Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Yang mana yang pengantin?


__ADS_3

Ibtisam dan Ibtihal mengajak Maymunah masuk ke gedung di mana di adakan resepsi.


Karena gaunnya agak panjang dari belakang, Hanan dan Hanin di minta memegangi gaunnya.


Hanan dan Hanin pun dengan gembira melakukan hal yang di sukai mereka itu.


Kini Maymunah persis seperti pengantin yang akan memasuki gedung, dia diapit oleh Ibtisam dan Ibtihal, sedangkan Hanan dan Hanin memegangi ujung gaun Maymunah dari belakang.


"Madam, kenapa saya jadi kaya pengantin gini?" Bisik Maymunah di telinga Ibtihal.


"Gak apa apa, kan kamu memang calon pengantin, hehe siapa tau setelah ini kamu akan memakai seperti ini lagi sebagai pengantin di gedung ini "


Jawab Ibtihal, Maymunah hanya tersenyum sambil mengamini kata -kata Ibtihal.


Maymunah melangkah memasuki gedung itu dengan hati yang berdebar.


"Ya Allah, ini adalah resepsi pernikahan suamiku, dan mulai malam ini suamiku akan membagi semuanya dengan wanita lain. Ya Allah, kuatkanlah hamba, dan berilah jalan terbaik untuk hamba. Hamba tak ingin tersiksa tapi hamba juga tak ingin membuat orang lain menderita." Doanya dalam hati.


Semua yang melihat Maymunah, terperangah dan berbisik bisik.


"Ibtisam, Ibtihal, Ini siapa?" Tanya Ibunya Gaida yang menyambut mereka, karena acara resepsi Gaida dan Wasim juga di adakan di tempat yang sama secara berbarengan.


Ibtisam hanya tersenyum karena tak tau harus menjawab apa.


Kalau ia jawab pembantu, pasti Maymunah tersinggung, tapi kalau dia jawab ipar, dan istri Sultan, pasti akan terjadi kehebohan.


"Ibtisam, ini Maymunah kan, kenapa kau dandani dia secantik itu? kamu ingin orang bertanya-tanya siapa dia?" Tanya Syifa dengan berbisik.


"Bukan aku yang dandani, tapi orang yang di samping nya itu" Jawab Ibtisam dengan berbisik juga.


"Ini adik ipar saya" Semua orang terkejut mendengar kata-kata itu, Maymunah sempat mengira yang menjawab itu adalah Ibtisam, tapi dia salah, yang menjawab itu adalah Ibtihal.


Mata Ummi Fathmah dan anak-anaknya melotot seketika, mendengar ada orang yang mengakui Maymunah sebagai adik iparnya.


"Maksud anda bagaimana Ukhty Ibtihal?" Tanya Syafa.


"Ah, maksud saya , ini calon adik ipar saya" Jawab Ibtihal meralat ucapannya semula.


Maymunah terperangah.


"Ya Allah, apa maksud madam Ibtihal mengakui aku sebagai iparnya. Andai mereka yang mengakui. hmm aku lupa aku belum memberi tau bahwa aku sudah menikah pada madam Ibtihal" Gumam Maymunah dalam hatinya.


Ia merasa tak enak di katakan ipar oleh Ibtihal karena ia sudah bersuami. Tapi dia diam saja, karena dia ingin tau reaksi mertua dan iparnya yang tak mau mengakui nya sebagai bagian dari keluarga mereka.


"Oh, apa ini tunangan Turky, adikmu? Tapi kenapa wajahnya seperti bukan dari Saudi, dan maaf, wajahnya mirip dengan yang bekerja sebagai pembantu di rumah Ummi Fathmah " Sahut Ibunya Gaida.

__ADS_1


Ibtihal tersenyum.


"Iya, In sha Allah kami akan menjodohkan dia dengan adik kami Turky, kamu benar dia memang pekerja di rumah mereka. Dulu dia bekerja di rumahku juga, makanya aku sangat mengenal kepribadiannya yang memang sangat cantik dari luar dan dalam" Jawab Ibtihal penuh kebanggaan.


"Tapi dia kan pembantu, apa kalian gak malu punya mantu pembantu?" Sahut salah satu tamu yang lain.


"Kenapa mesti malu, dia muslimah dan dia mempunyai akhlak yang baik. Itu sudah cukup untuk dijadikan sebagai istri dan keluarga. Bukankah dalam agama islam tidak pernah memebedakan derajat manusia dalam segi harta? iya kan?" Jawab Ibtihal dengan nada menohok.


Kata-kata Ibtihal itu menampar keras hati Ummi Fathmah dan anak-anaknya yang sampai kini belum mengakui Maymunah sebagai menantu dan iparnya di depan umum.


" Ya sudah, silahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan."Sahut Ibunya Sumayya.


"Baiklah, terimakasih. Ayo Maymunah, kita ke sana" Ajak Ibtihal.


"Ok, Ibtisam, saya ke sana dulu. Nanti kalau mau pulang, nanti hubungi saya" Ujar Maymunah pada Ibtisam.


"Tunggu sebentar, aku mau bicara" Hannan menuntun Maymunah ke arah mereka duduk.


"Siapa wanita itu, dan Kenapa wanita itu mengakuimu sebagai calon adik ipar, apa kau lupa bahwa kau punya suami? " Tanya Hannan dengan berbisik.


Maymunah tersenyum kecut.


