Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Hamil


__ADS_3

Hari berganti hari, seminggu sudah berlalu dari acara pertunangan Sultan dan Sumayya, tapi Sultan belum bisa kembali dari Emirat.


Bukan hanya demi bisnis ia berada di sana, ia sengaja menghindar dari ibunya agar nanti ibunya menggagalkan pernikahannya dengan Sumayya.


Walaupun hatinya merasa gelisah dan rindu dengan Maymunah , tapi ia tetap bertahan.


Saat ini Sultan sedang menikmati indahnya pemandangan di salah satu pantai di Dubai.


[ Sayang, kamu lagi apa?] sent.


Sultan mengirim chat pada Istrinya.


[Sayang, aku kirim tiket ya, aku kangen banget ni. Lihat! aku sedang di pantai, tapi rasanya hampa karena aku cuma sendirian ni] Sent.


Beberapa kali Sultan mengirim chat, tapi karena ponsel Maymunah berada di dalam kamar, Maymunah tak tau kalau Sultan menghubunginya.


"Sepertinya dia sedang sibuk di dapur. Sebaiknya aku segera bersiap untuk meeting sekarang" Sultan bergumam sendiri.


Sementara itu Maymunah, ia memang sedang sibuk di dapur. Ia baru mulai memasak, tapi baru saja dia menggoreng bawang, dia tiba-tiba merasakan perutnya seperti di aduk -aduk .


"Hoek hoek" Maymunah berlari kearah watafel dan berusaha memuntahkan àpa yang mendorong ingin keluar dari perut nya, tapi anehnya, hanya air kecut yang keluar dari kerongkongannya.


"Mae, kamu kenapa?" Tanya Susi yang baru datang di dapur.


"Entahlah teh, aku mual banget. Mungkin masuk angin karena Ac nya terlalu dingin, dan sekarang kàn mulai ganti musim, apalagi di Thaif kan udara nya dingin kaya gini " Jawab Maymunah sambil segera melanjutkan masakannya.


Tapi anehnya , ia kembali merasakan mual yang teramat sangat ketika ia mencium bau bawang yang sedang digoreng.


Dengan menahan mual yang teramat sangat, ia akhirnya berhasil memasak. Setelah selesai, ia segera menyajikan makanan ke ruang makan.


Tapi saat ia berpapasan dengan Ummi Fathmah yang memakai parfum misik, lagi-lagi Maymunah merasakan mual yang teramat sangat dan ia pun kembali muntah.


"Hoek hoek.." Maymunah berlari ke kamar mandi dan muntah.


Ummi Fathmah yang merasa heran, segera mendekatinya.


"Maymunah, kamu kenapa? apa kamu sakit? " Tanya Ummi Fathmah cemas.


"Saya masuk angin , Ummi. Mungkin karena cuaca menjadi semakin dingin" Jawab Maymunah sambil mengelap wajahnya dengan tisu.


"Baiklah, nanti sore kamu akan aku antar ke rumah sakit. Sekalian aku juga mau periksa" Ujar Ummi Fathmah.


"Baik Ummi. Kalau begitu saya permisi dulu "


Setelah Maymunah selesai menghidangkan makanan untuk mertuanya , dia juga menyiapkan makanan untuk temannya.


"Mae, kenapa kamu cuma makan salat yang kecut itu? aneh..biasanya kamu gak suka yang kecut, kok sekarang jadi suka?" Tanya Susi.


"Ya teh, Mae juga gak tau. Kok pengen makan yang kecut gini " Jawab Maymunah sambil memakan salad dengan lahapnya.


"Mungkin kamu hamil, tadi kan kamu muntah juga " Sahut lilis sinis.


Deg..


Glek..


uhuk uhuk


Maymunah terbatuk -batuk karena tersedak salad, saat ia mendengar kata Hamil.


Wajahnya kini berubah memucat.


"Ya Allah, apa benar saya hamil? Bagaimana ini..?" Tanyanya dalam hatinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat takut, biasa aja kali. Kalau kamu gak hamil, ngapain ketakutan?" Sindir Lilis sekali lagi.


"Hus ! Lilis, kamu ini bagaimana sih? kalau ngomong jangan sembarangan. Ayo makan!" Bentak Susi menimpali Lilis.


