
Dengan penuh amarah, Sultan mengemudikan mobilnya dari Jeddah menuju Thaif.
"Assalamualaikum " Sultan menyapa keluarganya saat sudah sampai di rumah ibunya.
"Walaikum salam, Sultan kamu sudah datang. Duduklah aku akan perlihatkan padamu poto istrimu di kamar supir " Ujar Ragad. Namun Sultan tak merespon.
Ia langsung menuju dapur .
Lilis yang sudah melihat Sultan datang merasa bahagia karena ia merasa rencananya telah berhasil.
"Sultan, untung kamu sudah datang, kamu harus tau kelakuan istrimu " Ujarnya dengan lenggak lenggok.
"Mana Maymunah?" Tanya Sultan dengan menahan amarah.
"Maymunah di kamar, sebentar aku panggilkan" Susi yang menjawab.
"Ajak dia ke ruang keluarga, dan kamu juga Lilis , ikutlah!" Titah Sultan yang di sambut dengan gembira oleh Lilis.
Sultan segera menuju ruang keluarga dan duduk di sofa tanpa berkata apapun.
Tak berapa lama kemudian, Maymunah dan Susi datang.
Sultan segera mendekat kearah Maymunah dengan wajah penuh kesedihan.
"Sayang, maafkan aku karena sudah meninggalkanmu di sini"Ucapnya seraya menuntun istrinya dan mendudukkannya di sampingnya.
Ummi Fathmah dan Ragad sangat marah ketika melihat semua itu.
"Sultan, kenapa kamu masih membelanya? dia sudah selingkuh dan kamu masih berbuat baik padanya?" Tanya Ragad penuh amarah.
Sultan menatap mereka dengan tatapan tajam penuh kekecewaan.
"Aku sangat kecewa pada kalian, apa kalian pikir istriku ini gìla, mau menukarku dengan supir? Kalau dia mau selingkuh, kenapa harus dengan supir?.
Ingat Ummah..Dia pernah mau dilamar oleh anak konglomerat dari Jeddah, yaitu bekas majikannya dulu untuk adiknya. Dia menolak itu karena aku, lalu Ummi pikir istriku mau selingkuh dengan supir? ..Kenapa kalian sebodoh ini mau dikerjain oleh iblis seperti dia?" Ujar Sultan setengah berteriak.
Glek..
Seketika Ummi Fathmah dan Ragad terdiam.
__ADS_1
Mereka teringat Ibtihal yang mendandani Maymunah bak putri raja dan mengakui nya sebagai calon adik ipar, sedangkan dia tau Ibtihal itu adalah putri dari salah satu pengusaha kaya raya di Jeddah selain dia menikah dengan seorang syekh muda juga.
Seketika otak Ummi Fathmah bekerja dengan baik, dan berpikir jernih. Mana mungkin Maymunah berselingkuh dengan supir sedang dia memiliki kecantikan yang bisa meluluhkan siapapun yang melihatnya.
"Apa Ummah sudah bisa berfikir sekarang? Dan satu lagi, bagaimana dia berselingkuh denga supir, sedangkan supir nya saja ikut dengan kalian, mengantar kalian ke luar kota Thaif..apa kalian tidak berfikir begitu?" Sultan berteriak lagi.
Seketika otak Ragad bekerja. Bisa bisa nya dia termakan ucapan Lilis.
"Dan kau Lilis, apa kamu ini tidak punya hati, melakukan hal keji ini pada orang yang sebangsa denganmu?" Kali ini Sultan membidik Lilis.
" Aku tidak memfitnah, aku hanya kaget melihat dia ada si kamar supir, aku juga tidak tau kenapa dia disana" Jawab Lilis dengan tergagap -gagap.
"Oh, kamu tidak tau ya? Kamu tau Lilis? kalau kamu bukan perempuan, aku pasti sudah menghajjarmu habis-habisan saat ini "
Lilis seketika menjadi panas dingin mendengar ucapan Sultan. Tapi dia masih berusaha membela diri.
" Aku punya fotonya kalau kau tidak percaya?" Ujarnya masih penuh kepercayaan diri.
"Aku juga punya video. Sebentar aku putar sekarang"
Sultan segera mendekati Tv dan memasangkan kabel data serta menyambungkannya dengan ponselnya.
Setelahnya ia memutar video ketika Lilis memberikan Minuman pada Maymunah dan membuatnya pingsan serta membawanya dengan susah payah menuju kamar supir.
