Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 43: Saeson 2: Aku Bukan Tawananmu


__ADS_3

 Mataku terus tertuju pada dua insan yang sedang berpacu kuda di atas ranjang, pria yang menjadi suamiku setelah sepuluh tahun lamanya, kini bertukar raga dengan wanita lain di atas ranjang yang ku tempati. Nathan yang melihat ku bergegas menghentikan aktivitasnya. 


"Aru, eh Gisella aku bisa menjelaskan padamu!" ujarnya menghampiri ku. 


Tanpa bicara sepatah kata apapun aku pun meninggalkan tempat itu, tapi perasaan sakit ketika suamiku sedang seranjang dengan wanita lain tak membuat hatiku terluka ataupun cemburu. Kesal dan kecewa tentu ada, tapi rasa cemburu tak ada yang mengusik ku. 


Nathan mengejar ku mencoba menjelaskan hal yang ku lihat, namun tak menghentikan langkahku. 


"Gisella, tunggu! apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan!" ucap Nathan mencoba menahanku. 


"Cukup! Kamu tidak perlu menjelaskan apapun!" ujarku tanpa perasaan. 


Nathan yang melihat wajah tanpa perasaan ku, justru tersulut emosi, ia bahkan mengepal tangannya menarikku paksa ke kamar. Dengan kasar aku memberontak.


"Lepaskan aku! Kamu menyakitiku!" bentak aku berusaha melepas cengkraman. 


Emosi yang meletup membuat diriku gemetar takut, kala Nathan melempar tubuhku di atas ranjang. 

__ADS_1


"Ini semua karena kamu! aku sudah mendapatkan mu. Tapi kenapa ragamu saja tak bisa kusentuh! Apa aku lebih baik dari pria itu?!" teriak Nathan kelepasan bicara. Membuat diriku bingung kala mendengar pernyataannya. 


Ia dengan cepat memanjat dari ranjang ke tubuhku. Aku sekuat tenaga memberontak dengan menggigit lidah hingga berdarah. Nathan yang melihat ku terluka menghentikan aksinya. 


"Gisella, aku akan memaafkanmu atas kelancanganmu masuk kedalam kamar utama!" ucap Nathan memainkan dahinya membelakangi ku yang sudah gemetar takut. 


"Nathan …, kita berdua sama-sama tidak bahagia, lalu kenapa kamu terus mempertahankan aku, tolong lepaskan aku!" Mohonku pada pria yang sedang menatapku sendu. 


Mendengar ucapan ku tentu membuat Nathan kembali tersulut emosi, ia dengan kasar mencengkram kedua pipiku. "Sampai kapan pun kamu tidak akan aku lepaskan, jadi ingat baik-baik ucapanku!! Kamu akan tetap menjadi nyonya Trovela!" tegas Nathan menatapku tajam. 


"Tapi aku bukan tawananmu, jadi lepaskan aku!" bantah ku padanya yang sedang menahan emosi. 


"Mama! Apa yang Papa lakukan pada Mama ku!" 


Teriak gadis kecil dengan sorot mata dingin. Aku segara mendorong Nathan dari tubuhku, lalu memperbaiki baju yang sempat terkoyak. 


"Ari, kenapa kamu disini?" tanyaku bergegas menggendongnya keluar. 

__ADS_1


"Sial! Bekas pria itu, Aruhi bahkan tak bisa ku miliki, bahkan keturunannya saja sudah membuat ku muak!" gerutu Nathan melayangkan tangan kosongnya. 


********


Flashback… 


Sepuluh tahun yang lalu, saat Ruhi diculik, Nathan mencoba manipulasi ingatan wanita itu, pria itu berhasil membuat Aruhi ada dalam genggamannya. Sampai dokter Sovies Tamora menemukan ada kehidupan lain di dalam diri wanita tersebut. Nathan berniat menyingkirkan janin yang dikandung Aruhi, tapi dokter itu tak bisa melakukannya. Mengingat penyakit depresi yang pernah dialami Aruhi.


"Tuan, anda tidak bisa menyingkirkan janin ini!" ucap Dokter itu. 


"Kenapa tidak bisa!" ujar Nathan menyorot mata Dokter tersebut. 


"Nona ini akan mati jika anda menyingkirkan janin yang dia kandung!" ucap Sovies menjelaskan efek dari tindakan Nathan. Hingga pria itu pun memutuskan untuk mempertahankannya. Ariana adalah gadis, yang sangat mirip pada pria itu. 


Kemudian Nathan sangat ingat bahwa saat itu Aruhi sedang mengalami menstruasi, lalu bagaimana bisa ia hamil? Lalu dokter itu menjelaskan kembali pada nya, bahwa wanita yang sedang mengalami menstruasi bisa saja hamil. Karena cairan yang dihasilkan sangat lah bagus atau terbilang berkualitas. 


Flashback selesai. 

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2