
Setelah hampir empat jam Sultan mengemudi, akhirnya ia sampai di perbatasan kota Thaif.
Hal yang sungguh menyenangkan bisa keluar dari hawa panas di kota Jeddah, dan kini mulai memasuki wilayah Thaif yang mempunyai suhu setabil bahkan cenderung dingin.
Bahkan di daerah perkebunan dan pegunungan, mereka tidak ada yang menggunakan AC seperti halnya di kota-kota lain di Saudi.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di apartemen. Kamu naik duluan ya! . Aku akan membeli makanan. Di atas gak ada makanan sama sekali" Ujar Sultan setelah berada di basement Apartemen.
Setelah Sultan pergi, Maymunah bergegas pergi ke atas dengan menaiki lift, Karena kepanasan Maymunah membuka cadarnya sebentar, Ia sama sekali tak menyadari ketika ada laki-laki yang ikut naik dengannya.
Dengan secepat kilat Maymunah segera menutup kembali wajahnya, namun ia terlambat karena laki-laki itu sudah terlebih dahulu melihat wajahnya dan pesona kecantikannya telah membuat laki-laki itu terbuai.
Laki-laki itu tersenyum menyeringai seraya mendekati Maymunah. Maymunah yang menyadari hal itu segera bergegas menuju pintu dan menekan tombol lantai yang akan di lewati lift itu. Namun naasnya, si laki-laki itu dengan cepat mendahuluinya dan segera menarik pintu lift itu sehingga membuat lift itu berhenti di tengah jalan.
"Apa yang Anda lakukan?" tanya Maymunah dengan suara lantang. Laki-laki itu malah menyeringai.
"Aku mengunci pintu lift ini, pintunya akan kubuka kalau kamu sudah melayaniku," jawab laki-laki itu sambil berusaha mendekati Maymunah.
"Maaf, saya bukan wanita panggilan, saya adalah wanita baik-baik. Saya punya suami dn suami saya tinggal di lantai lima," tegaa Maymunah. Laki laki itu malah terbahak..
"Hahaha kamu ini mimpi, aku tau kamu ini orang Indonesia, dan di apartemen ini semuanya penduduk asli Saudi, jadi kamu jangan bohong. Haha aku yakin kamu ini cuma wanita panggilan. Buktinya kamu mau naik bersama laki-laki yang tak kamu kenal," ujar laki-laki itu di sela tawanya.
"Astaggfirullah, aku lupa bahwa di Saudi ini perempuan tidak boleh pergi sendiri. Akhh, mana aku lupa bahwa di sini sangat rawan kalau berduaan begini dengan laki-laki bukan mahram. Akhh, kenapa aku sampai lupa ini bukan Indonesia?" batin Maymunah merutuki kebodohannya sendiri yang lupa bahwa di Saudi dilarang bepergian tanpa mahram.
Maymunah mulai mundur ke belakang, nafasnya mulai tak beraturan, jantungnya terasa loncat dari tempatnya.
"Haha sudahlah! menyerahlah, atau kau mau kita bercinta di apartemenku?" Laki-laki itu semakin mendekat.
Ia berusaha menubruk Maymunah, untungnya Maymunah mengelak ke samping walaupun ia akhirnya terjatuh dan terpojok karena tubuh Maymunah masih terasa lemas, karena perbuatan Sultan padanya kemaren malam.
"Ya Allah, jangan sampai orang ini berhasil menyentuhku! Robby najjini minal qoumi dzomilin (Ya Allah selamatkanlah hambamu dari orang -orang Dzolim)"
Maymunah terus berdoa dalam hatinya.
"Jangan, jangan mendekat! pergi! pergi ! , apa kau tidak takut pada Allah? kenapa kau mau melakukan hal gila ini?" teriak Maymunah histeris.
"Jangan banyak bicara kau perempuan!" bentak laki laki itu sambil mendekat kearah Maymunah.
"Ya Allah. Selamatkan hamba dari orang gila ini ya Allah!" lirih Maymunah sambil menekuk lututnya dan menangis tersedu-sedu.
"Haha kau sebentar lagi akan jadi milikku."
Lagi, orang itu semakin mendekat dan berusaha menubruknya.
__ADS_1
Namun, belum sempat orang itu menyentuh Maymunah, pintu lift terbuka dari luar.
Brakk..!
"Hah..Sultaaan! " seru Maymunah ketika melihat suaminya berdiri di tengah pintu lift bersama satpam.
"Perempuan ******, jadi kalian ingin bermesum ria di dalam lift?" teriak satpam itu pàda Maymunah.
"Heh! apa yang kau katakan? dia istriku, jangan bicara sembarangan kau!" teriak Sultan membantah omongan satpam itu. Ia sungguh tak terima istrinya dicaci maki oleh satpam.
