
Hari terasa cepat berlalu, tak terasa sudah seminggu sejak Aqad Sultan dan Sumayya.
Hari ini tibalah saatnya untuk mengadakan resepsi Sultan dan Sumayya yang akan di adakan di sebuah hotel yang khusus di sewa untuk acara pernikahan.
Siang ini Sultan dan Muhammad telah mencoba pergi ke kementerian dalam negeri untuk mendaftarkan pernikahan Sultan dan Maymunah, tapi karena Maymunah bukan orang Arab, dan Sultan sudah mempunyai istri sah secara hukum sebelumnya, maka pernikahan ke dua harus ada izin dari istri sah yang pertama dan ditambah harus ada surat dokter yang menjelaskan bahwa istri pertama mandul.
"Apa, jadi itu artinya kita tidak akan bisa menikah secara resmi, ya Sultan..benar begitu? katakan Sultan!" Teriak Maymunah histeris saat mendengar penjelasan Sultan.
Sultan hanya menunduk tak berani menjawab.
"Ya Allah..la haula wala quwwata illa billah, bagaimana ini..bagaimana dengan anakku ? Sultaaan..kamu harus berbuat sesuatu, aku tidak mau anakku menderita Sultan..apa kau tak bisa melakukan sesuatu lagi..Sultan.." Jerit Maymunah sambil mengguncang guncang tangan Sultan dan menangis histeris, sebelum akhirnya tubuhnya merosot di kaki Sultan dan jatuh pingsan.
"Astagfirullah..Sayang ..sayang..Ya Allah , dia pingsan "
Dengan cekatan, Sultan segera menggendong istrinya dan membawanya ke kamar mereka.
"Sayang, bangun sayang ..bangun!" Serunya sambil menepuk pipi Maymunah.
Sultan meraih tubuh istrinya yang masih pingsan itu ke dalam pelukannya, air matanya mengalir begitu saja ..
"Sayang, maafkan aku..entah berapa kali aku minta maaf ..tapi Aku hanya bisa minta maaf namun aku tak berdaya untuk menghentikan semuanya. Aku harus bagaimana?" Gumamnya lirih sambil terus memeluk tubuh Maymunah yang masih terkulai lemas karena memang sedang pingsan.
Tring Tring..
Ponsel Sultan tiba-tiba berdering, ternyata Ummi Fathmah yang menelepon nya.
"Ummi, pasti mau menyuruhku siap siap pergi ke acara resepsi nanti" Gumamnya sebelum mengangkat telefon yang terus berbunyi tanpa henti.
Dengan malas, Sultan akhirnya menerima telefon dari mamanya.
"Sultan, kemana kamu, knapa kamu gak mengangkat dengan cepat?" Tanya Ummi Fathmah dengan nada tinggi di seberang sana.
"Ummah, saya mohon maaf, saat ini istri saya sedang pingsan, jadi saya belum bisa hadir. Kalau ummah sayang pada anak dan cucu ummah, tolong jangan memaksa saya untuk hadir . Mohon maaf ya Ummah, saya tutup dulu karena saya khawatir pada Maymunah. "
Tanpa menunggu jawaban ibunya, Sultan segera menutup telepon nya dan segera mencari minyak angin , kemudian menaruhnya di depan hidung Maymunah.
Dengan penuh kecemasan, Sultan berusaha untuk membuat Maymunah sadar dari pingsannya. Setengah jam berlalu, Namun Maymunah belum sadar dari pingsannya.
Trining..
Di luar terdengar suara bel berbunyi.
Sultan segera membuka pintu.
"Ibtisam?"
Ternyata Ibtisam yang datang.
"Apa benar Maymunah pingsan?" Tanya Ibtisam setelah masuk.
"Iya, dia pingsan dan belum sadar juga"
Ibtisam segera bergegas ke kamar untuk melihat Maymunah yang memang sedang pingsan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Maymunah membuka matanya.
"Sultan, aku dimana?" Tanya Maymunah sambil celingukan.
"Di kamar kita sayang, Ini minum dulu biar kamu seger dulu" Jawab Sultan seraya membantu Maymunah untuk minum.
"Kenapa Ibtisam di sini?"
"Aku di suruh Ummi untuk menemani kamu, hmm malam ini kan, ada ..ada.."
Ibtisam tak mau melanjutkan kata-katanya.
Maymunah yang faham maksud Ibtisam, hanya tersenyum.
"Maaf karena aku sudah membuat Sultan terlambat ke resepsi" Ucapnya lirih.
"Astagfirullah sayang, kenapa bicara begitu? Kamu gak salah, ngapain minta maaf?
