Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 35: Rasa Canggung


__ADS_3

 Beberapa menit usai menelepon. Vendrik beranjak turun dari ranjang. Dengan tak tau malu ia justru turun tanpa sehelai benang yang melekat dari tubuhnya. 


Melihat hal tersebut justru dengan cepat aku menutup mataku dengan kedua tanganku. "Apa. Kenapa kamu menutupnya, bukankah kemarin malam kamu menikmatinya!" goda Vendrik dengan senyum ujung bibir. 


"Ha-hanya saja aku tidak nyaman, setidaknya tutuplah, tongkat mu membuat mataku ternodai!" ujarku mengalihkan pandangan. 


"Oh, ya? Lalu kemarin malam siapa yang memintaku menusuknya lebih keras, kalau memang tongkatku tak begitu indah!" ucapnya cabul mendekatiku. 


Membuat jantungku berdetak, mata yang terbuka ku pejamkan kembali saat Vendrik mendekati ku. Dengan geer aku justru memajukan bibirku seperti bebek. Seolah-olah menginginkan ciuman darinya. 


Jantungku akan berdetak sangat kencang saat tubuhnya bersentuhan denganku. "Ada apa dengan bibirmu?" tanya Vendrik bangun. 


Aku terdiam mematung kala membuka mataku kembali, terlihat Vendrik berdiri dengan bathrobe. Melihat hal tersebut justru membuat ku salah tingkah. Aku langsung menenggelamkan diri di antara tumpukan selimut yang berserakan di ranjang.  "Ugh …, ada apa dengan ku, kenapa aku jadi aneh gini sih!" batinku malu. 


Di dalam kamar mandi, Vendrik perlahan-lahan menyalakan shower. Wajahnya tampak merenungkan sesuatu. Yeah, benar saja, ia teringat malam panas yang di habiskan bersama Aruhi. 


Flashback.


Saat Vendrik mencium ganas istrinya, ia justru merasakan perasaan familiar, perasan lima tahun ia bercinta dengan seorang wanita ia rasakan kembali pada istrinya. 

__ADS_1


Perasaan itu kembali memembakas pasti  saat Vendrik melihat tahi lalat kecil di antara pusar milik wanita itu dan istrinya. Pertanyaan dalam benaknya terus mengganggunya. Bagaimana bisa tahi lalat istrinya mirip dengan wanita itu? Lslu kenapa sangat kebetulan, seolah-olah takdir mempersiapkan mereka sebagai pasangan dengan cara yang terbilang buruk. 


Flashback selesai.


"Apa mungkin Aruhi adalah orang yang sama! Bukanya dia juga pernah bekerja sebagai cleaning service juga!" batin Vendrik yang terus memberontak. 


"Argh, sudahlah kalau memang Aruhi, akan sangat bagus, itu berarti Ayaan adalah anak kandungan ku. Kita akan tau saat tes DNA itu keluar!" batin Vendrik bergejolak. 


Beberapa menit kemudian Vendrik keluar dari kamar mandi, ia menatapku dengan tatapan hangat. Justru aku terdiam membatu, aku tak ingat usai malam panas yang ku habiskan dengannya justru hari ini akan tiba datang bulan. Aku tak bisa bergerak pasti, saat bercak darah keluar.


"Aruhi, apa kamu tidak mandi, hari ini kita harus menemui Ayaan!" ujarnya menghampiri ku. 


"Eh, a-apa yang kamu maksud, apa kamu kesal padaku!" ujarnya menatapku dengan berkaca-kaca. 


"I-itu tidak. Um …, bisa kamu ambilkan pembalut," ujarku malu-malu. 


"Pembalut, apa kamu terluka!" ucap Vendrik bingun.


"Tidak! Kenapa kamu banyak bertanya sih! ambilkan saja pembalut itu di dalam meja!" ujarku kesal, sembari menunjuk meja bagian timur. 

__ADS_1


"Aduh, kenapa jadi gini sih, mana spreinya putih lagi!" gumamku mantap noda merah yang terlihat. 


"Apa ini yang kamu maksud?" ucapnya melambaikan pembalut padaku. 


"Argh …, kenapa dia melakukannya!" batinku berteriak. 


"Iy-iya, kamu keluar bentar ak-aku mau beres-beres, jadi tolong pakai baju mu dan keluarlah," lirih ku canggung. 


"Um, baiklah, tolong keluarlah dengan cepat ya," sembari mengedipkan mata kirinya padaku.


Dengan senyum canggung aku membalasnya. Setelah Vendrik keluar aku beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian aku melihat Vendrik tengah di goda.


Aku diam mengamati tanggapan apa yang akan Vendrik mengenai Sarah yang menggodanya. Dimana posisiku tidak berada di dekat mereka. 


"Dasar gila, apa kamu ingin membuat ku masuk ke rumah sakit!" bentak Vendrik kesal, menatap tajam Sarah yang menumpahkan air putih pada Vendrik. 


Seperti trik murahan yang bisa ditebak siapapun, air yang tumpah di celana akan mudah menggoda pria bila bersentuhan dengan bagian sensitifnya. "Maaf Ven, aku akan membersihkanya!" ujar Sarah mendekat. 


"Berhenti, jika kamu berani maju, aku akan menyeretmu keluar dari rumahku. Dan jangan memanggil namaku, karena tidak pantes orang rendahan memanggil namaku?!" pekik Vendrik kesal. 

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2