Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab

Terjebak Kawin Kontrak dengan Tuan Muda Arab
Iqob kah ini?


__ADS_3

Sultan makin terkejut saat ia mencoba masuk, dan sampai dua kali ia mencoba ..ia tak menemukan yang ia cari.


"Astagfirullah, Innalillahi.."Teriaknya seraya bangun dan segera memakai pakaiannya.


"Astagfirullah. ...Astagfirullah...Akhhk" Sultan sangat syok dengan apa yang ia dapati.


Sementara itu Sumayya terlihat sangat ketakutan setelah melihat suaminya histeris.


Ia menangis sesegukan sambil menyelimuti tubuhnya sendiri.


"Aku tidak mau berprasangka buruk padamu, jadi tolong jelaskan padaku..apa yang terjadi denganmu" Ujar Sultan dengan menahan emosinya. Ia ingin marah, tapi ia tiba -tiba teringat akan dosanya di masa lalu sebelum ia mengenal Maymunah.


"Ya Allah, apa ini Iqob (siksa) dariMu ya Robb..betapa bejatnya diri ini di masa lalu.. Dan sekarang ..Ya Allah.. meski aku tidak mencintai Sumayya, namun tetap saja ini terasa sangat menyakitkan dan serasa kepalaku di injak-injak" Sultan masih tenggelam dalam penyesalannya, sementara Sumayya tetap menangis tanpa henti.


"Hentikan tangismu, tolong bicara lah!" Seru Sultan sekali lagi.


Tapi Sumayya tak merespon sedikit pun, ia hanya menenggelamkan dirinya dalam tangisnya.


"Ya Allah, bagaimana ini, kenapa dia gak mau cerita juga, apa sebaiknya aku bawa dia menemui Maymunah ya? Tapi bagaimana kalau Maymunah marah?. Sultan bertanya pada diri sendiri.


" Kalau kau tidak mau bercerita denganku, ok. Sekarang pakai pakaianmu! kemasi barangmu! Titah Sultan tegas, sambil merapihkan baju dan sorbannya.


Sumayya yang mendengar itu semakin ketakutan.


Ia segera berpakaian dan berlutut di depan "Sultan, aku mohon jangan bawa aku pulang kembali ke rumah orang tuaku. Aku takut..aki takut mereka pasti akan menghukumku"


Sumayya menangis tersedu sedu di kaki Sultan.


" Bangunlah! aku tak akan memulangkanmu sebelum semua jelas, aku akan membawamu ke Apartemen, jadi lepaskan aku dan bersiaplah untuk ikut denganku!" Sultan berusaha melepas pegangan Sumayya dan berlalu pergi.


"Aku tunggu kau di mobil." Ujarnya sambil melangkah keluar.


Dengan berat hati, Sumayya segera berkemas dan kemudian menyusul Sultan ke parkiran.


"Masuklah di belakang!" Titah Sultan, tak mengizinkan Sumayya duduk di depan.


Walaupun kesal dan merasa terhina, Sumayya tetap naik ke kursi belakang.


Setelah satu jaam dia mengemudi, akhirnya mereka sampai di apartemen yang ditempati oleh Maymunah.


"Turunlah, ikut aku!"


Titah Sultan tanpa menoleh ke arah Sumayya.


"Ini apartemen siapa? Bukankah Apartemen yang akan kita tempati ada di dekat rumah ibumu?" Sumayya mencoba bertanya namun Sultan tak menjawab.


"Sultan, kenapa kau tidak menjawab?" Tanya Sumayya lagi, ketika di dalam lift.


"Ini apartemen pribadiku , Yang di dekat rumah Ummi, itu pemberian mereka untuk kami berempat " Jawabnya dingin.

__ADS_1


"Bismillah, semoga dia gak marah " Setelah mengucap Bismillah, Sultan segera membuka pintu dengan kunci cadangannya.


Maymunah yang baru saja Solat subuh, terkejut mendengar suara pintu dibuka.


"Seperti ada suara pintu dibuka, apa itu Sultan? Hmm sebaiknya ku lihat "Gumam Maymunah seraya berjalan menuju pintu kamarnya, namun ia keburu mendengar suara Sultan dan Sumayya.


"Ya itu Sultan, tapi suara perempuan itu, apa dia Sumayya? Ahh kalau itu Sumayya, Sultan benar-benar keterlaluan. Awas kau Sultan" Maymunah terus menggerutu.


Sementara itu Sultan, Ia menyuruh Sumayya masuk dan duduk, sementara ia sendiri pergi ke dapur.


"Sumayya? Assalamualaikum " Sapa Maymunah ketika melihat Sumayya.


Sumayya menoleh dan terperangah melihat Maymunah ada di situ.


"Maymunah, kamu di sini? Apa Amma Fathmah menyuruhmu menemaniku?" Tanya Sumayya dengan lembut.Maymuanh hanya tersenyum simpul.


"Sumayya, ini airnya minumlah!" Ujar Sultan sambil membawa nampan berisi botol air minum.