"Itu mantan majikan saya dulu, dan kebetulan saya belum mengatakan padanya kalau saya bersuami, dan tadi saya mau jawab juga percuma, kalau saya bilang saya istri Sultan, apa kalian mau mengakui? Tidak kan? jadi untuk apa saya mengaku-ngaku?" Jawab Maymunah dengan senyum puasnya karna telah membuat mereka matikutu.


Setelahnya , ia segera berlalu dari mereka menuju tempat Ibtihal.


Ujarnya pada Ibtihal sambil berlalu menuju tempat seperti dapur.


Di dapur, dia terkejut melihat Susi dan Aminah yang bekerja mencuci piring di sana.


"Ya Allah, bukannya di sini ada pegawainya, kenapa mereka disuruh cuci piring?" Gumamnya sambil mendekati mereka.


Maymunah berjalan dengan hati-hati menuju dapur.


"Ya ampun, itukan pegawai hotel ini, mereka malah ngobrol, dan mereka membiarkan para pembantu yang bekerja di orang yang punya hajat untuk bekerja mencuci piring dan sebagainya" Geram Maymunah dalam hatinya.


Ia segera mendekat dan menyapa mereka.


"Assalamu alaikum " Sapanya dengan senyum manisnya.


"Alaikum salam, Madam butuh apa?" Jawab salah seorang pegawai hotel itu dalam bahasa arab dengan ramah atau tepatnya di ramah -ramahkan karena sikap mereka berbeda kalau ada seorang pembantu yang datang. Mereka ramah karena mengira Maymunah adalah salah satu majikan di situ.


"Saya cuma mau minum air putih"


Jawab Maymunah, pelayan hotel itu pun segera memerintah salah seorang pembantu untuk mengambil air minum.

__ADS_1


"Maaf, kenapa kamu menyuruh mereka, bukannya itu tugasmu sebagai pegawai di sini?" Tanya Maymunah sambìl menatap tajam pada mereka.


"Kalau begitu tak usah diambilkan, biar saya ambil sendiri" Ujarnya sambil mendekat kearah Susi yang akan mengambilkan air minum.


"Teh, gak usah diambilin biar saya aja" Seru Maymunah pada Susi dengan bahasa Indonesia sehingga membuat para pelayan dan pembantu lainnya kaget.


"Madam bisa bahasa Indonesia? dan kok kaya kenal ya" Tanya Aminah.


"Hmm pake panggil madam segala, ini Mae, teh..masa gak kenal?"


"Ma sha Allah, kamu Mae?..kamu cantik sekali. Kaya pengantin, eh malah kaya ratu kecantikan " Sahut Susi.


Maymunah terkekeh.


"Ratu kecantikan apaan haha,"


"Susi, ini siapa, kok bisa bahasa indoneisa" Tanya art keluarga Sumayya.


"Ini Maymunah, istri salah satu anak majikan saya" Jawab Susi.


"Oh, ma sha Allah cantik banget, udah cantik ramah lagi? gak sombong sama kami yang cuma pembantu. Ini kalau lewat bersama pengantin, pasti banyak yang bingung mana yang pengantin? " Timpal Art keluarga Gaida.


"Ah bisa aja. Oh ya, kenapa kalian kerja juga di sini, bukannya duduk. kalian kan tamu juga disini."


"Boro-boro jadi tamu, dari tadi kami di suruh ini itu di sini"


"Luh, bukannya menyewa gedung begini sekali gus menggaji pelayan juga, terus itu mereka tugas nya apa?"


"Ya begitulah, mereka malah main hp dan ngobrol. Kalau kami protes, mereka akan mengadukan kami ke majikan"


"Ini tidak bisa dibiarkan, Ya udah, sekarang teteh- teteh dan mbak-mbak, sebaiknya istirahat, duduk di sana. Di sana kan ada kursi kosong, pake aja. Biar saya yang menyuruh mereka kerja, dan nanti akan bicara dengan majikan teteh-teteh"


Setelah mereka semua duduk di meja yang ditunjuk Maymunah, tiba-tiba ada pelayan hotel yang bertugas di dalam, menyuruh mereka cuci piring bekas Gahwah mereka.


"Hei kalian, cucikan bekas Gahwa ini , kami akan membawakan ke para tamu" Titah pelayan itu dalam bahasa inggris, karena dia orang piliphina.


Maymunah mendekati pelayan itu.


"Kenapa kamu menyuruh mereka? Kenapa kamu tidak menyuruh temanmu? apa ini tugas mereka? Tolong bersikaplah profesional, di sini adalah area kalian bekerja , jadi hormatilah dan bekerjalah dengan baik. Jangan memanfaatkan kelemahan mereka yang tidak bisa menolak perintah " Ujar Maymunah tegas.


Pelayan itu diam dan akhirnya menuruti kata-kata Maymunah.


Setelah itu dia kembali menemui mertuanya dan iparnya.


"Ibtisam, aku ingin bicara. Tolong katakan pada para pelayan hotel agar bekerja dengan baik, jangan sampe mereka malah menyuruh para art yang kalian bawa untuk menghadiri pesta ini. Biarkan para art kalian istirahat selama berada disini. Karena ini adalah tugas pelayan hotel, bukan kah kalian sudah membayar mahal, lalu buat apa kalian menyuruh pembantu kalian kerja lagi di sini?"

__ADS_1


Ibtisam yang tak mau Maymunah membuat keributan itu kini segera bergegas ke dapur untuk menyuruh para pembantu mereka agar duduk dan tidak bekerja lagi.


__ADS_2