Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Narsis
Bab 08: Model songong


__ADS_3

Saat kejadian waktu itu, Vendrik tak lagi datang ke toko, membuat diriku tak enak hati saat mengingat ucapan pedas yang ku lontarkan pada pria itu. Seperti biasa aku menjalani hari-hari ku dengan hati yang hampa. 


Tapi berbeda dengan waktu itu, aku mulai tepat waktu menjemput Ayaan, anak itu tak lagi merasa sendiri karena aku mulai membuka hati untuk menerima anak yang selama ini ku jauhi.


Sehingga diriku mulai sedikit pahama cara menjaga dan menyayangi anak yang selama ini ku kandung, dulu saat Ayaan berusia enam bulan. Aku mengalami berbagai banyak tekanan hati, depresi kerap kali mengusik, karena aku belum terbiasa mengurus anak, dia kerap kali ku jadikan pelampiasan saat mengingat kesalahan dulu. 


Flashback….


Saat Ayaan berusia enam bulan…..


Saat itu ibu dan nenek pergi ke rumah sepupu di seberang pulau, mereka meninggalkan aku saat umur Ayaan masih enam bulan, waktu itu aku di pindahkan di sebuah desa yang letaknya tak jauh dari perkotaan tempat tinggal nenek.


Hingga tak ada yang mengenaliku atau bahkan menanyakan siapa ayah anak itu, jauh dari bisikan kota, atau pun bisikan para tetangga, aku hanya tinggal bersama tanteku yang sudah renta. Dia pun tak tau aku hamil di luar nikah yang hanya ia tau aku ditinggalkan saat hamil muda. 


Singkat cerita, waktu itu Ayaan mengalami demam berkepanjangan, aku yang tak tau cara mengurus bayi berteriak memaki, memaksa anak itu diam. Tante yang mendengar hal itu mencoba menenangkan diriku yang seperti orang gila. 

__ADS_1


Tapi tak cukup sampai disitu, aku melukai pergelangan tanganku sembari mengumpat kasar. 


"Dasar babi, kenapa aku harus menjadi ibu di saat aku berusaha ingin menggapai cita-cita ku!" umpatku menatap tajam Ayaan yang tertidur di kasur. 


"Ini semua gara-gara bapak, kenapa dia harus mati di saat aku mulai berkorban besar, kenapa harus aku yang menanggung beban seperti ini?!" teriakku memaki sambil memukul diri sendiri dengan kasar. 


Penyakit delusi dan trauma pasca melahirkan membuat tubuh dan jiwaku terguncang, waktu tidur ku selalu terganggu karena tangisan bayi yang nyaring terdengar di telinga. Tak jarang aku mulai menyakiti diri sendiri karena mental yang rusak. 


Flashback selesai….


Saat perjalanan pulang kami tak sengaja bertemu dengan Vendrik, disana aku mengamati dia bersama seorang wanita yang tak asing, tapi wajah vendrik tak terlihat menyenangkan tatkala berhadapan dengan wanita tersebut. 


"Ayaan, kamu bisa pulang sendirikan? mama punya urusan bentar," ucapku menetap anak itu. 


Tanpa bertanya apapun dia pun menuruti ucapan ku, dengan senyum hangat di bibir mungil anak itu dia pun berjalan pergi, sembari menggendong tas di punggunya. 

__ADS_1


Entah perasaan apa yang membuat diriku tergerak menghampiri pria menyebalkan tersebut. 


"Ven …!" sapaku sambil melambaikan tangan padanya. Aku terkejut mendengar ucapanku sendiri tatkala memanggil pria narsis itu sebutan nama, padahal aku tak menyukainya lalu kenapa diriku memanggilnya? Seolah-olah aku begitu akrab. 


Pria itu dengan cepat melangkah mendekati ku, ia dengan senyum menggandeng tangan ku, lalu memperkenalkan diriku sebagai calon istrinya, yang membuat pipiku memerah seperti buah leci. Padahal mati-matian ku tolak malah tak tahu malunya memperkenalkan aku sebagai calon istri di depan orang lain. 


"Apa! Wanita kampung ini, calon istrimu? Haha …, ngak salah!" ledek wanita songong itu menatapku dengan tatapan menghina.


"Ngak salah, dia jauh lebih cantik daripada papan kurus seperti mu, lagian kenapa lagi kamu pulang kesini, mengejar aku yang tampan ini?" ucap Vendrik dengan narsis disertai ungkapan pedas.


"Astaga ini orang, kenapa ucapannya ngak bisa di filter!" gumamku menahan tawa, karena balasan tak terduga dari pria narsis.


Mendengar ucapan kasar dari Vendrik justru tak membuat wanita itu merasa sakit hati, seolah-olah ia sudah terbiasa pada kata-kata pria narsis ini. Saat kembali ku arahkan tatapanku dengan pasti, ternyata benar saja ia adalah Rohana Latifa, seorang model yang tengah viral akhir-akhir ini. 


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2