Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Hadiah teristimewa


__ADS_3

Sultan membuka pintu apartemen itu dengan sangat hati hati.


Ia terlebih dahulu masuk untuk melihat Maymunah ada di ruang tamu atau tidak.


Setelah dia rasa aman, dia menyuruh mertua dan adik iparnya masuk satu persatu dan memerintahkan mereka agar tak bersuara.


Bu Irma dan anak anaknya menuruti Sultan, mereka masuk satu persatu tanpa bersuara.


Mereka segera duduk di ruang tamu, sementara Sultan pergi ke kamarnya untuk melihat istrinya.


Sultan pelan-pelan membuka pintu, dilihatnya Maymunah sedang tertidur pulas.


Kemudian dia mendekati istrinya itu dan menciumnya sehingga dia terbangun karena kaget.


"Astagfirullah, Sultaan. Bbb" Teriak Maymunah namun tertahan karena Sultan membekap mulut istrinya itu.


Plak


Plak


"Iih apaan sih pake membekap mulut orang, kamu mau istrimu kehabisan nafas?" Maymunah terus mengomel.


"Udah belum ngomelnya sayang? Kalau udah, sekarang aku mau kasih kamu hadiahnya" Ucap Sultan.


"Hmm gak mau ah, nanti aja. Aku ngantuk, paling juga makanan " tukas Maymunah seraya membaringkan tubuhnya namun segera dicegah oleh Sultan.


"Eh, jangan tidur dulu, ini hadiahnya sangat istimewa, kalau kamu melihat nya , kamu pasti akan terpana dan rasa kantukmu bisa ilang begitu saja" Sultan terus berusaha merayu istrinya..


"Tapi aku ngantuk" rengek Maymunah manja.


Karena istrinya bandel, Sultan segera membopongnya.


Walaupun Maymunah berontak, tapi tetap tak dihiraukan.


Setelah berada di depan ruang tamu, Sultan segera menurunkan istrinya.


"Masuklah! hadiahnya ada di dalam" Titah Sultan sambil mendorong lembut istrinya agar mau masuk.


Dengan malas , Maymunah masuk ke ruang tamu dan..


langkahnya terhenti seketika, matanya membola melihat siapa yang dia lihat di depan matanya.


"Em..em ema.. Ini.. Ini mimpi atau apa? ..Sultaan!" Maymunah berteriak memanggil suami nya , oa masih tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya.


"Iya, sayang..gimana?" Jawab Sultan.


"Mae, ini ema. kenapa kamu gak meluk ema?" Akhirnya bu Irma bicara.


"Ya Allah, ini beneran ema.. ema.. hik hik hik " Maymunah menghambur ke pelukan ibunya.


"Hil hik hik ema.. Naya..Rahmat, Ade..hik hik hik"


" Anaya dan Rahmat ikut menubruk ibu dan kakaknya.

__ADS_1


"Teteh..kami kangen hu hu hu"


Ujar Anaya di tengah isaknya.


Mereka berempat pun berpelukan.


Airmata Sultan menetes begitu saja melihat pemandangan mengharukan di depan nya.


Dengan menahan pengap di dadanya, Sultan mendekati istrinya.


"Sayang " Panggilnya lembut.


Maymunah menoleh dan kembali menangis sambil berhambur ke pelukan suami nya.


"Gimana hadiahnya? apa kau suka?" Tanya Sultan masih dengan posisi memeluk Maymunah.


"Iih teteh kaya anak kecil, nangis kok pake pelik segala " Ledek Anaya.


Bu Irma dan adiknya Maymunah tertawa sementara Sultan masih bengong karena tak faham.


Maymunah menunduk malu.


"Dia ngomong apa sayang" Tanya Sultan.


"Gak ngomong apa apa " Maymunah mencoba berbohong karena merasa malu.


"Dia bilang teh Maymunah kaya anak kecil " Sahut Rahmat menterjemahkan kata-kata Anaya.


"Haha benar banget ..Maymunah memang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu.


Sultan mendekati Rahmat dan Anaya seraya berbisik dengan bahasa Indonesia yang baru saha ia searching dari google.


"Kakak mu tambah galak" Bisik nya di sambut gelak tawa mertua dan adik iparnya.


"Dasar nyebelin, kalian ngetawain aku, ya ?" Tanya Maymunah sambil mencebik manja.


