
...🏘️ Kediaman Surya...
"Oh maaf maaf aku tidak sengaja tidur denganmu dengan memelukmu seperti itu karena tadinya aku ingin meninggalkanmu sendiri di sini tetapi kamu menarikku Dan Kamu memanggil seorang pria bernama Johan Johan yang akhirnya aku yang lelah lalu tidak sengaja tertidur juga di sini."
...DEG...
"Hah Aku memanggil nama Johan? Maaf mas tapi kita ada di mana ya sekarang?"
"Nat tenang dulu aku tidak bermaksud untuk membawa memaksa ke sini ini di rumahku tadi saat aku sudah berada di lingkungan rumah kamu aku melihat ktpmu pun bukan beralamat di sana Dan juga kamu sudah tidak sadarkan diri jadi tolong jangan curiga apa-apa karena aku tidak bermaksud seperti itu Aku bukan pria seperti yang kamu pikirkan."
"Maaf mas tapi aku tidak mempermasalahkan tentang hal itu, yang aku terkejut adalah mengapa kita bisa tidur bersama."
"Yah karena kamu tidak mau aku tinggalkan dengan menyebut nama Johan berkali-kali kamu pikir mungkin aku ini adalah Johan entah siapa itu dan itu juga bukan urusanku?"
"Hmmm ya maafkan aku mas. Sepertinya ini masih dini hari, aku sebaiknya pulang, Aku tidak mau semakin merepotkanmu mas maafkan Aku, belum juga 24 jam kita mengenal aku sudah membuatmu kalang kabut seperti ini!"
"Tidak tidak sebaiknya kamu tetap di sini dan ini pun juga bukan kamarku Ini adalah kamar tamu senyamannya kamu kamu bisa mandi di kamar mandi yang ada di luar ruang tamu ini dan untuk handuk dan perlengkapan mandi sudah ada di lemari kamu baiklah akan kutinggalkan kamu sendiri maaf aku tidak bermaksud untuk ya kamu tahu lah.." ucap Surya segan.
"Emm makasih," ucap Natalie akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang di dini hari itu. Surya pun segera pergi dari kamar tamu itu dan memasuki kamarnya sendiri di lantai 2. Rumah surya yang memang lumayan mewah dengan model rumah minimalis yang di tinggalinya seorang diri.
Senyuman manis Surya saat berbicara dengan Natalie di saat makan malam berdua.
Setelah mandi dan berganti baju Surya pun menyandarkan kepalanya sejenak di atas bantal yang sudah kita tanya di sandaran tempat tidurnya.
__ADS_1
...Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan belum juga 24 jam kita bersama aku sudah tidur dengan memeluknya seperti itu. Ya Tuhan hindarkan aku dari hal-hal yang bisa membuatku melakukan hal-hal berbahaya Ya Tuhan....
...Bisa-bisanya aku tidur dengan terbenam di area dadanya Setelah sekian tahun lamanya akhirnya adik kecilku bisa bangkit dan tumbuh besar. aku lega ternyata aku masih normal. Aku kira setelah kepergian Shinta adikku sudah mati rasa ternyata dia masih berfungsi juga....
30 menit kemudian terdengar teriakan Natalie dari lantai 1...
"Aaaarrrggh aaaarrrggh!" teriakan itu pun menggema sampai terdengar ke lantai 2 tepat di kamar utama.
Surya pun bergegas berlarian menuju ke kamar mandi tempat Natalie sedang mandi dan berteriak tadi.
Ternyata lampu yang ada di lantai satu kamar mandi itu sudah lama tidak pernah dikontrol oleh Surya yang tinggal sendiri. Lampu itu pun tidak lama redup dan kemudian mati. Jadi posisi Natalie yang sedang keramas pun masih dalam keadaan bu gil dan berteriak dalam posisi rambutnya yang masih penuh dengan sampo hingga letak dari baterai yang tadi dia gantungkan pun tidak terlihat sama sekali. Dengan terpaksa Surya pun harus mendobrak pintu kamar mandi yang sudah terkunci tadi.
