
Hari sudah menunjukan jam 11 siang, tapi karena saat ini adalah musim dingin, Suasana di Saudi tidak terlalu menyengat terutama di Daerah Thaif ini, yang memang setiap harinya selalu sejuk dan nyaman.
Sultan tersenyum bahagia, karena saat matanya terbuka, di depannya tersuguh pemandangan yang teramat indah baginya.
Dengan lembut, tangannya mulai bergerilya di atas wajah cantik di depannya.
"Ya Allah, puji syukur yang tak terhingga untukmu, karena engkau selalu bermurah pada hambaMu yang penuh dosa ini"
Airmata Sultan mengalir saat gambaran gambaran dosanya melintas dalam benaknya.
Maymunah yang baru membuka matanya terkejut melihat sang suami berlinang air mata.
"Sultan, kamu kenapa?" Tanyanya sambil berusaha bangun dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Eh sayang, udah bangun ya. Hmm gak, cuma lagi inget masa lalu aja. Aku sangat bersyukur pada Allah, meski dulu aku selalu berbuat dosa dan selalu main perempuan, tapi Allah memberiku istri yang seperti berlian, seperti dirimu " Ungkap Sultan lirih.
Maymunah tersenyum sambil mengelus pipi suaminya.
"Semoga Allah menerima taubatmu." Ucapnya seraya berbalik dan mencium kening suaminya.
"Hmm kok cuma kening yang dicium? yang lainnya juga doong" Sultan memelas seperti anak kecil membuat Maymunah cekikikan.
"Iih masih kurang terus..adduuuh perut kuu"
Tiba-tiba perut Maymunah terasa keram.
"Ah sayang, kenapa? perutnya kenapa?" Tanya Sultan penuh kecemasan sambil memegangi perut istri nya yang kini terasa lurus dan agak keras itu.
"Entahlah, coba kamu elus deh..mungkin dia kangen kamu, kan dari kemaren kamu gak menyapanya..gak ngelus perutku."
"ooh gitu ya, sayang..jangan ngambek ya..baba Sayang kamu kok" Ujarnya sambil menciumi perut Maymunah.
"Udah reda sekarang. ya udah, aku mau mandi dulu, setelah itu aku mau masak sarapan. Kamu mau makan apa?"
"Gak usah repot-repot sayang. Aku akan membeli di luar, sekarang aku akan turun. Nanti setelah itu kamu ajak Sumayya makan ya. Nanti aku akan bicara dengannya tapi di depan kamu ya. Aku mau memberi tau keputusanku terkait pernihakan kami"
"Hmm ok, emangnya kamu memutuskan apa?..Apapun keputusanmu, kita akan hadapi semua bersama"
"Makasih, sayang. Aku bangga padamu, ya sudah, aku pergi dulu.. Oh ya, katakan pada Sumayya , kalau dia mau keluar kamar suruh pake abaya dan niqobnya"
Alis Maymunah mengernyit mendengar perintah suaminya, tapi dia cuma mengangguk.
Setelah Sultan pergi, Maymunah segera membersihkan diri. Ia hari ini tak membersihkan rumah, karena tadi malam, selama menunggu Sultan, dan untuk menghilangkan kegalauannya, dia menyibukkan dirinya dengan membersihkan rumah dan mencuci pakaian sampai hampir subuh.
Tok Tok Tok..
Sumayya terlihat mengetuk pintu.
Maymunah yang sudah selesai berpakaian dan merias diri itu segera bergegas membuka pintu.
"Sumayya, ada apa?" Tanya nya dengan senyum ramah.
Sumayya bukannya menjawab, tapi malah terpana melihat penampilan Maymunah yang tak seperti biasa ia lihat dengan gamis tertutup.
Setelah tinggal berdua di apartemen, Maymunah memang selalu berdandan seksi.
Kali ini dia memakai dress selutut yang tak berlengan dengan rambut di gerai dan polesan make up sedikit di wajahnya, ia terlihat bak poto model kelas dunia.
"Sumayya, kamu kenapa?" Tanya Maymunah sekali lagi, hingga membuat Sumayya terkaget dari lamunannya.
"Eh ..hmm aku cuma mau nanya, apa Sultan sudah memberi keputusannya?" Akhirnya Sumayya bertanya juga.
Maymunah tersenyum lembut.
"Oh iya, tadi dia bilang setelah makan nanti dia akan berbicara denganmu, dan mengatakan keputusannya..hmm tapi katanya nanti kamu harus pakai abaya" Maymunah menjawab dengan lembut dan senyum ramahnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Maymunah, Sumayya tertunduk sedih, karena dia faham ..dengan Sultan menyuruhnya memakai niqob saat mereka akan bicara, itu artinya Sultan tak akan memberinya kesempatan.
