TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Lidah Tak Bertulang


__ADS_3

"Iya aku juga merasakan perasaan yang sama sepertimu, kita kan bisa sewaktu-waktu ketemu dan menghabiskan malam-malam bersama seperti ini lagi ya kan?"


"Apa sewaktu-waktu? nggak aku nggak bisa sewaktu-waktu bertemu kamu nggak mungkin?"


"Hah? lalu apa kamu sudah malas bertemu aku lagi begitu? katakan apa kamu sudah bosan denganku?" Lona bertanya balik pada kekasih tampannya itu padahal Johan belum menyelesaikan jawabannya tadi.


"Aku nggak bisa sewaktu-waktu bertemu denganmu ngak mungkin Lona, aku nggak sanggup kalo harus bertemunya sewaktu-waktu melainkan setiap detik setiap waktu harus selalu bersama denganmu, ih coba aku pencet hidung kamu nih asli atau oplas?"


"Yee makanya kalo ngomong itu jangan di potong-potong biar akunya nggak salah paham, ya kan? aww sakit enak aja ini asli dong,nih orisinil nih lihat,"


"Sinih, yang di bawah juga orisinil tidak?" Johan pun menggoda Lona lagi dengan menelusuri setiap jengkal tubuh sensitif Lona, lalu me ra ba dan me re masnya berulang-ulang.


"Sepagi ini kamu kok udah prepare sarapan kita sih? kan aku sebagai tuan rumah jadi insecure?"


"Aku kan kakek kakek yang sudah makan asam garam di dunia persilatan so aku harus prepare pasti kamu lapar setelah melayaniku habis-habisan tadi malam.ya nggak?"


"Nggak seberapa sih karena lid ah kamu tuh kayaknya ada obatnya jadi aku nggak sebrapa sakit, li dah kamu tuh kaa treatment, beneran manjur."


'Oh iya emang bagian mana yang kena juluran lid ahku?"


"Ini, ini juga ini," Lona pun menunjuk titik-titik sensitifnya yang sangat nikmat bila tersentuh oleh li dah tak bertulang milik Johan.


"Bagus deh, yuk sekarang kamu sarapan aku mandi dulu."


"Iya bau ih mandi sonoh kek."


"Yee kenapa baru ngomong sekarang, halah bilang aja kamu juga ketagihan aromaku ya kan?"


"Nggak, udah sana cepetan bikin mual tar kalo kamu lama-lama disini," Lona yang mungil mendorong saja tubuh jangkung Johan agar segera mandi.


"Hey kamu mau aku mandi disini dan nggak pake apa-apa setelah mandi begitu? ngarep ya biar apem kamu menelan bulat-bulat si Onal lagi hmmm?"


"Nggak-nggak kalo gitu aku ikut ke appartment kamu sambil ada barang yang ketinggalan disana?" ucap Lona sambil masih mengunyah sandwich isi telor dan daging yang menggiurkan namun Lona hanya memakannya setengahnya saja untuk menjaga penampilannya sebagai artis.


"Selesaiin dulu masa cewek kaya gitu bi bir kamu cemong nih, sinih, cup."

__ADS_1


"Ihh kamu gemes terus gitu ya sayang ama aku, pengen terus makan bibir atas ama bawah kayaknya nggak ada habis-habisnya."


"Aahhaha iya gemes banget emang nggak boleh? kan pacarnya ini hhmm, ganti dong jangan pake hot pants gini pengen me re mas re mas lagi kan akunya." Johan pun mengangkat lagi Lona dengan tangannya sudah berada di tepat di pan tat kekasih cantiknya itu.



"Sayang ih kamu nihh, tangannya."


"Nggak bisa kalo kamu pake hot pants terus bawaanya si onal tegak tegang berdiri, nggak mau tidur lagi, gimana nanti kalo cowok lain yang ngeliat kamu akunya kan jadi tersulut emosi."


"Ih bawelya udah aku ganti kostum dulu."


"Ya gitu dong tumben pinter."


"Heh dasar kakek tua selalu aja godain bocil."


