Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Kemarahan Fawwaz


__ADS_3

Dengan perasaan dag dig dug der, Sultan mengemudikan mobilnya menuju Jeddah.


Meski ia lelah karena baru saja kembali dari Uni Emirat Arab, ia sama sekali tak perduli.


Yang di dalam pikirannya kini cuma ada Maymunah dan calon anaknya.


"Assalamualaikum, apa saya bisa bertemu salah seorang staf KJRI yang bernama Fawwaz?" Tanya Sultan pada salah seorang petugas KJRI setelah berada di depan gedung KJRI.


"Alaikum salam tuan, baik akan saya panggilkan"


Setelah beberapa menit, Fawwaz terlihat berjalan menemui Sultan. Namun wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat.


Sultan bergegas mau menyalami Fawwaz, tapi ..


Bugghhh


Yang diterima Sultan justru bogem mentah yang langsung di layangkan Fawwaz ke wajahnya hingga membuat Sultan dan petugas KJRI lain menjadi kaget dan panik.


"Fawwaz, apa yang kamu lakukan? " Teriak teman-teman Fawwaz yang melihat kejadian mengejutkan itu.


Mereka langsung memegangi tangan Fawwaz.


"Lepaskan! biarkan aku hajjar laki-laki pengecut yang sudah menghina bangsa kita ini " Teriaknya dalam bahasa arab sehingga dapat dimengerti oleh Sultan.


Sultan yang terlihat meringis kesakitan, ia mendekat sambil memegangi bibirnya yang berdarah.


"Kenapa kau memukulku ?" Teriaknya tak kalah keras.


Dia ingin membalas Fawwaz, tapi keburu dipegang oleh staf KJRI yang lain.


"Mohon maaf mister, sebaiknya kita bicarakan baik-baik"


"Bagaimana aku bisa sabar, dia memukulku tiba-tiba "


"Itu pantas kau dapatkan, kelakuan pengecutmu itu bukan saja termasuk dzolim, tapi kau sudah menghina wanita baik-baik dari bangsaku.


Kau sudah menikahi Maymunah tapi kau malah menyuruhnya menjadi pembantu di rumahmu, Bukankah itu penghinaan untuk bangsaku?" Teriak Fawwaz lantang.


Sultan tersentak dan terhenyak, kemudian menunduk.


"Fawwaz, sudah hentikan! kita bicarakan ini baik-baik. Aku tau ini tidak benar, tapi dengan memukulnya kau juga telah mempermalukan bangsa kita juga, nanti di kira bangsa kita adalah bangsa barbar. Apalagi kalau sampai dia lapor polisi di sini, itu bisa membuat citra buruk bagi KJRI " Ujar salah seorang teman sejawat Fawwaz.


Akhirnya Fawwaz menenangkan dirinya.


"Ok, saya salah. Tapi tolong biarkan saya menemui Maymunah. Saya akan memperbaiki kesalahan saya." Mohon Sultan pada Fawwaz.


"Baik, aku akan panggilkan dia. Tapi tolong berjanjilah, jangan membuat dia bekerja menjadi pembantu lagi, dan segera daftarkan pernikahan kalian secepatnya, agar anak kalian nanti bisa mendapat identitas resmi" Ujar Fawwaz tegas.


"Ok, Saya janji, sekarang mana dia?"


"Kami akan panggilkan orangnya, tuan tunggu saja di sini " Kata teman Fawaz yang lain.


Beberapa menit kemudian, Maymunah terlihat memasuki ruang tamu KJRI .


Ia mematung saat melihat orang yang dirindukannya itu kini ada di depannya.


Bulir bening menetes tanpa dimintà.


Entah kenapa perut nya tiba-tiba terasa keram.


"Akhh ya Allah, perutku " Rintihnya lirih, namun terdengar oleh Sultan yang langsung menoleh kearahnya.


"Maymunah, kamu sudah kesini. Kamu kenapa sayang? perut nya kenapa?" Teriaknya sambil berhambur meraih tubuh istrinya dan memegangi perut Maymunah.


"Perutku keram, entahlah, mungkin anak kita ingin menyapa babahnya"


Sultan terperangah mendengar kata 'anak kita'


Ia menuntun Maymunah dan mendudukannya di atas sofa, kemudian dia berjongkok dan mengelus perut istrinya yang masih rata itu.


Tangannya bergetar, matanya berkaca-kaca saat tangannya menyentuh perut Maymunah. Seakan ada getaran dan debaran aneh yang sama kencangnya dengan ketika ia melihat Maymunah, tapi rasa ini berbeda.


"Sayang, maafin babah ya. Babah janji, kamu dan mama kamu tak akan terlantar lagi" Ujarnya lembut sambil mengelus elus perut Maymunah.


"Iya, baba. Ana janji akan menjadi anak soleh dan sayang sama baba dan mama" Jawab Maymunàh dengan suara menirukan anak kecil, membuat Sultan tertawa dan tanpa sadar ingin mencium istrinya itu.

