Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Terpukul


__ADS_3

"Wasim, kenapa pembantu itu mengaku sebagai istri Sultan?" tanya Gaida yang berada di samping Wasim yang berjalan di belakang Sultan dan Istrinya.


"Gaida, sebaiknya kamu jangan memanggil Maymunah dengan sebutan pembantu, dia istri Sultan."


Jderr.


Gaida terperangah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


"Bagaimana mungkin Sultan menikahi pembantu? kapan mereka menikah? apa sebelum Sumayya?" tanya Gaida.


"Iya, Sultan menikahi Maymunah jauh sebelum ia menikahi Sumayya.


Dan satu hal lagi, tolong jangan merendahkan sesama manusia. Jangan memelihara sifat sombong walaupun itu hanya secuil.


Kesombongan itu sangat dibenci oleh Allah, jadi jangan melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah. Aku menasehatimu begini, karena saat ini kamu adalah istriku dan tanggung jawabku. Jika kamu melakukan sesuatu yang dibenci Allah, maka Allah juga akan menyeretku kedalam dosamu. Semoga kau bisa faham. Gaida," tutur Wasim sambil berjalan mendahului Gaida yang termenung karena kata-kata Wasim.


"Assalamualaikum."


Sultan segera menyapa keluarga nya saat mereka sudah tiba di rumah orang tua mereka.


"Hala, marhaban pengantin baru, " sambut semua keluarga Sultan yang hadir di ruang keluarga itu.


Mereka bersorak gembira, namun sedetik kemudian, tawa mereka terhenti saat melihat dua sosok wanita yang hadir.


Mereka mengenali bahwa yang datang bersama Sumayya itu adalah Maymunah.


Yang membuat mereka bertambah heran, terlihat mereka berdua sangat akrab. Karena Maymunah menggandeng tangan Sumayya.


"Sultan, bagaimana mereka bisa berdua kesini? Apa kamu sudah menceritakan siapa Maymunah pada Sumayya?" tanya Ibtisam.


"Sumayya, kamu sudah tau ?" tanya Ragad menimpali.


"Sumayya sedang sakit, jadi biar dia istirahat dulu!" Maymunah menjawab pertanyaàn Ragad.


"Ya Allah kamu sakit apa Sumayya, Jangan jangan ini ulah kamu , Maymunah?" sahut Syifa malah menuduh Maymunah, membuat Sultan naik pitam.


"Syifa, jaga bicaramu! Kenapa kau selalu tidak sopan pada kakak iparmu? apa kau tidak menghargaiku?" bentak Sultan hingga membuat Syifa bahkan yang lainnya terdiam.


"Sultan, biarkan aku antar Sumayya ke kamarmu," ujar Maymunah, sengaja membuat suaminya agar diam.


"Baiklah, kamu temani dia saja," jawab Sultan seraya duduk di kursi.

__ADS_1


"Sultan, Sumayya sakit apa, kenapa bukan kamu yang membawanya kekamar?" tanya Ummi Fathmah.


"Biar saja Maymunah yang membawa, Saya ingin bicara dengan Ummah dan kamu Ibtisam. juga Muhammad dan Wasim."


"Kamu mau bicara apa, kenapa aku gak diajak?" tanya Syifa, tapi Sultan tak menjawab.


Setelah semua berkumpul, Sultan segera menggiring mereka ke dalam kamar Ibunya dan mengunci pintunya


"Buat apa kamu mengunci pintu kamar ini?" Tanya Ummi Fathmah.


"Biar mereka tak mendengar. Hal yang ingin dibicarakan ini sangat berbahaya bila didengar anak-anak yang suka bergosip model mereka" Jawab Sultan mengatai adik-adik perempuannya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami?" Tanya Ibtisam.


"Aku sudah menceraikan Sumayya"


Semua yang hadir disitu terperangah tak percaya kecuali Wasim,


"Apa sebabnya, atau ini ada hubungannya dengan Maymunah? apa dia yang menyuruhmu?" Teriak Ummi Fathmah menuduh Maymunah .


"Cukup ma! Kenapa ummah menyalahkan istriku lagi, kenapa ummah selalu mencari -cari kesalahan istriku, ini tidak ada hubungan dengan Maymunah .


Sultan menyodorkan surat dari dokter pada Ibtisam kakaknya yang berada di samping ibunya.


Mata Ibtisam terbelalak mèmbaca satu persatu kalimat yang tertulis di situ.


