tegap kekasih tampannya itu.


Tubuh polos nan mulus itu pun diangkat saja seperti bayi koala diatas pangkuannya yang sekarang terduduk di atas closet duduk di dalam kamar mandi mewahnya. Mata Johan yang menatap keadaan kekasih cantiknya itu yang tanpa sehelai benang pun dengan busa merata di sekujur tubuhnya mulai membenamkan kepalanya di put ing pink merekah milik kekasih cantiknya.


"A hh sayang pelanggaran tadi kan nggak lama-lama cium annya, ternyata kan merembet kemana-mana?"


Jari tengah Johan pun di ma sukkan saja ke dalam lub ang va gi na legit berwarna pink milik Lona sampai maju mundur membuat si empunya apem rasa surga itu pun menengadahkan kepalanya ke atas saking nikmatnya permainan jari jemari Johan yang dibiarkan melesat bergantian dari jari tengah jari telunjuk hingga jari manis sampai si empunya apem pun tak kuasa menahan cair an cin ta kli maks yang keluar membahasi tangan Johan hingga suara pergesekannya sampai terdengar..


...Ke ce pok ke ce pok...


Alona pun sekali lagi merobek saja kemeja Johan saat dirasanya sangat tidak adil membiarkan Lona yang sudah polos dan Bu Gil sebaliknya Johan masih berpakaian lengkap sepulang kantor tadi.


"Buka buka semuanya singkirkan kemejamu ihh lama, sayang ini nggak adil!"


"Memohonlah hmm siapa tadi yang menolakku hah? sekarang malah dia yang gemas melempar kemejaku dan merobeknya lagi."


"A hh masukkan si Onal sayang please sekarang juga aku udah nggak tahan ingin Onal titik."


"Ahahaha kamu lucu banget sih kalo terang sang gitu wajahmu makin cantik, Ci um dulu dong?"


"Hmmppffhh," mereka berdua pun saling mem belit menye sap melu mat lagi dan lagi dengan Onal yang sudah erek si mene gang berdiri teg ang siap menan cap ke lembah lembab nikmat milik gadis cantik itu.


"Hadap belakang sayang agar kamu merasakan betapa nikmatnya saat Onal masuk sempurna ke dalam Ra himmu hmm?"


Lona pun menurut saja permintaan Kakek tampan itu dengan menung gingkan pan tat ramping nya sambil bercermin.


Jle bb


si Onal pun masuk sempurna hingga membuat Alona sekali lagi memejamkan matanya meresapi kenikmatan yang tiada Tara dengan nafas yang tersengal-sengal dan terengah-engah.

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2