__ADS_1


Namun segera di dorong oleh Maymunah.


"Iiih apaan sih kamu? Ini kan kantor KJRI. Di sini banyak orang, masa kamu mau menciumku. Gak malu apa?" protes Maymunah kesal.


Sultan malah terkekeh.


"Hehe, maaf sayang. Aku lupa, habisnya aku kangen banget sama kamu. Ya udah, sekarang kita pulang yu"


Ujarnya sambil terkekeh.


Setelah Maymunah mengambil tas pakaiannya, Sultan segera mengajaknya menemui para petugas KJRI itu untuk berpamitan.


"Kak, kami permisi dulu. Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan kakak-kakak sekalian dan saya juga berterima kasih pada pihak KJRI yang sudah merespon dengan baik laporan saya "


Ujar Maymunah pada Fawwaz dan temannya.


"Iya, Mae. Kakak harap kamu bahagia setelah ini. Dan kakak mohon sama Mae, jangan lemah lagi. Jadilah Mae yang kuat, tegas dan cerdas seperti Mae yang kakak kenal dulu." Jawab Fawwaz lembut.


Maymunah cuma mengangguk dan tersenyum.


"Iya kak. In sha Allah"


Fawwaz beralih menghadap Sultan dan menatap dengan tajam.


"Dan untuk kamu Sultan, aku tunggu niat baikmu untuk perbaiki kesalahanmu. Buatkan surat nikah resmi untuk Maymunah sebelum anak kalian lahir. Kalau sampai kamu tidak melakukan itu, aku akan menuntutmu dan melaporkanmu. Dan satu lagi, jangan pernah membuat Maymunah menjadi pembantu lagi di rumahmu" Ucap Fawwaz tegas dan terlihat berwibawa.


Sultan membalasnya dengan anggukan dan senyuman.


"In sha Allah, aku pasti akan melakukan itu walaupun kau tak menyuruhku. Karena Maymunah istriku. Dan satu hal yang perlu kau ketahui, Saya tak pernah menyuruh Maymunah menjadi pembantu, dia sendiri yang ingin melakukannya." Jawa Sultan penuh penekanan dalm semua kata-katanya.


"Iya, kak. Kakak jangan salah faham. Bukan Sultan yang menyuruhku kerja di tempat ibunya, itu adalah murni keinginan saya karena saya ingin mendekati mertua saya" Sahut Maymunah dengan bahasa Arab agar Sultan juga memahami.


"Ya sudah, kami permisi dulu kak , Wassalam alaikum "


Maymunah menangkupkan kedua tangannya di dada sebagai tanda salam dari jauh.


Setelah selesai, Sultan segera membawakan tas Maymunah ke mobil dan menuntun istrinya itu menuju mobilnya.


"Sayang, aku lelah banget, gimana kalau kita istirahat di Jeddah ini dulu. Aku akan menyewa apartemen lagi untuk dua hari, agar kita bisa istirahat" Tanya Sultan setelah mereka ada di dalam mobil.


"Terserah kamu saja" Jawab Maymunah.


Setelah Sultan membooking apartemen untuk disewa, Ia segera melajukan mobilnya ke arah apartemen sewaannya itu.


"Alhamdulillah, akhirnya kita sampai di apartemen ini. Kita langsung tidur aja yu..aku kangen banget tidur dalam pelukan kamu"


Ujar Sultan ketika mereka sudah sampai di Apartemen.


Sultan menggandeng tangan Maymunah dan memasukkan nya kedalam kamar.


Ia mendudukkan istrinya itu di atas ranjang dan segera memeluknya erat.


"Kamu tau gak, aku kangen banget sama kamu. Berkali kali aku chat kamu karena aku ingin memesankan tiket ke Dubai untukmu, tapi ponsel kamu malah tak aktif "


Ucap Sultan tanpa melepas pelukannya.


"Hp ku ilang, aku gak tau di mana? Saat aku dibawa ke rumah sakit oleh mama, hp aku aku cas di kamar, tapi pas aku di suruh pergi sama mama, dan bermaksud mengemasi barangku.. Hp ku ilang. Oh ya..uang dalam amplop yang kamu kasih ke aku..sekarang ada pada mama"


Sultan terperangah mendengar kata-kata istrinya.


"Apa, kenapa kamu serahkan uang itu? itu hakmu"


"Bukan aku yang nyerahin, tapi Lilis. Dia yang menggeledah tasku dan mengambil amplop itu kemduian dia serahkan ke mama untuk dijadikan bahan memfitnahku sebagai wanita bayaran kamu."


"Astaggfirullah, benar -benar jahat itu orang. Padahal dia satu bangsa sama kamu, kenapa dia begitu tega melakukannya. Jangan-jangan hp kamu juga dicuri LiLis?" Sultan mendengus marah.


"Aku gak mau menyangka kalau belum terbukti. Biar saja, toh uang itu juga ada pada mamah, bukan dia ambil juga " Ujar Maymunah berusaha menenangkan emosi Sultan yang mulai meledak.


