Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Hamìl


__ADS_3

Sumayya segera berhambur mendekati Sumayya yang tergeletak di depan pintu.


"Ya Allah, Sumayya..kamu kenapa? Sultan, ambilkan minyak angin di kamar" Titah Maymunah pada Suaminya.


Sultan segera bergegas mengambilkan minyak angin untuk istrinya.


Setelah beberapa menit Sumayya pingsan, akhirnya ia membuka mata.


"Aku kenapa, Maymunah?" Tanya nya setelah ia duduk.


"Tadi kamu pingsan, Ya udah, sekarang kami akan mengantarmu ke dokter ya? Sultan sudah menunggu kita di mobil.


Setelah bersiap sebentar, akhirnya mereka turun menyusul Sultan yang sudah berada di dalam mobilnya.


"Kamu gak naik di depan, Maymunah? " Tanya Sumayya yang melihat Maymunah duduk bersamanya di belakang.


"Aku akan menemani kamu di sini"


"Madam, siapa nama suami madam?" Tanya Suster yang bertugas, setelah mereka sampai di sebuah klinik.


Sumayya gelagapan mendengar pertanyaan suster itu.


"Saya, saya udah bercerai sus" Jawabnya dengan suara pelan.


"Oh ya sudah, mana iqomahnya?"


Setelah selesai mendaftar, Sumayya segera di ajak ke ruang dokter yang kebetulan memang sedang tak ada pasien lain.


"Saya sakit apa dok? " Tanya Sumayya setelah selesai diperiksa.


"Saya ucapkan selamat untuk madam, madam akan segera punya baby"


Jderr ..


"Apa..apa dok? itu tidak mungkin..saya tidak mungkin hamil dok..tidaak" Sumayya tiba-tiba berteriak histeris.


"Sumayya, tenanglah!" Cegah Maymunah


"Bagaimana aku akan tenang..aku tak mau hamil..dokter..tolong gugurin anak saya dok..saya mohon!" Sumayya semakin kencang menjerit..


Sampai Maymunah kewalahan karena takut Sumayya mwncelakai dirinya sendiri.


"Maaf knapa seperti ini..kenapa dia malah merasa takut..?" Tanya dokter itu keheranan.


"Tidak apa apa dok, mungkin karena dia terlalu muda dok" Jawab Maymunah sekenanya.


"Maymunah..tolong katakan pada dokter itu agar mau menggugurkan kandungan ini..cepat!" Sumayya tetap histeris.


"Sumayya istighfar! jangan berkata begitu..ayo kita pulang sekarang, jangan mempermalukan dirimu begini, kalau kamu seperti ini bisa bisa ibumu akan datang kesini" Bisik Maymunah di telinga Sumayya sehingga Sumayya bisa menerima dan mau pulang bersama Maymunah.


"Ada apa dengan Sumayya?" Tanya Sultan ketika melihat Maymunah menuntun Sumayya yang terlihat lunglai.


"Nanti aku jelaskan, sekarang kita pulang saja"


"Kita tidak akan pulang lagi, kita langsung ke rumah Ummi karena tadi Ummi meneleponku menyuruhku ke sana"


"Sumayya, apa kamu siap untuk pergi ke rumah mama?"

__ADS_1


Maymunah bertanya pada Sumayya yang masih terlihat menangis sesegukan.


" Aku tidak tau Maymunah, apa yang harus ku lakukan dengan bayi ini..aku takut...aku malu Maymunah" Teriak Sumayya histeris hingga membuat Sultan telonjak kaget.


"Bayi? maksud nya bayi siapa?" Sultan bertanya keheranan.


"Bayi tidak bersalah, jangan pernah berniat menggugurkannya Sumayya, Kalau kamu membunuh bayi mu, kamu akan menambah dosa"


"Tapi ini memalukan ..aku tidak mau.."


"Sumayya, kamu malu pada siapa? Lebih malu pada manusia atau pada Allah?, Semua sudah terlanjur kamu lakukan, tidak ada cara lain yang bisa kamu lakukan selain bertaubat dan memohon agar Allah memberi jalan keluar yang akan membuatmu keluar dari lingkaran masalah ini"


"Aku tidak tau..aku tidak tau..hu hu hu" Sumayya terus saja histeris.


"Sultan, sebaiknya kamu bawa kami ke apartemenmu yang dekat mama, biar Sumayya tenang dulu"


Sultan setuju dengan usul Maymunah.


Setelah mereka sampai di apartemen itu, Maymunah segera menuntun Sumayya agar memasuki Apartemen, tapi sayangnya ketika mereka mau masuk, Gaida melihat mereka.


"Assalamualaikum Sumayya"


"Alaikum salam, Gaida?"


"Sumayya, kamu kenapa? Dan ini siapa?" Tanya Gaida ketika melihat Sumayya dipapah oleh Maymunah.


"Sumayya, kita masuk dulu. Ayo!" Maymunah mengajak Sumayya masuk, di susul oleh Gaida. Sementara Sultan segera menemui Wasim yang berdiri dibelakang Gaida.


"Sultan, ada apa dengan istrimu? Dan itu Maymunah kan? Kamu membawa keduanya kesini?" Tanya Wasim beruntun.


"Ayo ke apartemenmu, aku butuh pendapatmu" Wasim segera membuka pintu apartemennya yang berada di atas apartemen Sultan.


"Kalau kau tak mau aibmu tersebar, sebaiknya kamu tenang. Jangan membuat Gaida curiga"


Bisik Maymunah, Sumayya hanya mengangguk.