...BRAKK...
Lalu nampaklah se luruh tubuh Natalie yang begitu menggoda dan sek si yang tidak seharusnya dia lihat.
"Tapi aku basah semua mas, Maaf mas gara-gara aku kamu jadi repot begini, lagian kenapa sih aku harus mabuk segala dan merepotkan orang seperti ini pengen sekali aku teriak mengapa harus merepotkan orang padahal sebelumnya meskipun aku tinggal sendiri aku tidak pernah merepotkan orang lain walaupun itu adalah maid rumahku sendiri, igh aku kesal sekali." kesal Natali dengan mengentahentakkan kakinya ke lantai kamar mandi itu.
"Sudahlah ayo nanti keburu matamu itu pedih karena terkena sampo yang sudah membasahi keningmu sini aku bantu mengusapnya, permisi ya, Aduh kamu seperti anak kecil saja."
"Aduh pedih mas hati-hati dong." ucap manja Natali kepada surya yang tidak sengaja meninggalkan busa yang dia usap di kening Natali tadi ke mata indah dengan bulu mata lebat asli milik Natalie.
...DEG...
Keduanya seakan sudah terbiasa dengan 24 jam bersama yang akhirnya mulai akrab dengan meninggalkan percakapan formal menjadi informal. yang tadinya anda dan saya sekarang menjadi kamu dan aku. Mereka berdua belum menyadarinya tetapi seiring berjalannya waktu seharian itu keduanya pun mulai dekat.
__ADS_1
Detak jantung keduanya pun seakan berlomba-lomba untuk saling berlarian hingga keduanya tidak sadar akan benih-benih asmara yang sudah muncul tanpa mereka sadari.
"Ayo pakailah sandal rumahan milikku dulu karena kamimu basah."
"Tapi mas ini terlalu besar sandalnya."
"Ya Tuhan dosa apa yang aku lakukan hingga aku harus bertemu denganmu Natali." Grand Surya akhirnya harus mengumpat kesal karena berkali-kali dia harus menggendong tubuh mungil dan ramping milik gadis yang sudah berusia matang itu, yang pasti jalannya akan susah karena bekas sabun di tubuhnya merata sampai ke kakinya membuatnya susah berjalan dan licin.
"Maaf sudah membuatmu kesal seharian ini."
”Emm." Surya pun dengan terpaksa menggendong saja tubuh mungil itu ala bridal style lagi ke lantai 2 tepatnya di dalam kamar utama untuk melanjutkan mandi Natali yang sempat terpotong karena Mati lampu tadi.
"Jangan marah please, mas."
"Emm."
Surya pun hanya menjawabnya dengan saja karena sudah kesal sekali harus menggendong lagi tubuh mungil dan ramping itu jauh ke lantai 2. Natali pun melihat wajah itu tamat-tamat dari jarak dekat dengan melingkarkan kedua tangannya ke leher bidang dan jenjang milik Surya. tak terasa degup jantung keduanya pun semakin kencang kalah jarak wajah keduanya sangatlah dekat.
Namun Surya dengan sekuat tenaga menahan agar ekspresinya tidak terlihat oleh Natalie. Surya memasang muka dingin agar tidak terlihat seolah-olah Dia sangat senang akan kehadiran Natali di rumahnya. setelah sampai di kamar mandinya Surya pun akhirnya meninggalkan Natali di dalam kamar mandi itu dengan muka yang tetap dipasang semasam mungkin.
"Mas maaf Cup."
Sebelum Surya meninggalkan Natali sendiri di dalam kamar mandi itu Natalie terlebih dahulu mengucapkan maaf sambil mencium pipi Surya mesra. Surya yang akhirnya bereaksi dengan membelakan matanya karena terkejut akan hal fatal yang dilakukan gadis cantik itu.
DEG
__ADS_1
To be continued