"Apa kamu tau apa keputusannya?" Sumayya bertanya lagi, meski dia sudah menduga -duga.
Maymunah cuma menggelengkan kepalanya.
"Dia belum memberi tau, tadi dia langsung keluar untuk cari makanan untuk kita"
Sumayya semakin menunduk, air matanya mulai mengalir.
"Dia pasti akan menceraikanku,
iya kan? dia pasti jijik denganku..hik him hik" Sumayya mulai menangis.
Maymunah memandangnya dengan iba.
"Aku tidak tau keputusannya, sudah ku jelaskan bukan, bahwa walaupun istrinya dan terus terang aku tidak menginginkan poligami ini, tapi aku tidak akan mengintervensi suamiku dalam mengambil keputusan. Aku hanya memberi pendapat sesuai pandangan agama. Tapi jikapun dia menceraikanmu, itu bukan karena jijik padamu, tapi ini karena agama melarang seorang laki-laki menikahi seorang perempuan yang sedang hamil atau ada kemungkinan dia hamil..Karena hal itulah setelah cerai, agama islam mengharuskan ada waktu Iddah. " Tutur Maymunah lembut.
Sumayya makin sesegukan.
"Aku juga sebenarnya tak begitu menginginkan pernihakan ini, tapi aku hanya takut kalau dicerai .Aku harus bagaimana menghadapi kedua orang tuaku..aku takut mengatakan semuanya pada mereka. Kamu tak tau, kakakku orangnya sangat keras..aku takut..hik hik hik"
Dada Maymunah serasa ikut sesak mendengar perkataan Sumayya.
" Sumayya, aku sudah berkali-kali mengatakan padamu, jika kita menyerahkan semua urusan pada Allah, maka Allah akan memberi jalan keluar yang akan membuatmu bahagia. Maka serahkan semuanya pada Allah.
Taukah kamu?, setiap kìta melakukan dosa, pasti akan ada konsekwensi yang harus kita hadapi. Baik itu di dunia, maupun di akhirat nanti. Ada yang menerima di dunia dan akhirat, dan ada yang menerimanya cuma di akhirat saja. Dan jika manusia itu bertaubat, Allah akan memberi konsekwensi dari dosa manusia itu di dunia, dan akan membebaskan nya di akhirat nanti.
Sekarang aku tanya, kamu mau memilih yang mana? apa kamu mau konsekwensi itu dunia akhirat atau kamu mau bertaubat, dan nanti In sha Allah kamu akan bebas di akhirat nanti..?
Jika kamu mau dibebaskan dari konsekwensi dosa itu di akhirat, maķa kamu harus menyiapkan mentalmu untuk menerima konsekwensi didunia..
Dan kamu harus tetap bersabar jika Allah memberimu cobaan yang teramat berat di hidupmu.. karena dengan kamu ikhlas, dan kamu tetap berada di jalan Allah setelahnya... In sha Allah itu akan menjadi kifarat dosamu diakhirat nanti"
"Iya, in sha Allah, kalau begitu..aku ke kamar dulu"
Setelah Sumayya masuk, Maymunah pergi ke ruang tengah untuk menunggu Sultan.
"Assalamualaikum, sayang.." Sapa Sultan sambil menenteng plastik berisi makanan siap saji.
"Alaikum salam, .." Jawab Maymunah sambil mengambil plastik itu dari tangan suaminya dan membantu meletakkannya di meja makan.
"Ma sha Allah, istriku hari ini cantik sekali" Puji Sultan setelah melihat pakaian Maymunah.
"Jadi kalau kemaren gak cantik gitu?"
"Haha..ya bukan begitu.. maksud ku kamu hari ini terlihat seksi.."
"Emangnya kemaren aku gendut?"
"Ya ampun sayang..kenapa pujianku selalu di salah artikan?"
"Biarin..huee" Tukas Maymunah sambil memeletkan lidahnya layaknya anak kecil yang meledek temannya..
"Aih sayang, jangan melet-melet kaya gitu, tar gimana kalau aku hilaf dan menciummu di sini"
Maymunah tertawa mendengar perkataan Sultan.
"Ya udah, kamu antar makanan ini untuk Sumayya ya, atau kamu mau makan bersama dia, biar aku makan sendirian di sini?" Titah Sultan sambil menyodorkan plastik yang berisi makanan.
"Hmm aku antarkan aja, nanti aku tanya gimana maunya Sumayya, mau makan bareng aku atau sendiri aja"
Maymunah segera bergegas ke kamar Sumayya dan memberikan makanan yang dibelikan Sultan.
Setelah mereka selesai makan dan Solat, Maymunah mengajak Sumayya ke ruang tamu dan menyuruh Sumayya agar memakai cadar dan abayanya.
