Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Extra Part


__ADS_3

Hari berganti, bulan berlalu, kini Maymunah sudah melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik.


“Sayang, anak kita ini aku kasih nama Ibtisam, ya?” ucap Sultan sambil menggendong bayi cantiknya.


Maymunah mengernyitkan alis. “Ibtisam? Itu kan, nama kakakmu, ngapain sih, dipake jadi nama anak kita? Kaya gak ada nama lain aja?” tukas Maymunah kesal.


Kebiasaan orang Arab memang aneh, mereka sering bahkan selalu memberi nama pada anaknya dengan nama salah satu anggota keluarga mereka. Sultan terkekeh melihat istrinya sewot.


“Hehe, ya deh, gimana kalau Basmah aja? Bagus, kan?” tannyanya lagi. Maymunah terlihat setuju dengan usulan Sultan. Ia tersenyum dan mengangguk.


“Nah, gitu dong. Basmah nama yang bagus, Sultan. Gak Kaya tadi, nama kakakmu dikasiin ke dia. Masa, nama mau ditumpuk,” sahut Maymunah.


“Mae, sini bayinya biar Ema mandiin, nanti sore kan? pada mau datang ke sini, ya untuk acara walimahan?” tanya Bu Irma sambil mengambil cucunya. Bu Irma dan adik-adiknya Maymunah tidak pulang ke Indonesia, mereka tinggal di Jeddah karena Anaya dan Ade harus sekolah di sekolah Indonesia yang ada di sana.

__ADS_1


Sementara Rahmat, dia juga kuliah di salah satu universitas di Jeddah dengan bantuan beasiswa dari keluarga Sultan. Bu Irma diajak ke Thaif sejak Maymunah mendekati HPL. Untungnya Maymunah melahirkan pas dengan waktu libur di sana. Di Timur Tengah, kalau musim panas tiba, sekolah akan diliburkan selama tiga bulan.


.


Sore menjelang, semua persiapan sudah dilakukan. Pesta siap dilaksanakan. Kebiasaan di Timur Tengah mengadakan pesta itu pasti di malam hari karena pada siang hari mereka biasanya tidur.


Sultan terlihat berdiri di gerbang rumahnya untuk menyambut kedatangan para tamu. Sejak beberapa bulan ini, Sultan membawa Maymunah pindah ke rumah barunya. Ia membangun sebuah villa untuk Maymunah sejak ia pertama menikah dengannya dan baru selesai saat Maymunah mendekati hari lahiran.


"Assalamualaikum," sapa keluarga Sultan yang baru datang. Semua keluarga datang termasuk Ragad dan Syifa yang selalu menentang mereka pun terpaksa datang karena tak mau dimarahi kakak mereka yaitu Muhammad.


“Mana Basmah?” tanya Ummi Fathmah tanpa basa-basi.


“Di kamar, nanti saya bawa ke sini, Mi,” jawab Maymunah sambil melangkah menuju kamarnya dan membawa si kecil ke depan mertuanya.

__ADS_1


Pesta pun dimulai, ternyata yang datang bukan hanya keluarga Sultan, Maymunah dikejutkan dengan kedatangan orang yang tak disangka-sangka.


“Assalamualaikum, Maymunah,” sapa wanita bercadar di depan Maymunah .


“Wa alaikum salam, ma sha Allah, kamu Sumayya, kan?” tanya Maymunah penuh haru. Mereka pun berpelukan.


“Iya, Alhamdulilah saya terbebas dari hukuman cambuk, saya cuma dikenakan hukum penjara beberapa tahun, tapi sekarang Alhamdulillah saya dibebaskan karena mendapat remisi. Saya mendapat hadiah dari pemerintah karena saya berhasil menghafal Alqur’an dalam 7 bulan,” tutur Sumayya dengan air mata haru.


“Ma sha Allah, Alhamdulilah, semoga istiqomah selalu, ya,”


“Terima kasih, untuk semuanya, Maymunah,” ungkap Sumayya masih dengan linangan air matanya.


Mohon maaf, cerita ini hanya sampai di sini. Semoga cerita ini membawa manfaat bagi kita semua.

__ADS_1


“Selama belum tiba hari kiamat dan selama maut belum menjemput, tak ada kata terlambat untuk bertaubat.”


__ADS_2