
Part yang paling menegangkan di dalam novel: #Terjebak_Kawin_Kontrak_Tuan_Muda_Arab
Gila, kan, idenya?
*****
Hari berganti hari, malam ini sudah hampir dua malam Sultan meninggalkan Maymunah di Apartement Faisal.
Seperti malam sebelumnya, malam ini juga Maymunah tak bisa tidur, udara panas has kota Jeddah masih terasa menyengat, walaupun AC dinyalakan.
Karena bulan ini adalah bulan July, di mana daerah yang mempunyai empat musim kini sedang mengalami musim panas.
Pada bulan -bulan ini, Kota Jeddah dan Mekkah sedang berada dalam masa yang sangat panas karena kedua kota ini memang dikelilingi gurun pasir.
Malam sudah larut, tapi Maymunah tetap tak bisa tidur.
Tring..
Maymunah segera membuka pesan masuk di ponselnya.
Benar saja, Sultan mengirimkan chat menanyakan kabarnya.
[Lagi apa sayang?]
[ Lagi kepanasan, ya Allah, panas sekali malam ini, aku sudah menyalakan AC tapi tetap saja terasa panas.]
[Kalau begitu coba lihat ini, pasti kamu akan merasa adem]
Sultan mengirimkan potonya

[Gimana? adem belum?]
[🙄]
[makin panas, malah]
Sultan membalas dengan emot tertawa.
Setelah selesai membalas chat Sultan, Maymunah kembali merenung.
" Ya Allah, panas sekali malam ini.
Aku jadi teringat kisah Nabi zaman dulu, dulu di kota Mekkah belum ada AC, rumah dan pohon juga jarang ada, entah bagaimana beliau-beliau itu melalui hari-hari mereka di gurun gersang ini. Apalagi kalau bulan July ini bertepatan dengan saat Romadhon tiba..
Ya Allah, pasti panas sekali waktu itu. Tapi mereka lebih toat dari kami yang hidup pada zaman serba enak ini ya Robby.
Ampuni kami ya Allah,"
gumam Maymunah dalam hatinya sambil memandang ke arah luar apartement lewat jendela yang ada di ruang tamu.
Maymunah masih merenung di jendela, saat ia mendengar suara pintu Apartemen dibuka dari luar.
Cekl
Maymunah tersentak dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Astagfirullah, Faisal?"
__ADS_1
Mata Maymunah terbelalak tajam ketika melihat ke arah pintu, Ia melihat Faisal masuk dengan sempoyongan.
Untungnya Maymunah tetap memakai kerudunnya meski sendirian.
"Dasar wanita ******! jadi kau menungguku? ha ha," ujarnya sambil mendekati Maymunah.
"Stop Faisal! jangan maju lagi. Pergilah!" teriak Maymunah lantang.
"Ha ha , aku akan pergi setelah kau melayaniku, jangan hawatir, aku akan memberi uang banyak dan aku tak kan mengatakan pada Sultan haha," ucap Faisal sambil terus mendekat ke arah Maymunah.
Maymunah segera beringsut dan kabur ke arah kamar tidur kemudian segera mengunci pintu dari dalam.
Brug
ceklek
"Hah ... hah ... hah ...ya Allah bagaiamana ini?" keluh Maymunah dengan nafas tersengal-sengal setelah ia berada dalam kamar.
Dug ... dug ... dug
Di luar pintu, Faisal terlihat menggedor pintu kamar itu dengan keras sambil berteriak.
"Buka! buka pintunya! layani aku!" teriak Faisal.
Maymunah semakin ketakutan.
"Aku harus menelfon Sultan sekarang" Maymunah segera menelfon Sultan, tapi karena di sana Sultan sedang bersama ibunya, Ia tak dapat mengangkat telefonnya.
" Ya Allah..Sultan Gak mau ngangkat telponnya, sebaiknya ku chat saja"
Dengan ketakutan, Maymunah segera mengirim chat pada Sultan.
Chat Maymunah sudah terkirim,, namun belum dibaca juga.
Brakk
Belum sempat Maymunah menulis banyak, pintu sudah didobrak oleh Faisal.
"Innalillahi, dia berhasil membuka pintu ini, gimana ini?" batin Maymunah, kebingungan.
"Ayolah Maymunah, percuma kau membantah, Sultan tak akan datang hari ini. Dan jika kau berencana akan membunuhku, kau akan dihukum Qisos." Faisal terus berusaha merayunya.
"Tutup mulutmu! pergilah dari sini!" teriak Maymunah lantang.
"Aku akan keluar tapi setelah kau layani aku,"
ujar Faisal sambil berusaha menubruk Maymunah, untungnya Maymunah segera berkelit dengan menghindar ke samping.
