Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Aqad ulang.


__ADS_3

"Nak Fawaz, maaf, apa nak Fawaz sudah tau dari awal bahwa Mae udah nikah?" Tanya Bu Irma pada Fawaz ketika Maymunah dan Sultan sudah masuk ke dalam gedung KJRI.


Bu Irma menunggu di ruang tunggu.


"Iya, Bu. Saya bertemu Mae dan Sultan pas di Bandara. Dan Mae sama Sultan juga udah ke sini sebelum nya untuk mendaftarkan pernikahan mereka"


Jawab Fawaz ramah.


"Ibu harap, nak Fawaz gak kecewa sama ibu. Ibu bukan ingkar janji, tapi yang nama nya jodoh kan kita gak tau, terus bapak nya Mae, menerima siapa yang duluan datang melamar.


Ya kan pas nak Fawaz ke sana juga Mae lagi di arab jadi dia gak tau. "


Tutur bu Irma penuh penyesalan.


"Iya bu, saya faham. Saya sudah pasrahkan pada Allah, apapun yang terjadi" Jawab Fawaz dengan menahan pedih di hatinya.


"Ema, kami udah selesai, aqadnya insya Allah dua hari lagi.


Akan di adakan di sini, di masjid KJRI " Tutur Maymunah yang sudah selesai dari dalam.


"Fawaz, kami permisi dulu. Ayo kita pulang sayang! Ajak Sultan.


Setelahnya Maymunah dan bu irma juga berpamitan pada Fawaz, meninggalkan Fawaz dengan ribuan luka yang harus ia tahan dan sembuhkan sendiri.


Sejujurnya Fawaz sangat kecewa dengan pernikahan Maymunah, tapi apalah daya, itu sudah taqdir dari Allah, yang harus ia terima.


Ia hanya menyesali satu hal, andai dia dari dulu berani melamar Maymunah secara langsung padanya dan menyatakan perasaan nya dari dulu.


****


Setelah selesai dari KJRI, Sultan membawa Maymunah dan keluarga nya ke Corniche Jeddah untuk menikmati indahnya pantai kota Jeddah.


"Teh ..lihat..itu ada sepeda besar sekali hahaha lucu yaa" Teriak Ade bersorak gembira melihat sepeda terbesar dan terdahulu.



"Waah kamu benar de, apa itu yang sering di sebut sebagai sepeda nabi Adam, mae?" Tanya bu Irma dengan ekspresi kagumnya.


Maymunah tertawa mendengar ocehan ibunya.


"Hehehe bukan Ma...itu bukan sepeda Nabi Adam hehe..itu di buat sekitar 40 tahun lalu oleh Pabrik marmer Saudi tertua yang didirikan oleh Mohammed bin Laden."


Jawab Maymunah sambil terkekeh.


"Ooh, tapi kenapa itu pada nyebutnya sepeda Nabi Adam ya?" Tanya bu Irma masih penasaran.


"Haha itu ulah supir taksi yang mengatakan itu saat di tanya oleh rombongan haji dan rombongan umroh dari negara kita, ma"


"Ooh jadi itu bohong ya"


Akhirnya bu Irma Faham bahwa itu semua hanya lelucon yang di anggap kebenaran oleh sebagian orang awam.


"Hmm iya lah..Ma, jelas itu bohong..Masa pas zaman Nabi Adam udah ada sepeda hehe.. Kalau saja pada zaman Nabi Adam udah ada sepeda, pada zaman Nabi Muhammad gak bakal naik onta Ma, hehe"


" Betul juga kamu Mae"


Setelah mereka puas mengitari tempat indah di pantai Jeddah, Sultan akhirnya mengajak mereka pulang.

__ADS_1


Dua hari sudah berlalu, kini tiba lah hari Maymunah dan Sultan melangsungkan AQad nikah ulang, di KJRI Jeddah.


Maymunah memakai kebaya putih yang dibawakan bu Irma.


Belum sempat mereka pergi ke KJRI, pintu apartemen mereka di ketuk oleh seseorang.


Sultan segera bergegas membuka pintu.


Ia terperangah melihat siapa yang datang ke apartemennya.


Ummi Fathmah dan Ibtisam, di susul Wasim dan Gaida, juga Muhammad dan istrinya sudah ada di depan pintu.


"Kamu tidak akan mengizinkan kami masuk?" Tanya Ummi Fathmah.


Sultan terkaget dan segera mempersilahkan keluarga nya masuk.


"Mana istrimu?" Tanya Ummi Fathmah.


"Di dalam kamar sedang bersiap, sebentar saya panggil, kalian duduk saja dulu. "


Sultan bergegas keluar, tapi ia kembali bertanya


" Tapi, kalian kesini mau menghadiri aqad kami,kan?" Tanya Sultan ingin memperjelas.