Sementara itu di Dubai, Sultan yang sedang makan siang bersama koleganya, tiba-tiba muntah saat mencium bau Parfum salah satu koleganya yang hadir di sana.


"Hoek hoek Ya ampun, ķenapa baunya menyengat banget, parfum apa yang dia pakai " Sultan muntah sambil menggerutu memaki temannya.


"Maaf, kalau boleh tau, anda pakai parfum apa, kenapa baunya terasa menyengat?" Tanya Sultan pada koleganya, hingga membuat koleganya merasa tak nyaman.


Dia segera membuka ponselnya dan memperlihatkan parfum merek apa yang ia pakai.


"Ah maaf, padahal itu parfum kesukaanku, aku kebetulan juga bawa tapi belum ku gunakan. Akhh tapi kenapa sekarang baunya terasa aneh" Sultan meminta maaf pada temannya.


Ia masih tak faham, kenapa dua hari terakhir ini dia merasa dunia nya sangat aneh.


Hari berganti sore, Ummi Fathmah memanggil Maymunah karena ingin mengajaknya ke dokter.


Dengan perasaan tegang, Maymunah terpaksa menuruti mertuanya untuk periksa.


"Kapan terakhir kamu mens?" Tanya dokter pada Maymunah saat mereka sudah berada di ruang dokter.


"Sekitar 2 minggu lalu, tapi anehnya cuma sedikit. Cuma plek coklat aja dan setelah itu gak keluar lagi." Jawab Maymunah dengan gugup.


"Kalau begitu, kamu harus cek urin!" Titah dokter itu seraya memberikan botol plastik yang kosong pada Maymunah.


Setelah urin Maymunah di cek, Dokter kembali memanggil Ummi Fathma tanpa memanggil Maymunah.


"Apa pembantu anda punya suami?" Tanya dokter itu pada Ummi Fathmah, membuat Ummi Fathmah kebingungan.


"Setau saya dia gadis, tapi nanti saya tanya. Memangnya kenapa, dok?" Ummi Fathmah balik bertanya.


"Silahkan lihat hasil cek urinnya"


Ummi Fathmah segera mengambil kertas yang diberikan dokter, Matanya membulat sempurna ketika melihat hasil lab itu menyatakan bahwa Maymunah sedang hamil.


"Iya, dan menurut perkiraan kami, usia kehamilannya sekitar tiga minggu lebih" Jawab dokter itu.


Ummi Fathmah terkulai lemas di hadapan dokter.


"Ya Allah, dia hamil dengan siapa? jika tiga minggu, itu artinya bukan hamil dari Indonesia, tapi dia hamil di sini, karena dia sudah dua bulan lebih kerja di rumah kami" Ummi Fathmah bergumam sendiri, namun masih bisa didengar oleh dokter.


"Tanyakan saja pada orangnya" Titahnya.


Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju ruang tunggu dan mengajaknya pulang segera.


"Apa kau punya suami?" Ummi Fathmah tiba-tiba bertanya saat mereka di perjalanan.


Maymunah tersenyum kikuk, ia bingung harus menjawab apa, karena kalau ia mengaku sebagai istri Sultan, mertuanya pasti tak mungkin percaya, kecuali Sultan sendiri yang mengatakan.


"Iya, Ummi. Sebelum saya berangkat kerja, saya sempat menikah dulu di negara saya" Jawab Maymunah dengan hati-hati.


"Lalu suami mu, di mana? di negaranya atau kerja di sini " Ummi Fathmah bertanya lagi. Kali ini Maymunah benar-benar kehabisan stok kata untuk berbicara dengan mertuanya. Dia hanya mampu tertunduk dan diam.


Setelah mereka sampai di rumah, Ummi Fathmah segera memanggil anak-anaknya karena ingin berbicara tentang status Maymunah.


"Lihat ini dan baca baik-baik" Titah Ummi Fathmah pada anak anaknya yang hadir di situ.


Semua anaknya hadir kecuali Wasim dan Ahmad. Wasim pergi ke kota lain karena mendapat tawaran mengajar di Universitas ternama di sana. Sedang ahmad sedang keluyuran bersama temannya.


Mata anak -anak Ummi Fathmah terbuka seketika, mereka terperangah melihat hasil lab dan nama pemilik data itu.


"Apa ini gak salah, Ummi. Ini Kok Maymunah bisa hamil, bukannya dia gadis ya. Dan walaupun sudah menikah, harusnya umur kandungannya sudah 3bulan."Tanya Ibtisam dengan keheranan.

