Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 55: Saeson 2: Karma


__ADS_3

 "Ven … bagaimana keadaan Ariana?" ucapku khawatir. Saat mendengar ketiga anakku hilang dari pesta, air mataku terus saja mengalir, aku sangat takut ketiga anak-anakku terluka parah. Bahkan diriku tak henti-hentinya memanjatkan do'a agar ketiganya baik-baik saja. 


"Aruhi, tenanglah … Ariana baik-baik saja," ujar Vendrik menenangkan ku. 


Mendengar hal tersebut tentu membuat ku sedikit lega. "Tapi kenapa dengan wajahmu?" tanyaku kala melihat wajah Vendrik masih khawatir. 


"Kiano, dia mengalami luka yang cukup parah," ucapnya lirih. 


"Apa, lalu bagaimana dengan Ayaan?"


"Neol belum menemukan Ayaan, tapi untuk saat ini … Kiano harus menjalani pengobatan di Perancis. Aku sudah menghubungi teman lamaku untuk menjaga Kiano, sampai anak itu sembuh," ucapnya.


"Apapun itu, semoga anak itu bisa sembuh. Ven kita harus menemukan Ayaan, sebelum anak buah Nathan menemukannya." Pintaku menyeka air mata yang sudah terjatuh. 


"Ruhi … kamu tenang aja, anak itu sangat pintar. Saat kepergianmu aku sudah melatihnya menjadi singa sejak dini. Jadi dia tak akan mudah terluka," ucapnya menenangkan ku kembali.


Aku hanya menganggukkan kepala, mempercayainya. Saat ini ingatanku perlahan-lahan membaik. Kecanggungan yang dulu ku rasakan kala berbicara pada Vendrik kini terasa nyaman.


****

__ADS_1


Di sebuah gubuk, terlihat seorang gadis mengelap noda merah yang terus mengalir, dari tangan pemuda yang pingsan di depannya. "Ugh …!" rintih pemuda itu. 


"Apa yang terjadi? Kenapa dia terluka, aku harus memanggil ayah, agar luka pemuda ini segera di jahit!"


"Mama … jangan tinggalkan aku, aku dan papa merindukanmu!" Mengigau. 


Melihat pemuda tak berdaya mengigau seperti itu, tentu membuat gadis itu empati. Tangannya yang kecil menggenggam erat tangan Ayaan yang tak sadar. 


Tiga hari sudah berlalu, pencarian tentang Ayaan belum juga mereka temukan. Aku begitu khawatir pada anak laki-lakiku yang tak ada kabar selama tiga hari. Meskipun begitu Vendrik terlihat tenang. 


"Tuan … tuan muda sudah mengaktifkan lokasinya," ujar Neol memberi kabar baik langsung pada bosnya. 


"Segera antarkan kami!" Perintah Vendrik. 


****


"Beri makan para budakku!" Perintah seorang wanita dengan anggur di tangannya. 


"Dia tak … ingin makan Nyonya," ucap pria itu takut. 

__ADS_1


Mendengar hal tersebut tentu membuat sepasang mata mengintimidasinya. Pria yang diketahui pelayan itu menjadi gemetar takut. 


Siapa yang tidak takut? Bekerja bersama bos gangster yang terkenal. Meskipun pemimpinnya seorang wanita, tapi tak dipungkiri wanita itu sudah mengalahkan dua saudaranya, demi mendapatkan posisi sebagai pewaris. 


Wanita itu berjalan berlenggak lenggok menuju kamar. "Aku dengar kau tak ingin makan?"


Dia langsung memposisikan duduknya dengan nyaman. Menatap pria yang di rantai di atas ranjang. "Diam! dasar ****** gila, lepaskan aku, kamu tak tau siapa aku. Aku adalah pewaris keluarga Trovela!" umpat Nathan. 


Yah … pria itu adalah Nathan yang kini menjadi tahanan. Entah bagaimana ia berurusan dengan seorang wanita bernama Aryana Christover pemilik kastil Agora.


"Maka dari itu aku memilih sebagai pengantin priaku," ucapnya menatap Nathan tajam. 


"Kamu tidak bisa! Aku sudah beristri!" ujarnya. 


"Haha ….!"


Tawa wanita itu membuat Nathan mampu merinding. "Dasar gila! Aku bersumpah akan membunuhmu!" ancam Nathan. 


Sayang sekali ancaman itu tak berlaku bagi wanita berdarah dingin. Ia menarik kerah Nathan, lalu menaiki tubuh Nathan dan mengingatkan pria itu kembali. 

__ADS_1


Aryana sudah lama menyukai Nathan, ia juga sudah tau selama sepuluh tahun pria itu, memenjarakan seorang wanita bersuami di kediamannya. Ini adalah empat kali pertemuannya bersama Nathan, hingga ia memutuskan menyerahkan malam pertamanya pada pria itu. Aryana juga tak menyangka pria yang ada di paris bisa datang ke Indonesia. 


Bersambung.....


__ADS_2