Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Kedatangan Ahmad


__ADS_3

Hari berganti pagi, Maymunah kini sudah siap untuk pulang ke rumah mertuanya.


"Alhamdulillah, kita sekarang sudah sampai di rumah mama. Nanti kamu bilang ke mama, kalau iqomah (ktp ) kamu sedang diurus, ok?" Ucap Sultan setelah mereka sampai di depan rumah ibunya.


Maymunah cuma tersenyum, Ia segera turun dari dalam mobil, dan segera menuju kedalam.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu depan. Mereka tak menyadari, ada sepasang mata penuh kebencian memergoki mereka.


"Dasar wanita munafik, tampang aja sok suci, ternyata dia penggoda juga" Gumam wanita itu.


Lilis yang sedang membuang sampah, kebetulan melihat Maymunah masuk beriringan dengan Sultan.


"Assalamualaikum " Sapa Sultan pada keluarganya yang sedang duduk bersantai.


"Alaikumussalam ..ahlen Ya waladi ( selamat datang hai anakku) " Sambut Ummi Fathmah dengan senyum mengembang.


Sultan segera mendekat dan mencium kening ibunya, kemudian mencium kepala kakak perempuannya yaitu ibtisam.


"Kemana saja kamu?Dan Maymunah kenapa baru kamu bawa?" Tanya Ibtisam sambil memandang ke arah Maymunah yang baru masuk dan langsung mengucapkan salam.


"Assalamualaikum Ummi, madam" Sapanya pada mertua dan kakak iparnya.


"Alaikum salam, kemana saja kamu, Maymunah?" Tanya Ummi Fathmah.


"Saya dari KBRI, Ummi." Jawab Maymunah sambil menunduk.


"Dan kamu, kemana selama seminggu ini?" Giliran Sultan yang ditanyai.


"Saya habis menemui teman-teman yang di Jeddah, ummah " Jawab Sultan.


"Ya sudah, silahkan kamu pergi ke kamarmu!" Titah Ummi Fathmah pada Maymunah.


Maymunah pun segera undur diri menuju kamar nya di belakang.


Kedatangannya disambut oleh Susi dan Aminah dengan senyum dan rasa gembira, tapi tidak dengan Lilis yang memandangnya dengan pandangan sinis.


"Ah dasar munafik kamu, aku tau kamu ini ada hubungan dengan Sultan. Kamu jangan senang dulu, Sultan itu cuma manfaatin tubuhmu saja. Setelah ia bosan, ia akan mencampakkanmu, sama seperti ia mencampakkan aku. " Bisik Lilis pada Maymunah saat Susi dan Aminah pergi.


Deg..


Wajah Maymunah memerah seketika, ia menatap Lilis dengan tajam dan senyum sinis juga.


"Alhamdulilah saya bukan wanita yang seperti anda katakan. Jangan karena hati anda busuk, anda lantas mengira semua orang juga busuk seperti anda" Jawabnya dengan berbisik juga, seraya melangkah pergi meninggalkan Lilis dengan segudang kebenciannya.


Lilis mendengus kesal, ia tak menyangka bahwa Maymunah akan berani menjawabnya.


"Awas kau, aku akan buat kau kehilangan muka, aku akan bongkar kedokmu biar semua tau wajah aslimu yang busuk itu" Gumam Lilis dalam hatinya.


Hari berganti hari, seminggu sudah berlalu sejak Maymunah datang kembali ke rumah mertuanya, tapi Sultan tetap saja belum mampu berterus terang pada ibunya, bahkan pertunangan nya dan Summaya akan tetap berlangsung beberapa hari lagi.


"Mae, kamu dipanggil Ummi Fathmah " Ujar Susi. Maymunah pun segera menuju ruang keluarga.

__ADS_1


"Maymunah, besok lusa kamu harus bikin kue yang banyak, nanti akan kita bawa ke rumah calon mertua Sultan dan Wasim, karena malamnya adalah acara pertunangan mereka " Tutur Ummi Fathmah lembut. Tapi meski itu terdengar lembut, tetap saja bagi Maymunah terasa seperti belati yang dihujamkan ke uluhatinya.


"Ya Allah, besok lusa adalah pertunangan Sultan dan Sumayya, tapi Sultan sama sekali belum melakukan apa yang ia janjikan padaku"Maymunah bergumam dalam hatinya., Ia menunduk pilu, hingga membuat Ummi Fathmah merasa heran.


"Maymunah, kamu kenapa? sakit?" Tanyanya.


"Gak sakit kok, Ummi. In sha Allah Saya akan berusaha menyiapkan semuanya " Jawab Maymunah dengan memaksakan senyumnya.


"Ok, Oh ya, nanti malam juga kita akan kedatangan tamu lagi. Anakku yang kuliah di London akan datang hari ini karena ingin menghadiri pernikahan kakaknya.


Karena Wasim dan Sultan setelah bertunangan lusa, dan sekitar dua minggu lagi akan ada aqad lanjut resepsi di hotel"


Deg..


Wajah Maymunah berubah pucat seketika saat mendengar perkataan mertuanya.


Dengan sekuat tenaga, ia berusaha menyembunyikan luka di hatinya dan memaksa bibibirnya agar tersenyum.


"Ok, Ummi, saya permisi dulu"


Dengan menahan ribuan rasa sakit di hatinya, ia berlalu undur diri menuju dapur.


Setelah ia berada di dapur, ia segera berlari menuju kamarnya dan menangis tersedu -sedu.


"Ya Allah, bagaimana ini? sampai hari ini Sultan belum berani bicara pada ibunya, sementara acara pernikahan Sultan dan Sumayya akan tetap berlangsung ..hik him hik" Gumamnya lirih.


Ià segera mengetik chat untuk Sultan.


