TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Cabe - cabean..


__ADS_3

"Sepertinya begitu sayang, aku sudah di rasuki wujud serigalaku kala bercinta denganmu karena sepertinya ada tenaga tambahan dalam diriku yang mendorongku untuk terus menghujamkan si Onal padamu. rasanya g airah dan naf su bahu membahu untuk terus menerus mengungkungmu di pelukanku." Ucap Johan yang sudah sama- sama polos dan terkapar dengan memeluk Lona dalam dekapannya hingga pinggul dan bahu Lona kesakitan sampai tidak kuat lagi untuk berdiri.


"Sayang, aku nggak kuat berdiri ini nggak mungkin padahal besok Senin jadwalku padat banget, shooting iklan ada di 5 studio, Ohh tidak!" Lona pun mengeluh karena dirasa seluruh badannya sudah seperti tertabrak truk tronton bermuatan berpuluh-puluh ton.


"Ohh masa sihh sini aku pi jitin sayang berbaliklah, cup cup cup." Johan pun menghujani punggung mulus dan polos Lona dengan kecupan mesra dan pijatan hangat.


"Hmmm yah ini enak sekali, Hmmm nyaman sekali Jo, makasih sayang ini, Hmmm.”


Empat puluh lima menit kemudian, pijatan pijatan mesra dari tangan mantap Johan pun akhirnya membuat kekasih cantiknya itu tertidur pulas hingga hanya nafas lembutnya saja yang terdengar. Kemudian Johan pun menghentikan pijatan lembut itu dengan terlebih dulu memakaikan baju tidur serta celana da lam untuk Lona agar tidak kedinginan.


...Dreamy Internasional School....


15.00


"He se mok heeyy mentang-mentang cantik trus lo bisa seenaknya sendiri, pura-pura nggak denger panggilan gue gitu? heeyy denger dongg, lo ngeliat siapa sih tar jereng baru tau rasa Lo! Di cari cowok Lo tuh si Arsen, udah nungguin Lo dari tadi." Nora sang sahabat dari cewek tercantik di Dreamy Internasional School berkelakar.


"Ahh diem Lo! eehh jangan ngalangin pandangan gue dong Jum, minggir!"


"Lo tuh masih aja jadi secret admirernya kakel (kakak kelas) itu, hey dia kan cuma cowok miskin, walau kakaknya artis terkenal tapi Lo tau nggak sih keluarganya kan bermasalah gitu, masa kakaknya artis terkenal tapi adeknya dibiarin kerja serabutan begitu ya emang ketampananmu paripurna sihh cuma kan mana boleh Lo pacaran ama doi, secara Lo cewek sempurna dari keluarga terhormat, konglomerat nggak ada cacat sama sekali.. kalo ngebahas tentang keluarga Lo tuh perfect banget pokonya.


"Bawel banget sih Jum! ihh minggir gue tuh harus ngeliat mood booster gue lewat kalo jam segini kan dia jaga di cafe depan."


"Sejak kapan sih Lo suka ma doi Mok? kalo ketahuan Arsen gimana?"


"Iihh bukan pacar sok ngaku-ngaku pacar! Emangnya siapa yang mau jadi ceweknya? dia aja yang suka koar-koar ke mana-mana kalo kita berdua pasangan kekasih, denger ya Jum gue ama Arsen itu udah temenan dari kecil, bokap nyokapnya Arsen tuh sohibnya bokap nyokap gue jadi ya gue juga nggak bisa nggagep dia lebih dari temen."


"Terus kenapa dia bilang lo tuh udah jadi jodohnya dari lahir?"


"Yah bonyok emang ngejodohin kita gitu deh, tapi kan gue nggak mau dan nggak akan bisa ngerubah perasaan pertemanan itu sampai kapanpun juga."


"Tuh cowok idaman lo lewat, bisa gitu ya? emang sih damage nya dapet banget, dia bisa se se xy itu pakai baju sekolah pun berasa jalan di catwalk aja. auranya beeehhh."


__ADS_1


"Heh Jum elap dulu iler lo tuh! asal lu tahu, Dia cuma buat gue, gue nggak peduli seburuk apa pun ocehan orang tentang dia gue harus bisa ngedapetin dia, bagaimanapun caranya."


"Meskipun dia miskin dan bermasalah? Dan tanpa restu bonyok Lo?"


"Gue nggak peduli Jum! tuh liat, doi udah gawe tuh, yuk, balik."


"Ke Arsen?"


"Ogah ah males gue! gue bawa mobil sendiri, yuk, Lo mau nebeng gue atau naik taxy?"


