Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 10: Hal Baru


__ADS_3

"Habisnya kamu lucu," tawa ibu


"Lucu apanya sih Buk, yang ada hidung Aruhi makin mancung!" ujarku menatap ibu yang tengah tertawa. 


"Ayaan dimana, tadi aku minta dia pulang duluan?" tanyaku mencari Ayaan. 


"Anak itu lagi belajar seperti biasa," jawab ibu meraih beberapa buket bunga yang ia hias. 


"Rajin sekali anak itu," batinku. 


"Itu buket pesanan siapa?" tanyaku kembali.


"Ouh ini pesanan buk Desi,"


Usai menghias buket itu dengan cantik beliau pun keluar dari toko sambil membawanya. Sekitar jam 11 pagi langit biru yang tadinya cerah mulai menampakan awan gelap yang menandakan hujan akan mengguyur kota ini, ku rahi handphone yang berada di atas nakas serta headset, lalu ku buka aplikasi lagu dan menyetelnya, headset yang tadi aku ambil di nakas ku pakai di telinga.

__ADS_1


Lalu menikmati lagu yang ku setel sembari bibir mengikuti bait per bait lagu yang ku putar. Sekelebat dalam menikmati lagu yang diputar, justru menampilkan sosok paling menyebalkan dalam lamunan lagu yang ku nikmati. 


Tingkahnya yang narsis membuat diriku terngiang-giang tatkala mengingat kembali dirinya yang menjengkelkan seperti penguntit. Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 12 siang, aku pun bergegas pulang dan menutup toko ku kembali, karena melihat pesan dari ibu yang tidak akan pulang cepat. 


Karena diriku teringat masih ada mulut yang akan ku beri makan di rumah, saat sampai rumah aku melihat Ayaan tertidur pulas sambil memeluk erat buku gambar di dadanya. Aku pun mendekati anak yang tertidur itu, buku gambar yang ia peluk perlahan-lahan jatuh menampilkan adegan Dejvu yang pernah ku rasakan. 


Tatkala ku melihat buku gambar yang terbuka lebar pandanganku tertuju pada gambaran yang anak itu buat menampilkan sebuah keluarga lengkap yang Ayaan sendiri ciptakan dalam lukisanya. Meskipun lukisan yang tak begitu indah yang ia buat namun pesan tersirat yang mampu menggetarkan jiwaku yang keras. 


"Ayaan maafkan aku, mama belum bisa menemukan ayahmu!" batinku melihat Ayaan yang tertidur pulas. 


Disebuah perusahaan besar U&B perusahaan yang berdiri kokoh sejak tahun 1989 perusahaan itu berdiri sudah sejak lama, dan merajai beberapa perusahan yang ada di negara ini. Perusahaan itu terkenal dengan desain pakain yang di luncurkan setiap bulan. 


Tak ada habis-habisnya ide-ide yang mereka luncurkan membuat para pesaing kalah cepat mendahului perusahaan tersebut. Banyak perusahaan yang gulung tikar karena tak bisa meluncurkan merek terbaru dari beberapa musim atau pun bulan. 


Di dalam ruang rapat, terlihat beberapa karyawan menunduk lemas karena terlalu lelah begadang menyelesaikan bahan-bahan kain yang akan mereka buat menjadi pakaian. 

__ADS_1


"Aku lelah sekali, sudah dua hari ngak pulang!" keluh karyawan wanita yang tengah memelas di atas meja ruang rapat, terlihat ketegangan yang tadi mereka rasakan buyar setelah rapat itu selesai. 


Suara deheman mengagetkan para karyawan yang tengah lesu karena lelah. "Untuk besok kalian diliburkan, tapi sebagai syarat karena bos seperti ku berbaik hati, maka pujilah ketampanan ku ini!" ucap pria itu dengan mata berbinar-binar. 


"Astaga! Mulai lagi, apapun situasinya pasti dia selalu minta di puji!" batin karyawan pria menatap bosnya yang tengah duduk. 


Dengan serempak mata-mata itu saling memandang, menandakan sepakat untuk berucap. "Anda selalu tampan bos, ketampanan anda hampir mengalahkan raja Thanos!" ucap mereka serempak. 


Suara meja yang di hentakan, membuat para karyawan terkejut. "Raja Thanos siapa, apa orang itu tampan seperti ku."


"Iy …, iya Bos!!" jawab para karyawan terkejut dengan suara gugup. 


Sang asisten yang berdiri di samping bosnya menahan tawa saat para karyawan menganggap Vendrik Leonard Edwin sebagai karakter Thanos yang kejam. Namun dia dengan wajah tak tahu karakter Thanos justru menganggap hal itu luar biasa. 


"Noel, apa Presiden menelepon mu?" tanya Vendrik kembali. 

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2