[Acara tunanganmu akan dilaksanakan lusa, tapi kau belum tepati janjimu"] sent.


[ Demi Allah sayang, aku sendiri tak tau akan hal itu. Semua disiapkan Ummi tanpa meminta pendapatku sama sekali sayang] sent.


Balas Sultan.


Maymunah tak membalas lagi chat Sultan.


Dia segera menguatkan hatinya dan segera bergegas ke dapur untuk memasak.


Malam mulai datang, keluarga Ummi Fathmah kini sudah hadir semua, dari anak pertama sampai terakhirnya, tinggal Sultan yang belum datang, karena ia ditugaskan menjemput adiknya di Bandara Jeddah.


Tak lama kemudian, Mobil yang mereka nantikan pun datang.


Seorang pemuda tampan yang agak mirip Sultan , turun dari mobil Sultan.


"Assalamu alaikum " Sapanya pada semua yang hadir.


"Hulluhhhlllu..Solli ala nabi " Seru para wanita menyambut kedatangan Ahmad.


Entah dari mana asal muasalnya, sudah menjadi kebiasaan para wanita arab, mereka akan bersiul seraya mengucapkan Solawat, ketika mereka sedang bahagia seperti ķedatangan tamu yang lama dinanti dan sebagainya.


Ummi Fathmah segera memeluk anaknya dan menciuminya, karena Ahmad sudah hampir setahun tak pulang dari London.

__ADS_1


"Kamu apa kabar, nak?"


"Aku baik Ummah, ummah apa kabar?. Oh ya tunggu sebentar, aku mau ambil minum dulu" Ujar Ahmad seraya akan melangkah menuju dapur, namun dicegah oleh Ummi Fathmah.


"Jangan pergi, kalau Kamu haus..sebentar Aku panggil pembantu membawakan air untukmu" Ujar Ummu Fathmah masih sambil tetap memeluk anaknya dan memanggil Maymunah.


Dengan senyum yang dipaksakan, Maymunah masuk ke ruang keluarga dengan membawa nampan.


Deg..


Sultan yang melihat istrinya masuk membawa air selayaknya pembantu, hanya bisa mematung dengan sejuta rasa bersalahnya.


Ada rasa sakit yang menyayat hati keduanya , baik hati Maymunah maupun hati Sultan, saat pandangan mereka bertemu.


"Sayang, maafkan aku. Kamu harus diperlakukan begini karena kepengecutanku " Gumam Sultan dalam hatinya.


"Ini air nya, Ummi.. Silahkan!" Ujar Maymunah lembut.


Ahmad yang sedari tadi melihat kedatangan Maymunah yang memang tak mengenakan cadar kalau di rumah, terlihat menelan ludah dan menatap wanita di depannya tanpa berkedip.


"Ma sya Allah , cantik sekali ciptaan Allah yang satu ini" Gumamnya dengan suara agak keras hingga terdengar oleh Sultan yang langsung memukul pundaknya.


"Heh, jaga pandanganmu! " Bentaknya namun dengan berbisik. Ahmad yang terkaget dari lamunanya , cuma bisa nyengir sambil tersipu.


"Maymunah, sini nampannya. Kamu kembali saja ke dapur." Ujar Sultan lembut sambil mengambil nampan berisi air itu dari istrinya.


Maymunah pun segera undur diri.


Setelah semua pulang, dan Sultan masuk kamarnya, ternyata Ahmad malah pergi ke dapur untuk menyapa Maymunah yang sedang sibuk membereskan dapur.


"Hai, is your name, Maymunah?" Tanya Ahmad dalam bahasa inggris.


Maymunah hanya mengangguk tanpa menoleh kearah adik iparnya itu.


"Waw, cantik. Namamu cantik sekali, kenalkan ..aku Ahmad" Ahmad mengulurkan tangannya, bermaksud memperkenalkan diri, tapi Maymunah hanya mengangguk tanpa memberi respon lain lagi.


"Wah kamu kenapa diam saja. Kamu pasti takut ya sama ibu dan saudara saudaraku. Kamu jangan takut sama aku, aku sudah biasa hidup di London, Jadi aku sudah biasa bicara berdua sama perempuan begini.. Gak masalah kok" Crocos Ahmad sambil mengambil air minum.


"Oh..jadi begitu hasil pendidikanmu di sana?" Tanya Sultan, tiba -tiba masuk ke dapur.


"Ah kamu Sultan, Jangan sok menasehatiku, emangnya aku gak tau siapa kamu. Kamu itu lebih parah dariku." Jawab Ahmad, membuat Sultan tak berkutik.


"Maymunah, kamu jangan sampe kena rayu kakakku yang satu ini. Dia ini raja gombal dan tukang rayu perempuan . Kamu harus hati-hati" Ujar Ahmad lagi.


Maymunah yang mendengar itu cuma bisa mengulum senyum sambil membelakangi kedua adik-kakak itu.


"Emangnya kenapa kalau raja gombal? Kamu tuh yang jangan coba -coba dekati Maymunah. Ayo sana pergi! " Titah Sultan dengan sewot.


"Waw. Kamu cemburu ya?.. Kamu kan sebentar lagi tunangan. Kamu yang jangan coba macam-macam!" Ahmad balik menghardik kakaknya.


"Sudah! tolong biarkan saya selesaikan pekerjaan saya. Dan saya harap kamu bisa menghargai saya. Di Saudi atau di Indonesia atau dimanapun, yang haram tetap haram. Seorang yang bukan mahram tetap haram berduaan. " Ucap Maymunah tegas, melerai pertengkaran kakak beradik itu.

__ADS_1


"Kamu dengar kan? ayo pergi! Jangan coba mendekati Maymunah, dia bukan wanita murahan " Ujar Sultan seraya menarik tangan adiknya.


"


__ADS_2