Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Dipenjara?


__ADS_3

Afina dan temannya menarik tangan Maymunah dan menyuruhnya turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di depan kantor Polisi.


"Ayo turun! Cepat!" Teriak mereka seraya menyeret Maymunah agar mau masuk ke kantor polisi.


Dengan terpaksa, Maymunah menuruti perkataan Afina dan temannya.


Ia turun dari mobil di seret oleh Afina dan Rani, sementara Abdur Rahman, teman Sultan yang menemani mereka, terlihat turun belakangan.


"Maaf mbak, kenapa mbak menarik-narik mbak yang ini? " Tanya salah seorang polisi pada mereka berdua.


"Gadis ini sudah melukai teman kami, sekarang teman kami di rumah sakit gara-gara dia" Jawab Afina.


"Benarkah?, kalau begitu, silahkan anda ke sana untuk menulis laporannya. Kami akan bawa dia untuk kami interogasi,"


Afina segera menuruti instruksi dari Polisi itu.


Dia segera menuju meja penyidik untuk menyampaikan laporannya.


"Dia adalah pacar teman saya. Kami bertiga sedang mengadakan acara makan siang bersama di villa teman saya ini. Setelah makan siang, mereka berdua masuk kamar, sementara kami berempat dia ruang tamu.


Beberapa menit kemudian kami mendengar suara ribut dari dalam kamar. Setelah itu kami mencoba melihat mereka ke kamar mereka. Setelah itu kami melihat gadis itu memukul teman kami dengan kaca, hingga kacahnya pecah dan teman kami terluka parah. "


Tutur Afina saat ditanya penyidik. Dia berbohong mengaku melihat Maymunah memukul Sultan.


Setelah selesai menanyai Afina dan temannya, Polisi itu mulai menanyai Maymunah yang duduk sambil terisak.


" Kami sudah menerima laporan dari teman-temanmu, sekarang giliran kamu yang harus menjelaskan menurut versimu." Ujar penyidik pada Maymunah.


Maymunah segera menerangkan semua yang terjadi di mulai dari awal dia datang ke Puncak untuk bekerja sebagai juru masak.


"Jadi kalian tidak berpacaran ?" Tanya penyidik itu, lagi.


"Iya, pak. Demi Allah saya gak pacaran, mereka yang menjebak saya, dan saya juga tak sengaja melukai orang itu. Saya hanya mendorong dia secara refleks untuk melindungi diri saya dari nafsu bejatnya yang ingin memperkosa saya" Maymunah berusaha menjawab di tengah isaknya.


Airmata terus saja mengalir di pipinya.


Ia sangat takut akan dipenjara, karena itu akan membuat orang tuanya khawatir dan malu.


"Baik, karena kamu sudah mengakui kamu melukai orang itu, sekarang kami akan menahan kamu. Nanti kami akan mencocokkan keterangan kamu dan mereka dengan keterangan korban." Ujar polisi itu sambil memerintahkan polwan untuk membawa Maymunah ke dalam sel tahanan.


Maymunah semakin tergugu.


"Ya Allah, kenapa jadi begini?.. Apa saya akan dipenjara?... Lalu, bagaimana dengan keluarga saya ya Allah..hu hu hu.." Gumamnya lirih.


Tanpa mengatakan apapun, Maymunah menuruti para polisi itu.

__ADS_1


"Masuklah !.." Titah salah seorang polwan setelah mereka sampai di depan sel tahanan yang juga berisi tahanan lainnya.


Dengan hati yang hancur, Maymunah masuk perlahan ke dalam sel yang sempit itu.


Dia menyandarkan punggungnya ke jeruji besi di belakangnya.


Air matanya kian mengalir deras, perih dan bimbang ..itulah yang ia rasakan saat ini.


Ia sebenarnya tidak takut dipenjara, tapi dia memikirkan keluarganya, orang tuanya dan juga adik-adiknya.


Tubuhnya merosot terduduk sambil tetap tergugu.


Ia menekuk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya dan menangis tersedu-sedu.


"Ya Allah, engkau maha pemurah. Engkau tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambaMu. Ya Allah, Sebarkan hati hamba dan berilah hamba jalan keluar yang terbaik..hu hu hu" Lirih Maymunah di tengah isaknya.


Di Rumah sakit, Sultan kini sedang ditangani dokter.