Dia beranjak dari duduknya dan ..
Plak..
Dia menampar Lilis yang kini mulai menangis.
"Dasar wanita kejam, bisa bisa nya kau memperdaya kami, sekarang juga kau akan ku usir dari sini "
Teriak Ummi Fathmah.
"Dia bukan hanya akan diusir , tapi dia juga akan aku penjarakan,karena dia sudah melakukan kejahatan ini pada istriku."
Ujar Sultan tegas. Seketika Lilis menangis dan mendekati Maymunah.
"Maymunah tolong aku. tolong maafkan aku..aku khilaf , aku janji gak akan menggnaggumu lagi, tapi tolong maafkan aku" Ujar Lilis sambil menangis tersedu sedu.
__ADS_1
"Enak aja kamu mau bebas begitu saja, kamu sudah memfitnah Maymunah dengan sangat keji, jadi kamu harus di hukum " Teriak Susi membela Maymunah.
Maymunah yang sejak tadi diam membisu kini terlihat mau membuka mulut.
"Aku memaafkan teteh , tapi aku tak akan mencegah suamiku melaporkan teteh. Mohon maaf karena itu teh. Saya tidak bisa membantu teteh menghadapi suami saya. Itu sudah menjadi keputusan suami saya. Jadi saya gak bisa mencegah nya" Ujarnya dengan wajah tenang. Ia tak menampakan dendam atau rasa sakit hatinya.
"Kau sudah dengar, Lilis? Meski istriku memohonkan ampun untukmu, aku tidak akan memaafkanmu. karena kau sudah diluar batas" Sahut Sultan.
" Tapi Mae, kita ini satu bangsa, apa kau tega melihat teman sebangsamu dipenjara " Lilis masih berusaha membela diri.
"Halah, dasar kamu Lilis. Sekarang kamu mengaku teman sebangsa, tadi kamu juga memfitnah Mae habis-habisan, kamu juga gak kasian sama teman sebangsamu, kamu tega membiarkan dia dihina..Dasar wanita ular kamu Lilis " Aminah menimpali dengan geram.
"Semoga dengan ini teteh mau menyadari kesalahan teteh, harusnya teteh itu berfikir ..teteh itu ke sini niatnya buat kerja, iya kan? kenapa justru malah neko-neko ..Apa teteh gak kasian sama orang di rumah teh?" Ujar Maymunah lembut.
Lilis masih sesegukan, entah karena menyesal atau karena takut dipenjara.
"Ummi apa saya gak bisa dimaafkan Ummi?" Tanya nya sekali lagi.
"Sudah ku katakan , aku tidak bisa memaafkanmu Lilis, kamu sudah melakukan kejahatan. Lagi pula dari mana kamu mendapat obat tidur, kamu pasti sudah merencanakan ini dengan matang, makanya kamu mendapat itu juga"
Tak lama kemudian, suara sirine mobil polisi terdengar jelas di depan pintu.
"Polisi sudah datang, ayo kalian pakai abaya kalian!" Titah Sultan pada keluarganya kemduian ia segera menuju gerbang rumah ibunya .
"Hala..Sultan..kami harus menangkap siapa ? " Tanya polisi yang ternyata teman Sultan.
"Penjahat nya ada di dalam. Silahkan masuk, tapi tolong kalian panggil polwan juga, karena bukti yang akan aku tunjukan tidak bisa kalian lihat, karena itu ada video istri saya "
Ujar Sultan menyambut para polisi itu.
"Siap! memangnya ini kejahatan apa? "
" Pembantu kami memfitnah istriku melakukan perselingkuhan dengan supir kami. Alhamdulillah di rumah kami ada cctv , jadi kami bisa membuktikan bahwa itu fitnah keji dari nya" Tutur sultan pada polisi itu.
Setelah menyerahkan bukti berupa video dan bungkus serbuk obat tidur, polisi akhirnya membawa Lilis untuk di tahan.
"Apa kalian tidak ada yang berniat meminta maaf pada istriku?" Tanya Sultan pada ibu dan adiknya.
Ummi Fathmah hanya diam menunduk.
__ADS_1
"Tak usah sayang, biarkan saja mereka. kita pulang saja yu..aku lelah " Ujar Maymunah mengajak suaminya dan kali ini ia tak sanggup berpamitan dengan mertuanya. Ia langsung melangkah keluar menuju mobil suaminya.
sambil tersenyum, ia mema