__ADS_1
"Duduklah, Sultan masih Solat di kamar. Aku akan mengambil air minum dulu ya"
Sumayya hanya mengangguk dan menuruti perintah Maymunah.
Setelah beberapa menit, Sultan akhirnya muncul dan memberi salam pada mereka.
"Assalamu alaikum, maaf menunggu lama, apa kabar Sumayya?" Sapa Sultan sambil duduk di depan kedua istrinya.
Sumayya hanya menunduk, ada rasa tak menentu dihatinya, ada rasa malu dan merasa bersalah yang bercampur aduk di dalam hatinya.
"Alaikum salam warohmatulloh wa barokatuh. Alhamdulilah ala kulli hal" Jawab Sumayya dengan menunduk.
"Ok, langsung saja pada intinya. Sumayya, aku sudah mendengar ceritamu dari Maymunah, dan aku sudah mengambil keputusan untuk itu.
Tapi sebelum ku katakan, aku ingin mengatakan bahwa keputusanku ini murni dari hatiku, dan tidak ada unsur intervensi dari istriku Maymunah."
Sumayya menganggukan kepalanya.
"Baiklah, dengan mengucap Bismillah, aku akan mengatakan keputusanku ini. Aku Sultan bin Abdullah pada hari ini memutuskan untuk menjatuhkan talaq tiga pada istriku Sumayya bin Abdurrahman." Ucap Sultan lantang.
Jderr..
Serasa ada petir yang menyambar dada Sumayya saat mendengar itu, meski dia sudah menduga, namun ia tetap saja merasa terluka.
Sumayya tak bisa menahan air matanya lagi, ia menunduk dan menangis sesegukan.
Maymunah yang iba melihat keadaan madunya itu segera mendekat dan memegang tangan Sumayya.
"Sumayya, kamu harus kuat dan ikhlas menerima ini semua ." Ucapnya seraya menggenggam tangan Sumayya dengan erat.
"Iya, saya ikhlas Maymunah, karena saya juga tau diri, tak mungkin wanita seperti saya akan mendapat tempat hik hik hik" Jawab Sumayya ditengah isaknya.
"Astagfirullah Sumayya, kamu jangan pernah berfikir begitu, aku yakin Sultan mengambil keputusan ini bukan karena merendahkanmu. iya kan, Sultan? Tanya Maymunah pada suaminya.
"Iya, Sumayya. Demi Allah, tak sedikitpun aku merendahkanmu. Aku mengambil keputusan ini karena katamu, kamu melakukan maaf, perbuat terlarang itu sekitar sebulan lalu. Dan itu artinya ada kamu masih belum lepas dari kemungkinan hamil. Dan kalau itu terjadi, bukankah itu akan sangat fatal akibatnya?..Dan itu juga terlarang dalam agama kita, menikah dengan perempuan yang ada kemungkinan hamil itu haram, Sumayya. Aku harap kamu bisa memahami itu" Sultan berusaha menjelaskan lagi.
"Aku faham, aku hanya takut ..pada orang tuaku..aku takut mereka akan marah padaku setelah mendengar alasanmu menceriakanku"
"Kalau soal itu, aku janji aku dan istriku akan merahasiakan aibmu, tapi maaf aku akan tetap mengatakan pada ibuku. Bukan untuk memberatkanmu, tapi agar ibuku tidak akan melempar kesalahan ini pada istriku. Karena jika ibu tak tau alasan ini, pasti dia akan menyalahkan istriku Maymunah. Tapi kau jangan khawatir, aku jamin ibuku akan merahasiakan dari orang lain" Jawab Sultan.
"Baiklah, apa aku boleh meminta satu hal?" Tanya Sumayya.
Sultan mengangguk.
"Katakanlah!"
"Izinkan aku tinggal disini selama aku belum siap menjelaskan pada keluargaku" Ucap Sumayya.
Sultan kebingungan untuk menjawab.
"Sayang, apa pendapatmu ?" Tanya Sultan pada Maymunah.
"Baiklah, aku izinkan kamu di sini, tapi cuma seminggu. Nanti Sultan yang akan pergi ke rumah ibunya atau ke apartemen nya yang satu lagi. Atau kalau kamu ingin menghabiskan masa iddahmu ..kamu tinggal saja di rumah mamanya Sultan, mungkin itu lebih baik" Jawab Maymunah.
Sumayya mengangguk
"Baiklah, aku akan pergi ke rumah amma Fathmah saja, sekarang aku permisi dulu" Ujar Sumayya seraya bangun dan berjalan ke arah pintu.
Tapi belum sempat ia keluar, tiba -tiba dia menjatuhkan diri.
Bruggg..
" Innalillahi.. Sumayya!"
*******
__ADS_1