"Ya sudah, kalau kamu mau berangkat, berangkat saja. Aku kan sekarang bersama Ibtisam" Ujar Maymunah lesu.
"Tidak Sayang, aku gak mungkin meningģalkanmu"
"Sultan, pergilah! biar Maymunah bersamaku "
__ADS_1
Akhirnya Sultan mau menuruti Ibtisam, ia segera bersiap untuk pergi.
"Sayang, aku pergi ya! Jangan menangis lagi, nanti setelah acara selesai, aku pasti pulang "
Ujar Sultan sambil mengecup kening istrinya.
Maymunah hanya tersenyum getir.
"Pulang malam ini, apa itu mungkin,? Bukankah setelah resepsi biasanya pengantin akan menginap di ruangan yang sudah di sediakan di hotel itu. Hah tapi, moga saja dia gak ingkar janji" Gumam Maymunah dalam hatinya.
"Ibtisam, kalau mau pergi ke pesta, kamu pergi saja. Aku gak apa-apa tinggal sendiri aja" Ujar Maymunah sepeninggalnya Sultan.
"Tidak Maymunah, aku gak bisa ninggalin kamu sendirian. Atau kalau kau mau, kau bisa ikut ke pesta, toh malam ini Sultan gak akan tampil di acara perempuan, jadi kamu gak akan melihat Sultan dan Sumayya bersama lagi" Jawab Ibtisam.
Maymunah terlihat berfikir, sedetik kemudian, akhirnya dia mau menyetujui ùntuk pergi ke acara resepsi pernikahan suaminya.
"Baiklah, kalau begitu saya akan ikut. Sebentar, saya ganti baju dulu "
Setelah ganti baju, Maymunah akhirnya mau ikut dengan Ibtisam.
Maymunah hanya memakai abaya dan sedikit memoles wajahnya agar tak terlihat sembab.
"Ya Allah, berikanlah hamba kekuatan. Hamba yakin bahwa engkau tak akan memberi cobaan yang melebihi kapasitas mahluqMu " doanya dalam setiap Sholatnya.
Satu jam kemudian, Ibtisam dan Maymunah sudah berada di depan gedung yang di maksud. Tapi sebelum mereka masuk, Ibtisam mengajak Maymunah ke Salon yang berada di area gedung itu juga.
"Maymunah, kita ke Salon dulu, karena aku belum dandan" Ajak Ibtisam. Maymunah hanya menurut.
Di dalam Salon itu, dia melihat anak gadis mirip dengan Hannan dan Hanin.
"Hanin, kamu di sini?" Sapa nya pada gadis kecil itu.
"Maymunah, Mamaaa..ada Maymunah" sambutnya dengan ceria sambil memanggil Ibtihal ibunya.
"Ma sha Allah, Maymunah, apa kabar?" Sapa Ibtihal saat melihat Maymunah. Mereka berdua pun bersalaman.
"Madam, apa kabar? "
"Alhamdulillah,"
Ibtihal menyapa Ibtisam juga.
"Gak usah, saya nunggu di sini aja, saya ingin bicara dengan mereka" Jawab Maymunah.
Ibtisam pun pergi ke dalam.
Tiba-tiba saja Hanan dan Hanin membisikkan sesuatu di telinga ibunya yang di sambut dengan senyum sumringah oleh Ibtihal.
"Ide bagus, Maymunah, ikut aku ke dalam, aku mau bicara sesuatu" Ujar Ibtihal sambil menarik tangan Maymunah, kemudian Hanan dan Hanin mendorong Maymunah dari belakang.
Maymunah yang tak faham maksud mereka, cuma bisa pasrah mengikuti mereka sambil tersenyum.
Setelah di dalam, Ibtihal membisikkan sesuatu pada salah satu pegawai Salon.
"Baik madam, Maymunah , Ayo ikut!"
Seŕu pegawai itu mempersilahkan Maymunah masuk ke ruang rias khusus pengantin.
"Madam, saya mau diapain?" Tanya Maymunah bingung.
"Kamu nurut aja, pokoknya kamu harus nurut, kalau tidak , kami pasti akan kecewa" Hanin yang menjawab.
"Kamu harus terlihat cantik saat masuk ke pesta nanti..titik " Sahut Hanan sambil bersidekap.
Kalau sudah terlihat seperti itu, Maymunah tak bisa menolak, karena kalau tidak dituruti, Hanan dan Hanin pasti ngambek dan gak mau masuk ke pesta.
"Maymunah, kamu pasti tau watak kedua anak ini, jadi kamu gak bisa menolak " Ujar Ibtisam.
Maymunah hanya tersenyum dan mengangguk.