__ADS_1


"Kalau begitu biar Ragad saja yang panggil dia biar kita tanyai tentang apa yang terjadi."


"Panggil semua pembantu itu kesini" Titah Syifa.


Ragad bergegas memanggil para pekerja. Setelah nya Maymunah dan temannya segera menghadap Ummi Fathma.


"Sekali lagi Aku tanya padamu, Apa suami kamu di sini?"Tanya Ummi Fathmah tanpa basa basi.


Maymunah cuma menunduk.


"Ummi, memangnya ada apa gerangan?" Tanya Lilis berusaha mencari muka.


Ummi Fathma segera menyodorkan surat dari dokter ke depan Maymunah.


Maymunah menjadi lemas seketika, saat membaca surat dari dokter itu.


"Sudah ku duga, dia benar hamil ternyata " Ujar Lilis dengan senyum mencibir.


"Apa kamu tau sesuatu tentang kehamilannya?" Tanya Ummi Fathmah pada Lilis.


" Saya tidak tau dengan siapa dia hamil. Lagian dia ini kan wanita murahan, mungkin dia mengandung anak banyak orang" Sindir lilis. Maymunah menoleh kearah Lilis dan menatapnya tajam.


"Astaggfirullah, maaf. Saya bukan wanita yang seperti dia gambarkan, Ummi. Ini anak suami saya, saya tidak berzina" Maymunah menjawab dengan tegas, membuat semua orang terhenyak.


"Lilis, apa kamu punya bukti?" Tanya Syifa menyela pembicaraan mrreka.


Lilis mengangguk dan segera menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan poto Maymunah yang sedang di beri uang oleh Sultan ketika di dalam dapur.


"Lihat, Ummi. Dia menggoda Sultan dan brani meminta uang dari Sultan "


Mata Ummi Fathma berubah memerah, wajahnya yang sudah agak keriput itu memerah kehitaman ketika melihat poto sultan sedang menyerahkan amplop pada Maymunah.


Seketika Ragad bangun dan..


plakk


Ragad menampar wajah Maymunah yang sedang tertunduk dan tak melihat kalau Ragad mendekat dan akan memukulnya.


"Aww..Ragad , kenapa kau menamparku? " Tanya Maymunah sambil meringis kesakitan.


"Itu pantas kau terima, karena kau sudah berusaha menggoda kakakku" Ujar Ragad penuh keangkuhan.


"Aku "


Belum sempat Maymunah mengatakan sesuatu, Ragad sudah kembali memberondongkan dengan kata-kata pedas.


"Jangan coba mengelak, aku yakin Sultan juga tidak akan menggodamu, kalau kamu tak menggodanya"


"Dengar Maymunah! katakan siapa ayah bayi itu? kalau kau terus terang, aku akan membelikan tiket untukmu agar kamu pulang. Tapi kalau kau tak mau memberi tahu, maka kami akan melaporkanmu ke polisi" Kini giliran Ummi Fathmah yang bertanya. Namun Maymunah tetap membisu karena ia bingung harus berkata apa.


"Ummi, lihat ini! " Lilis tiba -tiba berlari ke arrah Ummi fathmah


Lilis menyerahkan dua amplop dan uang dua ribu riyal .


"Lihat ini uang yang di kasih oleh Sultan padanya"


Ujar Lilis sambil menyerahkan amplop.


Ummi Fathma segera membukanya dan matanya terbelalak ketika melihat uang yang cukup banyàk, dua amplop itu masing-masing berisi 5000 riyal.


"Maymunah, aku tak menyangka bahwa kau ini hanya prmpuan murahan." Bentak Ummi Fathmah.


"Sekarang juga aku akan membawamu ke kantor polisi. Seret dia sekarang juga! " Titahnya pada Lilis yang bersorak gembira karena berhasil mengompori Ummi Fathmah.

__ADS_1


Lilis segera mendekat kearah Maymunah berusaha menyeretnya, namun Maymunah menepisnya.


"Lepaskan! saya gak salah, ini memang anak Sultan , tapi saya tidak berzina ..karena kami sudah menikah " Ucap Maymunah dengan suara lantang, membuat mereka yang ada di situ tertawa karena bagi mereka itu hanya lelucon.


__ADS_2