
Maymunah segera memasuki mobil yang akan dibawa oleh Supir.
Supir yang berasal dari Bangladesh itu tersenyum menyeringai ketika melihat Maymunah memasuki mobil.
"Hai Habibi, apa kabar?" sapa laki-laki berkulit coklat itu. Dia memang sejak pertama selalu mengincar Maymunah, tapi karena tak ada kesempatan, maka ia tak berani.
Maymunah hanya diam membisu dan berpura-pura tidur.
Sedetik kemudian, ponsel supir itu berbunyi. Larena ia mengira Maymunah tertidur, supir itu menekan pengeras suara sehingga suara dalam telefon itu terdengar jelas oleh Maymunah.
"Hallo, kamu harus laksanakan tugasmu. Buat dia pingsan, bawa dia ke hotel atau kamar supir, setelah itu lakukan apa yang kalian inginkan, dan ambil poto ketika dia tidur dengan kalian. Setelah itu kirim padaku "Ucap orang yang menelepon sang supir itu terdengar dengan jelas oleh Maymunah.
Deg..
Ulu hati Maymunah terasa nyeri mendengar perkataan orang itu, Ia sangat mengenali suara yang berbicara di seberang sana.
"Itu suara Ragad, Astaggfirullah, apa mereka sejahat itu? Ya Allah, lindungi hambaMu ini dari tipu daya mereka" lirih Maymunah dalam hatinya.
Entah kenapa, tiba -tiba perutnya terasa keram luar biasa.
"Ahhh, perutku sakit sekali. Hei, tolong bawa aku ke klinik!" seru Maymunah pada supir itu.
Supir itu terlihat kebingungan antara membawa Maymunah ke rumah sakit, atau ke rumahnya.
"Ayo antar aku ke klinik! apa kau ingin aku mati di sini? kalau aku mati, kau akan di penjara karena Sultan tak akan melepasmu!" ujar Maymunah sambil tetap memegangi perutnya.
"Akhh ya, sudah. Aku akan antar kamu ke klinik." Akhirnya supir itu membawa Maymunah ke klinik terdekat.
Dengan tertatih-tatih, Maymunah segera masuk ke ruang dokter.
"Dokter, saya mohon tolong saya! Saya dalam bahaya dok!" mohon Maymunah pada sang dokter ketika berada di ruang pemeriksaan.
" Ya sudah, ayo berbaring!" titah dokter itu tak memahami maksud Maymunah.
"Dok, saya cuma keram perut karena saya sedang hamil. Saya ingin meminta pertolongan, saya dibawa oleh Supir, namun supir itu berniat mencelakai saya, jadi saya minta pertolongan dokter.
Dokter itu terbengong.
"Maaf , sepertinya nona salah alamat. Kalau nona ingin mendapat pertolongan atau perlindungan, sebaiknya ke kantor polisi, bukan ke klinik," ujar dokter itu.
"Aduh, dok, supir yang membawa saya itu yang jahat, kalau saya meminta dia ke kantor polisi, mana dia mau."
"Ya, terus saya harus gimana?"
Dokter itu bertanya lagi.
"Saya mau nelepon KJRI di Jeddah, saya ingin meminta mereka menjemput saya dia di sini."
"Ya udah, ambil ini dan telfon lah jangan lama lama," tukas dokter itu kesal.
"Maaf, Dok, saya gak punya nomornya, bisa gak kalau dokter mencari di google tentang alamat dan no hp KJRI Jeddah?"
Dokter itu melotot tajam ke arah Maymunah, karena merasa dipermainkan.
Namun, tak lama kemudian, ia segera membuka laman google dan mencari alamat serta no hp KJRI.
__ADS_1
Setelah ia selesai, ia memberikan ponselnya pada Maymunah.
"Hallo , apa saya bisa bicara dengan Pak Fawaaz, beliau salah seorang staf di KJRI Jeddah. Saya adalah teman Fawaaz, nama saya Maymunah." Maymunah menyapa orang yang di seberang sana.
"Hallo, apa kamu Mae,? kamu kenapa?"
Suara Fawaz menjawab telefon.
"Iya kak. Bisa gak, Kakak datang ke lokasi saya berada, saya dalam bahaya Kak. Nanti saya share lokasinya."
Setelah selesai menelfon, Maymunah mengembalikan ponsel dokter itu.
"Sekarang sudah selesai, kan? silahkan keluar sekarang!" titah dokter itu.
"Dok, tolong biarkan saya di sini sampai orang KJRI datang, saya takut kalau saya ke luar dari sini"
"Akhh ya sudah, duduk di situ!"
Dengan perasaan lega, Maymunah menuruti dokter itu.
Sementara itu di Dubai, Sultan yang yang sedang berada di Lobby Hotel, tiba-tiba merasakan keram yang teramat sangat di bagian perutnya.
"Ya Allah, ada apa ini, kenapa perutku keram sekali?. Dan ..ahkhh kepalaku pusing," rintih Sultan sambil memegangi perutnya.
Ia bermaksud bangun, tapi entah kenapa dia malah terjatuh dan akhirnya terasa gelap gulita.
Sultan ambruk ke lantai , hingga membuat para pengunjung hotel itu terkejut dan segera bergegas menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.
