Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Thaif kota dari Palestin?


__ADS_3

Hari telah berganti sore, udara dingin makin mencekam.


Kota Thaif tidak seperti kota di Saudi lainnya, Kota ini tetap terasa dingin dan sejuk meski pada musim panas.


Seperti di sore ini, hujan mulai turun mencucuri bumi, menghadirkan suasana yang sangat romantis terutama bagi dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.


"Sayang, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, bersiaplah!" Titah Sultan pada Maymunah.


Tanpa banyak bicara, Maymunah mengikuti langkah Sultan menuju mobilnya.


Dengan memakai cadar dan Abaya, Maymunah berjalan menemani Sultan.


Sultan melajukan mobilnya menelusuri jalanan kota Thaif yang kini di selimuti kabut.


Sultan mengajak Maymunah ke sebuah tempat yang sangat indah dan menawan.



Orang Saudi menyebutnya dengan sebutan Jabal khodro atau gunung hijau.


"Allah, subhanallah..indahnya. Aku gak nyangka di negaramu ada tempat seindah ini" Ujar Maymunah setelah ia turun dari mobil Sultan.


"Ya, kota Thaif ini adalah kota kembangnya Saudi, apa kamu mau tau kisahnya?" Tanya Sultan seraya duduk di tengah rumput nan hijau itu.


"Tentu saja, ayo ceritakan padaku!" Maymunah terlihat antusias mendengar cerita Sultan.


Ia segera duduk di sebelah Sultan.


"Konon katanya Thaif ini adalah sebuah kampung yang berasal dari Falestina" Sultan memulai ceritanya.


Maymunah terbelalak tak faham dengan apa yang disampaikan Sultan, karena setaunya Saudi dan Palestin itu jaraknya sangat jauh, bagaimana bisa Thaif berasal dari Palestin.


Sultan tertawa lepas melihat istrinya terbengong bengong.


"Hahaha ..pasti Kamu tak percaya, iya kan?"


"Ya iyalah, kamu jangan ngarang. Masa Thaif berasal dari Palestin, kan jaraknya cukup jauh?"


"Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Menurut riwayat , ini semua terjadi karena doa Nabi Ibrahim sewaktu beliau meninggalkan istri keduanya yaitu Sayyidah Hajar, bersama anaknya yaitu Nabi Ismail di Mekkah yang saat itu masih berbentuk gurun pasir dan bebatuan"


Tutur Sultan. Maymunah manggut-manggut mendengarkan kisah dari suaminya.


"Maksud kamu doa Nabi Ibrahim yang diabadikan oleh Allah dalam Alqur'an surah Ibrohim ayat 37 kalàu tidak salah?" Tanyanya.

__ADS_1


"Yap betul, konon katanya Allah mengutus Malaikat Jibril untuk memindahkan sebagian bumi dari Palestina dan menempatkannya di pinggir kota Makkah yaitu Thaif"


"Apa kamu punya refresninya?" Tanya Maymunah, mulai bersikap kritis. Maymunah memang tak pernah mau mentaqlid dalam hal agama.


"Hehehe aku hanya mendengar dari kisah orang tuaku. Tapi itukan gak masalah, itukan bukan tentang hukum halal haram, atau hukum suatu masalah..hanya kisah suatu tempat. Benar atau tidaknya kisah itu, tidak akan berpengaruh pada agama. "


" Kamu betul hehe..Oh ya, aku mau vc sama ema dan adik adik aku, boleh kan?"


Sultan mengangguk menyetujui permintaan Maymunah.


Ada rasa yang tak bisa ia terjemahkan saat melihat istrinya itu begitu bahagia.


Rasanya sangat menyejukkan melihat tawa Maymunah.


"Ya Allah, izinkan hamba tetap membuatnya bahagia seperti itu. Bahagianya sangat sederhana, Ia tak meminta berlian dan mobil mewah, Ia sudah sangat bahagia hanya dengan menyaksikan keindahan ciptaan Allah ini" Gumam Sultan dalam hatinya.


Maymunah baru menghentikan vc nya saat rintik hujan menetes lagi dan kali ini terlihat semakin deras.


"Sayang, ayo kita ke mobil, nanti kamu sakit" Ajak Sultan sambil membuka jaketnya dan memayungi istrinya.


Maymunah pun refleks segera melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.


Sepanjang perjalanan pulang, Maymunah tak henti memandangi suaminya. Bulir bening menetes dari pipinya melihat ketulusan Sultan yang selama ini ia kira hanya menginginkan tubuhnya.