Ummi Fathmah terlihat marah.


"Apa kamu securiga itu pada orang tua mu?" Tanya nya penuh amarah. Sultan terdiam seketika, ia merasa bersalah pada ibunya.


"Iya, maaf Ummah, sekarang saya akan panggil Maymunah dan ibu nya."


"Ibunya Maymunah datang dari Indonesia ?" Tanya Ummi Fathmah.


"Iya, kan aqad nya perlu wali, jadi saya memanggil adiknya dan ibunya kesini"


"Ayahnya gak di panggil kesini?"


Sultan tertunduk saat teringat ayah mertuanya yang meninggal setelah acara aqad nikahnya dulu.


"Ayah Maymunah sudah meninggal setelah ia menikahkan kami"


"Inna lilahi , baiklah ..panggil mereka..biar kami duduk di sini saja"


Sultan segera memanggil Maymunah dan keluarga nya.


"Sayang, pakai abaya dulu, ada Ummi dan saudara-saudaraku di ruang tamu" Ujar Sultan.


Maymunah malah bengong seakan tak percaya bahwa mertua nya akan mengahdiri Aqad nya.


"Ummi kesini?" Maymunah mengulang pertanyaan.


"Iya, sekarang di ruang tamu, ayo ajak ema kesana juga"


Ujar Sultan sambil berlalu meninggalkan istrinya dan pergi menemui keluarga nya di dalam ruang tamu.


"Ema, mertua dan ipar nya Mae sudah datang, ayo kita temui mereka. Ema dandan yang rapih ..pake krudungnya ya" Ujar Maymunah pada ibunya.


Dia segera memakai abaya dan niqobnya, kemudian mendandani ibunya agar terlihat rapih.

__ADS_1


"Assalamu alaikum " Sapa Maymunah pada keluarga Sultan.


"Alaikum salam warohmatulloh, keif halik Maymunah " Jawab Ibtisam. Maymunah segera menyalami


Ummi Fathmah dan ipar perempuannya.


"Ini ibu saya. Ema.. ayo salaman sama mereka, tapi sama yang perempuan saja ya. Jangan salaman sama yang laki-laki" Titah MAymunah pada ibunya.


Bu Irma segera menyalami Ummi Fathmah.


"Keif halik?"


"Baik, Alhamdulilah "


Jawab bu Irma gugup.


"Ya sudah, kapan kita berangkat ke KJRI?" Tanya Ummi Fathmah.


"Sekarang Ummi, sekarang saya sudah siap?"


Dengan hati yang dagdigdug Akhirnya mereka turun dari apartemen menuju KJRI.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan gedung KJRI.


Fawwaz yang melihat Maymunah datang bersama Sultan, hanya bisa memandang dengan pandangan sendu.


Ada rasa perih yang tiba-tiba mendera qalbunya.


Mereka di ajak ke mesjid yang ada di situ.


Di dalam mesjid itu, sudah ada petugas yang menunggu untuk melaksanakan acara Aqad nikah.


"Assalamualaikum," Sultan menyapa para petugas KJRI yang akan menikahkannya.


Maymunah duduk di sebelah ibunya, sedangkan Sultan duduk di depan penghulu bersama Rahmat yang akan menjadi wali untuk Maymunah.


Bulir bening menetes dari netra indahnya Maymunah, tapi kali ini bukan air mata kesedihan lagi, bulir bening itu keluar karena dorongan rasa bahagia yang begitu membuncah dari dalam relung qolbunya.


"Ya Allah..tak ada kata yang mampu terucap dari bibirku..Ya Allah bagaimana cara nya hamba harus bersyukur kepada Engkau, sedangkan Rasa syukur yang hamba rasakan ini juga adalah merupakan nikmat yang terbesar dari Engkau...Ilahi ..jadikanlah kami suami istri yang selalu menjalankan kewajiban yang telah engkau tentukan untuk kami . Izin kan kami menjadi suami istri yang akan terus bersama sampai waktu nya Engkau panggil kami dan sampai waktunya Engkau kumpulkan kami di surga Mu yang kekal hakiki..aamiin Ya Robal Alamin"..


*******


Hai readers...


cerita Maymunah nya sampai sini dulu ya😘.


Kalau ada kesempatan, In sha Allah nanti akan ada season dua😊.


Sekarang author nya sedang berada di Bandara dan akan meluncur ke kota Abudhabi.


Mohon doanya ..semoga lancar dan in sha Allah rencananya akan menulis novel yang berjudul


SETETES CINTA DI ABUDHABI.


Setelah berselancar di Saudi dalam kisah Maymunah, In sha Allah nanti akan berselancar di kota Abudhabi..bersama Aina Salsabila & Hazza Abdullah.


..Love you all..readers...

__ADS_1


__ADS_2