
Adzan dzuhur sudah berkumandang , dan Maymunah sudah selesai solat, saat ponselnya berdering.
"Nomor siapa ini? kenapa mau melakukan vc? ..akhh Sultan mana ya?" Gumam Maymunah kebingungan ketika melihat ponselnya ada yang ingin melakukan vc.
"Ah aku ada ide..aku akan menutup muka biar gak kelihatan"
Setelah menutup seluruh kepala dan wajahnya, ia mengangkat panggilan itu.
Mata nya terbelalak seketika, saat melihat pemandangan menegangkan di depannya.
Ia melihat Sumayya seorang laki-laki arab sedang membawa pisau panjang di tangannya.
"[Maymunah tolong aku..aku mohon, aku mau dibunuh kakakku"] sebuah vn ia terima, dan itu berisikan suara Sumayya yang minta tolong.
"Astagfirullah Sumayya" ..
Teriaknya sambil berlari keluar mencari suaminya.
"Sultan! Sultan..hos hos hos.." Maymunah berlari ke arah ruang tamu yang ada dibawah dengan tergesa gesa.
"Sayang, jangan lari! nanti kamu jatuh " Teriak Sultan dari bawah lantai memarahi Maymunah.
"Sultan cepat kemari!"
Sultan segera berlari mendekati istrinya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Sultan cemas.
"ini..ini lihatlah!" Maymunah menyetel video dan voice itu segera.
"Astagfirullah bagaimana ini? Ini memang kakaknya Sumayya sayang"
"Kalau begitu ayo kita tolong dia, kita ajak Gaida dan Wasim agar diizinkan masuk"
"Kamu betul sayang, ayo kita ajak Wasim dan Gaida "
Setelah Maymunah memakai abaya, mereka segera menuju apartemen Wasim.
"Wasim..buka pintu ! " teriak Sultan sambil menggedor pintu.
"Sultan ada apa?" Tanya Wasim keheranan saat sudah membuka pintu.
"Sumayya dalam bahaya, lihat ini.. kita harus menolongnya. Ajak Gaida biar kita di kasih izin masuk."Sultan menyodorkan Video di ponselnya.
"AStagfirullah, Gaida, ayo kesini! kita pergi menolong Sumayya sekarang, dia akan dibunuh kakaknya" Teriak Wasim memanggil istrinya.
Gaida yang sangat terkejut tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Maksud kamu apa?"
"Jangan banyak tanya, apa kamu mau saudara sepupu mu itu mati dulu, ayo cepat kita berangkat!"
Dengan tergesa gesa, Sultan dan Wasim segera mengendarai mobilnya masing-masing dna segera melesat menuju kediaman orang tua sumayya.
Neng nong..neng nong..
__ADS_1
Berkali kali mereka memencet bel, tapi sama sekali tak ada jawaban.
" Gaida, segera telfon bibimu agar mau membuka pintu "
Dengan cekatan Gaida segera menelepon bibinya dan syukurnya pintunya dibukakan.
Mereka segera berlari memasuki rumah Sumayya.
Di ruang keluarga, terlihat ibunya Sumayya sedang menangis tersedu sedu.
"Ammah, mana Sumayya?" Tanya Gaida pada bibinya. namun bibinya tak merespon.
"kak Wasim bagaimana kalau kita berpencar memriksa setiap ruangan, biar kita temukan " usul Maymunah diterima oleh Wasim, mereka berpencar melihat dimana Sumayya.
" Jangan kak ..Jangan!" Suara jeritan itu membuat Sultan dan yang lainnya segera berlari menuju sumber suara.
Di sana terlihat Sumayya sedang meringkuk menahan perut nya. Di area perutnya terlihat darah merembes..
"Astagfirullah, apa yang akan anda lakukan pada adik anda?" Teriak Maymunah setelah menemukan Sumayya.
"Diam kamu! siapa kamu? jangan ikut campur, kami akan membunuhnya..dia sudah membuat kami malu dengan dosa nya. Dia wanita murahan, dia harus mati karena dia sudah menebar aib dikeluarga kami" Jawab kakanya Sumayya lantang .
"Atas dasar apa anda membunuhnya? karena menjalankan perintah Allah atau karena nafsu?" Tanya Maymunah tak kalah keras.
"Tentu saja karena aku malu pada Allah.. Aku malu karena tak bisa mendidiknya"
"Bohong, anda bohong jika anda lakukan ini karena Allah.
Karena Allah tidak pernah memerintahkan untuk membunuh .."
"Itu karena kamu tak faham, hei orang Indonesia!
Allah memerintahkan agar menghukum pezina dengan merajamnya."
