Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 14: Masa Lalu Vendrik Part 1


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa aku membuka toko bunga, Ayaan berangkat bersama neneknya. Sejenak ku hela nafas menatap diriku di cermin, lalu beranjak pergi menuju mesin kopi, usai membuat kopi aku kembali duduk di dekat meja samping jendela. 


  Mata hitam yang melingkar pasti di mata, membuat ku terlihat jelas tak bisa tidur, saat lamunan hampir menguasai, mobil mewah berbentuk Benz parkir di toko samping jalan trotoar, membuat ku tersadar, mobil itu tak asing kulihat hingga mengingatkan ku pada pria yang pernah kutemu sekitar lima tahun lalu.


Yeah …, ingatan ku tak salah, saat kembali melihat pria yang keluar dari mobil tersebut, disertai beberapa asistenya. Ternyata pria narsis yang berpapasan denganku waktu itu adalah orang yang sama. Tapi kenapa ia sangat berbeda dari lima tahun lalu? 


Pertanyaan itu kerap mengusik ku, pria tersebut memasuki toko, dengan cepat kaki ku melangkah untuk menemuinya. 


"Aruhi …, apa kamu sedang menunggu ku?" tanya pria itu tersenyum manis. 


Dengan satu jentikan jari, para asisten itu bergegas mengikuti arahan dari bosnya, mereka bertiga membawa banyak hadiah hingga tokoku menjadi sorotan orang yang berlalu lalang. Melihat hal itu membuat ku kaget karena tingkahnya seperti pria komik yang terlihat kaya dan tampan. 


Tangannya melambai-lambai menatapku tengah bengong melihat bawaannya yang begitu banyak. "Hey …, hey apa kita akan berdiri saja?" ucapnya. 


"Ah …, oh i …, iya."


Dengan wajah plongo aku tak mendengar ucapannya, karena terlalu takjub bercampur kaget. Dia yang biasa berpakaian kaos oblong serta celana pendek kini berpakaian rapi seperti orang yang berbeda, dia yang selalu datang memuji dirinya kini menampakan aura keserius. 


Aku pun lekas mengarahkan Vendrik untuk duduk di meja yang ku tempati tadi, lekas ku buatkan kopi padanya. Dia mulai membuka suara. 


"Apa kamu sudah punya jawabannya?" tanya Vendrik dengan penasaran padaku.


Sejenak ku terdiam, lalu menatapnya kembali dan membuka suara. "Kenapa kamu ingin menikah dengan ku? Apa kamu tidak jijik padaku?" 

__ADS_1


"Kenapa aku harus jijik? Apa karena masa lalumu?" ucapnya membalas pertanyaan ku.


Aku tercengang mendengar balasan darinya, dia seolah-olah tahu dengan masa laluku, pria asing yang beberapa bulan mengganggu ku sudah tahu banyak hal tentangku. Aku berdiri dari duduk dengan nada marah padanya. 


"Jadi kamu menyelidik ku!" bentak ku. 


"Aku tidak pernah menyelidiki mu, aku tau dari ibumu," ujarnya sendu menatap ku. 


Aku lagi-lagi terkejut mendengar pernyataannya, buat apa ibuku menceritakan hal itu padanya? Membuat pikiranku semakin kacau.


"Aku juga melakukan kesalahan seperti mu!" ujarnya dengan mata sayu.


"Kesalahan apa maksudmu?"


******


Flashback 


Lima tahun lalu, saat Vendrik kembali ke indonesia, dia bertemu dengan sohib lamanya yang kini bekerja sebagai bos pemilik kafe, seperti kebanyakan orang sultan Vendrik selalu ditemani tiga asisten kesayangannya.


Saat memasuki kafe ia tak sengaja bertemu dengan Aruhi, jantungnya seolah-olah berdetak kencang saat menatap wanita itu, namun karena panggilan dari sohibnya pria itu tak sempat menanyakan nama ataupun nomor teleponnya. 


"Ckc, dasar gendut!" decak Vendrik kesal pada Farhan sahabatnya. 

__ADS_1


"Apa, Lu ngehina gue" kesal Farhan bangun dari duduknya. 


Mereka berdua pun beradu mulut, Vendrik kembali memuji dirinya membuat para sahabatnya kesal. 


"Lu–kan memang gendut, makanya perbanyak olahraga seperti gue, biar badan lu makin seksi seperti gue." ucapnya dengan senyum kepuasan. 


"Dasar brengsek, narsis lu emang ngak pernah hilang justru makin parah!" ujar Farhan mengeratkan gigi.


"Astaga, kalian berdua mulai lagi!" kesal Dion melerai mereka, Farhan sudah tak tahan karena sikap kasar Vendrik yang tak bisa di filter.


"Pantas aja, lu di putusin sama Rohana!" ujar Farhan kembali menyulut api. 


"Farhan, lu keterlaluan banget sih!" sela Dion dan Andi padanya. 


"Loh, lu pada ngapain bela dia? Dia duluan yang ngatain gue gendut, gue aja gak tau salah gue apa, malah datang-datang ngumpet!" kesal Farhan. 


"Gue–kan bercanda," ujar Vendrik. 


"Lagian apa yang gue omongan benerkan, lu tuh harus banyak olahraga biar badan lu makin sehat!" sinis Vendrik menatap Farhan. 


Sepertinya ucapan Vendrik berhasil membuat Farhan tutup mulut. Terlihat wajah merah padam Farhan karena ucapan Vendrik dengan mata sinis.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2