Langkahnya terhenti ketika melihat di depannya sudah berdiri sosok Maymunah yang kini memandangnya dengan tajam dan penuh intimidasi.


"Eh Sayang, kamu udah keluar kamar?" Sapanya sambil mendekati istrinya itu.


"Sultan, kamu panggil Maymunah apa?" Tanya Sumayya yang sempat mendengar panggilan sayang dari Sultan ke Maymunah.


"Ooh itu..aku panggil dia sayang. Ada masalah? oh ya aku kenalin dulu deh, ini Maymunah istriku "


Sumayya benar -benar syok saat mendengar pernyataan Sultan yang menyatakan bahwa Maymunah adalah istri Sultan.


"kami menikah sekitar 3 bulan yang lalu di Indonesia"


"Apa, jadi waktu itu kalian bohongi aku , Maymunah?"


Sumayya masih bertanya lagi, seakan ia lupa tentang statusnya sendiri.


"Tidak ada yang bermaksud membohongi, semua di luar kendali kami" Kali ini Maymunah yang menjawab.


"Oh ya sayang, bisa minta tolong siapin kamar untuk nya " Tanya Sultan pada Maymunah yang dibalas dengan pandangan menghunus. membuat Sultan bergidig.


Sambil tetap memandang suaminya dengan tajam, Maymunah menarik tangan Sultan bersamanya.


Ia memasukkan Sultan ke kamar dan menginterogasinya.


"Sultan, kamu apapaan ? Kenapa kamu bawa dia kesini? apa kau tidak menghargaiku? " Tanya nya penuh emosi.


"Sabar sayang, bukan aku gak menghargai kok. Aku bawa kesini karena ada persoalan dengannya. Dan aku minta kamu bantu aku mengorek keterangan darinya agar semua jelas" Tutur Sultan memelas.


"persoalan apa?" Tanya Maymunah.


Sultan gelagapan tak bisa menjawab.

__ADS_1


"Hmm itu, katanya ..ahh pokoknya kamu tanya aja dia , ok sayang?" Jawab Sultan dengan terbata-bata.


"Hmm, baiklah. Tapi ku tegaskan padamu, aku tak mau kau melakukan malam pertama atau kedua atau apa saja di sini " Ucap Maymunah tegas.


" ok Sayang, gak akan ada yang malam pertama kok..Aku hanya ingin sama kamu" Rayu Sultan.


"Halah gombal, ya udah minggir dan masuk kamar kita sana! "


Sultan segera bergegas masuk ke kamarnya.


"Untung dia gak nanya lagi. Kalau nanya lagi, bisa berabeh, kalau ku Jawab dia pasti bakal lebih ngamuk" Gumam Sultan setelah di kamarnya.


Sementara Maymunah segera menemui Sumayya.


"Kamarmu sudah siap" Ujarnya sambil berusaha tersenyum.


"Ini kamarmu, kamar mandinya ada di luar, di pinggir ruang tamu"


"Terimakasih Maymunah, kamu baik sekali, padahal kamu tau aku ini madumu" Jawab Sumayya.


"Aku bukan orang baik, mungkin cuma sedikit bodoh saja. Oh ya, tadi Sultan ingin aku bicara denganmu, dia ingin aku menanyakan sebuah persoalan tapi aku juga gak tau apa yang harus aku tanyakan padamu"


Sumayya menunduk seketika saat mendengar pertanyaan Maymunah.


Dia mulai menangis dan sejurus kemudian, dia memeluk Maymunah dengan erat dan menumpahkan seluruh airmatanya di dalam tangisnya itu.


Mau tidak mau, Maymunah pun merespon pelukan dari madunya dengan mencoba mengusap kepalanya.


"Menangislah jika itu membuatmu lega, setelahnya ceritakan padaku, jika kau berkenan" Ujar Maymunah sambil menunggu Sumayya selesai menangis.


"Maymunah, apa aku masih pantas hidup? Semua sudah hancur ..hu hu hu"


"Astagfirullah, jangan pernah kau berkata begitu, karena bunuh diri itu adalah termasuk dosa besar selain syirik. Kenapa kamu ingin melakukannya?"


"Karena aku sudah tak suci lagi , hu hu hu..Gak ada yang bisa ku banggakan lagi" Ujar Sumayya ditengah isaknya.


Maymunah bengong mendengar pernyataan madunya itu.


"Ya kenapa kamu harus nangis, apa Sultan melakukannya secara kasar pada kamu dan membuatmu gak nyaman atau bagaimana ?"


Tanya nya kebingungan.


Sumayya menggeleng sambil tetap terisak.


"Aku sudah kehilangan semuanya sebelum menikah dengan Sultan" Sumayya menjawab dengan ragu -ragu.


Jderr


"Astagfirullah, maksud kamu..kamu pernah berzina?" Tanya Maymunah lugas .

__ADS_1


Membuat Sumayya makin tertunduk dan tersedu.


Tubuh Maymunah terhempas kebelakang. Ia syok sama seperti Sultan.


__ADS_2