
Warning...! Ini area 21+.
Bagi yang belum cukup umur, harap di skip😁.
Setelah sampai di Apartemennya, Sultan memeriksa kamarnya, Ia menghela nafas berat, ketika melihat Maymunah masih bertahan di dalam kamarnya.
Ia segera bergegas ke dapur, ternyata makanan yang telah ia belikan masih tak di sentuh. Makanan itu masih tergeletak di atas meja seperti semula.
"Ya Allah, apa ini artinya aku harus melaksanakan ide gila itu? Tapi bagaimana kalau dia marah berkepanjangan? Tapi kalau aku gak melaksanakan, dia juga tetap akan pergi.
Aku tau dia pasti akan bersi keras untuk pulang ke Indonesia dan meninggalkanku " Gumamnya dalam hati.
Sultan menyugar rambutnya dan mengusap kasar wajahnya. Setelah itu ia segera bergegas memanaskan makanan yang ia beli.
Dengan tangan bergetar, ia memasukkan obat yang diberi oleh temannya.
"Sayang, maafkan aku. Aku tau kamu pasti marah, tapi aku tak mau kamu pergi dariku. Aku janji, aku akan memperjuangkan hakmu. Aku akan berusaha membujuk ibuku" Ucapnya seraya mengangkat nampan berisi makanan itu dan membawanya pada Maymunah.
Tok tok tok
"Sayang, aku mohon sama kamu, buka pintu. Kamu gak ingin kan kalau Allah tidak meridoimu. Kau pasti faham bahwa rido Allah itu ada pada rido suamimu sayang" Ujar Sultan berusaha merayu Maymunah.
Karena mendengar nama dosa, akhirnya Maymunah membuka pintu.
Ia menunduk dengan wajah sendu ketika Sultan sudah berdiri di depan nya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu buka pintu. Sekarang waktunya makan, ayo kita makan!" Sultan membawa nampan itu masuk.
Ia meminta Maymunah duduk dan menyuruhnya makan.
"Aku suapin ya?" Tanya Sultan.
Maymunah cuma menggeleng.
"Aku akan makan sendiri. Maafkan aku " Ujar Maymunah seraya mengambil nampan berisi makanan dari Sultan.
Deg deg deg..
Jantung Sultan terasa berpacu dengan cepat saat melihat Maymunah memakan makanan yang telah ia bubuhi obat itu dengan lahap tanpa rasa curiga sedikitpun.
Ada rasa bersalah dalam hatinya, ada juga rasa takut Maymunah marah lagi. Tapi ia lebih takut kalau Maymunah akan benar-benar melaksanakan keputusannya untuk pulang dan minta cerai.
"Ya Allah ampuni hamba, sayang maafkan suamimu ini. Semoga ini tidak termasuk dosa. Bukankah dia ini halal untukku? Jadi apa salahnya kalau aku mencuri sesuatu yang halal untukku?. Walaupun dia pasti akan sangat marah padaku. Tapi aku harap dia akan memaafkanmu seiring dengan waktu yang berjalan " Batin Sultan.
__ADS_1
Setelah merasa kenyang, Maymunah bermaksud bangun untuk menaruh piring kotor bekasnya, namun Sultan segera mencegahnya.
: "Sayang, biar aku yang menaruh piring bekasnya. Kamu istirahat saja. Ok?" Ujarnya seraya mengambil nampan bekas istrinya dan melangkah keluar.
Setelah beberapa langkah ia berjalan, Sultan menoleh ke arah istrinya dan menatapnya dengan penuh sesal dan Obat yang di kasihkan oleh Fahad kini sudah mulai bereaksi, Maymunah mulai merasa pusing dan mengantuk.
Tanpa rasa curiga, Maymunah membaringkan tubuhnya dan terlelap dalam buaian mimpi yang indah.
"Sayang, sayang.." Sultan berusaha membangunkan istrinya namun Maymunah sudah terlelap.
"Obatnya sudah bereaksi, dia sudah tidur , apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Sultan dalam hatinya..
Ia mendekati Maymunah dan mulai menggenggam tangan halusnya.
Cup cup cup.
"Maafkan aku sayang..maafkan ! Lirih Sultan sambil mengecupi tangan istrinya yang sudah tergolek tak sadarkan diri itu.
"Akhh, Sultan, apa yang kamu lakukan?" teriak Maymunah saat ia tersadar dan menyaksikan suaminya berada di dekatnya dan melakukan hal yang ia larang sebelumnya.
Rasa sakit yang ia rasakan di tubuhnya sebenarnya tak seberapa bila dibanding dengan rasa sakit yang ditorehkan Sultan di hatinya.
Ia sadar, sebagai istri ia harus melaksanakan kewajibannya melayani suaminya di tempat tidur, tapi salahkah jika ia meminta Sultan bersabar sampai pernikahan mereka benar-benar terdaftar secara resmi dan mereka mendapat buku nikah terlebih dahulu.?
