
Malam semakin merayap jauh, hawa dingin kota Thaif yang disertai rintik hujan membuat suasana semakin terasa syahdu.
"Sayang, udah siap belum?" Bisik Sultan pada Maymunah yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang ponselnya.
"Siap apa?" Maymunah malah balik bertanya.
"Yah..dia masih bertanya siap apa, aku dari tadi sudah mode on, dia malah santai begitu " Dengus Sultan kesal.
Dia duduk merangsek mendekati Maymunah, Jari jarinya mulai bekerja di punggung istrinya.
Dia menelusuri setiap inci punggung dan tangan Maymunah, membuat Maymunah kelabakan dan meronta kegelian.
"Iih Sultaaaan kamu apa apaan sih..menggelitiki punggungku?" Teriaknya sambil melepaskan tangan Sultan.
"Sayang, ayolah! Kita lakukan itu sekarang? Aku janji akan melakukannya pelan-pelan biar kamu nyaman" Rayu Sultan dengan suara parau.
Maymunah menghela nafas.
" Ya udah, sekarang kita wudu dulu" Sultan terbengong mendengar ajakan Maymunah.
" Sayang, kok wudu sih? aku kan ngajak malam pertama, eh maksudnya malam kedua..aduh Apa nama nya sih? ..ya pokoknya aku ngajak itu..Tapi kok malah kamu suruh wudu sih? Kaya orang mau solat aja"Tanya Sultan kebingungan.
Maymunah berbalik menghadap Sultan dan menaruh telunjuknyà di dada bidang Sultan.
"Ini ni, ini contoh orang yang gak faham tentang tujuan hidupnya" Ujarnya sambil menunjuk nunjuk ke dada Sultan.
"Maksud kamu gimana sayang?"
"Sultan, kita ini muslim, dan seorang muslim itu harus tau pasti apa tujuan hidupnya. Dan tujuan hidup seorang muslim itu harus berkaitan dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Apa kau tau apa tujuan Allah menciptakan manusia?" Sultan hanya menggelengkan kepalanya.
"Tujuan Allah menciptakan manusia itu adalah untuk ibadah, maka kita sebagai muslim juga harus menjadikan ibadah sebagai tujuan hidup kita."
"Apa? Jadi maksud kamu seorang muslim sejati itu harus ibadah setiap saat, gak makan, gak minum, dan gak senang-senang gitu?.." Sultan bertanya dengan polos nya, ia memang tak begitu faham tentang agama, tidak seperti Wasim kembarannya, yang suka menuntut ilmu agama.
"Ya bukan lah, kamu pikir ibadah itu cuma solat dan mengaji serta puasa? Ibadah itu ada dua macam Sultan, Ada ibadah yang hanya berkaitan dengan Allah seperti Solat dan yng lainnya.
Dan ada juga ibadah yang berkaitan dengan muamalat terhadap sesama manusia."
"Nah, karena tujuan kita diciptakan itu untuk ibadah, maka kita harus berusaha menjadikan setiap gerak gerik dan tindak tanduk kita sebagai ibadah.
Maksud nya selain kita harus melaksanakan ibadah solat dan ibadah yang berkaitan dengan Allah, kita juga harus menjadikan dan meniatkan setiap hal baik yang kita lakukan untuk ibadah.
Ya seperti kita makan, minum terus bahkan masuk wc juga bisa kita niatkan untuk ibadah. Terus termasuk juga ketika kita menikah dan melakuakan hubungan suami istri, itu semua bisa kita jadikan dan kita niatkan untuk ibadah."
Sultan tercengang mendengar penuturan Maymunah.
"Maksud kamu ketika kita melakukan hubungan badan, kita akan dapat pahala ibadah ?" Tanyanya dengan antusias.
__ADS_1
"Iya, Jimak atau hubungan badan yang dilakukan oleh suami istri dan dilakukan dengan cara yang benar dan tidak melanggar syariat, itu akan dicatat sebagai ibadah"
"Emangnya ada hubungan suami istri yang melanggar syariat juga, Sayang?" Sultan bertanya lagi.
"Iya, seperti jimak pada saat istri haid, atau nifas. Juga jimak disiangnya bulan Romadhon, Dan jimak yang dilakukan dengan cara binatang, seperti yang dilakukan kaum nabi Luth"
Sultan manggut-manggut mendengar penjelasan istrinya.
Sedetik kemudian, dia tersenyum menyeringai, di kepalanya kini sudah masuk ide, ia mendapat ide agar bisa selalu mengajak istrinya berhubungan badan tanpa menolak.
"Kenapa senyam senyum sendiri?" Tanya Maymunah yang terheran melihat Sultan tersenyum sendiri.
