Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Fitnah keji Lilis


__ADS_3

Hari berganti hari, tiga hari sudah berlalu dari kejadian Sumayya di rumah sakit, Sultan pun sudah mendaftarkan pernikahannya dengan Maymunah.


"Apa nanti harus dilakukan aqad ulang lagi?" Tanya Sultan pada petugas dari kementrian.


"Iya, ini hanya untuk menjadi legalitas saja nantinya, jadi harus diadakan Aqad ulang juga." Kata petugas itu.


Setelah proses pendaftaran itu selesai, Sultan akhirnya kembali ke rumahnya.


"Sayang, petugasnya bilang, nanti harus diadakan Aqad ulang sebagai bentuk formalitas untuk proses legalitas pernikahan kita, menurutmu nanti diadakan di mana ya?" Tanya Sultan pada Maymunah.


"Bagimana kalau di KJRI saja, itu lebih bagus, iya kan?" Usul Maymunah.


"Boleh juga, kalau begitu nanti sore aku akan ke Jeddah dan pergi ke sana. Tapi kamu jangan ikut ya.. kasian kalau kamu bolak balik terus. Aku takut kamu akan kecapean nanti"


" Ok, tapi kamu di jeddah nanti jangan macam-macam lagi. Jangan bertemu teman sesat mu lagi, ok?"


"Iya sayang, in sha Allah, aku akan menjaga diri dan pandanganku dari hal-hal haram. Dan selama aku di Jeddah, aku mau kamu ikut ke rumah Ummi, biar kamu ada yang jaga. Ok sayang?"


Setelah sore menjelang, Sultan mengantarkan Maymunah ke rumah Ummi Fathmah.


"Assalamualaikum ummah, aku mau pergi ke Jeddah selama dua hari, dan istriku sendirian dirumah, dia kan sedang hamil, jadi aku khawatir padanya, makanya aku bawa dia kesini. Aku harap ummah bisa menerima dia"


"Ya sudah, kamu suruh dia tidur di kamar mu saja " ujar Ummi Fathmah.


Setelah kepergian Sultan, Ummi Fathmah dan anaknya Ragad pergi menghadiri pesta pernikahan kerabat mereka.


"Maymunah, apa kamu mau ikut dengan kami?" Tanya Ummi Fathmah berbasa basi.


" Tidak Ummi, saya gak sanggup lama-lama di mobil. "


"Ya udah, di rumah ini ada Lilis dan pembantu lainnya, jadi kamu gak perlu takut "


"Iya, ummi"


Maymunah mengantar kepergian mertuanya ke depan pintu.


Dia sama sekali tak menyadari jika ada sebongkah hati yang busuk telah merencanakan hal yang tak kalah busuknya dengan hatinya.


"Malam ini aku harus berhasil membuat wanita itu malu dan di usir dari sini," Gumam Lilis sambil meremas bungkus plastik obat tidur dan membuangnya ke tempat sampah.

__ADS_1


Setelah dia mengaduk gelas susu itu, dia membawanya ke hadapan Maymunah.


"Maymunah, ini susu untukmu. Ummi Fathmah menyuruhku menyediakan ini untukmu, jadi kamu harus meminumnya, kalau gak mau nanti ku laporin biar kamu gak disukai mertua lagi." Ujar Lilis berusaha menipu Maymunah


Tanpa rasa curiga, Maymunah meminum susu itu.


Setelah lima menit berlalu, Maymunah akhirnya jatuh pingsan.


Dengan susah payah, Lilis membawa tubuh Maymunah ke dalam kamar sopir yang ada di pinggir rumah.


Kebetulan Susi dan Aminah sudah tertidur, jadi mereka tak tau apa yang terjadi.


Setelah berhasil membawa tubuh Maymunah, ke dalam kamar supir, dia mengambil foto dan mengirimkannya ke nomor Ummi Fathmah.


Tring..


Ragad segera membuka pesan di ponsel ibunya .


Matanya terbelalak melihat poto Maymunah ada di kamar supir.


"Ummah lihat poto menantu ibu, tidur di kamar supir " Ujarnya pada ibunya


Ummi Fathmah berusaha melihat dengan seksama poto itu. Betapa terkejutnya dia, saat melihat poto siapa yang di ponselnya.


Setelah mereka sampai di rumahnya, Ummi Fathmah segera menuju kamar supir, dan


Brakkk.