Maymunah terus saja menangis, namun ia tak melakukan perlawanan. Ia membiarkan suaminya menyelesaikan hasratnya. Jauh di lubug hatinya, sebenarnya ia merasa bersalah karena selalu menunda keinginan Sultan untuk mendapatkan haknya sebagai suami. Namun sikap realistis nya mengharuskan ia berfikir logis agar anak keturunan nya tak mendapat kesengsaraan akibat nafsu sesaat orang tuanya.
Maymunah tak ingin menjadi seperti kebanyakan orang yang hanya memikirkan nafsu dan tak berfikir bagaimana masa depan anaknya.
Setelah beberapa waktu, Sultan akhirnya menuntaskan keinginannya.
Ia terlihat sangat kikuk dan merasa bersalah ketika kesadarannya sudah kembali sepenuhnya.
Ia melihat istrinya memalingkan muka dengan airmata yang tak berhenti mengalir ke pipinya.
"Sayang, mmmaaf..maafkan Aku.. aku"
Ucapnya sambil memegang tangan istrinya dan segera ditepis. Maymunah menepis tangan suaminya dan berbalik menghadap Sultan dengan tatapan tajamnya.
"Maaf katamu,? Setelah merendahkan istrimu sendiri, kau minta maaf?" Tanyanya dengan suara lantang.
"Sayang, demi Allah aku tak bermaksud merendahkanmu ... aku...." Sultan tak mampu meneruskan kata-katanya.
"Tak bermaksud katamu? kau sengaja membiusku dan kau melakukan semua ini tanpa sepengetahuanku, apa itu bukan merendahkanku Sultan?" Maymunah makin meninggikan volume suaranya.
__ADS_1
"Sultan , aku tau kau punya hak atas tubuhku, tapi apa aku salah jika aku menunda sebentar saja, itu pun tergantung kamu..kalau kamu sudah mendaftarkan pernikahan kita dan sudah meminta restu ibumu, aku juga pasti sudah dengan sukarela memberikan hakmu dari awal. Sultan"
"kenapa, kenapa kamu sama sekali tidak menghargaiku Sultan?" Maymunah makin histeris.
"Aku hanya tak mau kehilanganmu, aku tidak mau kau pergi dariku dan aku fikir hanya dengan cara ini kau akan tetap di sisiku." Kata-kata itu akhirnya lolos dari bibir Sultan. Ia menundukkan wajahnya dalam dalam. Tak berani sedikit pun memandanga mata Maymunah yang sedang berapi api.
"Astaggfirullah, kenapa harus dengan cara itu? kamu tau yang aku mau itu apa. Kenapa kau tidak memenuhi keinginanku? kenapa kau tidak menghadap ibumu dan berterus terang tentang pernikahan kita. Itu yang ku mau dan dengan itu aku pasti akan menyerahkan jiwa ragaku sepenuhnya untukmu. Bukan dengan cara ini Sultan..bukan.."
"Aku hanya tak mau durhaka pada ibuku kalau aku terlalu keras padanya "
Maymunah menggelengkan kepalanya..
"Kau takut durhaka pada ibumu, tapi kau tidak takut menyakiti istrimu? apa kau pikir menyakiti seorang istri itu bukan dosa, Sultan?"
Sultan menunduk, entah kenapa air matanya tak bisa ia tahan melihat sikap istrinya itu.
"Sultan, aku tidak menyuruhmu durhaka pada ibumu, aku hanya ingin kau menjelaskan tentang pernikahan kita, apa aku salah?"
Maymunah bertanya lagi.
"Maafkan aku sayang, aku janji..aku janji akan memperbaiki kesalahanku. Aku akan segera menjelaskan tentang kita pada mama, dan aku akan berusaha membatalkan pernikahanku dengan Sumayya"
"Lalu bagaimana dengan kegadisanku yang telah kau renggut dengan paksa? kau tau Sultan, kau bukan hanya telah merenggut paksa kegadisanku, tapi kau juga sudah menghancurkan impianku tentang indahnya malam pertama."
Sultan mendongak kearah Maymunah.
Maymunah melanjutkan kata-katanya.
"Kau tau Sultan? Setiap gadis pasti memimpikan akan mengalami malam pertama yang sangat indah. Aku juga seperti itu, aku ingin malam pertamaku aku lalui dengan penuh keindahan, di awali dengan doa dan solawat agar malam pertamaku menjadi barokah dalam pernikahan kita . Tapi kau ..kau sudah menghancurkan impianku"
"Sayang, maafin aku. Tolong lah sayang! " Sultan terus berusaha merayu istrinya, namun Maymunah tetap menangis sampai Adzan Subuh menjelang.
"Sayang, sudah adzan. Kita mandi yu. Ayolah!"
Karena ia mendengar adzan, Maymunah akhirnya berhenti menangis dan perlahan turun dari ranjangnya.
"Akhhh sakit sekali " Rintihnya sambil memegang area sensitifnya.
"Aku gendong ya sayang. Aku mohon jangan membantah!" Ujar Sultan sambil segera menggendong istrinya dan membawanya ke kamar mandi.1
"Sultaaan ...!"
😁Area 21+ ..Bagi Readers yang belum cukup umur. Mo1hon maaf ya😁.
__ADS_1