"Aku pasti akan memberinya pelajaran, kamu tak usah mencegahku. Ini akan kulakukan agar dia kapok " Sultan tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Ya sudah, sekarang kita istirahat yu. Katanya lelah "


Maymunah segera melepas abayanya kemudian dia juga membantu melepas sorban Sultan dan menaruhnyà di lemari yang tersedia di situ.


Setelah melepas pakaian luarnya, alias jubahnya, Sultan langsung memeluk Maymunah lagi.

__ADS_1


Ia mengelus wajah dan seluruh tubuh Maymunah bagian atas, sehingga membuat Maymunah kegelian.


"Iih Sultan, katanya mau tidur? kok malah kaya gini sih?" Protes Maymunah sambil memanyunkan bibirnya dan menggeliat melepaskan tangan Sultan.


Sultan malah terkekeh.


"Hahaha..aku memang lelah, tapi dia lebih lelah dari aku, sudah hampir sepuluh hari dia gak tidur ..kasian sekali " Kekeh Sultan sambil menunjuk ke arah milik nya yang sudah on sejak ia berada di dekat istrinya.


Mata Maymunah membola dan berteriak sambil memukul paha suaminya.


"Iiih mesum amat sih"


Plak


Plak


Plak..


Teriaknya manja, sambil memukuli paha Sultan.


Sultan malah makin kencang tertawa.


"hahahaha mesum juga kan dapat pahala kalau sama istri sendiri..iya kan?"


Tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.


"Iih gak mau ah, takut sakit. Kan di sini ada anak kita "


"Hmm gak bakal sakit, sayang. Kan aku lakuin dengan hati-hati. Aku gak bakal nyakitin kamu dan anak kita ini. Percayalah, kamu gak akan sakit, dan anak kita juga akan aman"


Sultan terus merayu.


"Ya udah, ok, tapi kita makan dulu yuu. Aku lapar, anakmu juga lapar ni"


"Hmm ya udah, aku cari makanan dulu sekarang. Tapi janji...kamu gak akan menolak lagi, ok?"


Akhirnya Sultan mengalah walaupun ia merasa seperti terapung ke atas tapi kemudian dijatuhkan lagi.


"Ok, baba sayang. Sultan, aku mau bakso"


Sultan yang barusan melangkah, kini berhenti seketika dan menoleh dengan ekspresi aneh.


Mulutnya sedikit menganga karena tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Bakso? kamu mau bakso, sayang? bakso itu makanan indonesia yang bulat seperti bola kecil itu kan sayang?" Tanyanya


"Hmm yup, tepat sekali baba memang cerdas"


" Tapi sayang, kemana aku harus nyari..itu kan jarang di jual di sini? tadi sepanjang jalan aku gak lihat ada toko Indonesia di sekitar sini" Jawab Sultan memelas, berharap istrinya merubah permintaan.


"Iih tadi kan ada, di dekat kantor KJRI , masih daerah lingkungan situ ada warung bakso yang sengaja di sediakan untuk para petugas atau para TKI yang datang ke situ"


Mata Sultan makin melotot mendengar kata KJRI, karena gedung itu sudah jauh dari area mereka berada.


"Tapi sayang, itu kan udah kelewat jauh"


"Gak mau tau, pokoknya aku mau bakso, titik. " Teriak Maymunah sambil meringis seperti akan menangis.


Sultan makin terperangah dan menelan ludah melihat perubahan sikap Maymunah yang biasanya tak pernah protes kalau dibelikan makanan.


"Kok, dia jadi aneh begitu?. Dia galak banget. Apa ini karena dia marah aku tinggalin sepuluh hari, atau karena pengaruh kehamilannya ya" Gumam Sultan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sultan, kok bengong sih? ayoo berangkat buat beli baksonya! Aku lapar banget, tadi aku mau beli bakso kamu keburu datang. Jadi aku gak jadi beli, makanya sekarang kamu harus tanggung jawab buat beliin bakso itu" Maymunah makin merajuk, tapi Sultan masih bengong.


"Iih kalau gak beliin bakso, aku gak mau ngasih jatah sama kamu. Aku mau tidur sendiri aja" Rajuk Maymunah masih dengan memanyunkan bibirnya.


Sultan terperangah dan tersadar dari lamunannya ketika mendengar Maymunah tak mau memberinya jatah.


"Aduh sayang , jangan dong! Jangan gitu, baik.. Aku berangkat sekarang ya..tapi kamu jangan ngambek...cup cup cup anak manis " ..


Ujarnya sambil segera melesat pergi melajukan mobilnya menuju KJRI lagi.


"Ya Allah, sabar, sabar!..Kata google, ini biasa terjadi pada ibu hamil, jadi kamu harus sabar..Sultan, ini demi anak kamu " Gumam Sultan, menasehati dirinya sendiri sambil menyetir.


********

__ADS_1


Sampai jumpa di part berikut nya 😊.


Bagi para suami, harus semangat dan sabar menghadapi istri yang sedang hamil😁.


__ADS_2