Satpam itu terhenyak seketika.
Sultan segera mendekat ke arah laki-laki yang tadi ingin melecehkan istrinya dan ..
Bugghh!
Buggg.!
Beberapa bogem mentah ia hantamkan ke arah laki-laki itu sampai membuatnya terhuyung ke samping.
"Berani sekali kau mengganggu istriku bangsat!"
teriak Sultan sambil meĺayangkan pukulan bertubi tubi .
"Jangan sembarangan kau! Istriku bukan wanita murahan. Dia hanya tak tau kebiasaan orang sini karena dia baru datang ke sini." Sultan menjawab dengan teriakan tak kalah keras.
"Sudah! Sudah! Bagimana kalau kita bicarakan di pos satpam saja. Biar semuanya jelas," ujar satpam menengahi mereka.
"Sultan, aku takut," rintih Maymunah yang bediri di samping Lift dengan tubuh bergetar.
Sultan segera berbalik dan meraih tubuh istrinya.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? kenapa kamu bisa naik sama orang gila ini?"
"Tadi ... tadi aku buru-buru, aku naik lebih dulu, dia kemudian masuk. Aku mau keluar, tapi lift sudah berjalan, Aku juga lupa bahwa di sini tidak seperti di negaraku. Di sini berbahaya berduaan dengan laki-laki asing di lift, aku tidak tau itu," tutur Maymunah diiringi tangisnya.
"Ya sudah sayang! Kamu tenang, ya. Kamu sudah aman. Sekarang kita keluar dari lift,ya?" Sultan segera membawa istrinya ke luar.
"Tolong bawa dia ke post satpam, aku akan buat perhitungan dengannya. Sekarang aku akan antar istriku ke apartemenku," titahnya pada satpam yang sejak tadi berdiri di pintu lift.
Satpam itu segera menyeret laki-laki cabul itu menuju post keamanan, sementara Sultan segera membawa istrinya kembali ke Apartemennya.
"Sayang, kamu tunggu di sini , aku akan keluar membuat perhitungan dengan orang itu," ujarnya pada Istrinya sambil mengusap kepalanya.
__ADS_1
"Sultan, bagaimana kalau mereka menanyakan surat nikah?" tanya Maymunah tiba-tiba, hingga langkah Sultan terhenti.
"Kamu benar sayang, bagaimana ya? kamu ada kan, surat dari Indonesia yang dibuat di desa kamu?"
Maymunah segera mengambilkan surat keterangan nikah dari kelurahannya.
Setelah Sultan menerima kertas itu, ia segera pergi menemui satpam dan laki -laki yang sudah menggoda istrinya.
Dengan harap-harap cemas, Maymunah menantikan Sultan kembali.
Setelah hampir satu jam berlalu, akhirnya Sultan kembali dengan senyum mengembang.
"Sultan, bagaimana ? apa masalahnya selesai?" tanya Maymunah setelah Sultan masuk.
"Alhamdulilah mereka percaya kalau kita benar - benar suami istri, tadi soalnya ada supir dari Indonesia yang aku suruh membaca surat keterangan nikah kita ini.
Dan orang itu sudah dilaporkan ke polisi "
"Syukurlah, aku tadi cemas banget."
"Iya, lain kali kamu harus hati-hati. Maafkan aku tadi menyuruhmu pergi sendiri. Aku lupa bahwa istriku ini adalah berlian yang harus dijaga dan tidak boleh dilihat kecantikannya sama orang lain," rayu Sultan sambil mengelus pipi Maymunah hingga membuat pipi itu bersemu merah karena malu.
"Gombal nya mulai." Maymunah memanyunkan bibirnya membuat laki-laki di depannya kini bertambah gemas.
"Eh, siapa yang gombal? Aku sungguh-sungguh, kamu memang sangat cantik, makanya aku tuh selalu pengen nempel kaya gini."
Sultan makin mendekat dan akan memeluk Maymunah, tapi sayangnya satu pukulan mendarat di tangannya.
Plak !
"Modus mulu! sekarang waktuny makan," elak Maymunah sambil berlalu menuju dapur.
"Ok, sekarang kita makan dulu, setelah itu... kamu siap -siap ya! kita akan malam pertama malam ini," ucap Sultan santai, membuat Maymunah mendelik dan berbalik ke arahnya.
Maymunah mendengus kesal.
"Malam pertama apa-an? orang kamu udah merusaknya," jawabnya sewot.
Sultan malah tertawa.
"Haha salah ya? maksudnya bukan malam pertama, tapi malam kedua ha ha ha"
"Iih, dasar suami aneh!" gerutu Maymunah kesal.
__ADS_1