"Kamu Pembantunya Amma Fathmah kan? Sumayya kenapa?" Tanya Gaida yang memang belum tau kalau Maymunah istri Sultan.


"Sumayya sepertinya masuk angin, dia hanya butuh istirahat "


"Apa kamu cuma disuruh kerja dengan Sumayya,? Apa ammah tidak menyuruhmu membersihkan Apartemenku?" Tanya Gaida yang masih mengira Maymunah bekerja di rumah Sultan.


"Saya sekarang tidak bekerja di rumah siapapun, saya hanya membantu Sumayya karena dia sedang sakit."


Gaida terlihat kecewa, tapi ia tak berkata apa apalagi. Dia masuk ke kamar untuk melihat Sumayya.


Sementara itu Wasim dan Sultan sedang membicarakan tentang Sumayya.


Wasim telonjak kaget mendengar cerita Sultan.


Sultan sebenarnya tidak ingin menceritakan aib Sumayya, tapi karena ia hamil, maka ia terpaksa harus berterus terang.


"La haula wala quwwata illa billah, kalau ini ketauhan pemrintah , dia bisa dir*j*m "


"Tapi bukankah ia melakukan itu sebelum menikah?"


"Iya, tapi kan dia sudah menikah sekarang?, sepertinya pemerintah akan mengambil keputusan meraj*mnya, tapi semoga saja bisa dimintai keringanan"

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan? aku sudah menjatuhkan talaq tiga padanya, tapi dia menolak untuk memberi tau ibunya. Tapi masalahnya dia sedang hamil. ini tidak bisa di sembunyikan."


"Ini harus tetap di bicarakan dengan keluarga nya, karena ini masalah nasab. Kalau kamu tidak membantahnya, pasti mereka akan mengira itu adalah anakmu, karena sebulan lalu kamu sudah bertunangan dengannya"


Tutur Wasim.


"Aku memang sudah bertunangan dengan nya saat itu, tapi aku tak pernah bertemu dengannya kecuali saat aqad dan saat resepsi"


Sultan membantah kata-kata Wasim.


"Aku tau, aku bilang, mereka yang akan mengatakan demikian. Jadi kamu harus menyampaikan ini pada orang tuanya.


Adapun, jika ada hal buruk yang terjadi pada Sumayya karena kasus ini, Misal dia akan dilaporkan ke polisi dan dihukum oleh pemerintah, maka itu sudah jadi resikonya dan dia harus menerima semua itu, semoga dengan itu Allah akan mengampuninya"


Sultan akhirnya mendapat pencerahan dari kakaknya itu.


"Baiklah, sekarang kita ke rumah ibu dulu, kita bicarakan ini dengan keluarga kita, dengan kak Muhammad dan yang lainnya." Kata Wasim.


"Ok, sekarang aku akan mengabari Maymunah agar keluar dari apartemen"


Sultan segera mengirim chat pada istrinya.


Sementara itu Sumayya masih saja menangis sesegukan diatas ranjang yang seharusnya menjadi ranjangnya dan Sultan.


"Sumayya, Sultan menyuruh kita agar keluar dan bersiap menuju rumah Ummi Fathmah" Ujar Maymunah pada Sumayya yang masih diam membisu diatas ranjangnya ditemani oleh Gaida.


"Kenapa Sultan justru menghubungimu, bukan Sumayya? Yang istrinya kamu atau Sumayya " Sahut Gaida, dengan nada ketus.


Maymunah tersenyum manis karenanya.


"Sekarang istri Sultan cuma saya" Jawab Maymunah santai, tapi membuat Gaida bengong.


"Apa maksudnya kamu ngaku- ngaku sebagai istri Sultan? " Ketus Gaida.


"Sudah dulu, sebaiknya bantu saudarimu ini agar menuju mobil," Bantah Maymunah sambil segera membantu Sumayya agar bisa berjalan.


"Sumayya, apapun yang terjadi, kamu harus siap menghadapi itu semua, ok?"


Ujar Sultan ketika di dalam mobil.


"Apa kalian akan berterus terang? Tanya Sumayya sambil terisak kembali.


" Iya, sebab sebuah kehamilan tidak bisa disembunyikan, kalau hal ini di sembunyikan dari orang tua kita sekarang, nanti semua orang akan mengira kamu hamil denganku " Jawab Sultan tanpa menoleh ke arah Sumayya.


Sumayya bertambah histeris.


"Ya Allah bagaimana ini..orang tua ku ..aku harus bagaimana?"


Tanya nya di tengah isaknya.


"Kamu minta maaf pada mereka dan kamu juga harus mengatakan pelakunya, agar orang itu tidak merasa menang dengan perbuatannya. Laki-laki itu harus diberi pelajaran agar dia tidak melecehkan kaum perempuan"


Maymunah menimpali.


"Kamu tidak tau Maymunah, kakakku pasti membunuhku, dan aku pasti dilaporkan ke polisi "


Maymunah seakan kehabisan kata-kata ..entah Apa yang harus ia lakukan untuk membantu Sumayya.

__ADS_1


"Aku tidak merasakan apa yang kau rasakan Summaya, tapi aku hanya bisa mengatakan: mintalah pertolongan pada Allah, karena hanya Allah lah yang bisa menolongmu. Percayalah, meski menurut manusia, sudah tidak ada jalan lagi, tapi jika Allah menghendaki, maka Allah akan memberi jalan keluar dari arah yang tidak kita duga sebelumnya. Asal kamu harus yakin" ..


******


__ADS_2