Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Masa lalu sang Madu


__ADS_3

"La haula wala quwwata illa billah, apa kau mau menceritakan kenapa itu bisa terjadi?" Pinta Maymunah.


"Kamu ingat, dulu pas dikebun, aku cerita bahwa aku memiliki laki-laki impian lain? dia lah orangnya. Kami adalah saudara sepupu, dan kami saling mencintai sejak kecil.. Tapi ibunya malah menjodohkan dia dengan sepupuku yang lain. Dan ibuku menjodohkan aku dengan Sultan.


Kami kecewa, dan marah pada orang tua kami, atas ketidak adilan mereka yang tidak memberi kebebasan pada anak-anak mereka untuk memilih jodohnya sendiri..


Makanya aku iri dengan wanita Indonesia yang bebas memilih jodoh mereka..


Karena itu, dia bilang satu-satu nya cara untuk menggagalkan perjodohan itu hanya dengan cara kami melakukan hubungan terlarang ini ..dan nanti kami akan memberi tau orang tua kami.. Tapi, tapi ternyata dia berbohong.dia malah berpaling setelah dariku setelah merengut semuanya.


Dia bilang dia akan menuruti ibunya..tapi aku yakin itu bukan karena ibunya.. itu karena dia sudah melihat calonnya yang ternyata lebih cantik dari aku..hu hu hu" Tutur Sumayya di sela isaknya.


"Astagfirullah, kasian sekali kamu. Apa kedua orang tuamu tau?"


Sumayya menggeleng menjawab pertanyaan Maymunah.


"Sumayya, tahukah kamu kenapa dia meninggalkanmu?, dia meninggalkanmu karena dia menganggap wanita itu lebih baik darimu.


Tahukah kamu,? sejahat dan sebejat apapun laki-laki, ketika dia akan memilih seorang perempuan untuk dijadikan istri ..maka dia akan memilih wanita yang masih suci, wanita yang pandai menjaga kesuciannya. Se intim apapun hubungan kamu dengan laki-laki itu, dia tetap tidak menganggapmu berharga"


Sumayya makin tergugu dengan semua yang diucapkan Maymunah.


"Maymunah, sekarang kau pasti membenciku dan jijik padaku, iya kan? karena kamu yang hidup di lingkungan yang sudah terbuka juga masih bisa menjaga mahkota mu, sedangkan aku yang hidup dilingkungan tertutup dan dikelilingi orang yang menjunjung tinggi norma agama dan kesucian perempuan, tapi aku malah sudah ternoda dan kehilangan mahkotaku yang seharusnya ku jaga, hik hik hik" Ucap Sumayya di tengah isaknya.


Maymunah tertegun. Ia memegang tangan Sumayya.


"Sumayya, aku tidak pernah membencimu, karena aku tak punya hak untuk itu.


Perbuatan zina memang hina, tapi bukan berarti kita berhak menghina seorang pezina.


Sebagai sesama muslim, kewajiban kita adalah saling mengingatkan.


Aku tidak pernah merasa bahwa diriku adalah orang suci, karena yang maha suci hanyalah Allah SWT.


Setiap manusia tidak akan pernah luput dari dosa, tidak peduli itu orang Arab, atau orang non Arab, semua manusia itu sama, pasti tak akan pernah luput dari dosa.


Dan sebaik-baiknya pendosa adalah yang mau bertaubat.


Jadi jika kamu memang menyesal dengan apa yang telah kau lakukan, maka sebaiknya kamu bertaubat dengan sungguh-sungguh.


Dan taubat yang nasuha itu adalah taubat yang dilakukan karena Allah semata. Bukan karena takut dengan omongan manusia saja.


Artinya, jika kamu ingin bertaubat maka jangan lakukan itu karena kamu takut dimarahi kakakmu atau ibumu, atau ayahmu..


Tapi lakukanlah itu semua karena Allah , karena kamu sudah menyesal telah melanggar sesuatu yang dilarang olehnya. In sha Allah, dengan itu Allah akan menerima taubatmu dan akan membuatmu di terima oleh manusia. "


"Lalu apa yang harus kamu lakukan sekarang?, Apa Sultan akan menceraikan aku?, apa kamu akan meminta Sultan menceraikanku?" Tanya Sumayya dengan wajah memelas.


Maymunah menarik nafas dalam- dalam.


"Kalau kamu tanya apa yang harus kau lakukan, maka jawabannya adalah, kau harus bertaubat nasuha.


Dan Kalau kau tanya, apa aku akan menyuruh sultan menceraikanmu? maka jawabannya, aku tak akan mengintervensi Sultan dalam mengambil keputusan apapun.


Tapi aku pasti akan memberikan pandanganku dan pendapatku yang berdasarkan ajaran agama kita.


Dan soal Sultan menceraikanmu atau tidak, aku tak tau jawabannya."


Sumayya tertunduk, ia tak tau lagi harus bagaimana.

__ADS_1


"Oh ya, kalau boleh tau, kapan kau terakhir berhubungan dengan laki-laki itu?" Maymunah bertanya lagi.


"Sekitar satu bulan lalu"


"La haula wala quwwata illa billah, sebulan lalu berarti kamu masih ada kemungkinan hamil, dan menurut madzhab Hambali,haram hukumnya menikah dengan wanita hamil.


Jadi, mau tidak mau, kalian harus bercerai, karena jika dilanjutkan, itu akan merusak nasab. Kamu bisa bayangkan, kalau ternyata kamu hamil, apa Sultan dan keluarga nya harus menerima anak itu, sedangkan itu bukan darah daging mereka?" ..


Sumayyah terdiam, harapan nya benar-benar telah pupus.