"Sebaiknya aku turuti saja, itu lebih baik agar hatiku sedikit terhibur saat bersama mereka"
Gumamnya dalam hati.
Ia menurut saja saat di poles make up oleh pegawai Salon itu.
"Dandaninnya yang natural aja ya, mbak. Jangan yang gelamor" Ujar Maymunah pada pegawai Salon yang berasal dari Indonesia itu.
__ADS_1
"Ok, mbak. Mbak orang Indonesia kan?"
"Iya, saya asli Banten, mbak orang mana?"
"Saya dari Jawa barat. Mbak, mbak ini cantik sekali, pasti makeup nya akan sangat sempurna nanti"
" Bisa aja, si teteh"
Setelah selesai dimake up Maymunah disuruh pakai gaun dulu.
"Teh, kok ini gaunnya begini? apa gak ada gaun lain?" Tanya Maymunah setelah melihat gaun yang diberikan pegawai itu adalah gaun berlengan transparan sampai dada.
"Gak ada lagi mbak, ini pasti cocok sama kulit mbak, mbak gak usah khawatir, di sana kan cuma ada wanita semua mbak, jadi gak usah malu"
Setelah di rayu, akhirnya Maymunah setuju.
Setelah selesai di make up dan di sanggul , Maymunah di suruh berdiri dan melihat dirinya sendiri di cermin.
Maymunah terperangah sendiri melihat hasil make up wajahnya.
"Mbak, bisa gak, mahkota ini dilepas, saya gak mau nanti dikira nyaingin pengantin nya heheh"
Maymunah dan pegawai Salon itu terkekeh.
"Mbak memang akan menyaingi pengantin nya, bahkan dia akan cantik dari mbak, tadi saya yang dandani juga, dia cantik sih , tapi kurang memancarkan pesona kaya mbak..hehe"
"Mbak bisa aja, ya udah, saya keluar dulu"
Pegawai itu menuntun Maymunah keluar.
Ibtihal dan anak-anaknya serta Ibtisam yang juga ada di depan Maymunah , terpana melihat kecantikan Maymunah yang bak putri kraton itu.
"Ma sha Allah, Maymunah ..inti zey 'arusah "( Kamu seperti pengantin) . Ujar Ibtihal.
Hanan daan Hanin segera beehambur memeluk kaki Maymunah.
Sementara Ibtisam, terlihat masih terpana dengan kecantikan Maymunah.
Tiba-tiba saja dia mempunyai ide untuk memfoto Maymunah dan mengirim foto itu ke adiknya, Sultan.
Sultan yang sedang menerima tamu itu kaget mendengar notif dari ponselnya, namun karena ia sibuk, ia meminta Ahmad membuka pesannya, karena ia takut Maymunah kenapa-kenapa.
Mata Ahmad terbelalak ketika melihat pesan itu. Ia hampir saja tak bisa berkedip lagi.
Sultan yang melihat wajah adiknya terlihat tegang, segera memohon izin pada tamu untuk melihat ponselnya.
"Ada apa Ahmad, apa ada kabar gak baik tentang istriku?" Tanya nya sambil menyambar ponselnya dan melihat ke arah pesan.
Mata Sultan seketika membola melihat gambar cantik dan anggun itu.
"Ibtisam ngirim gambar siapa? ni. Ma sya Allah ..ini ..ini Maymunah, dia terlihat seperti ratu saja..ya Allah ma sha Allah" Gumamnya dalam hati, sementara matanya tak berkedip memandang poto cantik di ponselnya bahkan ia menciumnya seperti orang kesetanan.
cup cup..
plak..
Ahmad memukul tangan Sultan hingga membuat Sultan tersadar bahwa dia ada di dalam kerumunan orang banyak.
Setelah melihat Ahmad, ia baru sadar bahwa tadi juga Ahmad melihat poto istrinya.
"Kurang ajar kau, tadi kau pasti melihat poto istriku" Bisiknya di telinga Ahmad.
Ahmad malah terkekeh.
"Hehe jangan marah, kan kamu yang nyuruh lihat hpnya. Aku beruntung bisa melihatnya walaupun cuma poto" Jawab Ahmad sambil cengengesan . Ia sengaja membuat Sultan kebakaran jenggot.
Kita sambung di part berikut nya😊.
Terimakasih dan mohon maaf pada readers, karena sudah ikut nyesek membaca cerita ini.
Semoga bermanfaat ceritanya.
Tunggu lanjutnya ya! Jangan lupa like and komen serta vote😚😚😚.
Itu akan membuat penulis semangat meneruskan cerita, apalagi kalau di kasih bunga😍.
__ADS_1
Note: Gambar hanya ilustrasi penulis.