"Masa sih bocil bisa bikin bocil ya? bocilnya kan bisa bikin dede',"


Pembicaraan keduanya seakan-akan tak pernah keluar dari tema itu, yakni selalu seputar ga irah si monster tampan itu.


"Baiklah aku mandi dulu centil."


"Ehem okay sayang mandilah hmmmppffh, duh nyosor terus sih kek."


"Yang di sosor juga mau kok." Johan berlalu sambil sejenak bermain li dah lagi dengan kekasih cantiknya itu.


Incoming Call


Mike's Mom


"Halo."


"Halo tante Ami ada apa ya?"


"Heh gadis tak tahu malu, miskin tak tahu diri, kembalikan uang Michael yang kamu curi lewat ibu kamu itu, dasar kecil-kecil sudah jadi ****** aja, itu penyakit menurun! heh udah ibunya begitu anaknya begini!"

__ADS_1


"Saya sudah kembalikan semua uang itu yang pernah Michael berikan pada mama saya, dan saya tidak menikmati uang itu sedikitpun."


"Heh mana bukti bukti transfernya kalo begitu memang kamu punya uang sebanyak itu? kamu jual diri ya ke boss PH kamu yang sering di gosipkan dengan artis-artisnya itu? pria muda mana mau dengan gadis dengan latar belakang keluarga semrawut sepertimu sungguh memalukan."


"Jaga bicara tante! katanya keluarga konglomerat terhormat tapi  tante nggak punya good attitude sama sekali."


Johan yang sedang mandi di kamar mandinya di kamarnya di lantai 2 itu pun dapat mendengar dengan jelas karena masih dalam jangkauannya yaitu radius 10 km.


Breng sek! akhirnya wanita sialan itu muncul juga


Batin Johan bergemuruh. Johan pun mempercepat kegiatan mandinya dengan menggunakan kekuatan supernya untuk berganti baju dan melesat cepat dan duduk tepat di sisi kekasih cantiknya yang sedang beradu mulut dengan bakal ibu mertuanya yang gagal.


"Cepet banget mandinya sayang ci um lagi dong, ahahha geli." Lona pun  sengaja membuat panas suasana dengan berbicara mesra pada monster tampan sang kekasih hatinya saat panggilan telepon dengan Ami masih berlangsung.


Johan yang tau dengan isyarat dari Lona pun segera melancarkan ci umannya sampai merata ke seluruh leher jenjang kekasih cantiknya hingga Lona menjerit kegelian.


"Heh dasar ****** kecil nggak sopan, kamu jadi selingkuhan siapa hah?"


"Sayang aku lupa bukti transfernya itu udah 1 tahun yang lalu."


"Iya nanti biar Aditia yang membereskan semua sayang, kira-kira dari bank apa transfernya dan tanggal dan bulannya?" perbicangan Lona dan Johan pun di dengar oleh Ami.


"Tunggu kamu bicara dengan siapa sebenarnya ******, aku mau kepastian segera kalo memang tidak kamu dapatkan bukti transfer itu sampai besok maka kamu harus membayar lagi dengan jumlah yang sama plus bunganta selama 1 tahun"


"Apa?! tante sudah gila apa? dari mana saya dapat uang seg.. hmmppffhh," ucapan Lona seketika terhenti saat monster tampan itu membungkam mu lut Lona yang sedang mengomel, supaya Lona tidak lagi mempermasalahkan tentang uang jika sedang bersamanya.


"Aku akan membereskannya sayang, hei ibu yang sedang berbicara dengan kekasihku, ingat namaku Ronald Rahadiningrat aku kekasih dari Cintyara Alona yang akan membereskan persoalan keuangan Alona muali detik ini, Lona, sudah tidak usah di pikirkan, hmmm semua sudah ada yang membereskan sayang."


Deg!


"Pfftt hahahha, apa maksud kamu Ronald Rahadiningrat cucu tunggal sang Raja Real estate Mall dan hotel Johan Rahadiningrat? ya tuhan, nggak mungkin ****** itu bisa mendapatkan cinta pemuda dan tampan serta orang terkaya nomer 1 di negeri ini , cuihh."


"Ya sudah terserah tante, mau percaya atau tidak, bye tante."


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2