"Hamil? Sultan, Sumayya Hamil?" Tanya nya dengan syok.


Ummi Fathmah yang di sampingnya itu menjadi syok juga.


Dia segera merampas kertas dari anaknya.


"Bagimana bisa, kamu kan baru semalam bersama Sumayya? apa sebelum nya kamu pernah meniduri Sumayya?" Tanya Ummi Fathmah terlihat syok juga.


Sultan dan kakak-kakanya tersentak kaget dengan ucapan ibunya.


"Astagfirullah, Ummah..Apa yang ummah katakan? Demi Allah ummah, aku tak pernah bertemu dengannya kecuali saat aqad dan saat resepsi, tega sekali ummah menuduhku"


Sultan histeris.


"Lalu dengan siapa dia hamil, bagaimana dia bisa hamil? ini tidak mungkin " Ummi Fathmah tersedu di atas kursinya.

__ADS_1


"Akhuy, bagaimana menurutmu?" Tanya Sultan pada kakak tertuanya.


Muhammad menarik nafas panjang.


"Kita akan bicarakan ini dengan kedua orang tua Sumayya, tapi kita tidak boleh mengumbar aibnya. Kita serahkan Sumayya pada mereka secara baik-baik. Malam ini kita kesana "


Jawab Muhammad.


"Tapi Sumayya menolak pulang dulu. Jadi Maymunah mengizinkan dia tinggal di apartemen kami dulu sampai Sumayya siap"


Jawab Sultan.


"Sebaiknya kita musyawarahkan dengan orang tuanya saja, kalau mereka mengizinkan Sumayya untuk tinggal di sini dulu, ya silahkan."Jawab Muhammad.


"Bukankah kalau perempuan yang masa iddah, harus diberi tempat tinggal dan nafkah? " Tanya Ibtisam.


"Itu kalau talaq raj'i, yakni talak satu dan talaq dua, baru harus dikasih nafkah dan dikasih tempat tinggal selama perempuan itu menjalani masa iddah. Tapi kalau yang di talaq tiga itu namanya talaq ba'in, jadi dia tidak mendapat nafkah dan tidak juga tempat tinggal selama masa iddah. Karena memang tidak ada harapan untuk rujuk lagi, kecuali perempuan itu sudah menikah lagi dan bercerai dengan suami yang baru itu." Tutur Wasim.


"Ya sudah, sekarang saya keluar dulu ummah, tapi saya mohon jangan ada yang memberi tau yang lain, karena aku takut Sumayya akan negdrop karena malu"


Ujar Sultan seraya berlalu meninggalkan ibu dan kakak-kakaknya yang masih terlihat syok.


"Ibtisam, ini tidak benar kan? Ini semua pasti tidak benar " Gumam Ummi Fathmah sambil terisak.


"Ummah, ini surat dari dokter, tidak mungkin salah. Ummah jangan nangis lagi, ini semua sudah takdir..toh Sultan juga mempunyai istri lain. Jadi dia tidak terluka karena ini" Ujar Ibtisam.


"Jadi kita wanita itu kini sudah menjadi satu -satunya istri Sultan, dan apa kita harus benar -benar menerima wanita itu?"


"Tentu saja ummah, Maymunah itu gadis yang baik, dia bisa menjadi istri Sultan yang baik. Ummi bayangkan! kalau saat ini Sultan belum menikah dengan Maymunah, dia pasti sangat syok menerima kenyataan ini. Tapi dengan adanya Maymunah di sisinya, seakan Allah sudah memberinya obat penawar sebelum terkena racun.


Jadi racun itu sama sekali tak berfungsi dan tak membuat Sultan celaka. Karena itu, kita patut menerima dia , ummah" Ibtisam terus berusaha merayu ibunya agar menerima Maymunah.


"Tapi dia hanya seorang pembantu, apa dia layak?"


"Astagfirullah ya ummah, kenapa ummah jadi ikut-ikutan menjadi seperti mereka yang merendahkan derajat manusia? Ummah dulu selalu menasehatiku, agar meneladani Rosululloh dalam segala hal. Dan Rosul menyuruh kita agar Tawadu, ..lalu apakah kita akan menentangnya ummah?"


Uumi Fathmah menunduk , ia tak tau lagi harus bagaimana menghadapi semuanya.


Ia sangat terpukul karena telah salah pilih menantu, dan kini harus menerima pembantu menjadi menantunya.


******

__ADS_1


__ADS_2