"Hehe mungkin itu bawaan bayi, kan katanya Maymunah sekarang lagi hamil, kan?" Tanya bu Irma.


"Iya, Ma, Mae emang lagi ngisi. Bentar lagi ema punya cucu" Jawab Maymunah sambil mengelus perutnya.


Bu Irma mendekat dan ikut mengelus perut anaknya.


"Sayang, ini nenek. Kamu apa kabar sayang.. yang sehat ya..jagain ema kamu" Ujarnya sambil mengelus ngeliat perut anaknya itu.


"Ya udah, sekarang kalian istirahat dulu. Saya juga belum tidur. Saya tidur dulu ya"


Ujar Sultan berpamitan pada istri dan mertuanya.


"Solat dulu, jangan tidur dulu " seru Maymunah pada suami nya. Sultan tertawa kecil,


"Iya, sayang . Aku solat dulu" Jawab nya seraya pergi ke kamar mandi.


"Rahmat, kamu wudu dulu sana, nanti ikut solat berjamaah sama Sultan " Titah Maymunah pada adik nya.

__ADS_1


"Iya teh. Tapi saya gak bisa solat jamaah sama Kak Sultan, kan dia gak pake doa qunut, saya jadi kagok nanti "Jawab Rahmat.


"Oh, ya udah ..gak apa apa "


"Mae, emangnya suami kamu kalau solat subuh , gak baca doa qunut gitu, emang sah? " Tanya bu Irma keheranan.


"Hehe iya ma, Sultan gak pake doa qunut, karena dia itu mengikuti mazhab Hambali, tapi itu Solatnya sah kok, ma. Kan cuma beda sedikit" Tutur Maymunah.


"Ya udah, kita juga solat subuh dulu, setelah itu kita bikin sarapan dan tidur."


Bu Irma bengong mendengar disuruh tidur setelah solat subuh, karena memang di Indoneisa dan di Saudi mempunyai perbedaan.


"Habis solat kok tidur sih mae,"


protes nya.


"Hehe ..iya kan kita belum tidur, ma. Nanti kalau gak tdur kita ngantuk"


Setelah mereka solat dan sarapan, mereka tidak tertidur , tapi malah melepas rindu dengan berbincang -bincang , saling bertanya tentang keadaan masing-masing.


Tapi Maymunah sama sekali tak menceritakan penderitaan yang di alaminya pada keluarganya. Dia juga tidak bercerita bahwa mertuanya dan iparnya kurang suka dengannya.


Dia hanya menceritakan tentang kebahagiaan nya dengan sultan, tentang liburan dan tempat -tempat wisata yang pernah ia kunjungi bersama suaminya.


"Teh Mae.. " Tiba tiba ade memanggil setelah ia terbangun dari tidurnya.


"Ade sayang..kamu udah bangun ya"


"Teh..ade kangen..kata ema, teteh mau punya dede ya?" Tanya nya polos.


"Iya sayang, sebentar lagi teteh akan punya bayi, sini ..pegang di sini!" Maymunah menyuruh adiknya mengelus perutnya yang masih rata.


Mereka terus berbincang sampai tak terasa , waktu dzhur pun tiba.


Setelah selesai solat dzuhur, Sultan turun untuk membelikan makanan untuk istri dan mertuanya.


"Sayang, nanti kita akan pergi ke KJRI ya, untuk memastikan kapan acara aqad nya bisa kita laksanakan." Ujar Sultan.


"Ok, terus ema dan adik -adik aku?"


"Kita ajak juga, nanti aku ajak ke pantai , biar mereka rekreasi di sana."


Setelah sampai di KJRI , mereka di sambut oleh Fawaz.


"Assalamualaikum bu, masih ingat saya?" Sapa Fawaz mengingatkan bu Irma. Dulu Fawaz pernah berkunjung sebagai ketua osis ke rumah Maymunah saat Maymunah sakit dan tak masuk sekolah.


"Eh kamu Fawaz kan? itu yang dulu pernah ke rumah ema "


Sambut bu Irma ketika sudah ingat.


Ia kembali memandang Maymunah dna Sultan.


Ia teringat bahwa Fawaz pernah berpesan agar ibunya menjaga Maymunah sampai ia dewasa dan akan melamarnya.

__ADS_1


Dan kata kata itu tidak pernah ia sampaikan pada Maymunah.


__ADS_2