
Rencana untuk memisahkan Vendrik dan Aruhi ternyata diketahui langsung oleh asisten Neol, ia bergegas untuk memberitahukan bosnya. Vendrik yang mendengar itu tentu mengubah rencana awal menjadi akhir, dengan menepuk lalat satu menjadi dua lalat.
"Neol, jangan sampai Aruhi mendapatkan makanan apapun dari Sherly, kamu harus mengawasinya dari jarak yang sangat dekat tanpa harus diketahui!" titahnya sembari smirk.
"Baik Tuan!" ucap Neol membukukan badan.
Beberapa minggu kemudian perusahaan milik seorang wanita bernama Aryana Christover mengadakan sebuah pameran, dia mengundang seorang seniman yang terkenal beberapa terakhir ini. Mendengar hal itu tentu membuat Nathan menggunakan kesempatan tersebut untuk menculik Aruhi.
Niat buruk itu tentu diketahui langsung, karena Sherly menjadi sandra Vendrik, Aruhi ikut andil dalam rencana suaminya. Begitupun dua anak mereka. Hingga Nathan tak menyadari rencananya akan gagal.
"Seperti yang aku perintahkan culik dua orang, tanpa harus menyakiti wanita itu!" perintahnya sembari menunjuk dua visual.
Malam itu menunjukan pukul 09:08 pameran yang digelar mewah tentu membuat seluruh media berbondong mengambil beberapa berita. Acara itu dihadiri banyak pengusaha dari kalangan atas maupun bawah.
Keluarga Edwin turun dari roda empat yang mewah, gaun yang kukenakan adalah merek terkenal hingga menjadi sorotan orang-orang. Vendrik terlihat tampan dan berwibawa saat pria itu berada disampingku.
Tak henti-hentinya mataku terus memandanginya. Berjalan di atas karpet merah bersama seperti ini adalah kali pertama. Dengan disusul tiga orang.
"Kak, kamu terlihat tampan, apa boleh aku menikahimu?" ucap Ariana pada Kiano, hingga membuat pemuda beda sepuluh tahun lebih tua darinya memerah.
__ADS_1
"Siapa yang ingin kau nikahi? Dia itu sudah dianggap saudara, kamu tak boleh menikah…" belum ucapanya selesai Vendrik memotongnya.
"Kalian berdua berhentilah, fokuskan mata kalian pada arah jarum jam!" ujarnya memperingati ketiga anaknya.
Benar saja, diantara kerumunan orang, ada seorang pria memakai pakain hitam sedang memantau mereka. Di tengah pesta yang digelar mewah. Tiba-tiba semua lampu mati, entah dari mana asap mengepul membuai para tamu batuk hingga pingsan.
"Lakukan culik wanita itu, bawa dia ke jet pribadiku yang sudah kusiapkan!" perintahnya. Dia pikir rencana yang ia susun berhasil, justru sebaliknya.
"Vendrik aku tidak akan membiarkan Aruhi bersamamu, ini adalah akhir dari kisah kalian!" gumamnya bahagia.
"Tuan sandra sudah kami dapatkan!" ucapnya memberitahukan tuanya lewat earphone.
Sementara itu di dalam mobil. "Tuan, Nathan sudah membawa nona Aryana!"
"Kerja bagus Neol!"
"Apa tidak apa-apa nona Aryana melakukan hal ini! Mengingat Nathan orang yang obsesi!" sahut ku yang sedari tadi duduk di belakang kemudi.
"Aruhi kamu tenang aja, nona Aryana sendiri meminta itu, lagi pula dia tidak akan kenapa-kenapa," ujarnya mencoba menenangkan ku.
__ADS_1
Flashback
Waktu itu Vendrik memikirkan rencana untuk menjatuhkan Nathan. Lalu seorang wanita menawarkan diri untuk membantunya, awalnya Vendrik menolak namun tawaran wanita tersebut membuat ia tertarik. Mereka pun bekerja sama untuk mengelabui Nathan.
Flashback selesai
"Jadi wanita itu siapa? Kenapa dia begitu berani membantu kita?" tanyaku penasaran.
"Entahlah anggap saja dia seorang Angel!" ucapnya membelai rambutku.
Vendrik senang karena istrinya sudah aman bersamanya. Ia bahkan tak lupa mempedulikan ketiga anaknya yang kini dikejar beberapa orang suruhan Nathan.
Ariana terpisah dengan saudaranya bersama Kiano. Pemuda itu terlihat sangat keras melindungi sang putri dari preman yang hendak menculiknya. Dengan tubuh kurus ia berusaha menghalau mereka. Berkali-kali pemuda itu tersungkur akibat pukulan keras yang kerap membabi buta padanya.
"Ki… Kiano!!" teriak Ariana, berlari menghampirinya.
"Bawa gadis ini!" titah pria garang menyeret paksa Ariana.
Bersambung…
__ADS_1