Setelah berhasil menghindar, Maymunah segera berlari ke luar kamar menuju pintu keluar.
"Hos ... hos ... hos .
Ya Allah, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?"
Klek ... klek ...klek..
Maymunah berusaha membuka pintu keluar itu tapi sayangnya pintu itu terkunci dan kuncinya berada di tangan Faisal.
"Bagaimana ini, pintunya terkunci dan kuncinya di tangan Faisal, aku harus kemana? Ah, kamar mandi, sebaiknya aku kesana," racaunya sambil segera berlari ke arah kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1
"Ya Allah, selamatkan hamba ya Robby, berilah hamba petunjuk untuk menghadapi laki-laki biadab itu. Bagaimana ini, kalau aku melawan dia dan melukainya seperti Sultan dulu, aku takut dipenjara, tapi kalau aku tak melawannya, aku takut akan dicelakai oleh laki-laki itu," lirihnya dalam hati sambil sesegukan.
Entah dari mana datangnya ide aneh itu, tiba tiba saja terbersit di benaknya sebuah ide gila yang sangat aneh dan jorok
Dug ... dug ... dug..
"Buka pintu! Hei perempuan ******, ayo buka pintunya!" Teriak Faisal dari luar kamar mandi sambil menggedor pintu.
Sementara Maymunah, di tengah ketakutannya ia segera melaksanakan ide gila yang terbersit di benaknya.
Sejurus kemudian, Faisal segera mendobrak pintunya.
Brakk
Faisal berhasil mendobrak pintu kamar mandinya.
Setelah melihat Faisal masuk, Maymunah segera mendorongnya hingga jatuh tersungkur.
Setelah Faisal tersungkur , Maymunah segera menyiramkan air merah kental yang berbau amis menyengat itu.
Byuur gubras..!
"Aww...huek huek huek.. " Faisal muntah seketika saat cairan merah yang berasal dari rendaman pemb*lut wanita itu mengenai kepalanya dan terminum olehnya.
"Rasakan itu laki-laki bajingan, kamu pantas meminum cairan kotor itu .." Ujar Maymunah sambil segera berlari keluar kamar mandi dan menguncinya dari luar.
Maymunah jatuh merosot di balik pintu. Ia terduduk lemas sambil menangis sesegukan "Astagfirullah..astagfirullah..Astagfirullah..Ya Allah, ampuni hamba ya Allah! hamba tak bermaksud membuat dia meminum darah itu, tapi tak ada cara lain. Kalau hamba tak melakukan ide gila itu, dia bisa mencelakai hamba."
Maymunah terus menangis sesegukan, Sementara itu Sultan yang baru membaca chat dari istrinya itu kini terlihat mondar mandir di dalam kamarnya.
Ia berkali-kali menghubungi nomor Maymunah, tapi nomornya tak aktif karena memang ponsel Maymunah terlempar saat ia di kejar Faisal.
"Sayang, kenapa jawwal mu gak aktif sih, aku harus bagaimana sekarang? Ah, aku telfon Faisal saja, tadi, kan, Maymunah sempat menulis kata Faisal."
Setelah teringat nama Faisal, Sultan segera menelfon sahabatnya itu.
"Hallo Faisal, kamu di mana?" tanyanya setelah faisal mengangkat telponnya karena memang Faisal selalu menaruh ponsel di kantong jubahnya.
"Sultan, cepat kemari ! Aku dikurung istri jalangmu itu, cepat! "
jawab Faisal di seberang telfon sana.
"Halo halo faisal" Sultan masih mau bicara, namun sambungan sudah terputus.
"Sial, sambungannya terputus.
Aneh sekali, tadi Maymunah yang bilang dia dalam bahaya, tapi sekarang Faisal yang di kurung Maymunah ? Oh aku faham, ini kejadiannya seperti waktu itu. Pasti si keparat Faisal ingin mencelakai Maymunah, dan Maymunah bisa melawan sampai dia mengurungnya dikamar mandi. Dasar Srigala berbulu domba, berani sekali dia melecehkan istriku.
Dan Maymunah ...
kamu hebat sayang. Ah, sebaiknya aku segera kesana. Maymunah pasti ketakutan dan Faisal, takutnya dia mati di kamar mandi, nanti Maymunah akan terkeNa masalah lagi. " Gumam Sultan seorang diri. Ia segera menyambar jaket dan kunci mobilnya dan langsung melesat melajukan mobilnya menuju kota Jeddah.
********
********
Mohon maaf readers 😁.
Dalam bab ini ada kata-kata yang mungkin terdengar jorok 😁.
__ADS_1
Mohon di maklum, ide gila itu muncul tiba tiba karena saking gemesnya sama penjahat kelamin.