Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 37: Penyekapan


__ADS_3

"Tapi kenapa kita berada disini!" ujarku bingung mentapa rumah kosong yang terlihat terbengkalai. Lalu Vendrik menceritakan semuanya, karena egois aku justru membawa petaka pada diriku dan suamiku. 


******


Satu jam telah berlalu, tak ada seorang pun yang datang pada kami, rasa lapar mulai menggerogoti ku. "Sampai kapan kami harus berada disini!" batinku.


Vendrik yang duduk tengah berusaha melepas ikatan tali dan kain hitam yang melingkar di matanya. Selang beberapa menit kemudian dua pria yang membawa Vendrik kemari masuk kedalaman. 


"Lepaskan aku!" teriak ku memberontak. 


"Diam! dasar cerewet!" bentak pria yang tengah berdiri di antara pria gemuk di depanku. 


"Apa kalian sudah memberi wanita ini makan!" sahut pria kedua menatap pria kurus di sampingnya. 


"Be-lum Bos!" sahut pria gemuk menundukkan pandangan pada pria di depannya. 


Bruk…


Suara pukulan mendarat keras mendarat pada pria itu. "Dasar bodoh, jika sandar mati, apa yang akan dikatakan pada klien!!" pekik pria itu menghantam wajah pria gemuk dengan benda tumpul. 

__ADS_1


"Klien siapa yang kalian maksud! jika kalian membutuhkan uang, aku akan memberikannya sebanyak pria itu memberikannya pada kalian!" sergah Vendrik mendengarkan percakapan mereka. 


"Bos, bukankah dia pemilik perusahaan yang terkenal itu!" ujar pria kurus menunjuk ke arah Vendrik. 


"Perusahaan yang mana?" tanya pria itu bingung. 


"U&B, perusahaan yang mendominasi di kota ini, yang selalu meluncurkan produk ternama," ujar pria kurus menceritakannya dengan intens. 


Sejenak pria yang berbadan kekar itu diam. "Eh tunggu, bukannya itu tempat adik ku bekerja!" sahut ia kembali. 


"Agh, sial! Jika kita menculik orang terpandang seperti ini, meja hijau tak akan melepaskan kita!" cetus pria itu kembali. 


Terdengar suara dring hendphon dari balik saku pria yang di panggil bos. Ia pun segera mengangkatnya. Usai menelepon pria itu kembali membuat wajah sangar bin bengis di depan kami. 


"Baik, Bos!" ujar mereka serempak. 


"Mau kalian bawa kemana istri saya, kalau kalian macam-macam akan ku pastikan keluarga kalian membayarnya?!" pekik Vendrik emosi. 


"Tenang tuan muda, kami tidak akan menyakiti istrimu!" sahut pria bertubuh kekar pada Vendrik. 

__ADS_1


"Ven, aku takut!" ujarku menatap Vendrik. 


"Ruhi, bersabarlah sedikit lagi, aku akan menyelamatkanmu!" ucap Vendrik mencoba menenangkan ku. 


Mata yang tertutup dengan kaki tanpa alas membuat tubuhku gemetar takut, tanah yang ku pijaki terasa lembab dan dingin. Dua pria dengan suara ngebas memasukan ku kedalam ruangan tertutup yang terpisah pada Vendrik. Berkali-kali ku berteriak meminta untuk dilepaskan, namun tak ada seorangpun yang mendengarkan ku. Sampai penjaga datang memberikanku satu porsi makanan. 


Di ruang tempat Vendrik disekap. "Lepaskan aku, jika kalian melepaskan ku, aku tidak akan memenjarakan kalian!" ujar Vendrik pada dua gangster itu. 


Pria bertubuh kekar itu terdiam, memikirkan tawaran Vendrik. Perlahan-lahan pintu depan pun terbuka, terlihat Nathan berjalan mendekati Vendrik. Suara tepuk tangan membuat Vendrik terkejut. 


"Lihat, pria nomor satu di kota telah di culik, barang siapa yang menemukan pria ini akan diberi imbalan!" ejek Nathan tersenyum sinis pada Vendrik. 


"Brengsek! lepasin gue, dasar pengecut!" teriak Vendrik memberontak. 


Satu tendangan mendarat pada tubuh Vendrik hingga terpental. "Diam! berani sekali seorang tahanan ngebacot saat sudah tersudut!" pekik Nathan menatap Vendrik.


"Uhk …, uhk, gue bicara fakta, lu pengecut Nathan!" ujar Vendrik bangun. 


Mendengar hal tersebut tentu membuat Nathan naik pitam, Vendrik yang di tutup dengan kain bisa mengenali suaranya, padahal dia hanya sekali bertemu dengan Nathan. 

__ADS_1


"Kalian berdua keluar?!" titah Nathan kembali dengan nada emosi.


Bersambung.....


__ADS_2