"Hehe.., kalau memang itu termasuk ibadah, bagaimana kalau kita lakukan setiap hari, gimana sayang? biar kita dapat pahala terus" Ujarnya sambil cengengesan.
plak
"Modus mulu kerjaanya"
Maymunah memukul paha suaminya.
"Aww.. kok mukul sih, katanya tadi ibadah?"
Teriak Sultan.
"Ya udah, sekarang wudu dulu sana! aku mau kita melakukannya sesuai sunnah Rasul."Titah Maymunah pada Sultan, tapi Sultan masih saja ngeyel.
"Sultan, wudu itu gunanya agar kita dalam keadaan suci ketika mau melakukannya. Biar nanti kalau kita punya anak, anak kita kan menjadi anak yang soleh dan solehah, faham gak?" .
"Ooh gitu, ya udah..Sekarang aku wudu dulu "
Sultan segera bergegas untuk mengambil air wudu, kemudian Maymunah mengajak untuk Solat sunnah hajat terlebih dahulu.
"Sayang, kita sudah wudu, dan barusan Solat. Terus kapan kita akan melakukan ibadah terindah itu sayang?" Rengek Sultan setelah mereka selesai Solat.
Maymunah yang sudah duduk di ranjang malah terkekeh melihat suaminya sudah tak sabar.
"Ya udah sini duduk" Titahnya sambil menepuk tempat di sebelahnya, membuat Sultan melonjak kegirangan.
Ia pun segera duduk mendekat.
"Benar sayang, kita mulai sekarang? aku buka bajunya ya?"
Maymunah mendengus kesal.
"Nanti dulu! mana tanganmu? siniin tanganmu!"
Maymunah meraih tangan Sultan dan menaruhnya di puncak kepalanya.
__ADS_1
Sultan menelan salivanya, merasa kesal karena dia sudah mode On, tapi Maymunah seakan menunda-nunda.
"Sayang, ini apaan lagi?" rengeknya manja.
" Ya baca doa dulu"
"Doa apa lagi?"
Maymunah terlihat gusar dengan pertanyaan suaminya.
"Ya baca doa mau berjimak lah, masa kamu mau baca doa masuk wc?" Teriaknya gemas melihat suaminya yang tak hafal doa ketika mau berjimak.
"Aku gak hafal, kamu tuntun aku, ya?"
Maymunah menepuk dahinya.
"Doa jimak aja gak hafal ..iiih ..ya udah mana hpku, kita lihat google dulu" Grutunya sambil mencari ponsel nya dan mencari doa yang dimaksud.
"Ya Allah, kirain dia hafal, ternyata dia juga sama gak hafal juga " Sultan juga menggerutu, tapi cuma dalam hatinya. Sedangkan bibirnya tetap tersenyum karena ia takut Maymunah malah akan berubah pikiran dan menolak lagi.
"Nah, ini dia doanya..ayo baca! Kamu taruh tanganmu di atas ubun-ubunku, terus sambil baca doa dan nanti tiupkan di ubun-ubunku.
Terus katanya kamu harus mengecup keningku..dan terus.." Ujar Maymunah mendikte Sultan.
"Terus apa lagi sayang?" Tanya Sultan menggoda istrinya.
Maymunah malah mendengus kesal.
"iiih kok malah nanya?..Ya..mana ku tau, emangnya aku pernah melakukan sebelum nya..?" Tukasnya ketus. Sultan malah tertawa.
"Hahah, maaf sayang. Aku lupa, ini kan baru pertama kita akan melakukannya dengan benar..hehe kalau kemaren cuma aku yang lakuin sendiri hihi"
"Ya udah, kapan mulai nya. Jadi gak? kalau gak jadi aku mau tidur"
"Eh jangan tidur ..Ok, aku mulai sekarang..kamu turuti saja apa yang kulakukan padamu, ok?"
Ucap Sultan seraya menaruh tangannya di pundak Maymunah, hingga membuat Maymunah tersipu.
Malam itu Sultan benar-benar memenuhi janjinya pada Maymunah untuk membuatnya menikmati surga dunia.
Sultan benar-benar merasa berada dalam surga yang selama ini belum ia temukan sebelumnya.
Bukan hanya ada rasa nikmat saja yang ia rasakan, tàpi ada letupan perasaan yang sungguh berbeda dengan apa yang selalu ia rasakan sebelumnya bersama wanita -wanita haramnya.
"Sayang, terimakasih karena sudah memberikan hakku, meski aku belum melakukan kewajibanku seutuhnya sebagai suami. Terimakasih karena sudah mau bersamaku meski dalam keadaan sulit begini. Terimakasih karena telah memberiku sebuah kebahagiaan yang tak terkira " Bisik Sultan di telinga Maymunah.
Ada rasa yang sulit ia gambarkan saat sudah merasakan hubungan badan bersama istrinya itu.
__ADS_1
Bukan hanya kenikmatan saja, tapi ada hal y