"Ya sudah, sekarang kamu solat subuh dulu, nanti siang, kita bicarakan lagi masalah kalian ini. Aku akan pergi menemui Sultan"


Setelah dirasa cukup menasehati Sumayya, Maymunah segera keluar dan menuju kamarnya untuk menemui suaminya.


Di dalam kamar, Sultan terlihat bersimpuh di atas sajadahnya sedang menangis tersedu-sedu.


Ketika ia mendengar suara pintu dibuka, ia segera mengakhiri doanya dan mendekati Maymunah yang duduk di ranjang.


"Sayang, gimana ? apa dia sudah cerita?" Tanya Sultan dengan antusias, membuat Maymunah terlihat jengkel.


"Ooh jadi dari tadi kamu penasaran, peduli banget ya, sama istri baru?" Sindir Maymunah.


"Sayang..kok bicara nya gitu? kan aku penasaran , dan biar aku tau apa yang harus kulakukan selanjutnya" Jawab Sultan berusaha membuat Maymunah percaya.


"Ya, dia bilang dia memang pernah melakukan hal terlarang itu sekitar sebulan lalu"


Deg..


"Astaggfirullah " Sultan terhenyak kaget. Ia terduduk lemas di atas kasurnya.


"Sepertinya kamu sangat terluka sekali, katanya gak cinta, kok terluka?" Maymunah menyindir lagi.


Dan itu terjadi denganku..walaupun aku tidak mencintai Sumayya, tapi sebagai seorang laki-laki tetap saja merasa terhina dan di injak-injak harga diriku"


Maymunah menatap suaminya itu dalam-dalam, kemudian menariknya dalam pelukannya.


"Tak ada yang bisa kamu lakukan selain bertaubat, bertaubat lah dengan taubat nasuha. In sha Allah, Allah akan memberi jalan keluar "


Ujarnya berusaha menenangkan suaminya.


Sultan melepas pelukannya..


"Sayang, lalu aku harus bagaimana, apa aku harus mencerainya?"


"Iya, seperti nya harus, ini bukan karena aku, tapi karena Allah. Karena Allah melarang seorang muslim menikahi perempuan yang ada kemungkinan sedang mengandung"


Sultan mengangguk faham.


"Ya sudah, kita tidur dulu yu" Ajak Sultan merayu.


"Emang kamu sudah solat?"


"Sudah, kan tadi barusan Solat."


Maymunah memegang kepala Sultan dan menciumi badannya.


"Wah sayang, kamu kangen ya..ko cium cium begitu..kalau kangen ayo kita mulai!"


Sultan merayu lagi, tapi malah mendapat pukulan di tangannya.

__ADS_1


Plak..


"Mulai, mulai,..Mulai apaan? Aku lagi meriksa tubuh kamu, kok kayanya belum mandi, rambut nya kering, dan patfumnya masih parfum tadi malam, bahkan masih ada parfum lain "


Sultan terkekeh mendengar ocehan istrinya.


"Hehehe emang aku belum mandi sayang. Dingin "


Plak..


Maymunah menepuk dahinya sendiri.


"Astagfirullah, Kamu belum mandi tapi kamu udah solat? ..Ya, gak Sah dong sayaaang"


"Kok gak Sah, kan kita gak melakukan apa apa sayang?" Tanya nya sok polos. Dia tidak ingat , tadi malam sudah memeriksa segel istri barunya.


"Ya kalau denganku tidak, kan kamu habis meriksa segel istri barumu?"


"Hehe iya ya, tapi kan cuma dua kali nyelup, gak sempat masuk lama juga" Jawab Sultan masih cengengesan.


"Hmm ..Sultan, Sultan, emang kamu gak tau,? mau dua celup, mau cuma sepotong doang yang masuk, Mau enak mau enggak, itu namanya jimak, dan mewajibkan mandi..jadi kalau mau solat, ya harus mandi dulu."


"Jadi, solatnya harus di ulangi lagi?"


"Ya, iya lah ..gimana sih?"


"Ya sudah, tapi..nanti kasih upah dong sayang"


Maymunah yang faham dengan maksud Sultan , kini berkacak pinggang..


"Enak aja, Dasar laki-laki.. habis celap celup sama yang lain, malah pengen lanjut sama aku.".Tukasnya sambil berjalan ke arah ranjang dan membaringkan diri.


Di Saudi memang punya kebiasaan aneh, malam mereka bergadang, setelah Solat subuh banyak yang tidur.


Sultan yang melihat istrinya mendahului tidur hanya bisa menelan ludah.


"Sabar-sabar ya sayang..nanti juga kamu dapat jatah kok..sekarang dia lagi ngambek..nanti pasti dapat ..kamu yang sabar ya" Sultan berbicara sendiri sambil menasehati adik kecilnya yang memang belum mendapat pelepasan setelah ia tak berhasil melakukan hubungan dengan Sumayya.


Maymunah yang mendengar itu tertawa geli dari balik selimut..


"Kok masih di situ, katanya mau dapat jatah, tapi di suruh mandi malah males." Gumam Maymunah yang terdengar oleh Sultan.


"Wah, yang bener sayang..jadi Kamu izinin?" Sultan malah mendekati istrinya.


"Iya, tapi mandi dulu sana! ..Aku gak mau mencium bekas tubuh wanita lain ditubuhmu"


"Hehehe..ok Sayang.. "


Jawab Sultan sambil berlari keluar untuk mandi.


********


Makasih untuk komen dan like nya😍😍😍.


Ambil yang positif dan mohon maaf kalau isi cerita nya tak sesuai dengan yang Readers inginkan.


Cerita ini hanya fiksi dan tak benar-benar terjadi, meskipun alur dan latar nya saya usahakan agar terlihat seperti kisah nyata. 😊


Jangan lupa like dan vote nya ya, 😍😍..

__ADS_1


__ADS_2