Dia mendorong pintu sekuat tenaga hingga terbuka lebar dan terlihat sosok menantunya.


Maymunah terbaring di tempat tidur supir itu dan tak memakai abaya dan kerudung.


Ragad yang melihat itu segera mengambil air keran yang dingin..dan


Byuuuurrre


"Bangun kamu ! Dasar wanita j*lang!


Berani nya kamu tidur di kamar supir saat kami pergi." Teriak Ragad lantang.

__ADS_1


Maymunah yang kebingungan segera berusaha mengusap wajahnya.


"Kamu kenapa Ragad? maksudnya kamar supir apa? " Tanya Maymunah kebingungan saat melihat kemarahan adik ipar serta mertuanya.


Ia mengedarkan pandangannya dan


"Astagfirullah, kenapa aku ada di sini? Ini kamar siapa?" Tanya nya kaget.


"Halah pura-pura aja kamu, kamu sendiri yang masuk kesini, aku saksinya tapi kamu mengelak" Sahut Lilis mengompori.


"Heh Lilis diam kau, bagaimana mungkin Maymunah tidur di kamar supir?" Susi menimpali. Dia bangun karena mendengar suara ribut.


"Mae, pake ini..ini pasti ada yang jebak kamu" Ujar Susi sambil memakaikan Maymunah abaya dan kerudung.


"Ummi, demi Allah aku tak tau kenapa aku di sini "Maymunah berusaha menjelaskan pada ibu mertuanya.


"Jangan sok polos kamu, jelas jelas kamu ada di sini sendiri, memangnya kamu biasa tidur sambil jalan, enggak kan?" Teriak Ummi Fathmah yang kecewa pada Maymunah.


"Ummah, ayo kita laporkan ke Sultan" Seru Ragad. Ia pun segera menelepon Sultan dan mengabarkan tentang semua yang terjadi.


"Tidak mungkin ummah, aku percaya istriku. Dia gak mungkin seperti itu. Aku akan buktikan pada Ummah" Setelah menutup teleponnya ia segera membuka ponselnya dan segera memeriksa rekaman cctv yang ia pasang tanpa sepengetahuan orang rumah.


"B*ngsat kau Lilis, berani sekali kau memfitnah istriku. Ini harus ku laporkan ke polisi " Geram Sultan. Ia segera menghubungi polisi dan ia juga segera pulang, meski ia tidak tidur .


Sementara itu Maymunah, yang masih difitnah , kini di seret menuju ruang keluarga.


"Lepaskan! lepaskan! " teriak Maymunah memelas, ia tak mampu melawan karena dalam keadaan hamil.


" Ummi, percaya lah padaku Ummi, tadi malam Lilis yang menyediakan susu hangat untukku, katanya dari Ummi, makanya saya minum.. " Jawab Maymunah berusaha menjelaskan, namun mereka tak menghiraukan, karena pada dasarnya mereka memang membenci Maymunah.


" Ya sudah, kamu tunggu Sultan, biar dia yang memghukummu. Tadi dia keliatan marah sekali melihat istrinya tidur di kamar supir " Ujar Ragad sedikit berbohong tentang kemarahan kakaknya.


"Ya sudah, sekarang sudah jam lima pagi, aku akan Solat subuh, nanti aku akan balik lagi kesini" Kata Maymunah seraya berdiri bermaksud ingin pergi ke kamar Sultan, tapi dicegah oleh Ragad.


"Tunggu! kau mau kemana? kau sebaiknya pergi ke kamar pembantu saja" Titah Ragad.


Karena takut ketinggalan waktu Solat, Maymunah segera masuk ke kamar Susi dan Aminah.


"Ya Allah, kenapa fitnah keji ini sampai menimpa hamba ini ya Robyy." Lirih Maymunah sambil membawa Alquran dan membacanya.

__ADS_1


Maymunah membaca Alqur'an dengan hati teriris. Sampai akhirnya ia membaca surat ANnur yang menerangkan tentang bagaimana Allaah menguji sayidah Aìshah yang difitnah dengan keji oleh orang munafik. Dimana pada saat itu Sayidah Aìshah difitnah ada afair bersama seorang sahabat Nabi. Dan karena itu Aìshah bermunajat sampai Allah memberi pertolongan dengan cara yang tak terduga.


*****


__ADS_2