"Maymunah, Maymunah, jangan sakiti istriku! Hei, berhenti! Berhenti!.." Sultan terus berteriak mengigau di tengah pingsannya.
"Ya Allah, saya ada di mana? Mana istri saya?" tanyanya spontan .
"Tenanglah, anda ada di rumah sakit. Tadi Anda pingsan dan dibawa orang kesini," tutur dokter prempuan itu dengan bahasa Arab yang blepotan, karena ia bukan Arab.
Sultan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi.
"Astaggfirullah, aku ingat, sekarang aku masih Di Dubai. Dok, lalu saya sakit apa ya? Kenapa akhir-akhir ini saya seperti merasakan sesuatu yang aneh pada diri saya?" tanya Sultan setelah ia sadar ia berada di Dubai.
"Sejauh ini saya belum menemukan penyakit apa-apa, jadi tolong ceritakan apa yang anda rasakan."
Sultan segera menceritakan semua yang ia rasakan.
Mendengar penjelasan Sultan, dokter itu malah tersenyum.
"Hmmm jadi itu yang anda rasakan. Anda sudah beristri?" tanya dokter itu.
Sultan mengernyitkan alisnya karena merasa bingung ditanya soal istri, tapi ia mengangguk.
"Kalau begitu, saya ucapkan selamat untuk anda "
Mata Sultan melotot mendapat ucapan selamat dari sang dokter.
"Anda jangan bercanda dok, saya sakit kok malah dikasih selamat?"
tanyanya keheranan.
__ADS_1
"Iya, karena yang anda rasakan ini bukan penyakit, ini dinamakan sindrom couvad atau kehamilan simpatik. Hal ini biasa di alami pria yang sudah beristri ketika istrinya hamil dan si pria itu terlalu merindukannya atau memikirkannya. Makanya saya ucapkan selamat, atas kehamilan istri Anda."
Sultan melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter.
"Apa dok? maksud dokter, istri saya sedang hamil sekarang?" tanya nya dengan wajah berbinar, Dokter itu hanya tersenyum dan mengangguk.
"Ya Allah, Alhamdulilah aku jadi ayah? aku jadi ayah?" teriaknya kegirangan, namun sedetik kemudian, wajahnya kembali murung saat teringat masalah yang akan dihadapi oleh istrinya, kalau Maymunah ketauan hamil oleh keluarganya.
"Ya Allah, Maymunah, aku harus segera kembali ke Thaif, Maymunah pasti sangat membutuhkanku." Gumamnya dalam hati setelah ia keluar dari ruang dokter.
Ia segera menelpon Maymunah, namun ponsel Maymunah sudah tak aktif.
"kenapa hp mu gak aktif sih, sayang.
Aku jadi cemas. Aku harus hubungi Wasim atau Ahmad!"
Sultan segera menelepon Wasim, tapi sayangnya Wasim sedang berada di luar kota, akhirnya ia menelepon Ahmad, namun Ahmad mengaku sedang tak di rumah.
"Akhh pada siapa aku menelepon, Aku gak tau nomor teman kerja Maymunah."
Karena sangat kebingungan , Sultan segera memesan tiket ke Jeddah.
Sementara itu Maymunah, masih dengan harap cemas menantikan Fawaaz.
Dokter sudah hampir selesai praktek, namun ia masih duduk menunggu Fawaaz.
"Aku sudah mau pulang, apa kamu akan menginap di ruangan ini?" Sindir dokter itu pada Maymunah.
"Maaf dok, saya takut sekali. "
"Akhh ya udah, pakai jasku ini dan pakai masker. Ayo keluar denganku, kau ikut aku ke kosanku!" Ujar dokter wanita itu.
Meski ia terlihat cerewet, dokter itu ternyata baik hati.
Setelah Maymunah memakai Jas dokter, dan masker di mukanya, dia bergegas mengikuti dokter muda itu.
Dengan degup jantung yang tak beraturan, Maymunah berjalan melewati supir yang tadi mengantarnya.
Laki -laki itu terlihat berbicara dengan teman sebangsanya.
"Ayo naik, kalau masih takut, kamu ikut aku saja!" titah dokter itu. Namun, belum sempat ia masuk ke mobil, ponselnya telah berdering, dan ternyata Fawaz yang menelepon.
"Dokter , Saya di depan rumah sakit, anda di mana?" tanya Fawaz.
Maymunah yang sudah melihat Fawaz, segera melambaikan tangannya.
"Assalamualaikum, Mae, gimana keadaanmu?" sapa Fawaz ketika berada di depan Maymunah.
"Alhamdulilah saya baik, Kak. Dokter ini sudah menolong saya," jawab Maymunah penuh haru.
"Ya sudah, saya pergi dulu." Dokter itu akhirnya berpamitan.
"Ayo Mae! Mobil Kakak di sana"
"Kak, tas pakaian saya ada pada supir di dalam, saya takut mengambilnya karena saya dengar tadi dia berniat jahat ke saya. Makanya saya minta tolong dokter tadi"
__ADS_1
"Ok, tunjukan di mana orang itu, biar Kakak yang mengambil. Kamu ikut Kakak sekarang, jangan takut, Kakak akan melindungimu dari orang jahat itu."