"Nebeng Lo lah Mok, gue kan nggak bisa hidup tanpa Lo gitu!"


"Cih jijik gue, gue masih doyan lontong ya! ya udah kalo gitu Lo nggak gue pulangin dulu, karena gue mau nyamperin doi, kalo Lo buru-buru Lo naik taxy aja, gue mau dandan dulu yang cakep trus berangkat deh ke sonoh cafe tempat doi kerja!"


"Yee gue kan sohib dunia akhirat Lo gitu! ya kalee gue tega ngeliat sohib gue berjuang mengejar cintanya sendiri, ya nggak?"


"Oke dehhh."


...Toss...


Mereka berdua pun pergi dari Dreamy Internasional School dengan mengendarai mobil sport milik Kimberly bersama-sama.


"Poy ikutin Kimberly pergi kemanapun! laporin ke gue hasilnya, dasar brengsek jadi dia suka Ama si ban gsat miskin itu, cuih.. modal tampang doang kok bangga!" perintah Arsen pada Kapoy salah satu anggota geng motornya yang juga satu sekolah dengannya.





"Jer elo tuh nggak nyadar juga, tiap hari tu si Kimberly cewek tercantik di sekolah kita, nungguin elo keluar kelas dan ngeliatin lo jalan sampe lo masuk ke cafe ini, elo pura-pura nggak tau ya? apa pura-pura bego?" ucap Damien.


"Hmmm." Jeremy yang diikuti juga oleh sahabatnya yang bernama Damien pun menanggapi hal itu dengan ehem an saja, karena sejatinya Jeremy sebenarnya sudah terbiasa dengan perhatian para gadis-gadis yang menggilainya karena penampilan fisiknya yang terlalu paripurna untuk disandingkan dengan lelaki lain seumurannya yang tidak setampan Jeremy tentunya walau mungkin nasib mereka yang lebih beruntung yang terlahir dengan sendok emas di tangannya.

__ADS_1


"Kok cuma ehem doang?"


"Elo mau jadi pengunjung cafe atau mau jadi temen gue, kalo Lo mau jadi temen, mending Lo tunggu gue di warnet sebelah, kalo Lo mau jadi pengunjung cafe, ya Lo pesen sekarang juga? nih menunya daripada gue di maki Ama manager gue gara-gara ada makhluk kaya Lo yang ngintilin gue dari tadi."


"Yeee iye iye gue pesen, gue kan sambil tunggu kakak gue ngejemput gue gitu, gue order Caramel Machiato deh satu."


"Baik pak ada pesanan lain?"


"Lagak Lo, udah Sono buatin!" usirnya pada Jeremy dengan pengunjung yang rata-rata gadis centil pelajar pengejar cinta Jeremy.


"Hmm pantes niihh, si idola remaja masa kini demen banget kerja disini, lah tiap hari kayak jumpa fans begini, ck.. ck.. ck.." Demian pun melihat suasana cafe seketika ramai setelah pemuda tampan itu masuk shift di sore ini.


...Tring.. Tring.....


"Order bapak Demian silahkan bisa diambil di depan, heh Lo tuh jangan komentar yang nggak-nggak, tar pelanggan gue pada kabur." panggil Jeremy pada Demian.


"Hmm kayak iye bocil-bocil ini bisa kabur, elo kabur dulu tuh! tar mereka pasti kan pada ngikut kemana pun Lo pergi? emangnya mereka kemari buat nongkrong di cafe ini? Lo nya aja yang nggak peka, tuh mereka nih pada nangkring disini ya mau ngecengin elo!"


"Ssttt, pergi Lo minggir! silahkan kakak mau pesan apa?"


"Kita masih adek adek kok kak, hehe, mau minta no ponsel kakak, boleh nggak?"


"Oww niihh kalo mau chat bisa ke nomer WhatsApp ini?"


"Serius ini nomer kakak?"


"Yah ini nomor wa cafe, silahkan next." ucap Jeremy mempersilahkan antrian pengunjung di belakang gadis tadi.


"Udah catet aja tar kan cowok itu yang jawab chatnya, lalu siapa lagi? dia kan sendirian nih jaga cafenya ya nggak?"


Demian sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah cabe-cabean, masih se muda itu sudah bisa mengejar cinta si waiter tampan.


"Makan tu nomer Mimin operator dasar bocil!" geram Demian yang sampe kebingungan melihat tingkah polah cabe-cabean dari SMP dan SMA yang memadati tempat duduk di cafe itu.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2