"Hmm gimana kalau Sayur sop Indonesia, sangat cocok dengan cuaca dingin saat ini." Jawab Maymunah dengan antusias.


"Ok, kita mampir dulu di minimarket untuk beli bahan-bahannya"


Sejurus kemudian, Sultan memarkirkan mobilnya di minimarket dan membeli semua bahan yang mereka butuhkan.


"Sayang, kamu beneran mau ke rumah mama sebagai pembantu, terus terang saja aku gak mau melihatmu di suruh suruh dan..ahh pokoknya aku gak sanggup"


Ujar Sultan seraya duduk di samping istrinya yang sedang memotong sayuran.


"Iya, aku sudah siap In sha Allah." Jawab Maymunah tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Ok, kalau begitu besok aku akan pergi ke rumah mama, tadinya aku lihat mama butuh orang untuk memasak"


" Ok, in sha Allah aku akan bekerja sebaik mungkin"


"Ya udah, sekarang aku ingin mengetes kamu. Aku ingin mencicipi masakan kamu."


Sultan segera membuka panci yang sedang mendidih di atas kompor dan mengambil sebagian sup kemudian memakannya dengan lahap.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan dan beres beres, Maymunah segera memasuki kamarnya.


Karena rasa kantuknya yang luar biasa, Ia tertidur tanpa mengunci pintu.


"Hmm sepertinya dia sudah tidur, ah ini kesempatanku untuk bisa tidur di sampingnya. Ya walaupun gak bisa menyentuh tubuhnya, setidaknya aku bisa tidur di dekatnya" Gumam Sultan seraya masuk ke kamarnya.


Dengan sangat hati hati, Ia membaringkan tubuhnya di samping istri tercintanya.


Dengan lembut, Ia menarik Maymunah dalam pelukannya dan akhirnya tertidur sambil memeluknya.


Malam semakin merayap jauh, Fajar sodiq mulai menampakkan terangnya, adzan subuh pun mulai berkumandang di setiap masjid.


Maymunah mulai merasa tak nyaman dan pengap karena memang berada dalam dekapan Sultan. Perlahan ia membuka matanya dan ..


"Aww..Sultan..Bangun Kamu!" Hardiknya dengan suara keras saat menyadari suaminya tidur di sampingnya.


Sultan terbangun dan terduduk sambil cengengesan melihat Maymunah sepeti kebakaran jenggot.


"Kenapa tidur di sini? emang kamu lupa perjanjian kita?" Tanya Maymunah Sewot.


Sultan malah terkekeh.


"Hehe gak kok, sayang. Kan perjanjiannya cuma gak boleh berhubungan intim..bukan gak boleh tidur bareng" Jawab Sultan.


"Ya tapi tetap saja aku risih"


" Hmm kan gak nglakuin apa apa sayang. Lagipula kan nanti kita akan terpisah, kamu akan tidur di tempat mama, dan aku akan tidur di sini" Ucap Sultan, kali ini dengan mimik sedih, membuat Maymunah terenyuh dan merasa bersalah.


"Ya sudah, sekarang kamu Solat sana, aku akan buatkan sarapan untukmu, kamu mau kerja pagi kan?"


"Iya, hari ini aku harus kerja. Nanti sore baru aku antar kamu ke rumah mama"


Sultan bergegas bangun dan hendak keluar kamar, tapi di tahan oleh Maymunah.


Ia memeluk suaminya dari belakang dan menangis karena merasa bersalah sudah memarahi Sultan hanya karena dia tidur di sampingnya.


"Sultan, aku minta maaf ya. Aku bukan gak mau melaksanakan kewajibanku sebagai istri, aku cuma takut kita akan punya anak sebelum kita mendaftarkan pernikahan kita"


Sultan melepaskan pelukan istrinya.


Ia mengambil tangan Maymunah dan menggenggamnya.


"Iya, Aku faham. Aku gak marah. Mungkin ini balasan dari Allah, dulu aku begitu mudah mendapat suatu yang haram, sedangkan saat aku memiliki sesuatu yang halal, aku harus berjuang dulu untuk bisa menggenggamnya" Ungkapnya seraya memegang pipi istrinya dan mengelus nya.

__ADS_1


"Tentu saja, itulah perbedaan batu biasa dan berlian. Untuk mendapat batu biasa, kita hanya perlu memungutnya di jalanan, tapi untuk mendapat berlian, kita harus memiliki uang dulu dan harus melaksanakan transaksi dulu baru bisa mendapatkannya"


__ADS_2