Fahad dan Faisal di temani Hani, terlihat menunggui Sultan di luar ruangan.


"Faisal, apa kita harus kasih kabar orang tua Sultan? " Tanya Fahad.


"Sebaiknya kita tunggu sampai besok. Kalau besok dia gak sadar juga, kita telfon mamanya,"


Beberapa jam kemudian, dokter selesai menangani Sultan.


Sultan hanya kehabisan darah karena terlalu lama di perjalanan.


Sore menjelang, Sultan mulai terlihat membuka matanya.


"Maymunah, when Maymunah ?" Sultan berusaha bertanya dengan suara lemah.


Fahad merasa kesal mendengar Sultan menyebut nama Maymunah.


"Baru sadar malah nanyain orang yang sudah melukainya" Gerutu Fahad.


"Maymunah di kantor polisi. Kami akan pastikan dia akan dihukum seberat-beratnya karena dia telah melukai kamu." Sahut Faisal yang berada di samping Fahad.


Sultan terbelalak mendengar kabar buruk tentang Maymunah.


"Kenapa kalian penjarakan dia, kita yang salah telah menjebaknya.


Aku harus ke kantor polisi sekarang "


Sultan berusaha bangkit namun, Faisal menahannya.

__ADS_1


" Mau kemana kamu? Gadis itu sudah melukai kamu, buat apa kamu membelanya?"


"Tapi aku gak ingin dia dipenjara, aku ingin dia jadi milikku" Sultan tetap bersikukuh. Dia tetap berusaha untuk turun dari brangkar.


" Ok, Ok, aku akan bantu kamu. Aku ada ide, kali ini pasti berhasil. Dia pasti akan menuruti keinginanmu"


Akhirnya Sultan berhasil ditenangkan.


Rencana gila dari Faisal itu diterima oleh Sultan begitu saja.


Selama ini Sultan memang selalu mendengarkan perkataan teman-temannya, entah itu buruk atau baik, Sultan tak pernah mempertimbangkan.


Di dalam sel tahanan, Maymunah masih terlihat menangis hingga membuat teman satu sel-nya terlihat marah.


"Heh, ngapain kamu nangis kaya gitu?. Brisik aja. Diem! jangan bikin keributan di sini." Bentak salah satu teman satu sel-nya itu.


Maymunah mendongak dengan wajah sembabnya.


Ia hanya mengangguk pasrah.


Ia kemudian berbalik membelakangi teman-temannya.


Ia menaruh kepalanya diantara jeruji besi di depannya.


Air matanya kembali mengalir, tapi kali ini ia tak bersuara karena takut mengganggu yang lain.


"Eh, kenapa malah berbalik gitu ? di sini ada kami, ngapain kamu memalingkan muka?" Tanya orang itu, lagi.


Maymunah akhirnya membalikkan badannya lagi.


"Maaf, mbak, bu" Jawab Maymunah singkat.


"Dari wajah dan penampilanmu, kamu terlihat seperti ustadzah, kenapa kamu bisa masuk sini ?" Sahut yang lainnya.


"Saya bukan ustadzah. Saya cuma seorang ART, saya sampai di sini karena saya sudah melukai majikan saya yang ingin memperkosa saya." Jawab Maymunah.


"Ooh gitu ...orang mana emang, majikan kamu?" Tanya mereka.


"Turis Arab "


"Ooh .. Emang kamu nikah kontrak sama turis itu?"


Maymunah hanya menggelengkan kepala.


"Eh, Tapi ini bagus loh, kalau waktu itu malah wanitanya yang disiram pake air panas."

__ADS_1


"Apa mereka semua jahat ya? kok banyak sekali TKW yang disiksa di negara mereka. dan di sini juga mereka berulah"..


"Gak semuanya jahat dan gak semua baik. Di seluruh dunia ini semua manusia itu sama saja, ada yang baik dan ada yang jahat. Di dalam suatu negara atau tempat, pasti ada yang baik dan juga ada yang jahat. Tidak mungkin ada satu negara semua berisi orang jahat semua, dan tidak mungkin semuanya baik juga. Itu sudah sunnatulloh menciptakan segala sesuatu dan segala hal berpasangan." Maymunah berusaha menuturkan meski hatinya masih di landa duka.


__ADS_2