"Kalau kau melakukan karena Allah, kenapa kau lakukan dirumah? Allah memerintahkan untuk menghukum pezina di depan umum, itupun harus dilakukan oleh yang berwenang, bukan oleh sembarangan manusia,
tapi kau malah menghukum di dalam rumah dan kau lakukan sendiri, itu juga melanggar ajaran Allah..Lagi pula, walaupun harus dihukum, seorang yang sedang mengandung harus diberi kesempatan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya selama dua tahun. Tapi kamu..kamu malah akan melenyapkan Sumayya dan bayinya.
Dan kau..kau juga bilang berzina itu dosa, tapi knapa kau tidak berfikir bahwa membunuh orang itu juga dosa. .
Kalau kau bunuh Sumayya sekarang, kau akan membunuh dua nyawa sekali gus.."
Maymunah terus berteriak lantang.
Sementara kakaknya Sumayya kini jatuh terduduk di depan adiknya.
"Ayo bawa adikmu ke rumah sakit! cepat! " Maymunah berteriak lagi.
"Gaida, ayo bantu aku mengangkat Sumayya " Titah Maymunah pada Gaida.
Akhirnya kakak nya Sumayya bangun dan segera membopong adiknya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sultan dan Wasim mengikuti mobil itu dari belakang ..sementara Maymunah dan Gaida ikut ke dalam mobil kakaknya Sumayya.
"Astagfirullah..apa yang telah ku lakukan, karena aku malu pada manusia, aku jadi lupa pada adikku" Gumam kakak nya Sumayya sambil menyetir.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
Suster dan dokter segera bergegas menangani Sumayya yang sudah terluka parah dengan perut robek oleh sayatan dari kakaknya.
Setelah beberapa lama, Polisi datang untuk menangkap kakaknya Sumayya.
"Apa sebenarnya yang terjadi bi?" Tanya Gaida pada bibinya yang kini menangis tersedu sedu menyesali perbuatannya yang tak mau menolong anak perempuannya.
"Adik sepupumu hamil di luar nikah, karena itulah Sultan mencerainya hu hu hu" Jawab ibunya Sumayya.
"Apa, jadi kita telah salah faham dengan Maymunah " Ucap Gaida lirih. Ia tiba tiba merasa malu karena walaupun mereka sudah menuduh Maymunah yang tidak-tidak, Maymunah masih tetap mau menolong Sumayya.
"Maymunah, Maafkan keluarga kami yang telah memfitnahmu kemaren " Ucap ibunya Sumayya pada Maymunah yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Gak apa apa madam. Yang penting Sumayya selamat. Saya harap madam tidak lagi menyakiti Sumayya seperti itu, dia anak madam, tugas seorang ibu itu mendidik bukan menghukum. " Jawab Maymunah.
Ibunya Sumayya hanya mengangguk pilu.
"Apa kalian akan melaporkan Sumayya ke polisi juga?" Tanya Maymunah.
"Walaupun tidak lapor, Polisi pasti akan menangkap Sumayya setelah ia sembuh, karena keterangan kakaknya" Sultan yang menjawab.
" Ya Allah, semoga hukumannya ringan, bukankah ia sudah mengalami luka parah saat ini"
"Iya, menurut hukum di sini, pasti akan dilakukan seperti perintah agama. Dan agama memerintah kan menjilid yang berzina dalam statusnya yang belum menikah" Giliran
Wasim yang menjelaskan.
Tak berapa lama kemudian, dokter keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana keadaan anak saya?" Tanya ibunya Sumayya.
" Alhamdulilah, ibunya selamat, tapi anaknya tidak bisa diselamatkan" Jawab dokter itu.
Setelah Sumayya sadar, mereka segera menemui nya satu persatu.
" Sumayya, bagaimana keadaanmu?" Tanya Maymunah.
"Alhamdulilah aku baik, tapi kata dokter, anakku di angkat ya?" Tanya Sumayya.
"Kamu yang sabar ya, ini adalah salah satu jalan keluar dari Allah, dengan ini kamu gak akan kena dosa membunuh, karena kamu gak sengaja. Dan Allah juga akan meringankan bebanmu yang selama ini kamu pikul."Tutur Maymunah lembut.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya? Kamu harus bersabar jika kamu menerima hukuman dari pemerintah.
Ingatlah! namamu adalah Sumayyah, Sumayya itu adalah wanita pertama yang mati syahid dalam islam, bahkan beliau adalah orang pertama yang mati syahid dalam sejarah islam.
Jadi berusaha lah untuk meneladani beliau. Tidak ada kata terlambat selagi nyawa masih ada dalam badan kita."
Sumayya mengangguk pelan.
Maymunah akhirnya meninggalkan Sumayya dengan tenang karena Sumayya sudah terlihat kuat untuk menjalani cobaan hidupnya dan kuat dalam menerima konsekwensi dari apa yang sudah ia perbuat.
******
Selamat membaca readers😘😘.
__ADS_1
Semoga bermanfaat.